00:02Saudara Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasko Ahmad meminta Komisi 3 DPR mengawasi perkembangan penanganan kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap
00:10Presiden Prabowo Supianto.
00:14Lebih lanjut, Dasko menyebut proses penegakan hukum yang menjerat ex-kapolri Listio Sigit Prabowo dan tiga jenderal polisi lainnya tetap
00:22diserahkan pada Mabes Polri.
00:23Dan hingga kini polisi terus mendalami kasus dugaan penyadapan Presiden Prabowo yang diduga dilakukan tanpa prosedur yang berlaku.
00:31Saat ini tiga tersangka termasuk ex-kapolri Jenderalis Listio Sigit ditahan di Mako Brimob, sementara satu tersangka baru belum ditahan
00:41dengan alasan sakit.
00:44Kami menyerahkan sepenuhnya proses-proses hukum tersebut kepada pihak kepolisian dan kami akan meminta Komisi Teknis, dalam hal ini Komisi
00:563, untuk melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkara ini.
01:03Usai kasus penyadapan terhadap Presiden ini terungkap, istana terus meningkatkan kewaspadaan soal konsolidasi dengan partai politik, koalisi usai penyadapan.
01:13Mensesnek Prasetyo Hadi mengatakan, konsolidasi dengan partai politik, koalisi sudah rutin dilakukan.
01:20Dalam kasus ini, Prasetyo mendorong tim khusus bentukan kapolri harus transparan dalam mengusut penyadapan.
01:28Kalau kewaspadaan kan terus-menerus ya, kewaspadaan terus-menerus, bersih-bersih terus.
01:33Bersih-bersihnya dalam konteks seperti apa? Menyisir satu-satu lagi profil dari orang-orang ini, apakah ada keterlibatannya?
01:39Diselesaikan sesuai dengan peraturan perundangan-undangan, peraturan terbuka, jangan ada yang ditutup-tutupi.
01:46Pak Sugiyonom bilangnya akan ada rencana untuk konsolidasi pimpinan PARPO merespon dari penyadapan ini?
01:51Ya, kan rutin kita kalau konsolidasi, teman-teman juga beruntung.
01:56Sementara itu, saudara mantan Menko Polhuka, Mahfud MD, meyakini indikasi makar yang disebut istana dilakukan oleh ex-Kapolri Jenderalist Yosigit
02:04Prabowo bersumber pada informasi intelijen yang kuat dari Kapolri.
02:08Mahfud menyebut ex-Kapolri Jenderalist Yosigit punya peran aktif dalam tindakan penyadapan secara ilegal pada Presiden Prabowo Subianto.
02:22Istana mengatakan ada indikasi makar, itu pasti berdasar sumber-sumber intelijen yang kuat dan sumber dari Kapolri sendiri.
02:33Dia yang membeli alat, dia yang menyuruh menyadap, dia yang menyuruh musnahkan cadapan itu.
02:42Artinya dia memang sangat aktif, bukan karena sebagai Kapolri terjadi, dia harus tanggung jawab formal.
02:48Ini adalah delik formal.
02:50Artinya, begitu dilakukan, tidak perlu dibuktikan akibatnya.
02:55Begitu dia melakukan penyidikan, tidak perlu lagi dibuktikan apa akibat dari penyidikan ini.
03:01Begitu melakukan, dihukum.
03:02Dengan tiga pasal itu tadi.
03:05Dan ini sudah pasti kena dari tiga pasal.
03:10Dari siang tadi, Kepala Badan Intelijen Negara atau Bin Muhammad Herindra mendatangi istana menemui Presiden Prabowo Subianto untuk melapor.
03:19Pasca Polri mengunggap kasus penyadapan.
03:21Saat ditanya, ada tidaknya keterkaitan penyadapan ex-Kapolri Listio Sigit dengan pemerintahan sebelumnya?
03:27Kepala Bin fokus menjawab, tindakan penyadapan kepada Presiden Prabowo ini tergolong ilegal dan mengarah ke makar.
03:38Penyadapan itu kan dikaitkan dengan Presiden terdahulu Pak Jogowi dan geng Solo dan lain-lain.
03:45Itu kalau dari pemerintah, info yang didapat seperti apa Pak Paradin?
03:49Saya pikir itu adalah suatu tindakan yang ilegal dan mengarah ke tindakan yang makar.
03:59Terima kasih.
04:02Terima kasih.
04:03Terima kasih.
04:06Terima kasih.