Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV Hakim Ketua Christina Endarwati beberapa kali menegur pengunjung saat persidangan perkara dugaan fitnah ijazah dengan terdakwa Roy Suryo dan dr. Tifa di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026).

Teguran disampaikan karena sejumlah pengunjung masih berdiri dan membuat suasana ruang sidang tidak kondusif menjelang pemeriksaan saksi Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Christina meminta seluruh pihak menjaga ketertiban selama persidangan berlangsung.

Ia juga memerintahkan pengunjung yang berpotensi menjadi saksi maupun ahli dalam perkara tersebut untuk meninggalkan ruang sidang dan menunggu di luar.

Hakim mengingatkan, calon saksi yang telah mengikuti jalannya persidangan sebelum memberikan keterangan dapat berpotensi ditolak untuk menjadi saksi.

Majelis hakim bahkan meminta petugas keamanan mengeluarkan pengunjung yang tidak mematuhi arahan demi menjaga kelancaran persidangan.

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Lintang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/699861/suasana-sidang-hakim-christina-tegur-pengunjung-sidang-dengan-saksi-jokowi
Transkrip
00:00Kita akan sama-sama menjaga ketertiban.
00:02Kami akan mengawal persidangan ini.
00:04Silahkan diajukan saksinya.
00:40Terima kasih.
01:11Terima kasih.
01:38Terima kasih.
02:11Terima kasih.
02:45Terima kasih.
02:46Terima kasih.
02:48Terima kasih.
02:59Terima kasih.
03:06Terima kasih.
03:11Terima kasih.
03:24Terima kasih.
03:44Terima kasih.
03:55Terima kasih.
04:06Terima kasih.
04:17Terima kasih.
04:35Terima kasih.
04:41Terima kasih.
04:47Terima kasih.
04:57Terima kasih.
05:06Terima kasih.
05:16Terima kasih.
05:18Terima kasih.
05:19Terima kasih.
05:30Terima kasih.
05:31Terima kasih.
05:32Terima kasih.
05:38Terima kasih.
05:43Terima kasih.
05:47Terima kasih.
05:50Terima kasih.
05:52Terima kasih.
05:57Terima kasih.
06:01Terima kasih.
06:10Terima kasih.
06:11pemidanaan, gitu loh, jadi
06:13hakim kan juga, kita kan tidak lagi balas
06:15dendam, kita akan memikirkan
06:17pemidanaan yang akhirnya korektif
06:20restoratif, rehabilitatif
06:21gitu loh, atas tindakannya, supaya
06:23energi kita juga tidak habis, gitu loh
06:25kalau dulu kan, semua perbuatan-perbuatan
06:27pidana, yaudah, mau ngambil
06:29coklat aja, ngambil mungkin
06:31beras satu liter aja, sudah juga dipidana
06:33tapi hari ini kan sudah ada satu
06:35pembaharuan tujuan hukum pidana
06:37modern kita, yang mau tidak mau menjadi
06:39acuan kepada hakim untuk
06:41menjatuhkan ataupun dijadikan
06:43pedoman pemidanaan, termasuk
06:45hal-hal yang tadi, pemulihan
06:47keseimbangan, gitu loh
06:48dan, ya kalau memang tidak ada persoalan
06:51persoalan yang terlalu jauh, kerugian
06:53apa yang dideritakan oleh Pak Jokowi
06:55hari ini kan harus nampak, bentuk
06:57kerugian apa yang diderita oleh
06:59Pak Jokowi, ini juga akan ditanya oleh
07:01majelis ekrim, atau juga mungkin
07:03jaksa, atau mungkin lawyer nanti
07:05dalam persidangan ini, gitu loh
07:06Pak Asmi, kalau untuk memeriksa
07:09keabsahan, biasanya
07:11berapa lama, kalau dalam
07:13peradilan, ketika nanti
07:14Pak Jokowi menunjukkan ke publik
07:17menunjukkan bagaimana ijasa yang
07:19ia miliki, apakah itu
07:21bisa langsung ada
07:23kesimpulan kalau ijasa Jokowi
07:25asli, atau ijasa Jokowi tidak asli
07:27bisa di hari ini juga
07:28atau memang menunggu nanti ketika putusan
07:31ingkrah resmi keluar
07:32biasanya
07:33ya tentu, ini kan akan terjadi pendalaman
07:38dan pasti karena bintangnya hari ini
07:40bintang saksinya adalah Pak Jokowi
07:42pasti memerlukan waktu
07:44yang lama dalam persidangan, tidak mudah
07:46pasti banyak sederetan pertanyaan-pertanyaan
07:49atau
07:49karena dapat fisik, berarti kan para pihak
07:52dapat melihat, diperlihatkan kepada sodara
07:54disandingkan dengan para sodara
07:56pasti semua tim sudah menyiapkan
07:58baik print out, maupun nanti pada waktu
08:00bersentuhan secara langsung
08:02dengan fisik ijaja yang dibawa oleh Pak Jokowi
08:05dalam kasat mata
08:07ya orang pasti akan tahu
08:08antara beda ijaja asli
08:10ataupun tidak, apalagi
08:13merasa
08:14bahwa sudah meneliti kan
08:16Dr. Tifa, Mas Roy
08:18itu kan selamanya merasa
08:19sampai dia tahu
08:20mana yang kira-kira titik-titik
08:23Pak Azbi
08:24itu loh
08:25oke, tadi sempat terputus
08:27koneksinya Pak Azmi
08:28tapi agak sedikit turun
08:30sinyal internetnya
08:32tapi ketika
08:33kalau misalkan kan sebelumnya
08:35sudah diuji forensik
08:37ijazahnya Jokowi di
08:40Mabes Polri
08:40apakah ini
08:42akan memperkuat tidak
08:44kekuatan
08:45bukti yang dihadirkan nanti
08:46tentu
08:48tentu akan memperkuat terhadap itu
08:50tapi kan
08:51bukti-bukti itu kan harus
08:53terkonfirmasi
08:56terautentifikasi
08:57tanda dokumentasi
08:58jangan hanya
08:59satu pihak
09:00artinya kan pada waktu itu
09:02kan hanya mungkin
09:02versi teman-teman
09:03yang akhirnya dikepolisian
09:05yang pada waktu itu
09:06kita bisa tahu
09:07apakah itu sudah
09:08sikap
09:09unprofesionalkah
09:10proporsionalkah
09:11benar-benar dilakukan
09:13maka hari ini
09:14terkonfirm
09:15cross-examination-nya
09:16para pihak
09:17jadi akan kita lihat
09:19kepiawaian
09:20manakah
09:20kebenaran yang manakah
09:22yang paling utuh
09:23antara keterangannya
09:24mas Roy
09:24pendalamannya
09:26dokter Tifa
09:26yang selama ini
09:27melakukan pelitian
09:29penelusuran
09:30dan pak Jokowi
09:31yang mungkin
09:32saya memang benar-benar
09:33sekolah
09:33bisa menjelaskan
09:35semua alur
09:36kisah
09:37ataupun
09:37kasus cerita
09:38dari dia tamat
09:39sampai menjelang
09:40akhirnya
09:41jadi yang harus
09:42dipastikan adalah
09:43ijajah yang dibawa itu
09:44adalah
09:45ijajah yang memang
09:46diterbitkan
09:47pada tahun
09:48waktu pak
09:49pada waktu pak Jokowi
09:51ijajahnya
09:51tahun 81
09:52itu loh
09:53itu yang paling penting
09:54untuk pembuktiannya
09:56nah kalau misalkan nanti
09:57ketika divalidasi
09:58oh betul ijajahnya asli
10:00ini
10:01bermuaranya
10:02apakah akan
10:03kembali tidak
10:04ke postingan awal
10:05yang tersebar
10:06di media sosial
10:08ya tentu ini yang menjadi
10:10pertimbangan hakim kan
10:11jadi karena memang
10:12dasar rujukan
10:14pada waktu itu adalah
10:15kausal yang
10:16kausalitas yang dikasih
10:18postingan awal
10:19ya wajar dong
10:20diteliti dengan
10:21salah karena objek
10:22yang salah
10:22ya tinggal
10:23ya kan tinggallah
10:24nanti pada hakim
10:26yang menyatakan
10:26apakah unsur
10:27fitnah
10:28pencemaran nama
10:28baiknya
10:29menyerang
10:30kehormatan itu
10:31menjadi terpenuhi
10:32karena objek
10:33itu yang diteliti
10:34pada waktu itu
10:35adalah objek
10:35yang keliru
10:36dan objek
10:36yang tidak tepat
10:37gitu loh
10:38ya lagi-lagi hakim kan
10:40apakah nanti hakim
10:41akhirnya menyatakan
10:42ini onselah
10:42misalnya ada perbuatan
10:44tapi tidak bisa dipidana
10:45karena memang
10:46pengujian objek
10:47yang pada waktu itu
10:48dari objek yang salah
10:49gitu loh
10:50karena lagi-lagi
10:51yang saya bilang tadi
10:51kenapa tidak
10:52secara terbuka
10:53karena dimanapun orang
10:55sewaktu dipanggil
10:56waktu diklarifikasi
10:57ingin menunjukkan
10:58secara terbuka
10:59ini loh sebenarnya
11:00ini loh yang realitanya
11:02tapi kan lagi-lagi
11:03realita kasus ini
11:04terlalu lama
11:05mas gitu loh
11:06hampir mungkin
11:0710 tahunan
11:08asal menjelang
11:09suksesi kepresidenan
11:10atau ada
11:11katakanlah
11:12pesta-pesta politik
11:13ini selalu
11:14menjadi pemantik
11:15yang tidak pernah tuntas
11:17hari ini saya kira
11:18adalah momen
11:18kedua belah pihak
11:21yang saya bilang tadi
11:22kesimbangan bagi
11:23hak pelapor
11:25hak saksi korban
11:26hak teman-teman
11:28sebagai tersangka
11:28atau terdakwa hari ini
11:30ya mereka akhirnya
11:31melakukan
11:31apa ya
11:32debatable
11:33jadi saling berlawanan
11:35yang setara
11:36karena memang
11:37dihadapkan pada
11:38bendanya
11:39tidak lagi pada
11:40kata-kata yang hari ini
11:41yang waktu dulu
11:42mungkin agak keras
11:43mungkin-mungkin
11:44suara kencang
11:45tapi hari ini
11:46beliau-beliau
11:47dihadapkan
11:48pada bendanya
11:49dan kenyataannya
11:50inilah kebenaran
11:51material
11:52kebenaran yang
11:53sebenar-benarnya
11:54yang ingin dicari
11:55dalam hukum acara pidana
11:56Pak Asmi
11:57terakhir
11:57jadi akan membuka
11:59kotak Pandora
12:00yang selama ini
12:01jadi polemik
12:01di sidang hari ini
12:02ya
12:04ini pasti
12:05karena dengan
12:06dengan pembuktian
12:07yang hari ini
12:07sepanjang hakim
12:08bisa memimpin
12:09secara
12:09katakanlah seimbang
12:11jadi tidak ada
12:12pertanyaan-pertanyaan
12:13yang orang merasa tertekan
12:14pertanyaan-pertanyaan
12:16yang menjerat
12:16hakim memberikan ruang
12:18kepada para pihak
12:19secara seimbang
12:20nanti pasti
12:20jaksa
12:21luan bertanya
12:22setelah jaksa
12:23pasti akan lawyer
12:23begitu juga
12:24sebaliknya
12:25mungkin akan ada
12:26pertanyaan
12:26seperti saling balas
12:27untuk mengkucutkan
12:29tapi saya yakin
12:30banget pendalaman
12:30lebih banyak
12:31kepada objek
12:32keijajah
12:33dalam persidangan ini
12:34baik
12:35terima kasih
12:36Pakar Hukum
12:37Pidana Universitas
12:38Trisakti
12:39Asmi Syahputra
12:40untuk Breaking News
12:41Kompas TV
12:42terima kasih
12:43Pak Asmi
12:44dan setelah
12:45Breaking News
12:45Kompas TV
12:46kami jeda sejenak
12:48nanti usai jeda
12:48akan ada rekan saya
12:49Ian Rahman
12:50yang mempersamai
12:52Anda di Breaking News
12:52Kompas TV
13:11tempat yang gue fotoin itu
13:13coba
13:13coba
13:13gue disitu
13:21di dalam itu
13:23di dalam itu
13:24di situ
13:24atau
13:24di jangka
13:29di dalam itu
13:31di dalam itu
13:32di dalam itu
13:39di dalam itu
14:00disampingin dulu
14:02aja
14:02Terima kasih.

Dianjurkan