00:00Gimana, gimana, gimana?
00:01Ini pertanyaannya apa?
00:03Iya, iya.
00:04Ya, iya.
00:06Ini, sejauh ini Demokrat menanggapi soal wacana pemaksuduan di Parlemen seperti apa?
00:18Iya, saya kira itu persoalan serius ya.
00:21Dan kami sepakatlah dengan teman-teman di Gerindra bahwa
00:26nanti kita akan menyampaikan ini pada waktu awal masa sidang.
00:31Karena bagaimanapun kan proses hukum sudah ada hasilnya.
00:36Tinggal bagaimana proses politik di DPR.
00:40Karena ini kan tidak bisa berdiri sendiri.
00:42Jadi menurut saya kita tunggu saja nanti sampai di awal masa sidang
00:46apa yang menjadi keputusan praksi-praksi atau keputusan partai
00:52sehingga ada hal yang lebih pasti.
00:55Apa sesungguhnya yang akan menjadi langkah-langkah atas keputusan
00:59baik di Mahkamah Konstitusi maupun di Mahkamah Agung.
01:03Jadi kita tunggu saja kalau itu.
01:05Sampai kesenterungannya untuk hak angkat dari Demokrat?
01:08Ya, oleh karena itu kami kan harus koordinasi juga.
01:13Sekali lagi bahwa Demokrat tidak bisa berdiri sendiri.
01:16Ini kan harus dikoordinasikan dengan partai-partai lain.
01:19Kita bisa memberikan kepastian nanti kalau memang sudah bisa bertemu dan
01:25mendiskusikan ini dengan praksi-praksi lain.
01:29Tapi secara formal atau non-formal dengan partai koalisi lain,
01:32arah-arahnya gimana?
01:33Ya kan yang lain sudah ada statement-statement ya.
01:37Artinya secara individu sudah ada statement.
01:40Demokrat juga mungkin secara individu sudah ada statement-statement juga.
01:45Dan sampai hari ini memang belum ada statement resmi dari partai.
01:50Oleh karena kita tunggu saja.
01:52Dan kalau pun toh kemudian dari pimpinan partai koalisi juga ada tengah waktu nanti
01:59sampai akan dilaksanakannya masuk masa sidang.
02:03Tanggal 10 kan sebentar lagi.
02:04Tentu juga kami akan juga mengambil keputusan nanti sesuai dengan pimpinan koalisi.
02:12Kang kalau tadi, Kang bilang ini sangat serius.
02:15Dia harus ditanggapi serius.
02:16Secara internal, Demokrat sendiri, petinggi-petingi Demokrat,
02:20baik TUM dan Pak SBI sendiri memberikan arah-arahan.
02:24Ya kan sudah ada kepastian secara hukum ya.
02:26Secara hukum sudah ada kepastian.
02:28Ini tinggal proses politik.
02:30Sekali lagi bahwa kami tidak bisa berdiri sendiri dalam proses politik di DPR.
02:36Karena juga ada batasan-batasan, ya tentu kita tunggu saja sampai kami nanti
02:41memberikan statement secara resmi dari partai.
02:47Dan saya kira kalau diskusi ya kami sudah mendiskusikan.
02:51Kalau persoalan pendalaman kami juga terus melakukan pendalaman.
02:56Namun keputusan apa langkah-langkah ke depan yang akan diambil
03:00tentu sekali lagi tidak bisa berdiri sendiri dan kami akan nanti sampaikan setelah masuk masa sidang.
03:06Faktor apa yang masih dipertimbangkan Demokrat untuk bisa menentukan sikap ini
03:09selain menunggu komunikasi dengan partai-partai koalisi lain?
03:11Yang pasti bahwa keputusan hukum sudah ada.
03:14Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung sudah ada.
03:16Ini persoalan serius.
03:17Dan kami men-seriusi ini ya tentu juga harus berkoordinasi dengan partai-partai lain.
03:22Nah kalau nanti sudah ada hasilnya dan bahkan kalau saya mendengar, membaca
03:30bahwa ada teman-teman lain akan memutuskan nanti setelah masuk masa sidang
03:34ya kita tunggu saja sampai nanti juga kami memutuskan pada waktu dimulainya masa sidang yang akan datang.
04:04Pertama tentu kami menghormati proses hukum yang sedang berlangsung di kepolisian.
04:10Dan kalaupun toh sudah ada status tersangka kepada tiga orang tersangka
04:17tentu kami harap mudah-mudahan nanti proses dapat dilakukan secara transparan
04:24dan dapat diketahui publik.
04:26Sehingga kita dapat melihat terkait dengan keberlanjutan proses hukum yang ada di kepolisian.
04:34Kami juga memberikan apresiasi kepada kepolisian, kepada Kapolri dan seluruh jajarannya
04:41yang tentu bisa menunjukkan bahwa bersih-bersih ke dalam dan kemudian menunjukkan sikap yang pasti
04:50di dalam menegakkan aturan perundang-undangan.
04:52Saya kira ini penting dalam sebuah tatanan berbangsa dan bernegara.
05:07Kami sejak awal mengasumsikan memang ada penyadapan itu.
05:11Dan kami tidak ingin seuzon sebetulnya, tetapi kita berasumsi saja, waspada,
05:18bahwa itu bisa dilakukan oleh karenanya saat ini terjadi penanganan hukum di kepolisian,
05:30saya kira ini suatu hal yang positif untuk ditindaklanjuti.
05:33Karena bagaimanapun penyadapan tanpa melalui prosedur perundang-undangan tentu ini adalah kejahatan besar.
05:42Bahkan kalau benar ternyata Presiden disadap, ya ini menurut saya kategori kejahatan yang sangat besar.
05:49Ini harus melalui proses-proses yang lebih transparan, supaya publik juga tahu ya.
05:54Dan kalaupun toh kemudian juga ada indikasi menyadap seluruh toko-toko politik, toko Ormas, LSM,
06:06yang saya kira ini menjadi pemberitaan di media sosial, gitu ya.
06:11Ya mudah-mudahan nanti kepolisian bisa mengungkapkan itu, gitu ya.
06:16Dan tentu yang paling penting untuk apa penyadapan itu?
06:20Dan atas perintah siapa?
06:24Kepentingannya apa?
06:25Nah ini saya kira pertanyaan-pertanyaan yang nanti akan diproses di kepolisian.
06:32Dan tentu sampai hari ini kami menghormati proses itu, tidak berasumsi.
06:36Dan mudah-mudahan penegakan hukum bisa dilakukan setegak-setegaknya.
06:43Dan secara transparan, profesional, supaya juga memberikan ketenangan kepada seluruh warga negara.
06:51Kehantinan demokrat ini hanya terbatas pada tiga tersangka ini saja,
06:55dan salah satunya jadi aktor penggerak, atau ada pihak lain jadi aktor penggerak?
06:59Ya, saya kira tidak bisa berdiri sendiri ya.
07:04Pasti ada kolaborasi lah, gitu.
07:07Kan nggak mungkin ini hanya dilakukan oleh seseorang.
07:10Karena ini kan persoalan kebijakan juga, persoalan kebijakan.
07:15Kemudian ada teknik, ada teknologi, ada operator.
07:20Dan kemudian sejauh mana sebetulnya penyadapan ini dianalisis untuk kepentingan apa?
07:26Itu banyak sekali saya kira.
07:28Tapi kami tidak ingin berasumsi lah ya.
07:30Kita serahkan saja kepada aparat penegak hukum di kepolisian
07:34untuk pada akhirnya mengungkap terhadap persoalan ini.
07:37Jadi pihak luar yang dicurigai bisa terlibat untuk menjadi penggerak dari upaya penyadapan itu?
07:42Saya tidak ingin berasumsi itu.
07:44Supaya juga kita nanti menunggu saja hasil penyelidikan di kepolisian.
07:51Tentu nanti sudah naik ke tingkat penyelidikan hari ini.
07:53Dan kita bisa melihat siapa saja yang terlibat.
07:58Kemudian apa motifnya, ya kita serahkan kepada aparat penegak hukum yang sekarang sedang melakukan pendalaman.
08:05Kan tadi yang bilang bahwa sejak awal sudah mengindikasikan ada ini.
08:10Artinya dia sudah lama juga pihak demokrat melakukan antisipasi.
08:15Tidak antisipasi enggak?
08:19Ya kita berasumsi itu.
08:21Sehingga juga kita waspadalah.
08:24Kalaupun kemudian masih ada hal-hal yang disadap juga,
08:28ya nanti kita lihat saja hasil penyelidikan apakah juga ada menyadap Partai Demokrat gitu.
08:35Jadi nanti kita lihat saja.
08:36Ini kan Pak SBI tadi juga baru saja nge-tweet gitu kan.
08:40Bilang bahwa ya politik semakin liar sekarang.
08:44Terus juga meminta Pak Presiden untuk menembalikan politik yang lebih berkeadaban.
08:48Ini bagaimana?
08:49Ya ini kan harapan ya.
08:51Pak SBI sebagai Bapak Bangsa saya kira bisa menjadi suri tauladhan.
08:56Bagaimana beliau dulu waktu menjabat Presiden tidak melakukan yang dikatakan harus of power.
09:04Semuanya diletakkan kepada peraturan perundang-undangan.
09:07Oleh karena itu ya harapan sebagai Bapak Bangsa,
09:11bahkan harapan sebagai anak bangsa,
09:13mungkin ini menjadi harapan kita semua bahwa Pak Prabowo Subianto saat ini bisa menegakkan kembali
09:20terhadap politik yang acek, politik yang benar gitu,
09:26politik yang tentu untuk kesejahteraan rakyat,
09:28politik yang memberikan kenyamanan dan kesejahteraan kepada rakyatnya.
09:33Ini yang diharapkan gitu ya.
09:35Sehingga politik tidak ansih untuk mengambil kekuasaan
09:39atau politik tidak untuk hanya menggunakan kekuasaan.
09:42Tetapi justru atas kekuasaannya adalah untuk bangsa, negara, dan untuk rakyat.
09:48Saya kira kita maknanya sangat mendalam.
09:50Saya juga sudah baca apa yang dititut oleh Pak SBY.
09:54Maknanya sangat mendalam.
09:55Sebuah keresahan anak bangsa.
09:57Dan mudah-mudahan dengan diberikan kekuatan,
10:01diberikan jalan oleh Allah,
10:04supaya Pak Prabowo mengembalikan kepada marwah politik yang tepat,
10:09dengan diberikan kepemimpinan yang kuat dan bisa mengembalikan terhadap harapan rakyat.
10:15Peninggasan saja, sehingga saya yakin apa Demokrat bahwa polisi bisa mencari,
10:19mendapatkan aktor penggerak dari upayaan ini?
10:22Ya, saya masih memberikan kepercayaan kepada kepolisian.
10:27Saya yakin polisi tentu dengan tagline bersama dengan masyarakat,
10:32bersih-bersih dari dalam.
10:33Saya kira ini adalah sebuah tekad yang harus kita hormati.
10:36Dan kami meyakini Kapolri bersama seluruh jajarannya,
10:41mampu mengungkap ini secara profesional dan transparan.
10:45Yang pada akhirnya kita bisa memberikan ketenangan kepada kita semua.
10:50Dan tentu penyadapan juga ada tata dan prosedurnya.
10:54Ada peraturan perundang-undangannya.
10:58Di kepolisian juga ada peraturan Kapolri-nya ada.
11:01Nah, sehingga sepanjang bahwa keluar dari jalur itu,
11:06ya tentu ini pelanggaran hukum berat, abuse of power.
11:09Sehingga untuk memastikan ini, ya kami serahkan saja kepada proses yang ada di kepolisian.
11:14Kami mempercayai bahwa proses ini akan dilakukan secara profesional dan transparan.
11:19Oke, dari ini.
11:20Pak, terakhir berarti ada indikasi makar gak kalau diungkap melihatnya?
11:26Ya, kita bisa lihat kalau nanti setelah diungkap oleh pihak pemerintah.
11:31kepolisian yang sekarang mendalami.
11:33Apakah ada upaya-upaya tidak ke arah makar?
11:36Ya, kita lihat nanti.
11:37Kita tidak boleh berasumsi,
11:40namun tentu kita memberikan apresiasi saja
11:43atas penegakan hukum yang saya kira ditegakkan saat ini
11:48dan prosesnya sedang berlangsung, kita tunggu saja.
11:52Terakhir, dari kasus sadap-sadap ini bertinggi di internal demokra
11:55tidak ada arah untuk ganti nomor telepon.
11:57Ini sadap nomor telepon, nih.
11:59Saya saja sudah 20 tahun gak ganti nomor handphone.
12:04Artinya, saya merasa biasa-biasa saja.
12:07Dan tentu, kami juga merasa bahwa
12:12tidak ada hal yang penting dari telepon saya untuk
12:16diambil dan kemudian ini dijadikan sesuatu yang penyanderaan, gitu.
12:22Jadi, ya, yang penting kita tidak melakukan hal-hal yang tentu melanggar terhadap aturan hukum.
12:28Dan tetapi, waspada penting karena
12:31bagaimanapun kan kita juga berbicara mengenai strategi partai,
12:35berbicara mengenai masa depan partai.
12:38Ya, kalau hal-hal seperti ini saja disadap,
12:40tanpa aturan,
12:42ya, saatnya lah Pak Presiden untuk membenahi ini.
12:46Oke, Kang, makasih, Kang.
12:48Terima kasih, Kang.
12:50Terima kasih.