Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Hujan deras yang mengguyur wilayah Banyumas, Jawa Tengah menyebabkan Sungai Ciberem meluap.

Sejumlah rumah yang di daerah aliran sungai atau DAS pun terendam.

Sungai Ciberem meluap setelah diguyur hujan. Akibatnya, sejumlah rumah yang ada di daerah aliran sungai terendam air.

Lahan pertanian dan pekarangan rumah milik warga juga ikut terdampak. Tak hanya itu, lahan pertanian dan pekarangan rumah milik warga juga ikut terdampak.

Pemerintah desa setempat mencatat, ada 19 rumah warga yang terendam. Pihak desa mengimbau warga yang tinggal dekat sungai waspada, karena sudah memasuki musim hujan.

Untuk mengetahui bagaimana kondisi potensi cuaca ekstrem dan bencana yang terjadi di Tanah Air, sekaligus bagaimana upaya antisipasi yang bisa dilakukan warga, kita akan terhubung dengan Pengamat Kebencanaan, Dwikorita Karnawati.

Baca Juga 6 Kabupaten-Kota di Aceh Terdampak Banjir Imbas Hujan Deras, Begini Situasinya di https://www.kompas.tv/regional/699147/6-kabupaten-kota-di-aceh-terdampak-banjir-imbas-hujan-deras-begini-situasinya

#cuacaekstrem #banjir #hujan

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/699153/full-pengamat-ungkap-desember-februari-puncak-musim-hujan-waspadai-potensi-bencana
Transkrip
00:00Terima kasih saudara, Anda masih menyaksikan Breaking News Kompos TV.
00:03Bersama saya, Niputu Trisnanda.
00:05Hujan deras di Banyumas, Jawa Tengah menyebabkan tanggul sungai Jebol
00:09dan meredam hektaran sawah milik warga.
00:12Aparat memperbaiki tanggul yang jebol untuk mencegah banjir susulan
00:16yang dapat menggenangi rumah warga.
00:23Tanggul sungai Jimblem di desa Sawangan, kecamatan Kebasen,
00:27Banyumas, Jawa Tengah diperbaiki setelah Jebol, saudara.
00:32Peristiwa ini juga menyebabkan hektaran sawah milik warga terendam banjir.
00:37BPBD mencatat ada 34 kejadian bencana alam di 11 kecamatan,
00:43yaitu 6 bencana banjir, 26 tanah longsor,
00:46dan dua kejadian lain adalah adanya cuaca ekstrim yang mengakibatkan pohon tumbang.
00:55Turun hujan yang cukup tinggi, durasi cukup lama,
00:59sehingga menakibatkan tanggul sungai Jimblem, Jebol, dan mengenangi area persawan warga.
01:05Kebetulan sawah ini belum musim tanam,
01:07jadi hanya untuk mengantisipasi biar tidak terendam terlalu lama,
01:11karena kebetulan saat ini sudah memasuki musim hujan untuk segera dilakukan musim tanam.
01:19Hujan deras yang mengguyur wilayah Banyumas, Jawa Tengah,
01:22menyebabkan sungai Ciberem meluap.
01:25Sejumlah rumah yang di daerah aliran sungai atau das pun terendam.
01:30Sungai Ciberem meluap setelah diguyur hujan,
01:33akibatnya sejumlah rumah yang ada di daerah aliran sungai terendam air.
01:38Lahan pertanian dan pekarangan rumah milik warga juga ikut terdampak.
01:43Tak hanya itu, lahan pertanian dan pekarangan rumah milik warga yang terdampak,
01:50Saudara, pemerintah desa setempat mencatat ada 19 rumah warga yang terendam.
01:55Pihak desa mengimbau warga yang tinggal di dekat sungai untuk waspada,
02:01karena sudah memasuki musim penghujan.
02:03Saya berada di RT3W4 di sebelah utara Gudang Keteming.
02:13Ini calonan di dalam air banjir dan ini mengakibatkan tidak hanya di sini banjir,
02:21kemudian perumahan di sini juga tenggelam.
02:25Di RW12 khususnya di RT3 dan RT5 juga tak bisa di banjir karena masih benang tinggi,
02:38karena memang pembuangannya hanya mengandalkan saluran ini dan ternyata saluran ini juga daya tambungnya minim.
02:45Untuk mengetahui kondisi pasca banjir, kita terhubung dengan jurnalis Kompas TV,
02:50Harsono dari Banyumas, Jawa Tengah.
02:53Harsono, pasca banjir bagaimana penanganannya di sana?
03:09Saudara, nampaknya terjadi gangguan melalui jaringan telepon,
03:15sehingga kami akan coba lagi untuk menghubungi jurnalis Kompas TV,
03:20untuk memantau secara langsung bagaimana kondisi di kawasan Banyumas, Jawa Tengah,
03:25dengan jurnalis Kompas TV, Harsono, karena beberapa wilayah ini terdampak cukup parah,
03:31di mana dari data sementara disampaikan bahwa ada akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Banyumas, Jawa Tengah,
03:42setidaknya ada sejumlah ataupun juga ada beberapa dampak yang terjadi,
03:48mulai dari banjir, kemudian ada persawahan yang terdampak dan tertutup air,
03:54kemudian juga ada beberapa wilayah yang terpantau cuaca ekstrim.
04:03Kami masih mencoba memperbaiki saluran telepon dan juga menghubungi jurnalis Kompas TV dari Banyumas, Jawa Tengah,
04:11ada Harsono di sana, nanti kami akan coba menghubungi kembali,
04:15namun kita akan beralih saudara untuk mengetahui bagaimana potensi cuaca ekstrim
04:20dan juga hal-hal yang harus diantisipasi terkait dengan penanganan bencana yang terjadi di tanah air.
04:28Kita akan terhubung dengan pengamat kebencanaan, sudah bergabung melalui saluran daring,
04:33ada Dwi Korita Karnawati, selamat siang Ibu Dwi Korita, terima kasih.
04:39Selamat.
04:39Sudah bergabung dengan Breaking News Kompas TV dengan Putu di studio.
04:43Bagaimana bu kabarnya, sehat?
04:46Alhamdulillah, selamat siang Mbak.
04:48Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, alhamdulillah sehat.
04:50Oke baik, Ibu kalau kita lihat sekarang sudah ada beberapa wilayah yang mengalami atau memasuki musim penghujan.
04:58Bahkan di beberapa wilayah ini bukan hanya memasuki musim penghujan,
05:02tapi juga sudah ada dampaknya, ada banjir bandang, ada longsor, ada sawah yang kemudian tertutup air
05:08karena hujan yang cukup lebat, tanggul jebol.
05:11Ini sebetulnya situasinya seperti apa?
05:14Apakah situasi ini akan berjalan sampai akhir tahun atau justru memanjang sampai awal tahun depan?
05:22Betul sekali Mbak.
05:24Jadi menurut prediksi atau perakiraan musim yang disampaikan oleh BMKG,
05:32saat ini beberapa wilayah di Indonesia ini sudah memasuki musim hujan.
05:38meskipun sudah termasuk terlambat ya, namun juga ada yang masih transisi dari musim hujan menjadi musim kemarau.
05:48Dan kondisi transisi atau pancarubah ini sering ditandai dengan adanya intensitas hujan yang meningkat.
05:56Meningkat atau mencapai intensitas lebat hingga sangat lebat, meskipun dalam durasi yang relatif singkat.
06:03Namun itu pun sudah dapat berpengaruh terhadap kejadian bencana hidrometeorologi basah.
06:11Dan puncak musim hujan diprediksi oleh BMKG, puncaknya di beberapa wilayah, sebagian besar wilayah Indonesia,
06:19itu memasuki di bulan Desember, Januari, dan Februari.
06:24Artinya, karena musim hujan ini mundur, sehingga baru masuk musim hujan,
06:30itu dalam waktu kurang lebih satu bulan sudah mencapai puncaknya.
06:35Jadi kalau dulu-dulu sebelumnya kan beberapa bulan baru puncak ya.
06:39Dan ini yang membuat barangkali kita menjadi kurang siap.
06:42Poinnya adalah perlu saat ini kesiap-siagaan ditingkatkan.
06:47Meskipun masih sebagian wilayah transisi di musim kemarau ke musim hujan,
06:54dan ada yang sudah masuk musim hujan.
06:56Kesiap-siagaan ditingkatkan, ada beberapa langkah-langkah yang nanti perlu kami sampaikan.
07:04Sebelum kita ke sana, Bu.
07:06Kalau kita tadi kan sudah disinggung sedikit bahwa ini curah hujannya atau intensitas hujannya
07:11akan cukup besar dan intens, tetapi waktunya singkat.
07:15Kalau melihat dampaknya terkait dengan kondisi misalnya tanahnya, kondisi lahannya,
07:24apakah justru ini bisa berpotensi lebih besar dampaknya ketika curah hujannya besar,
07:30tapi durasinya itu justru lebih pendek-pendek?
07:35Nah sebelum menjawab itu, yang saya katakan relatif singkat,
07:39itu hanya wilayah yang sedang mengalami transisi dari musim kemarau ke musim hujan.
07:46Kalau sudah memasuki musim hujan, durasinya ya normal.
07:50Secara umum memang BMKG mengatakan musim hujannya kurang lebih dinyatakan sebagai normal ya.
07:58Tidak ada, belum terdeteksi adanya lanina ataupun adanya yang di...
08:05Sebagian wilayah memang ada yang di atas normal, ada yang normal, ada yang di bawah normal.
08:12Namun sebagian besar dinyatakan normal.
08:15Sehingga poinnya tetap terus memonitor perkembangan informasi BMKG.
08:20Pertanyaan Mbak tadi, lalu panah yang membahayakan, apakah yang curah hujan intensitas tinggi durasi singkat atau yang durasinya lama?
08:32Nah itu karena ini di awal musim hujan dan masih kondisi tanah masih sangat kering,
08:41Jadi hujan yang durasi singkat itu pun, itu akan intensif meresap masuk ke dalam tanah.
08:51Karena sudah berbulan-bulan ya, lebih dari 4 bulan, 6 bulan kondisi kering, pori-pori kosong.
08:59Itu sangat cepat, relatif ya, relatif lebih cepat untuk meresapkan air bawah tanah.
09:07Nah, apalagi kalau itu berlangsung lama.
09:11Jadi meskipun durasinya singkat, itu pun jangan diabaikan, poinnya seperti itu.
09:18Nah, nanti kalau sudah sampai pertengahan atau akhir musim hujan, yang durasinya panjang,
09:25itu akan juga membahayakan dalam mengakibatkan limpasan air hujan.
09:33Jadi kalau yang tadi pori-pori kosong, begitu air hujan masuk,
09:37itu akan efektif terserap masuk ke dalam tanah, terinfiltrasi, dampaknya adalah longsor.
09:44Karena yang air meresap ke dalam pori-pori tanah pada lereng,
09:49itu akan mendorong masa tanah atau batuan untuk meluncur bergerak longsor.
09:55Nah, namun kalau tanahnya sudah jenuh, lalu durasinya panjang,
10:02air itu menjadi sulit untuk diserap, meresap masuk, menjadi lebih sulit.
10:07Dampaknya menjadi air limpasan, bukan longsor, tapi menjadi banjir.
10:12Jadi mau durasi pendek, singkat, tapi lebat, ataupun durasinya itu panjang,
10:19sama-sama perlu diwaspadai.
10:22Terutama tadi kita lihat di awal musim atau di pertengahan musim,
10:26dan kondisi jenis tanah juga. Demikian.
10:29Baik, jadi apapun situasinya tetap harus waspada,
10:32dan juga tetap harus ada kesiap-siagaan di sana.
10:35Tapi kalau bicara soal wilayah Indonesia,
10:39Indonesia ini kan karakteristiknya berbeda-beda,
10:41kemudian juga situasinya juga pasti akan berbeda-beda.
10:46Daerah mana saja yang sebetulnya potensinya ini jauh lebih rawan dengan tadi,
10:52baik itu yang transisi, memasuki musim penghujan,
10:55atau yang memang sudah lebih dulu begitu ya,
10:59masuk ke musim penghujan.
11:01Jawabannya ditahan dulu.
11:02Ibu Dwi Koreta nanti akan kita sambung lagi.
11:05Usai Jeddah masih di Breaking News, Kompas TV.
11:14Saudara, Anda masih menyaksikan Breaking News, Kompas TV.
11:17Tadi kita sempat terputus saluran telepon untuk mengupdate
11:20bagaimana kondisi di Banyuas, Jawa Tengah.
11:23Dan kita akan coba hubungi kembali.
11:26Jurnalis Kompas TV ada Harsono di lokasi.
11:29Harsono, bagaimana kondisinya di sana,
11:31dan apa yang paling dibutuhkan masyarakat saat ini?
11:36Ya, baik.
11:37Saudara dan putuh, dapat saya laporkan perkembangan terkait dengan bencana alam
11:42yang melanda wilayah Banyuas, Jawa Tengah.
11:45Dapat saya sampaikan bahwa secara umum,
11:48pihak pemerintah daerah atau badan penanggulangan daerah bencana,
11:53bencana daerah,
11:54sudah menangani semua dari persoalan bencana yang terjadi pada kemarin hingga hari ini.
12:06Selain mengatasi bencana tersebut,
12:09seperti menyinggirkan material-material longsoran,
12:14terus kemudian menyinggirkan kotoran-kotoran yang masuk ke dalam rumah
12:18akibat bencana banjir,
12:19pihak pemerintah juga telah memberikan bantuan sembako kepada pihak atau para korban.
12:28Nah, dapat saya sampaikan putuh bahwa bencana alam yang terjadi di Banyuas ini,
12:35setidaknya pihak BBBD mencatat ada 34 bencana,
12:40yakni ada 26 banjir,
12:456, maksud kami, 26 titik terjadi banjir,
12:516 terjadi tanah longsor,
12:53serta 2 lokasi bencana ekstrim
12:57yang mengakibatkan sejumlah pohon tumbang.
13:01Seperti di Wangon,
13:04di desa Wangon, kecamatan Wangon,
13:06juga telah terjadi banjir akibat luapan sungai Ciberem
13:10yang mengakibatkan setidaknya 19 rumah terendam banjir
13:16dengan ketinggian air dari 30 cm hingga 50 cm.
13:23Selain itu juga,
13:24masih di wilayah kecamatan Wangon,
13:26ada juga tanah longsor yang terjadi di desa pengadegan.
13:30Namun semuanya putuh telah ditangani oleh pihak BBBD.
13:34Nah, sementara itu juga putuh dan saudara,
13:39tadi pagi saya memantau langsung di lokasi bencana tanggul Jebol
13:44yang mengakibatkan hektaran sawah terendam banjir
13:49akibat sungai Jembleng ini tanggulnya Jebol begitu.
13:54Putuh.
13:56Baik, artinya semua kebutuhan dan juga dampak begitu ya,
14:01yang terdampak dari masyarakat ini sudah ditangani oleh pemerintah setempat,
14:05tapi tentu saja situasi di sana masih juga ada beberapa wilayah yang terdampak.
14:10Kota ada 34 bencana, 26 diantaranya merupakan bencana banjir,
14:14dan 6 diantaranya longsor.
14:15Tetap hati-hati, kami akan memperbarui lagi nanti bagaimana kondisi di sana,
14:20terutama apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat yang terdampak.
14:23Terima kasih, Jurnalis Kompas TV,
14:25Harisono, melaporkan langsung dari Banyumas, Jawa Tengah.
14:28Selamat bertugas kembali, tetap hati-hati.
14:31Saudara, sekarang akan kami lanjutkan dialog bersama dengan pengamat kebencanaan,
14:37Dwi Korita Kanawati,
14:38yang masih bergabung dengan Breaking News Kompas TV melalui saluran daring.
14:41Terakhir, Ibu Dwi Korita, tadi pertanyaannya adalah daerah mana saja yang kemudian punya potensi kerawanan yang tinggi
14:50dengan memasuki bencana hidrometeorologi basah yang saat ini sudah mulai memasuki musim penghujan?
15:01Ya, jadi ada beberapa jenis atau tipe daerah yang memiliki kerawanan dengan kondisi yang khas,
15:09masing-masing sesuai dengan kondisi tipe daerahnya.
15:13Misalnya, atau contohnya ini ya, tadi sudah dijelaskan di Banyumas itu ya,
15:19ada daerah di lereng-lereng gunung, pegunungan,
15:23baik di Jawa, di Sumatera, kemudian juga di Sulawesi, kemudian juga di Papua, di Nusa Tenggara, Maluku.
15:35Jadi hampir merata, terutama di lereng-lereng gunung, pegunungan,
15:39itu rawan ataupun rentan untuk mengalami longsor, terutama.
15:45Kemudian, untuk daerah di dataran rendah,
15:49Nah, ini ada beragam, bisa rawan mengalami banjir ataupun banjir bandang,
15:57dan satu lagi di pantai, pesisir pantai, itu rawan untuk mengalami rob, banjir rob.
16:05Yang berbahaya adalah, jadi kita pendekatannya adalah ekosistem atau das.
16:10Jadi, satu kali kejadian atau satu periode kejadian hujan,
16:16katakan selama beberapa jam ya, satu jam atau lebih,
16:21itu kerawanannya bisa mulai dari hulu, di lereng-lereng pegunungan,
16:28sampai ke dataran rendah, bahkan sampai ke pantai.
16:33Jadi, satu periode kejadian hujan itu bisa mulai dari hulu sampai ke hilir.
16:38Misalnya, di daerah atas terjadi longsor,
16:42kemudian longsor itu menyumbat alur-alur sungai di hulu,
16:48dan bisa terbendung air dari hulu,
16:51dan akhirnya kalau terus terjadi akumulasi hujan,
16:55selama beberapa jam sampai beberapa hari,
16:59itu sumbatan longsor tadi bisa jebol menjadi banjir bandang,
17:03dan di daerah hilir,
17:05selain terjadi banjir bandang, terjadi banjir,
17:07dan di daerah pesisir bersamaan terjadi rop.
17:10Air yang mengalir dari hulu ke dataran rendah,
17:15mau lari ke arah laut, ditahan oleh rop.
17:19Jadi, kejadian yang beberapa kali terjadi,
17:22misalnya di pesisir utara Jawa Tengah,
17:24itu banjirnya kalau kita ke sana sampai terjadi,
17:27itu seperti lautan.
17:30Bahkan, genteng sampai atap rumah itu terbenam.
17:34Apalagi kalau diperparah,
17:37tanggul-tanggul itu rusak.
17:39Di pesisir juga.
17:41Di atas yang jebol adalah bendung akibat kejadian longsor,
17:46sumbatan-sumbatan longsor,
17:47di pesisir adalah,
17:49ini kan ada di pesisir itu kan tanggul-tanggul,
17:52di pesisir itu kebagian dari tanah,
17:55dan sudah dibangun puluhan tahun yang lalu.
17:58Bahkan ada yang konon ada di zaman Belanda,
18:01itu harus diinspeksi.
18:03Kalau sampai bocor, tersumbat,
18:05itu sudah air itu akhirnya menggenang di dataran pesisir,
18:08itu seperti lautan.
18:10Demikian, jadi itu yang dipersiapkan.
18:13Artinya, bagaimana kondisi dari tata kota,
18:17ini juga bisa berdampak pada besar atau tidaknya,
18:21dampak dari bencana hidrologi terhadap satu daerah juga ya,
18:24Bu, singkat saja.
18:25Betul sekali.
18:27Karena tata kota kita ini sudah banyak berubah.
18:30Zona-zona yang harusnya untuk peruntukan resapan air,
18:33atau bahkan jalan untuk lewat air,
18:36sudah dibangun menjadi perumahan.
18:38Dan lahan-lahan serapan untuk resapan air,
18:42juga sudah tertutup oleh asmal beton.
18:45Sehingga kondisi tata kota ini juga meningkatkan,
18:48tingkat keparahan bencana yang akan terjadi.
18:52Baik banjir, longsor, banjir bandang,
18:55ataupun banjir rob.
18:56Demikian.
18:56Arang, jadi pertanyaannya tadi, pertanyaan Pak Mungkasnya,
19:00apa yang bisa dilakukan, baik itu oleh pemerintah daerah,
19:03oleh masyarakat, supaya tidak panik,
19:06tapi juga minim resiko yang kemudian bisa dihadapi
19:08dengan adanya situasi seperti saat ini?
19:12Saat ini kesiapsiagaan harusnya sudah dimulai.
19:15Artinya lingkungan itu benar-benar disiapkan.
19:20Sungai-sungai sudah yang sedimen-sedimennya menumpuk,
19:23terutama bekas bencana yang di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat.
19:28Terutama di Aceh dan Sumatera Utara dan sebagian Sumatera Barat,
19:33itu endapan-endapan sungai di beberapa segmen itu masih lebih tinggi
19:38daripada lahan huntara ataupun huntap.
19:43Sehingga kalau curah hujan meningkat,
19:45tempat tinggalnya itu lebih rendah dari sungai.
19:48Nah, ini harus diantisipasi bagaimana cara penyelamatannya,
19:53apakah sudah siap sistem peringatan dininya,
19:55apakah sudah siap-siap perlindungan ada tanggul
19:59atau yang menahan laju air meluap dari sungai,
20:02sudah siapkah jalur evakuasinya,
20:05rambu-rambu evakuasi, peta evakuasi,
20:08sudah adakah latihan evakuasi,
20:10sudah siapkah logistik-logistiknya.
20:12Jadi lingkungan harus dijaga yang pertama,
20:15sampah-sampah jangan dibiarkan dibuang ke sungai
20:19atau tempat-tempat yang menyumbat dry nase.
20:23Itu tadi kita harus, masyarakat juga harus mewaspadai sekitar kita.
20:27Meskipun pemerintah bertanggung jawab,
20:30tapi kita juga bertanggung jawab,
20:32membersihkan lingkungan,
20:33dan mengidentifikasi karya tinggal kita ini rawan apa.
20:38Apakah rawan longsor, apakah banjir, banjir bandang,
20:41atau banjir rob.
20:42Siapkan langkah-langkah evakuasi atau pencegahan menjadi korban.
20:47Itu harus disiapkan mulai sekarang.
20:50Misalnya tas siaga bencana juga disiapkan,
20:52dan beberapa hal koordinasi dengan warga,
20:57jaga warga, dengan RT, RW, dengan pemerintah setempat.
21:02Demikian.
21:03Dan memonitor perkembangan informasi BMKG dan BNPB.
21:08Demikian.
21:09Tentu saja itu yang paling utama,
21:10pemerintah menyiapkan bagaimana upaya mitigasinya,
21:13masyarakat juga menyiapkan diri begitu ya,
21:16agar tidak panik,
21:17tapi juga memahami bagaimana prosedur yang harus dilakukan,
21:20dan tadi kesadaran untuk menjaga lingkungan,
21:23supaya situasi yang saat ini juga cukup potensinya besar,
21:28memberikan dampak,
21:29ini tidak kemudian jadi lebih besar lagi,
21:31apalagi sampai memakan korban.
21:32Terima kasih sudah bergabung bersama Breaking News Kompas TV,
21:36pengamat kebencanaan Dwi Korita Karnawati.
21:38Sehat selalu.
21:39Ibu, kita nantikan bagaimana ke depan,
21:42kita harapkan tidak ada korban tentu saja,
21:44dan dampaknya juga bisa diminimalisasi.
21:46Terima kasih sudah bergabung.
21:48Sehat selalu, Ibu.
21:49Ta Mansoi.
21:50Terima kasih.

Dianjurkan