Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
GROBOGAN, KOMPAS.TV - Tiga rumah warga roboh dan puluhan rumah lainnya rusak akibat diterjang angin puting beliung di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Tidak ada korban jiwa, namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Warga bergotong royong membersihkan reruntuhan rumah dan melakukan perbaikan darurat pascaterjangan angin puting beliung.

Total 3 rumah roboh dan puluhan rumah lainnya rusak berat dan ringan di Desa Baturagung, Grobogan.

Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini, namun kerugian warga diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Pihak desa masih melakukan pendataan terkait jumlah rumah warga yang terdampak dan berkoordinasi dengan BPBD Grobogan.

Sebelumnya, terjangan angin puting beliung terekam video amatir warga. Sebagian atap rumah warga hancur dan berterbangan.

Tak hanya merusak rumah, angin puting beliung juga memutus aliran listrik, internet dan instalasi air bersih.

Kondisi terkini pascaperistiwa puting beliung, kita tanyakan Jurnalis KompasTV, Rifai Handoko di Grobogan, Jawa Tengah.

Baca Juga Angin Puting Beliung Terjang Grobogan, 3 Rumah Roboh dan Puluhan Rusak | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/699123/angin-puting-beliung-terjang-grobogan-3-rumah-roboh-dan-puluhan-rusak-kompas-siang

#putingbeliung #grobogan #rumahroboh

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/699148/update-7-rumah-warga-roboh-diterjang-angin-puting-beliung-di-grobogan
Transkrip
00:00Saudara tiga rumah warga, robo dan puluhan rumah lainnya rusak akibat diterjang angin puting beliung di Kabupaten Gerobokan, Jawa Tengah.
00:08Tidak ada korban jiwa, namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
00:19Warga bergotong royong, membersihkan reruntuhan rumah dan melakukan perbaikan darurat pasca terjangan angin puting beliung.
00:28Total ada tiga rumah yang robo dan puluhan rumah lainnya mengalami rusak berat dan ringan saudara.
00:37Peristiwa ini terjadi di desa Batu Ragung, Gerobokan.
00:40Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini, namun kerugian warga diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
00:50Sementara itu pihak desa masih melakukan pendataan terkait jumlah rumah warga yang terdampak
00:56dan berkoordinasi dengan BPBD Gerobokan.
01:04Ya, akibat ada hujan beras, angin lebat, terus tidak tahu-tahu sekaligus itu terjadi perobohan pohon-pohon di jalan raya.
01:17Terus rumah ini juga ikut robo, kena angin kencang itu.
01:27Saat ini rumah yang robo itu ada tiga rumah, dan untuk yang rusak, ringan, kencang pada korot,
01:40terus ada bagian depan rumah ini yang pada robo, itu kurang lebih ada lima puluhan rumah.
01:47Tapi saat ini untuk pastinya kita masih pendataan.
02:03Sebelumnya terjangan angin puting beliung terkam video amatir warga.
02:07Sebagian atap rumah warga hancur dan beterbangan.
02:11Tak hanya merusak rumah, angin puting beliung juga memutus aliran listrik, internet, dan instalasi air bersih.
02:22Untuk memantau kondisi terkini pasca peristiwa puting beliung, kita tanyakan ke jurnalis Kompas TV.
02:29Ada Rifai Handoko di Gerobokan jawatannya.
02:32Selamat siang Rifai.
02:34Bagaimana kondisi terkini pasca puting beliung?
02:39Ya, putu dapat kami sampaikan bahwa memang di Kabupaten Gerobokan mulai di akhir Oktober ini
02:49mulai terjadi atau mulai datang musim penghujan.
02:54Dan memang pada tanggal, diawali pada tanggal 29 Oktober kemarin,
02:59hujan deras sudah mulai turun di beberapa wilayah di Kabupaten Gerobokan.
03:03Namun, seperti pada tahun-tahun sebelumnya, di awal peralihan musim dari musim kemarau ke musim penghujan ini,
03:12memang untuk hujan selalu disertai dengan air kencang atau puting beliung.
03:16Dan dari data dan informasi yang kami rangkum pada mulai, maksud kami mulai datangnya musim penghujan di tanggal 29 Oktober
03:27kemarin hingga hari ini,
03:29sudah tercatat sedikitnya sebanyak 7 rumah ropoh akibat diterjang angin puting beliung di beberapa wilayah di Gerobokan.
03:40Selain itu, Budu dapat kami sampaikan bahwa angin puting beliung ini juga mengganggu fasilitas internet,
03:51memutuskan sambungan internet dan sambungan listrik,
03:55dan juga sempat mematikan sambungan saluran air di beberapa wilayah yang memang sudah dialiri PDAM.
04:04Begitu, Budu.
04:05Kalau tadi Anda sampaikan ada 7 rumah yang ropoh, kemudian ada juga atap yang berterbangan,
04:12ada kerusakan di sana, selain rumah, apakah ada fasilitas publik yang juga terdampak dengan adanya angin puting beliung ini?
04:20Rifai?
04:22Kalau di wilayah Gerobokan, sampai saat ini yang memang terdampak masih sejumlah rumah yang ropoh.
04:31Namun, kemarin di berbatasan dengan Gerobokan, lebih tepatnya di wilayah Kabupaten Demak,
04:38di Desa Keponagung, Kabupaten Demak,
04:41memang angin puting beliung sempat merobohkan salah satu tower,
04:46apa ya namanya, istilahnya tower selular gitu,
04:50yang tingginya mencapai 70 meter.
04:54Dari keterangan yang berwenang,
04:59selain dari akibat diterjang angin sebelumnya,
05:03tower tersebut sempat tersambar petir,
05:06sehingga mungkin terjadi kekuatan yang berkurang ketika diterjang angin,
05:13dan ropohnya tower setinggi 70 meter itu sempat menimpa empat rumah warga di bawahnya.
05:22Begitu, Budung.
05:23Lantas warga yang terdampak, tadi ada sampaikan bahkan rumahnya ropoh ya,
05:27bukan hanya rusak ringan saja.
05:29Ini mengungsi kemana, Rifai?
05:33Dari hasil informasi yang kami dapatkan,
05:38semua warga yang mengalami rumah ropoh,
05:44mengungsi di rumah-rumah saudara mereka masing-masing,
05:48dan sampai saat ini masih belum tahu harus membangun kembali atau tidak,
05:55karena memang dalam beberapa hari ini mereka masih shock,
06:00masih belum tahu harus seperti apa.
06:03Sementara dari pihak pemerintah desa,
06:05sudah melaporkan kejadian-kejadian tersebut ke pemerintah setempat
06:10dalam hal ini BPPD dan pemerintah daerah Kabupaten Gerobogan.
06:14Gitu.
06:15Oke, tidak ada posko yang dibangun oleh pemerintah setempat
06:20untuk para korban ini mengungsi terlebih dahulu,
06:24ataupun juga dapur umum untuk memenuhi kebutuhan sementara begitu,
06:29bagi para korban?
06:31Untuk sampai saat ini,
06:34pihak pemerintah daerah atau pemerintah setempat
06:37belum mendirikan posko,
06:39karena memang peristiwa itu terjadi terpisah.
06:45Dapat kami jelaskan bahwa
06:47empat rumah itu berada di desa Tunggul Rejo di Kecamatan Gabus,
06:52kemudian satu rumah di desa Sambung, Kecamatan Godong,
06:55sementara yang dua rumah di desa Batur Agung,
06:59di Kecamatan Gugug.
07:02Untuk warga sendiri yang rumahnya ropoh,
07:06ini saat ini sudah untuk kebutuhan sehari-hari,
07:09sementara ditangani oleh pemerintah desa setempat,
07:12dibantu warga,
07:13dan untuk pengungsian,
07:16mereka rata-rata mengungsi di rumah-rumah,
07:20maksud kami di rumah saudara atau kerabat terdekat,
07:23begitu butuh.
07:24Baik, artinya belum ada posko ataupun dapur umum,
07:27sehingga masyarakat yang kemudian mengungsi,
07:29ini memilih untuk tetap berada di rumah keluarga
07:34ataupun juga kerabat terdekatnya.
07:35Kalau kita bicara soal cuaca,
07:38Rifai, ini dari BMKG menyampaikan
07:41bahwa memang cuaca ini akan cukup buruk
07:43begitu sampai akhir tahun,
07:44dan hujan ini juga kemungkinan cukup lebat,
07:46termasuk juga angin.
07:49Apa antisipasi tentunya dari pemerintah daerah
07:52untuk mengantisipasi supaya ketika peristiwa serupa terjadi,
07:55masyarakat ini dalam kondisi yang lebih siap?
07:59Ya, butuh.
08:00Dari pemerintah daerah dalam hal ini,
08:04BBBD perobohan,
08:06kemarin kepala pelaksana BBBD setempat
08:11sudah menyampaikan memang di perobohan ini
08:15ada dua bencana yang berpotensi terjadi,
08:20yaitu kekeringan atau menjadi krisis air,
08:22kemudian musim pengujian menjadi bencana banjir
08:25maupun rumah robo.
08:27Sementara memang untuk yang rumah robo,
08:29seperti yang sebelumnya,
08:31pemerintah daerah memang tidak mendirikan
08:33kecuali untuk peristiwa-peristiwa yang cukup besar.
08:37Jadi pemerintah daerah biasanya hanya memberikan
08:39santunan untuk bantuan rumah yang robo,
08:43rumah yang rusak berat, maupun rusak ringan.
08:45Sementara untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari
08:51biasanya dibantu oleh pemerintah daerah
08:54maupun warga setempat.
08:56Sementara untuk bencana yang biasanya rutin terjadi,
09:00yaitu bencana banjir yang ini yang menjadi
09:03perhatian khusus dari pemerintah robo,
09:06terutama untuk memitigasi dan saat ini
09:09biaya pemerintah daerah memitigasi,
09:13ya maksud kami, dan terus mensosialisasikan
09:16tentang kehatian-hatian dan kewaspadaan seluruh masyarakat.
09:19Selain itu, juga pihak PBB dikerobokan sudah
09:23menentukan titik-titik rawan banjir
09:27atau rawan bencana banjir dikerobokan,
09:30terutama untuk menghadapi musim hujan saat ini, Kudu.
09:34Oke, baik. Titik banjir sudah mulai dipetakan oleh pemerintah setempat,
09:38termasuk juga memberikan informasi secara berkala
09:41kepada masyarakat supaya lebih siap ketika cuaca
09:45semakin memburuk dan potensi banjir ini kembali datang.
09:48Terima kasih, Jurnalis Kompas TV, Rifai Handoko,
09:52melaporkan dari Gerobokan, Jawa Tengah.
09:53Selamat bertugas kembali, tetap hati-hati.

Dianjurkan