00:00Kita harus mencari, kita harus memberi kesempatan dan nanti maksudnya adalah bibit-bibit unggul ini hasil daripada lembaga ini akan
00:19berkarya,
00:20akan berbuat, akan memberi kebaikan untuk negara, akan memberi penemuan untuk negara, akan memberi kekayaan untuk negara.
00:40Ini maksudnya. Sekarang dari SMA TN yang pertama yang dibentuk di Magelang sekian puluh tahun yang lalu,
01:01berapa tahun yang lalu angkatan pertama? Tahun 90? 90. Berarti 36 tahun yang lalu.
01:19Dibentuk waktu itu oleh Panglima ABRI waktu itu, Pak Benny Murdani, dan sekarang hasilnya sudah ada Menteri Koordinator,
01:33sudah ada berapa? Ada dua, MENCO, sudah ada Jenderal, sudah ada Menseknek, sudah ada SESKAP,
01:50Sudah ada Kepala BMKG, Kepala BNPB, juga lulusan TN, Kepala Badan Gizi Nasional, TN, mungkin di Kabinet banyak sekali TN.
02:25Dan saya harus katakan, saya harus akui, yang dari TN kinerja dan prestasinya baik.
02:47Kalau saya bilang baik sekali, nanti mereka kurang motivasi. Jadi baik, supaya mereka ngejar baik sekali.
02:58Kalau baik sekali itu A. A itu nilainya berapa? 90. 93 gitu ya. 94.
03:12Kau 100 itu milik Tuhan. Iya gak? Benar?
03:23Sudara-sudara. Jadi sudara-sudara, anak-anakku yang masih mulai sepak terjangmu,
03:38saya percaya kalian akan berbuat yang terbaik, kalian akan belajar yang terbaik,
03:47kalian akan mengambil nilai-nilai dari SMA Tarunan Sentara.
03:54Nilai-nilai SMA Tarunan Sentara adalah nilai kebangsaan.
03:59Nilai tadi. Satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa.
04:08Sumpah pemuda lahir sebelum kemerdekaan.
04:13Bayangkan.
04:15Pemuda-pemuda, pemudi tersebut usianya sangat muda.
04:18Melahirkan suatu sumpah yang demikian cemerlang.
04:23Luar biasa kita harus akui.
04:26Dan karena sumpah pemuda itulah,
04:29kita sekarang masih utuh sebagai bangsa.
04:33Karena bangsa sebesar kita,
04:36macam-macam ideologinya yang ingin diterapkan.
04:42Kita bersyukur pendiri-pendiri bangsa kita,
04:49pejuang-pejuang kemerdekaan,
04:52merasakan,
04:56meyakini bahwa
04:58hanya dengan persatuan,
05:02hanya dengan bineka tunggal ika,
05:05hanya dengan mengakui dan menghormati
05:08semua suku dan semua agama dan semua ras,
05:13dan semua budaya,
05:14dan semua adat,
05:17kita bisa bernegara dengan baik.
05:20Alhamdulillah,
05:23terus-menerus
05:23kita berusaha dipecah belah.
05:30Anak-anakku,
05:32belajarlah sejarah.
05:33Saya pernah,
05:36saya sudah tegur
05:36Menteri-Menteri Pendidikan.
05:39Terima kasih hadir,
05:41Menteri Pendidikan Dasar.
05:44Saya juga sudah bicara
05:47kelemahan bangsa Indonesia,
05:50pemimpin-pemimpinnya lupa sejarah.
05:54Bahkan ada pemimpin-pemimpin yang
05:58malas
05:59belajar sejarah.
06:01Mereka yang malas
06:04belajar sejarah
06:05akan dihukum oleh sejarah.
06:08Ini
06:09pelajaran ribuan tahun.
06:13Teknologi berubah,
06:15tapi sifat manusia
06:17tidak berubah.
06:17sejarah sejarah sejarah.
06:21kalau kita tidak belajar sejarah,
06:26kita akan mengulangi kesalahan-kesalahan sejarah.
06:31Kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh pendahulu kita.
06:37Saudara-saudara,
06:40pelajaran sejarah
06:41yang paling sakit bagi Indonesia adalah
06:44kita pernah dijajah
06:48oleh bangsa lain.
06:51Kenapa berhasil kita dijajah?
06:52Karena kita tidak bersatu.
06:56Pangeran yang satu
06:59lebih baik dia
07:01kerjasama dengan orang asing
07:03daripada kerjasama dengan
07:05saudaranya sendiri.
07:08Ini sejarah kita.
07:09Ini yang harus kita belajar.
07:14Kelompok penjajah
07:16ratusan tahun,
07:19ribuan tahun,
07:21mereka punya ajaran
07:24di feda et impera.
07:29Pecah,
07:30belah,
07:31pecah, belah.
07:34Jangan
07:35kita ulangi
07:38kesalahan-kesalahan
07:41pendahulu-pendahulu kita.
07:43Pendahulu kita banyak kecemerlangan,
07:46tapi kita harus belajar
07:48dari kekurangannya.