00:00Bagus pertanyaan dari pernyataan, dari gini.
00:02Soal konsepnya apa sih?
00:04Jadi teman-temannya kayak ngeliat Pak Prabowo nanam pohon baru,
00:08tapi arsitektur hutannya seperti apa?
00:11Landskap hutannya seperti apa?
00:13Sehingga bisa melihat dari kacamata eagle ya.
00:16Dan jenis pohonnya juga kan?
00:17Ya, mungkin jenis pohon bisa, tapi gak mungkin gue ngapalin satu juga pohon gitu kan.
00:22Sebenarnya di hutan apa?
00:23Hutan tropis, hutan subtropis, atau cuma savana begitu ya.
00:27Oke, kebetulan BP Taskin salah satu tugas pertama menurut Pak Prabowo adalah
00:33merancang rencana induk pengatasan kemiskinan.
00:36Yang menarik adalah, Pak Prabowo mengatakan kita ini seolah-olah mengatakan orang miskin kurang uang,
00:43padahal kurang akses dan kurang aset.
00:45Kayak satu, saya terjemah kayak gini.
00:47Berarti selama ini pengatasan kemiskinan hanya ngasih tempat berteduh orang miskin supaya gak kehujanan.
00:53Masalahnya bukan sekedar nambahkan opi di halaman rumah,
00:55tapi merombak interior arsitektur rumah itu agar menyediakan meja permanen,
01:01kursi permanen, bahkan kamar permanen bagi orang-orang miskin yang kehujanan di luar.
01:05Bukan sekedar kita kasih tenda darurat, huntara, bukan hundian sementara, tapi tetap.
01:10Artinya apa?
01:11Pengatasan kemiskinan gak terlepas dari perombakan arsitektur ekonomi, sistem ekonomi.
01:15Oke?
01:15Jadi ini saya mengatakan, saya terus terang aja, Pak Prabowo saya mengatakan pasal 33,
01:22kalau dari perspektif teori sosiologi, dan ekonomi politik, ini sosialistis.
01:28Ketika bicara ekonomi sosialistis, memang, memang banyak intektual kita yang sekarang juga bingung,
01:38karena sudah pulang tahun kita tidak ada diajal oleh itu, padahal pasal 33 U45 mengamanatkan itu.
01:44Sehingga, konsep bagaimana turunannya?
01:47Kerja.
01:49Kerja seperti apa?
01:51Belum kita sempat mengenalkan kembali konsep lama Indonesia,
01:57kedua, kita dapat tantangan baru nih.
01:59Ada robotisasi, mekanisasi, digitalisasi.
02:02Itu bisa cancelling soalapan kerja tuh.
02:04Ini bisa cancelling soalapan kerja.
02:06Benar, bahwa bukan sekedar ngasih pekerjaan manual, rutin, pada orang yang nganggur,
02:13bukan sekedar itu di era hari ini.
02:14Tapi ada reskilling tidak.
02:17Ada retraining tidak.
02:19Pelatihan ketampilan-ketampilan baru yang nggak pernah ada.
02:22Sehingga kalau ditagi masalah 19 juta lapangan kerja itu,
02:24memungkinkan nggak untuk segera dilakukan?
02:26Lapangan pekerja dalam pengertian tradisional,
02:30impossible.
02:30Yang harus dilakukan, dan kami sadari itu,
02:34adalah lapangan kerja dalam pengertian-pengertian baru.
02:38Makanya di satu-satunya, kedua.
02:40Terus ada lihat, ada satu fenomen lagi baru nih.
02:42Yang ini bicara kemakmuran,
02:44tapi nggak ada hubungan dengan lapangan kerja.
02:45Apa tuh?
02:46Singkat aja.
02:48Pendapatan dasar universal,
02:50layanan dasar universal,
02:52dan aset dasar universal.
02:53Oke.
02:54Fatima.
02:54Ini satu tema sendiri, saya kira.
02:57Saya kira pas Fatima dan teman-teman bisa berdiskusi satu saat,
03:00kapan-kapan mau ke di kampus.
03:01Oke.
03:01Fatima, bagaimana teman-teman itu?
03:02Karena ada tantangan di situ.
03:04Kejataan tidak ada hubungan dengan lapangan kerja sekedar ngukir,
03:07sekedar marut,
03:08sekedar watong kayu.
03:10Enggak.
03:10Ada tantangan di situ, Fatima.
03:11Ada tantangan mekanisasi digitalisasi.
03:13Itu yang kita jawab juga.
03:15Bisa diterima nggak alasan itu?
03:16Terima kasih Bang Budiman.
03:18Sebetulnya ini salah satu tuntutan kita di aksi yang,
03:21saya sampai lupa ya aksi yang mana saking banyaknya.
03:23Kita sudah menuntut, meskipun belum terlalu ada hasilnya,
03:26tapi kita pernah menuntut Pak Prabowo untuk mengakui,
03:30apa sih hal-hal yang masih kurang.
03:31Dan di sini menurut saya Bang Budiman sudah mulai mencontohkan
03:35bagaimana cara mengindahkan tuntutan kita itu.
03:37Itu mengakui ada beberapa hal yang belum sempurna.
03:39Misalnya bahwa masih banyak kebingungan,
03:41misalnya tentang pasal 33 itu seperti apa,
03:43implementasi rutinnya gitu ya.
03:46Kemudian bagaimana bahwa 19 juta lapangan pekerjaan itu
03:49tidak mungkin kalau secara letterless,
03:51lapangan pekerjaan manual seperti pengertian konservatif
03:54biasanya tercapai, itu tidak mungkin.
03:57Dan harus ada penyesuaian dan sebagainya.
03:59Ini kan satu langkah maju yang menurut saya
04:02ada harapan nih bahwa pemerintah itu bisa mengakui hal-hal
04:04seperti ini.
04:05Dan sebetulnya ini adalah harapan kita juga untuk program lain.
04:08Seperti MBG misalnya.
04:09Apakah mungkin untuk menghilangkan stunting
04:12misalnya dalam kurun waktu 5 tahun kepresidenan ini
04:15dengan anggaran sebegitu besarnya,
04:17dengan pelaksanaan seperti ini dan sebagainya.
04:18Apakah realistis? Apakah dimungkinkan? Dan sebagainya.
04:21Jadi sebetulnya hal-hal seperti itu sih yang kita tuntut
04:24dan semoga itu bisa diimplementasikan pada hal-hal lain.
04:28Tidak cukup pasti 31 jam ini.
04:30Jelaskan.
04:31Pasti tidak karena...
04:35Kalau obsesi pemerintah ini hanya sekedar melakukan sesuatu dengan benar
04:41bisa diselesaikan teknis.
04:44Tapi masalahnya
04:47pemerintah ini ingin melakukan sesuatu yang benar.
04:49Bukan sekedar melakukan sesuatu dengan benar.
04:50Ada hal-hal yang salah tapi dilakukan dengan benar kan.
04:54Masalahnya yang mau dilakukan adalah melakukan sesuatu yang benar.
04:56Bukan sekedar dengan benar.
04:57Saya ingin mengatakan begini.
04:59Soal 33.
05:00Kami sebenarnya sudah merumuskan
05:01bagaimana sih pasal 33 diterjemahkan
05:04dalam merahkan pengetesan kemiskinan.
05:05Mungkin sesuatu-sat bisa diskusi sesuatu.
05:07Soalnya di faktis ekonomi UI.
05:08Penerjemahnya bagaimana sih?
05:10Terus tadi saya singgung.
05:12Pendapatan dasar universal.
05:13Dalam bahasa Inggrisnya orang lebih kenal mungkin malah.
05:15Universal Basic Income.
05:17Layanan dasar universal.
05:18Universal Basic Service.
05:20Makanya berkisi sekolah reed, sekolah unggulan geruda,
05:23perguruan tinggi gratis.
05:25Itu adalah bagian dari Universal Basic Services.
05:28Nantinya Universal Basic Asset.
05:30Reforma Agraria, perumahan.
05:34Ini kenapa sih orang harus...
05:36Nanti kemudian kita akan menghadapi bisnis buah situasi
05:38dan itu enggak lama.
05:39Dan saya kira itu generasi Fatima akan ngerasakan betul.
05:43Orang sejahtera itu bahkan enggak perlu kerja.
05:46Orang sejahtera itu enggak perlu kerja fisik.
05:49Enggak perlu kerja.
05:51Jadi kita juga harus mulai keluar dari kerangka
05:54bahwa kerjaan atau job creation is the only solution for welfare.
06:00Sehingga upaya teman-teman setelah kita berdiskusi saat ini
06:03dengan semangat untuk menggerakkan agar sadar itu
06:06sudah terjawab sepenuhnya atau masih belum.
06:08Terima kasih telah menonton!