Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Temuan dugaan penyelewengan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mendorong Perum Bulog memperketat pengawasan distribusi beras bersubsidi pemerintah.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memimpin inspeksi mendadak di sejumlah Rumah Pangan Kita (RPK) di Kramat Jati dan Duren Sawit, Jakarta Timur. Pemeriksaan meliputi ketersediaan stok, proses pemesanan, hingga mekanisme penjualan beras SPHP kepada masyarakat.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menemukan 600 ton beras SPHP di sebuah rumah di Matraman, Jakarta Timur. Beras tersebut diduga akan dikemas ulang dan dijual sebagai beras premium dengan harga Rp17.500 per kilogram.

Menteri Amran menduga praktik tersebut melibatkan beras hingga ribuan ton. Ia menegaskan akan memecat dan memproses secara pidana oknum pegawai yang terbukti terlibat.

#berasSPHP #bulog #berasoplosan #berasbersubsidi #jakartatimur #kompastv

Baca Juga Mentan Amran Geram! 600 Ton Beras SPHP Terungkap di Gudang Oplosan di https://www.kompas.tv/nasional/698859/mentan-amran-geram-600-ton-beras-sphp-terungkap-di-gudang-oplosan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/698986/gudang-beras-oplosan-terbongkar-mentan-amran-angkat-suara-soal-temuan-600-ton-beras-kompas-siang
Transkrip
00:01Saudara temuan dugaan penyelewengan beras SPHP mendorong Perum Bulog membentuk Satuan Tugas Khusus untuk memperketat pengawasan distribusi beras bersubsidi pemerintah.
00:14Direktur utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memimpin inspeksi mendadak di sejumlah rumah pangan kita atau RPK di wilayah Keramacati
00:24dan Duransawi, Jakarta Timur.
00:25Bulog memeriksa ketersediaan stok, proses pemesanan, hingga mekanisme penjualan beras SPHP kepada masyarakat.
00:33Pengawasan ini juga dilakukan untuk memastikan beras SPHP maupun beras bantuan pemerintah tidak dijual kembali melalui mekanisme yang menyimpang atau
00:42dimanfaatkan untuk kepentingan komersial yang tidak sesuai ketentuan.
00:46Pengawasan juga dilakukan terhadap penjualan produk blok lainnya seperti minyak kita dan gula agar berjalan sesuai standar operasional yang ditetapkan
00:56Badan Pangan Nasional.
01:02Terus kedua juga harganya kan murah, berarti memang bisa dilihat dari harga-harga yang lain itu, ini yang memang kualitasnya
01:11tidak terlalu jenis banget, bisa dikonfungsi dan juga harganya memang terjangkau untuk saat ini.
01:18Yang melakukan penyalahgunaan beras SPHP dikemas dalam kemasan 50 program.
01:26Nah, kaitan dengan hal tersebut, sesuai dengan arahan klub mentang, bulut membuat satgas khusus untuk pemantauan dan pengecekan beras-beras
01:39pemerintah supaya tidak disalahgunakan.
01:41Nah, satgas khusus ini juga berjalan mulai hari ini, dilaksanakan secara serta seluruh tanah air.
01:49Jadi, seluruh pimpinan cabang, pimpinan wilayah, tanah air juga melaksanakan pengecekan ke seluruh RPK-RPK di seluruh tanah air untuk
02:02meyakinkan tidak adanya lagi RPK-RPK yang menyalahgunakan beras-beras pemerintah.
02:12Menteri Pertanian menemukan 600 ton beras SPHP di sebuah rumah di Matraman, Jakarta Timur.
02:18Beras subsidi ini diduga akan dioplos dan dijual sebagai beras premium dengan harga Rp17.500 per kilogram.
02:27Petugas telah memasang garis polisi di rumah itu.
02:30Menteri Amran menemukan kemasan beras SPHP, lalu tumpukan karung beras dan mesin peras plastik.
02:36Beras SPHP itu diduga akan dikemas ulang dan dijual sebagai beras premium dengan harga Rp17.500 per kilogram.
02:46Menteri Amran menduga praktik ini melibatkan beras hingga ribuan ton dan menegaskan akan memecat serta memproses secara pidana oknum pegawai
02:56yang terbukti terlibat.
03:04Ini semua bungkusannya dicopotin.
03:14Kalau ada hukuman tertinggi, hukuman tertinggi dikasih.
03:18Ini sudah tidak berhadap, tidak dihadapkan orang.
03:22SPHP ini masih premium di tiap?
03:24Iya, dibongkar semua.
03:28Tapi kalau ada jaringannya di blok, suruh pecat.
03:32Suruh penjara kan juga.
03:33Terima kasih telah menonton!

Dianjurkan