00:01Saudara temuan dugaan penyelewengan beras SPHP mendorong Perum Bulog membentuk Satuan Tugas Khusus untuk memperketat pengawasan distribusi beras bersubsidi pemerintah.
00:14Direktur utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memimpin inspeksi mendadak di sejumlah rumah pangan kita atau RPK di wilayah Keramacati
00:24dan Duransawi, Jakarta Timur.
00:25Bulog memeriksa ketersediaan stok, proses pemesanan, hingga mekanisme penjualan beras SPHP kepada masyarakat.
00:33Pengawasan ini juga dilakukan untuk memastikan beras SPHP maupun beras bantuan pemerintah tidak dijual kembali melalui mekanisme yang menyimpang atau
00:42dimanfaatkan untuk kepentingan komersial yang tidak sesuai ketentuan.
00:46Pengawasan juga dilakukan terhadap penjualan produk blok lainnya seperti minyak kita dan gula agar berjalan sesuai standar operasional yang ditetapkan
00:56Badan Pangan Nasional.
01:02Terus kedua juga harganya kan murah, berarti memang bisa dilihat dari harga-harga yang lain itu, ini yang memang kualitasnya
01:11tidak terlalu jenis banget, bisa dikonfungsi dan juga harganya memang terjangkau untuk saat ini.
01:18Yang melakukan penyalahgunaan beras SPHP dikemas dalam kemasan 50 program.
01:26Nah, kaitan dengan hal tersebut, sesuai dengan arahan klub mentang, bulut membuat satgas khusus untuk pemantauan dan pengecekan beras-beras
01:39pemerintah supaya tidak disalahgunakan.
01:41Nah, satgas khusus ini juga berjalan mulai hari ini, dilaksanakan secara serta seluruh tanah air.
01:49Jadi, seluruh pimpinan cabang, pimpinan wilayah, tanah air juga melaksanakan pengecekan ke seluruh RPK-RPK di seluruh tanah air untuk
02:02meyakinkan tidak adanya lagi RPK-RPK yang menyalahgunakan beras-beras pemerintah.
02:12Menteri Pertanian menemukan 600 ton beras SPHP di sebuah rumah di Matraman, Jakarta Timur.
02:18Beras subsidi ini diduga akan dioplos dan dijual sebagai beras premium dengan harga Rp17.500 per kilogram.
02:27Petugas telah memasang garis polisi di rumah itu.
02:30Menteri Amran menemukan kemasan beras SPHP, lalu tumpukan karung beras dan mesin peras plastik.
02:36Beras SPHP itu diduga akan dikemas ulang dan dijual sebagai beras premium dengan harga Rp17.500 per kilogram.
02:46Menteri Amran menduga praktik ini melibatkan beras hingga ribuan ton dan menegaskan akan memecat serta memproses secara pidana oknum pegawai
02:56yang terbukti terlibat.
03:04Ini semua bungkusannya dicopotin.
03:14Kalau ada hukuman tertinggi, hukuman tertinggi dikasih.
03:18Ini sudah tidak berhadap, tidak dihadapkan orang.
03:22SPHP ini masih premium di tiap?
03:24Iya, dibongkar semua.
03:28Tapi kalau ada jaringannya di blok, suruh pecat.
03:32Suruh penjara kan juga.
03:33Terima kasih telah menonton!