- 8 jam yang lalu
- #madiun
- #psikologforensik
- #rezaindagiri
- #suamisiribunuhistri
KOMPAS.TV - Apa faktor psikologis yang dapat mendorong seseorang tega melakukan pembunuhan terhadap istri dan anaknya sendiri yang terjadi di Madiun?
Psikolog forensic Reza Indagiri mengulas kemungkinan pemicu kekerasan fatal, mulai dari kecemburuan, konflik rumah tangga, emosi yang tidak terkendali, hingga pola pikir.
#madiun #psikologforensik #rezaindagiri #suamisiribunuhistri
Baca Juga Aksi Mahasiswa Saling Dorong dengan Polisi di DPRD Sulawesi Selatan di https://www.kompas.tv/nasional/698480/aksi-mahasiswa-saling-dorong-dengan-polisi-di-dprd-sulawesi-selatan
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/698482/full-psikolog-forensik-soroti-faktor-dan-motif-suami-bunuh-istri-siri-anaknya-kompas-siang
Psikolog forensic Reza Indagiri mengulas kemungkinan pemicu kekerasan fatal, mulai dari kecemburuan, konflik rumah tangga, emosi yang tidak terkendali, hingga pola pikir.
#madiun #psikologforensik #rezaindagiri #suamisiribunuhistri
Baca Juga Aksi Mahasiswa Saling Dorong dengan Polisi di DPRD Sulawesi Selatan di https://www.kompas.tv/nasional/698480/aksi-mahasiswa-saling-dorong-dengan-polisi-di-dprd-sulawesi-selatan
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/698482/full-psikolog-forensik-soroti-faktor-dan-motif-suami-bunuh-istri-siri-anaknya-kompas-siang
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Polisi mengungkap motif pembunuhan sadis ibu dan anak di Madion, Jawa Timur lantaran perselisihan pribadi.
00:06Pelaku ditangkap di tempat persembunyiannya di Jombang, Jawa Timur 25 Oktober lalu.
00:31Seorang perempuan dan anak balitanya tewas dengan tragis. Pelakunya bukan orang asing, tetapi justru orang terdekarnya yakni suami sirinya.
00:44Pelaku ditangkap di tempat persembunyiannya di Jombang, Jawa Timur, Minggu 25 Oktober.
00:50Polisi menyita peran bukti berupa mobil, seberang motor, hingga gergaji listrik.
01:00Saya minta maaf kepada keluarganya, Pak.
01:03Minta maaf kepada keluarga.
01:04Kenapa, Mas?
01:06Kenapa?
01:06Saya merasa bersalah.
01:08Merasa bersalah?
01:10Dan menyesal, Pak.
01:11Menyesal?
01:12Ya, menyesal.
01:18Polisi bilang motif pelaku tega membunuh istri dan anaknya dipicu perselisihan pribadi.
01:23Diduga pelaku dan korban sempat cek cok sebelum pembunuhan terjadi.
01:27Pelaku di jerat pasal pembunuhan berencana.
01:32Terkait dengan motif, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara,
01:36perselisihan tersebut juga tidak terbelakangi perselisihan dalam hubungan pribadi
01:41antara tersangka dengan korban beristimisial CH.
01:48Jadi, juga masih terus mendalami motif secara keseluruhan,
01:53rangkaian perselisihan tersebut berdasarkan alam bukti yang kami oleh.
01:56Terhadap tersangka, penyudik menerapkan pasal yang utama yaitu pembunuhan berencana.
02:09Sebelumnya, korban yang merupakan warga Bogor, Jawa Barat dinyatakan hilang bersama anak laki-lakinya
02:14sejak 5 Oktober lalu.
02:16Aktivitas korban dan pelaku sempat rekam CCTV hotel saat keduanya masuk ke dalam hotel bersama pelaku.
02:22Rekaman lain, terduga pelaku terlihat keluar menuju mobil untuk mengambil sebuah kantong.
02:27Setelah itu, keberadaan Dini dan sang anak tak lagi terlihat.
02:31Usai kejadian pelaga korban yang tak bisa menghubungi korban, segera melapor ke polisi.
02:36Saat proses penyelidikan, pelaku bahkan sempat berpura-pura ikut mencari keberadaan istri siri dan anaknya.
02:43Keluarga berharap pelaku diganjar hukuman berat.
03:11Sementara pengacara keluarga korban, pembunuhan sadis, ibu dan anak.
03:15Di Madiun, Iqbal, Sermah menduga motif tersangka membunuh korban karena adanya dendam.
03:22Ya, jadi saya menduga bahwa mungkin ada ancaman pada saat perdebatan-perdebatan yang terjadi.
03:30Ini sudah ada ancaman, sehingga korban ini sebenarnya sudah tidak nyaman.
03:35Karena pada saat korban dan pelaku ini berada di kota Samarinda,
03:39pelaku ini mengajak korban untuk kembali tinggal dekat di kampung halamannya,
03:44yaitu di kota Madiun, dengan beberapa iming-iming atau janji.
03:48Sehingga pelaku ini menyampaikan kepada korban untuk kembali tinggal di kampung halamannya biar berdekatan.
03:54Sehingga ada permintaan atau mungkin iming-iming yang disampaikan dari pelaku ke korban,
04:01yaitu ingin membeli rumah dan membeli mobil kepada korban.
04:07Hingga kini polisi masih mendalami motif kasus yang menewaskan ibu dan anak ini.
04:12Tim Liputan, Kompas TV
04:20Dan untuk membahas kasus penggunaan sadis yang dilakukan seorang suami terhadap istri siri dan anaknya,
04:25kita akan membahasnya dengan Sekolah Forensik STI Halitigasi Reza Intragiri.
04:31Selamat siang Pak Raksisa, semoga sehat-sehat selalu.
04:34Assalamualaikum
04:34Ya, Mas Reza ini untuk saat ini seperti apa penilaian Anda terkait dengan pasca kompres yang telah dilakukan oleh pihak
04:41kepolisian
04:42atas kasus pembunuhan sadis dan apa sebenarnya kaitannya pembunuhan yang telah direncanakan
04:49dan juga pembunuhan biasa yang dilakukan secara impulsif?
04:53Ketika mendengar pertama kali adanya kasus ini, terus terang memang saya berharap melaku di hukum berat.
04:59Apalagi ketika mengetahui bahwa ternyata salah satu korbannya masih berusia kanak-kanak.
05:04Nah, setelah saya simak pernyataan atau konfresi pers dari Polda Jawa Timur,
05:09memang sempat Polda menyebut akan mengenakan pasal pembunuhan berencana terhadap tersangka.
05:17Berbunga-bunga hati saya.
05:18Tapi di konfresi pers yang sama, di kalimat sesulanya justru ada kerancuan yang muncul
05:25akibat pernyataan pertama dan pernyataan kedua yang menurut saya tidak sinkron satu sama lain.
05:31Jadi dengan kata lain, mari kita uji berdasarkan pernyataan Polda Metro Jaya,
05:35apakah ini sungguh-sungguh pembunuhan berencana?
05:38Ataukah bukan pembunuhan berencana?
05:40Nah, untuk mengetahui bagaimana gerangan situasi atau kondisi psikologis pembunuhan berencana,
05:46kita harus berbincang tentang elemen dan syarat.
05:50Empat elemen dan dua syarat.
05:54Empat elemen yang ada di dalam kejahatan berencana,
05:58termasuk pembunuhan berencana adalah target, insentif, sumber daya, dan resiko.
06:05Keempat elemen itu harus sudah tersedia di kepala pelaku.
06:11Syaratnya apa?
06:13Syaratnya adalah keempat elemen tersebut harus tersedia secara keseluruhan atau kumulatif.
06:19Dan sudah tersedia sebelum yang bersangkutan melancarkan tindak pidana.
06:25Artinya dipikirkan sebelumnya dan melakukan perencanaan pada saat melakukan pembunuhan itu.
06:31Sekali lagi, coba simak pernyataan saya.
06:34Empat elemen tadi, yaitu target, insentif, sumber daya, dan resiko,
06:39sudah harus ada dalam proses berpikirnya si pelaku secara keseluruhan,
06:45bukan sebagian elemen saja, tapi empat keseluruhannya harus ada di kepala pelaku
06:50sebelum dia melancarkan aksinya.
06:54Kata sebelum ini, kata sebelum ya, itu juga tercantum di dalam KUHP.
07:00Ini mempertegas adanya kesinkronan antara cara pandang psikologi forensik dan hukum,
07:06bahwa saya ulangi, proses berpikir terkait empat elemen itu tadi memang harus tersedia secara keseluruhan
07:14dan sebelum yang bersangkutan melancarkan tindak pidana.
07:17Konsekuensinya apa?
07:19Kalau ternyata dari empat elemen tersebut hanya tersedia sebagian,
07:25atau ternyata baru muncul setelah yang bersangkutan melancarkan aksinya,
07:31maka praktis itu tidak memenuhi syarat untuk disebut sebagai kejahatan berencana
07:35atau spesifik pembunuhan berencana.
07:37Nah, kembali ke pernyataan konfresi pers-Polda Jawa Timur.
07:42Pada satu alenia disebut eksplisit mengenakan pasal pembunuhan berencana,
07:47tapi pada alenia-alinia berikutnya,
07:49Polda Jawa Timur justru menggunakan diksi emosi sesaat.
07:54Emosi sesaat menunjukkan atau paling tidak mengindikasikan
07:58bahwa empat elemen tadi itu tidak tersedia sebelum mereka cek cok satu sama lain.
08:05Bahkan sebelum sampai ke lokasi hotel.
08:08Inilah letak kerancuan yang saya pahami dari pernyataan Polda Jawa Timur sendiri
08:14terkait apakah pelaku ini sungguh-sungguh melakukan kejahatan berencana
08:20ataukah merupakan pembunuhan tanda petik biasa dalam pengertian pembunuhan yang tidak berencana.
08:25Yang saya khawatirkan,
08:27kalau kronologinya tidak disampaikan secara cermat atau secara jitu
08:33sesuai dengan situasi yang sebenarnya,
08:35bukan hanya pembunuhan berencana,
08:38tapi bisa turun ke...
08:42Mas Reza?
08:44Pembunuhan penganiayaan
08:46yang mengakibatkan orang meninggal dunia.
08:50Oke, artinya seperti ini.
08:52Ada faktor resiko yang dinilai oleh pelaku
08:55dan kemudian ada menilainya ini adalah bukan semata.
08:58Faktor impulsif pada saat pelaku akan melakukan pembunuhan.
09:01Seperti itu, Mas Reza.
09:03Izinkan saya elaborasi empat elemen tadi ya.
09:06Kita mulai dari target.
09:07Bahwa sebelum melancarkan aksinya,
09:10pelaku memang sudah sungguh-sungguh menetapkan
09:12orang tertentu atau pihak tertentu
09:15yang akan menjadi sasaran kejahatannya.
09:17Itu target.
09:18Yang kedua, insentif.
09:19Sebelum melancarkan aksinya,
09:22pelaku sudah menimbang-nimbang
09:23manfaat apa gerangan yang akan dia peroleh
09:27setelah dia menghabisi nyawa target.
09:29Yang ketiga, sumber daya.
09:32Dia akan menggunakan apa?
09:33Maaf, senjata tajam kah?
09:35Senjata tumpul kah?
09:37Benda tumpul kah?
09:39Bahan peledak kah?
09:40Orang lain yang diikut sama-sama berkolaborasi
09:43melakukan kejahatankah?
09:44Pemilihan waktu, pemilihan tempat,
09:46penggunaan tangan kosong,
09:48atau sejenisnya.
09:48Itu berkaitan dengan sumber daya
09:50yang juga harus sudah dipertimbangkan
09:53atau diperhitungkan oleh pelaku
09:54sebelum melancarkan aksinya.
09:56Dan yang keempat, resiko.
09:59Karena dia sosok yang rasional,
10:01sosok yang warna,
10:02sosok yang punya kalkulasi kejahatan,
10:05maka kita asumsikan bahwa pelaku
10:07sudah membayangkan resiko apa
10:09yang akan dia hadapi,
10:11dan bagaimana bentuk antisipasi
10:14yang harus dia lakukan
10:15untuk mengatasi resiko tersebut.
10:17Pemikiran tentang resiko ini pun
10:19harus muncul sebelum yang bersangkutan
10:22melancarkan aksinya.
10:23Nah, saya ulangi.
10:25Kalau empat elemen tadi
10:27ternyata hanya tersedia sebagian,
10:29mungkin tiga, mungkin dua, mungkin satu,
10:31atau tersedia setelah
10:34yang bersangkutan melancarkan aksinya,
10:37maka, saya garis bawahi,
10:39ini tidak mempunyai syarat
10:40untuk disebut sebagai
10:41kejahatan berencana.
10:43Ya.
10:44Mas Riza, untuk kita mengetahui bahwa
10:46dari keterangan
10:47para tetangga,
10:49ataupun warga yang berada di sekitar,
10:52pelaku dikenal sebab kesehariannya,
10:54tentu pribadi yang tidak memiliki
10:56gerak-gerik yang mencurigakan.
10:58Dalam hal ini,
10:59faktor apa saja,
11:01sehingga dalam arti yang tadi
11:02elemen yang Anda sampaikan,
11:03dalam arti motif,
11:04terutama yang telah disampaikan
11:06oleh pihak kepolisian
11:07terkait dengan hubungan asmara,
11:09itu dapat memencuatkan
11:12sebuah perilaku,
11:13ataupun tindakan
11:14yang akhirnya bertindak secara sadis.
11:19Memang di kalangan
11:21para personil perdagangan hukum
11:25juga setiap kali
11:26mencampur adukan
11:28istilah motif dan menseria.
11:30Tapi itu saya kesampingkan ya,
11:31perdebatan tentang itu
11:32saya kesampingkan dulu.
11:33Saya hanya berfokus pada motif.
11:35Ketika kita bicara
11:36tentang tindak pidana,
11:38motif sesungguhnya
11:39bisa kita pilih menjadi dua.
11:41Yaitu motif emosional
11:43dan motif instrumental.
11:45Kita sebut motif emosional
11:47manakala
11:47pelaku melakukan
11:49suatu tindak pidana
11:50karena adanya
11:51muatan perasaan-perasaan
11:52negatif di dalam hatinya.
11:54Marah, benci, dendam,
11:56sakit hati, cemburu, putus asa,
11:58dan serbaneka
11:59perasaan negatif lainnya
12:00itulah yang mendorong
12:01pelaku melakukan
12:02tindak pidana.
12:04Sementara motif yang kedua
12:05adalah motif instrumental.
12:07Motif yang satu ini
12:08tidak ada hurusannya
12:09dengan suasana hati
12:09atau perasaan negatif.
12:11Tapi seseorang melakukan
12:12suatu tindak pidana
12:13dalam rangka
12:14mendapatkan kegunaan
12:16atau manfaat
12:16dari aksi pidananya tersebut.
12:19Mendapatkan harta,
12:20mendapatkan popularitas,
12:22menutup-nutupi
12:23kejahatan yang lain,
12:24dan serbaneka manfaat
12:26atau kegunaan lainnya
12:27yang hanya bisa didapat
12:28dengan cara
12:28melakukan tindak pidana.
12:30Dalam kasus ini yang mana?
12:32Saya tidak tahu.
12:33Tapi menyimak
12:34konferensi pers
12:36yang disampaikan oleh
12:37Polda Jawa Timur,
12:39terlebih pada alinia
12:40yang memuat diksi
12:42emosi sesaat
12:43atau semacam itu,
12:45saya menangkap kesan
12:46ini lebih sebagai
12:47motif emosional.
12:49Bahwa
12:50pelaku
12:51melakukan tindak pidana
12:52terhadap
12:53korban yang pertama
12:55dikarenakan
12:56adanya motif emosional.
12:58Sementara terhadap
12:59korban kedua,
13:01saya memperkirakan
13:01motifnya bukan emosional,
13:03melainkan
13:04motif instrumental.
13:05Yakni,
13:06korban kedua,
13:08yaitu anak-anak
13:09dihabisi
13:10bukan untuk
13:11meredakan perasaan negatif,
13:12bukan.
13:12Tetapi korban kedua,
13:14yaitu anak tiri tersebut
13:16dihabisi
13:17agar
13:18pelaku
13:18lolos
13:19dari
13:20pertanggung jawaban
13:21hukum.
13:22Ini
13:22adalah bentuk
13:23motif instrumental.
13:26Motif instrumental
13:26dan untuk saat ini
13:28juga kita matai bahwa
13:29dari rentang
13:30penemuan
13:32terkait dengan
13:32korban dan juga
13:34bagaimana pelaku
13:36melakukan pembunuhan itu
13:37ada rentang sebulan
13:38dan pelaku juga
13:39menyembunyikan
13:40jasad dan juga
13:41jenazah korban.
13:43Untuk saat ini
13:44kita mengetahui bahwa
13:45proses penggunaan ini
13:46sangat sadis dan juga
13:47dengan melakukan
13:48mutilasi.
13:49Anda menilai
13:50seperti apa?
13:51Pada saat pelaku
13:52dengan runut
13:53kemudian dengan
13:54rapi,
13:55kemudian menyembunyikan
13:56setiap jejak
13:57kejahatannya
13:57itu seperti apa?
13:58Dari sisi faktor
14:00psikologis,
14:00Mas Reza.
14:03Pada dasarnya
14:04setiap pelaku
14:05kejahat
14:05kita tentu ingin
14:07lolos dari
14:08Guban Jaru
14:08menghindari
14:09pertanggapan hukum
14:10termasuk adalah
14:11dengan cara
14:11mempengaruhi saksi
14:12menghilangkan
14:14barang bukti
14:14berarti menghilangkan
14:16tubuh korban
14:17dan seterusnya
14:17dan seterusnya.
14:19Namun
14:19perbincangan
14:21tentang mensreya
14:22mensreya
14:23adalah penentu
14:23berat
14:24ringan yang hukuman
14:25adalah
14:26harus saya ulangi
14:27penentuan mensreya
14:29seseorang
14:34yang melakukan
14:35didapidana
14:35itu diperhitungkan
14:36pasca.
14:37Nah sekarang
14:38kita bayangkan
14:38maaf ini
14:39disebut
14:41bahwa
14:42ada mesin
14:43penggiling
14:44ada tungku
14:45untuk membakar
14:46kemudian mungkin
14:48ada gentong
14:48atau jerigen
14:49atau apapun
14:50lah itu
14:50pertanyaannya
14:51barang-barang
14:53atau sumber daya
14:54atau instrumen
14:54kejahatannya
14:55ini
14:55kapan
14:56didapat
14:57oleh si pelaku
14:58kalau barang-barang
15:00itu ternyata
15:00dibeli
15:01dibuat
15:03atau diperoleh
15:04pelaku
15:04setelah
15:05melakukan
15:06aksi kejahatannya
15:07maka
15:08ini merupakan
15:09salah satu penanda
15:10bahwa
15:11empat elemen
15:12dalam kejahatan
15:13berencana
15:13sudah satu
15:15yang tidak terpenuhi
15:15bahwa ternyata
15:16resiko
15:17yaitu
15:19alat-alat
15:19yang dibutuhkan
15:20untuk menghilangkan
15:21barang bukti
15:21ternyata tersedia
15:22setelah
15:23yang bersangkutan
15:24melakukan aksinya
15:25bukan sebelum
15:26yang bersangkutan
15:27melancarkan
15:28aksinya
15:28baik artinya
15:30ada motif
15:31instrumental
15:32yang Anda sampaikan
15:33dan juga
15:33mensrea
15:34yang harus saya
15:35ulangi kembali
15:35harus saya luruskan
15:36dua korban
15:38tidak bisa dipukul rata
15:39bahwa motif mereka
15:40motif pelaku
15:41ini secara sama
15:41perkiraan saya
15:43terhadap
15:43korban pertama
15:45motif pelaku
15:46adalah motif
15:46emosional
15:47sementara terhadap
15:49korban kedua
15:50adalah motif
15:51instrumental
15:52terakhir untuk
15:53sampaian Anda
15:55terhadap penyidik
15:55fokus terhadap
15:56mensrea yang Anda
15:57sampaikan tadi
15:58dan juga bagaimana
15:59pelaku melakukan
16:00pembunuhannya
16:01secara sadis
16:01dan juga
16:02memperhitungkan
16:03resiko
16:03yang dimana
16:04untuk menghilangkan
16:05barang bukti
16:05seperti apa
16:06yang ingin Anda
16:07sampaikan
16:07saya dalam posisi
16:09mendukung sepenuhnya
16:10kerja otoritas
16:11pernegakan hukum
16:12dalam hal ini
16:13adalah
16:13Polda Jawa Timur
16:15sekali lagi
16:15saya memandang
16:17sangat positif
16:18ketika
16:18Polda Jawa Timur
16:19menetapkan
16:20penggunaan
16:21pasal
16:21pembunuhan berencana
16:23terhadap pelaku
16:24namun
16:25perlu digarisbawahi
16:26bahwa ini
16:26merupakan
16:27pasal yang mahal
16:28dalam pengertian
16:29ada syarat-syarat
16:30yang luar biasa
16:31ketat
16:32yang memang
16:33harus dipenuhi
16:34sebagai syarat
16:35bahwa pasal
16:36mahal semacam ini
16:38bisa dikenakan
16:39saya mendukung
16:40bahwa pelaku
16:41di hukum berat
16:42sepanjang
16:43tidak berupa
16:45hiperkriminalisasi
16:46bahwa seseorang
16:47yang diduga
16:47melakukan pidana
16:48ternyata dikenakan
16:49pasal pidana
16:50yang berlebihan
16:51dari apa yang
16:52sesungguhnya
16:52sudah dilakukan
16:53baik
16:55terima kasih
16:55atas catatan Anda
16:56dan juga perspektifnya
16:57Mas Reza Indragiri
16:59psikolog forensik
17:01STIH litigasi
17:02telah berbagi perspektif
17:03di Kompas Yang
17:03sehat selalu Mas
17:04terima kasih
17:05selamat menikmati
17:05selamat menikmati