JAKARTA, KOMPAS.TV - Mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat menggelar unjuk rasa di kawasan Bundaran HI dan sekitarnya.
Mereka membawa lima tuntutan, mulai dari penanganan bencana ekologis, perbaikan ekonomi hingga perlindungan hak asasi manusia.
Massa aksi yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat, Komite Sadar, tiba di Jalan Jenderal Sudirman termasuk ke area Dukuh Atas dan di depan UOB Plaza, di kawasan Jalan M.H. Thamrin.
Terlihat massa diblokade oleh barikade polisi di jalan menuju ke kawasan Bundaran HI.
Massa aksi yang terdiri dari berbagai aliansi mahasiswa lintas kampus di Indonesia berunjuk rasa tanpa menggunakan almamater.
Mahasiswa kembali menggelar aksi dengan menuntut sejumlah perbaikan ekonomi kepada pemerintah.
Lalu, apa langkah yang akan diambil pemerintah usai mendengar suara dari masyarakat?
Untuk membahasnya, kita telah terhubung dengan sejumlah narasumber, di antaranya Bivitri Susanti, pengajar STH Jentera Institut dan Muhammad Khozin, anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKB. Dan nanti juga akan bergabung bersama kita, ada Hariqo Wibawa Satria, Tenaga Ahli Utama Bakom.
Baca Juga Demo Mahasiswa di Malang, Massa Tuntut Karhutla Ditetapkan Jadi Bencana Nasional di https://www.kompas.tv/regional/698569/demo-mahasiswa-di-malang-massa-tuntut-karhutla-ditetapkan-jadi-bencana-nasional
#demo #dpr #bakom #karhutla
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/698574/full-bivitri-dpr-dan-bakom-respons-soal-mahasiswa-bawa-5-tuntutan-saat-demo-sapa-malam
Mereka membawa lima tuntutan, mulai dari penanganan bencana ekologis, perbaikan ekonomi hingga perlindungan hak asasi manusia.
Massa aksi yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat, Komite Sadar, tiba di Jalan Jenderal Sudirman termasuk ke area Dukuh Atas dan di depan UOB Plaza, di kawasan Jalan M.H. Thamrin.
Terlihat massa diblokade oleh barikade polisi di jalan menuju ke kawasan Bundaran HI.
Massa aksi yang terdiri dari berbagai aliansi mahasiswa lintas kampus di Indonesia berunjuk rasa tanpa menggunakan almamater.
Mahasiswa kembali menggelar aksi dengan menuntut sejumlah perbaikan ekonomi kepada pemerintah.
Lalu, apa langkah yang akan diambil pemerintah usai mendengar suara dari masyarakat?
Untuk membahasnya, kita telah terhubung dengan sejumlah narasumber, di antaranya Bivitri Susanti, pengajar STH Jentera Institut dan Muhammad Khozin, anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKB. Dan nanti juga akan bergabung bersama kita, ada Hariqo Wibawa Satria, Tenaga Ahli Utama Bakom.
Baca Juga Demo Mahasiswa di Malang, Massa Tuntut Karhutla Ditetapkan Jadi Bencana Nasional di https://www.kompas.tv/regional/698569/demo-mahasiswa-di-malang-massa-tuntut-karhutla-ditetapkan-jadi-bencana-nasional
#demo #dpr #bakom #karhutla
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/698574/full-bivitri-dpr-dan-bakom-respons-soal-mahasiswa-bawa-5-tuntutan-saat-demo-sapa-malam
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:27KOMITESADAR
00:30Terunjuk rasa di Jalan Jenderal Sudirman, termasuk ke area duku atas dan depan UOB Plaza, kawasan Jalan MH Tamrin.
00:37Tampak di sana, masa di blokade barikade polisi saat itu menuju ke kawasan Muniran HI.
00:42Mereka, yang terdiri dari berbagai aliansi mahasiswa lintas kampus di tanah air, berorasi tanpa menggunakan almamater.
01:03Masa juga menyampaikan aspirasinya di kota Bandung, Jawa Barat, persisnya oleh mahasiswa di dua kampus.
01:08Aksi berlangsung bertepatan dengan momen sumpah pemuda 28 Oktober hari ini.
01:12Mereka menuntut perbaikan ekonomi dan penanganan atas kebakaran hutan dan lahan atau karhutlah.
01:18Masa mahasiswa sudah berkumpul sejak pukul 2 siang waktu Indonesia Barat.
01:21Perwakilan anggota DPRD Jawa Barat juga telah bertemu mahasiswa saat orasi berlangsung.
01:38Di titik berbeda, unjuk rasa dengan berjalan kaki digelar mahasiswa sejumlah kampus di Yogyakarta.
01:44Guru besar UGM Zainal Arifin Mohtar juga tampak hadir dalam unjuk rasa yang bertepatan langsung dengan hari Sumpah Pemuda.
01:51Masalah menilai penanganan kebakaran hutan dan lahan dianggap gagal,
01:54serta sejumlah program strategis nasional memberatkan APBN seperti MBG dan Koperasi Desa Merah Putih.
02:11Kapolri Jenderal Suyudi Aryoseto mengimbau kegiatan menyampaikan pendapat di muka umum berlangsung tertib dan tidak diwarnai tindakan anarkistis.
02:19Kapolri menginstruksikan polisi mengawal penyampaian pendapat di muka umum secara humanis dan mengutamakan langkah-langkah preventif.
02:27Masyarakat pun diimbau menjaga ketertiban serta tidak melakukan tindakan anarkistis selama aksi berlangsung.
02:42Kita tetap mengedepankan upaya yang humanis, tetap melakukan upaya preventif, preemptif kepolisian,
02:52dan juga tentunya kita akan tetap menghargai segala penyampaian di muka umum.
02:59Dan kami berpesan tidak melakukan tindakan-tindakan yang anarkis.
03:07Mahasiswa kembali berunjuk rasa dengan menuntut sejumlah perbaikan dalam hal ini ekonomi kepada pemerintah.
03:13Lalu apa langkah yang akan diambil otoritas terkait usai mendengar suara dari publik?
03:19Bergabung untuk diskusi kami malam hari ini,
03:21Bivitri Susanti, pengajar STH Jentara Institut,
03:23dan Muhammad Kozin, anggota Komisi 2 DPR RI dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa.
03:27Selamat malam semuanya dengan Tival di sini.
03:33Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
03:35Terima kasih semua sudah meluangkan waktu.
03:36Kami juga sampai dengan saat ini masih menantikan untuk bergabung Hari Kowibawa Satria,
03:40tenaga ahli utama dari Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia,
03:43untuk ikut berdiskusi bersama kami malam hari ini.
03:45Kita bicara soal tuntutan dulu nih Mbak Bivit.
03:47Kalau membandingkan dengan tanggal 20 Oktober kemarin,
03:50ini selangkau cuma 8 hari,
03:52tapi kalau kita ambil poinnya ada beberapa tuntutan yang sama.
03:55Masalah perbaikan ekonomi, dan masalah penanganan bencana ekologis.
03:58Tapi Anda menemukan benang merah yang berbeda nggak antara aksi 20 Oktober dengan hari ini?
04:07Mbak Bivit?
04:09Maaf, saya soalnya di dekat Menteran HI, jadi ada kejem.
04:14Kalau kritis-kritis saya minta maaf.
04:16Ya, jadi memang tentu saja sama.
04:18Jadi kalau diperhatikan apa yang disampaikan
04:20tuntutan mahasiswa pada 20 Oktober dengan hari ini memang sebenarnya sama.
04:25Mereka hanya menambahkan satu poin tambahan,
04:27yaitu manifesto.
04:29Tapi poin-poinnya sebenarnya sama seksis,
04:31karena memang tidak ada yang berubah.
04:33Selama 8 hari ini.
04:34Bahkan selama 2 tahun ini.
04:36Jadi saya kira benang merahnya semua sama
04:38soal bagaimana tanggung jawab negara yang tidak dijalankan oleh pengurus negara.
04:44Dan hak-hak rakyat yang tidak dipenuhi, dilindungi, dan juga dilakukan.
04:48Oke, kalau sampai dengan saat ini yang kami dapatkan informasinya dari tim liputan kami,
04:53masa masih tetap berada di sekitar Bundaran HI, setidaknya di Jakarta kalau kami lihat.
04:58Masih menunggu bahkan ada salah satu koordinator lapangan dari kelompok mahasiswa
05:02mengaku akan menunggu, masih akan tetap berada di lokasi unjuk rasa sampai pukul 9 malam.
05:07Berarti dalam 3 jam dari sekarang mereka akan tetap berada di sana.
05:11Sebetulnya, Mbak, kalau yang Anda tangkap, ekspektasi apa yang diharapkan mahasiswa ini
05:14atau masa ini atas tuntutan mereka ini?
05:19Setidaknya tentu agar didengar ya, karena saya kira sudah berkali-kali
05:22sejak tahun lalu, Mbak, tahun 2025, kemudian Agustus 2026, kemudian 20 Oktober, dan kemudian hari ini.
05:30Tidak pernah didengar sama sekali, tidak ada perbaikan, malah semakin menambah jumlah menteri,
05:35menambah jumlah wanting price yang luar biasa, dan hal-hal yang sangat-sangat berikan solusi,
05:41nyata pada apa yang dituntut oleh mahasiswa dan oleh warga pada usiannya.
05:45Jadi sebenarnya saya kira tuntutannya, kenapa tertahan lebih lama, itu agar didengar.
05:56Mbak Bivit?
05:59Karena jenis mic, dan sebenarnya ada sekitar 12 BEM, plus banyak sekali kolektif dan masyarakat umum lainnya yang ada di
06:09gunungan mahasiswa.
06:11Oke, sorry tadi sempat terpotong karena gangguan komunikasi.
06:13Tapi kalau yang Anda tangkap juga, Bung Kozin, soal tuntutan masa ini, selang 8 hari,
06:20tapi setidaknya ada poin tuntutan yang sama, masalah perbaikan ekonomi, masalah bencana ekologis,
06:25khususnya Karhutlah, Anda menangkap benang merah yang juga sama, atau ada yang berbeda di momen yang berbeda ini?
06:32Ya, terima kasih Mas Vival, Mbak Bivitri ya.
06:36Kalau kami melihat apa yang disampaikan dan dalam poin-poin tuntutan,
06:43apa namanya, aksi hari ini,
06:46secara substantifnya, narasi yang dikembangkan itu sama sebetulnya.
06:51Cuma mungkin ada stressing, saya ingin meng-underline yang disampaikan Mbak Bivitri tadi,
06:58bahwa semangatnya itu sama, cuman memang kalau dibahasakan tidak didengar mungkin kurang tepat ya,
07:04tapi lebih tepatnya mungkin masyarakat meminta ada upaya akselerasi yang lebih ya,
07:11untuk percepatan-percepatan apa yang memang menjadi PR kita bersama.
07:15Saya ambil contoh saja, misalkan dalam penegakan hukum,
07:19kalau kita mengacu, ada kurang lebih 2 sampai 3 lembaga survei,
07:24baik itu PPI, kemudian SMIRC, terus kemudian indikator kalau tidak salah,
07:31itu mencatat, approval rating terhadap pemerintah,
07:35itu ada setidaknya 2 teratas terkait dengan program karitatif presiden,
07:42terkait dengan Bansos, kemudian MBG, dan beberapa program yang lain.
07:46Kemudian yang kedua, ada sektor penegakan hukum.
07:50Ya dalam hal ini, kalau saya tidak salah itu ada 65 persen kepuasan publik terhadap pemerintah,
07:5616 persen itu ada Bansos, kemudian 10 persen itu banyak koruptor yang ditangkap.
08:02Artinya apa? Kita ini sudah on direct track dalam hal law enforcement, penegakan hukum.
08:07Tidak ada pejabat yang kebal hukum, tidak ada orang terdekat presiden yang dilindungi ketika yang bersangkutan itu sudah masuk dalam
08:15kerangka penyidikan atau penyelidikan.
08:17Artinya apa? Presiden berkomitmen untuk penegakan hukum ini tidak, apa namanya, tebang pilih.
08:25Oke.
08:25Nah itu poin pertama.
08:27Kemudian yang kedua, penanganan karhutlah.
08:30Memang dalam perjalanan ini tantangannya besar karena terkait dengan kondisi cuaca di lapangan.
08:38Jadi sejauh ini data yang kami terima ada kurang lebih 51 ribu personil yang sudah dikerahkan di 4 provinsi,
08:45baik itu di Kalimantian Tengah, Kalimantan Barat, kemudian Sumsel, dan Kalsel.
08:49Semua elemen masyarakat, kita itu pemerintah, partai politik, civil society, semua bergerak untuk mengulurkan tangan,
08:58membantu, memeringankan beban masyarakat yang ada di lokasi-lokasi karhutlah.
09:05Kami misalkan contoh dari PKB kemarin melaksanakan kegiatan di Kalimantan Selatan, di Banjarbaru,
09:10juga melakukan hal yang sama.
09:12Pengobatan gratis, bagi masker, terus kemudian bantuan-bantuan, air bersih, segala macam.
09:17Apapun, sekecil apapun yang kita lakukan sangat berguna bagi masyarakat yang terdampak.
09:23Oke, sehingga konteksnya kalau Anda katakan butuh akselerasi itu, ekspektasi dari fraksi PKB setidaknya akselerasi dalam bentuk apa sebetulnya, Pak
09:31Kosit?
09:31Ya, akselerasi artinya ekspektasi publik ini kan tinggi.
09:36Bagaimana penanganan bencana, bagaimana penanganan penegakan hukum,
09:41bagaimana terkait dengan kondisi ekonomi kita, mempunyai ekspektasi yang tinggi.
09:47Pemerintah tidak tinggal diam untuk hal itu, walaupun kita juga memberikan catatan-catatan.
09:53Misalkan, contoh, PKB memberikan catatan bagaimana pola komunikasi pemerintah kepada publik itu perlu ditingkatkan intensitasnya,
10:01perlu didetailkan lagi agar tidak mislending.
10:04Apa yang dilakukan oleh pemerintah bisa dipahami oleh masyarakat bahwa pemerintah ini tidak diam,
10:11pemerintah ini bergerak, walaupun dihadapkan dengan tantangan yang tidak sederhana di lapangan.
10:16Ini kan penting disampaikan ke publik, sebagai apa?
10:19Sebagai bentuk transparansi dan tanggung jawab pemerintah,
10:23bahwa hal-hal yang sudah diatensi, hal-hal yang dibutuhkan di lapangan,
10:28itu sudah dilakukan langkah-langkah mitigasi dan percepatan.
10:32Itu penting.
10:32Jadi sekali lagi saya melihat,
10:34apa yang disampaikan dalam tuntutan akti hari ini,
10:37secara substantif itu sama,
10:39tapi semangatnya memang ada stressing,
10:42ada penekanan yang lebih dari yang sebelum-sebelumnya
10:45agar pemerintah lebih melakukan akselerasi.
10:48Mungkin seperti itu.
10:49Mbak Bifid, Anda juga menangkap hal yang sama,
10:51bahwa butuh akselerasi lagi,
10:53percepatan untuk konteks yang dua tadi itu,
10:55perbaikan ekonomi dan karhut lah?
10:58Ya, akselerasi macam apa ya?
11:00Karena menurut saya,
11:01belum ada yang dilakukan oleh pemerintah
11:04untuk benar-benar menyelesaikan akar masalah.
11:08Jadi gini, misalnya kalau dikatakan ada survei,
11:11perhatikan survei itu.
11:13Tidak-idaknya ada empat survei tambah yang tempo ya.
11:16Kalau diperhatikan sebenarnya semuanya itu
11:19menyangkut total rating.
11:21Dan top kita bisa bergembang kalau soal survei
11:23dalam hal metodologi dan sekang jejak dari empat itu
11:26mana yang lebih terjamin secara etik dan lain sebagainya.
11:31Dan kita akan menemukan salah satunya
11:32SMRC menunjukkan justru
11:34approval rating prabolo langsung drop-nya luar biasa.
11:37Satu.
11:38Kedua, kalau dikatakan sudah ada hal-hal yang dilakukan oleh pemerintah,
11:41saya mau tanya sebenarnya.
11:43Hal apa yang benar-benar menyelesaikan masalah?
11:46Kalau misalnya PKB atau siapapun yang melakukan
11:49relawan-relawan yang melakukan pemadaman,
11:51bantuan kemanusiaan, bagus banget.
11:53Tapi yang kita tuntut adalah panggil jawab dari pengurus negara.
11:57Dan itu yang kita semua belum lihat sekarang.
11:59Dan itu yang membuat mahasiswa turun.
12:01Jadi misalnya dikatakan,
12:02ada masalah dalam penyelesaian ekonomi.
12:06Apa yang terjadi ketika MSCI
12:08mau meletakkan Indonesia dalam stand-alone luar biasa?
12:11Yang terjadi adalah Pak Prado malah menantan
12:13mau bikin rating sendiri.
12:15Dan kemudian,
12:16Wang Renhaji malah bilang,
12:18sudah kita menjauh saja dari Singapura dan sebagainya.
12:22Ketika Singapura justru mau
12:23mengkritik pemerintah Indonesia
12:25yang tidak menyelesaikan masalah kebakaran hutan.
12:28Nah jadi, saya kira ini jauh panggang dari api.
12:30Sebenarnya bukan akselerasi.
12:32Tapi mana?
12:33Karena kami sebenarnya belum merasakan itu.
12:36Sehingga penegasannya, sorry, Pak saya potong.
12:38Sehingga penegasannya,
12:39aksi yang berlangsung untuk hari ini
12:41dengan poin yang kurang lebih sama seperti 20 Oktober kemarin itu
12:44penekanan dalam hal apa?
12:45Apakah kalau bukan akselerasi,
12:47tapi dalam bentuk apa sebetulnya?
12:53Mbak Bifid?
12:56Aksi 20 Oktober dengan 28 Oktober
12:58itu memang bersambung.
12:59Jadi, saya mengehatikan betul
13:01prosesnya bersama dengan mahasiswa.
13:03Karena kami di forum
13:05intelektual antar sisi klin
13:07juga membersamai mahasiswa
13:09untuk berdiskusi.
13:10Dan memang sama.
13:1120 sama 28 itu sama.
13:13Jadi, yang bertambah adalah
13:16dalam hal maksanya
13:17buka jaket semua
13:19dan pernah sudah bersatu dengan rakyat.
13:21Kira-kira begitu.
13:22Jadi, nggak ada sekat-sekat
13:23dari mana-demana lagi.
13:24Tapi, tuntukannya memang sama.
13:25Karena tidak ada follow-up apapun
13:27sejak tanggal 20 Oktober.
13:29Itu yang bisa kita lihat.
13:30Malah reaksi yang muncul adalah itu tadi.
13:33MSCI malah ditantangin
13:36untuk bikin rating sendiri.
13:39Kemudian juga masalah-masalah lainnya,
13:42masalah penegakan hukum.
13:43Saya kira kita tidak bisa
13:44hanya melihat
13:47Oke.
13:49Kita coba perbaiki lagi
13:50komunikasi kami dengan
13:51Bivitri Susanti.
13:52Apa yang dikatakan ya?
13:54Mbak Bivit?
13:54Apa?
13:55Pasal-pasal
13:56jawaban
13:57penegakan negara
13:58malah tidak diganti
14:00di dalam
14:00undang-undang
14:01dengakan korupsi.
14:02Sambil kami perbaiki dulu
14:03komunikasi kami dengan
14:04Mbak Bivitri Susanti,
14:05saya mau tahu juga
14:06pandangan lagi Bung Kozin
14:07bahwa kalau dari Mbak Bivit
14:09bilangnya,
14:09ini justru
14:10masih belum membuat
14:12sebagian kelompok masyarakat
14:13juga puas.
14:14Atas soal dua topik itu tadi,
14:16masalah perbaikan ekonomi,
14:17terutama Karhutlah.
14:18Walaupun sebetulnya
14:19soal Karhutlah ini,
14:20pemerintah mengatakan
14:21masih sanggup,
14:22makanya tidak menerapkan itu
14:23sebagai bencana nasional.
14:24Sejauh mana merespons
14:25tanggapan publik
14:26yang masih belum puas itu tadi
14:27di mata PKB?
14:29Ya,
14:30kalau kita
14:31menyampaikan
14:32kemudian pemerintah
14:33tidak melakukan apa-apa
14:34itu mungkin terlalu
14:35naif ya, Mas.
14:36Kalau saya tetap
14:37kebala standing awal
14:39bahwa
14:39butuh
14:40akselerasi
14:42yang dilakukan pemerintah
14:43terkait dengan penanganan
14:44Karhutlah itu yes.
14:46Betul.
14:47Kalau terkait dengan apa
14:48yang dilakukan pemerintah,
14:49contoh misalkan
14:50operasi modifikasi cuaca
14:51dilakukan oleh pemerintah
14:52di Kalimantan Tengah
14:53dan Kalimantan Selatan.
14:55Pemadaman darat
14:56dan pengerahan personil
14:57dilakukan.
14:57Penegakan hukum
14:58terhadap individu
14:59dan korporasi.
15:00Data dari Polri
15:01per 20 Oktober
15:022026,
15:03pelaku perorangan
15:04tercatat ada 286.
15:07Tersangka perorangan
15:08ada 243.
15:09Kemudian korporasi
15:10ada 100.
15:11Kemudian yang ditetapkan
15:12tersangka ada 13.
15:14Artinya upaya
15:15law enforcement,
15:15penegakan hukum
15:16di bidang kejahatan
15:17atau bidana
15:19Karhutlah
15:20itu dilakukan.
15:21Sembari juga
15:22kita melakukan mitigasi
15:23dan penyelesaian
15:24terkait dengan
15:24dampak lingkungan
15:25yang ada di lapangan.
15:27Sekali lagi,
15:28kondisi ini kan
15:28sebetulnya ini perpaduan
15:30antara human error
15:31dan kondisi alam.
15:32Ada human error
15:34dan kondisi alam.
15:35Tapi kita tidak
15:36berdiam diri,
15:37tidak menyeralahkan alam,
15:39tidak dan kemudian
15:41langkah hukum
15:41tetap dilakukan
15:42untuk kemudian
15:43melakukan upaya
15:45penegakan
15:46terhadap pihak-pihak
15:47apakah itu korporasi
15:48atau individu.
15:49Tapi sembari itu pula
15:50kita juga memperhatikan
15:52kondisi di lapangan
15:53menyelesaikan
15:53bahwa kemudian
15:55ada ketidaksempurnaan,
15:56ada ketidakpuasan.
15:57Itu penilaian masyarakat
15:59yang bisa melakukan itu.
16:01Tapi setidaknya
16:03kami melihat
16:04pemerintah terus berikhtiar
16:06walaupun dengan catatan
16:08butuh akselerasi
16:09dan komunikasi
16:10yang lebih baik
16:11itu yes.
16:12Bagaimana publik
16:13diberikan pemahaman,
16:14diberikan
16:15best informasi
16:17yang memang
16:17berpijak kepada
16:19kondisi di lapangan.
16:20Di era post-truth saat ini
16:22masyarakat perlu
16:23diberikan pemahaman
16:24secara detail
16:25dan komprehensif
16:26apa yang dilakukan,
16:27kendala apa yang dihadapi.
16:29Kemudian yang kedua tadi
16:30merespon terkait
16:31dengan MSCI.
16:32Memang dalam
16:32satu dua hari
16:33kita tempat
16:34posisi ISGG
16:35kita itu minus.
16:37Tapi tidak lama
16:38berselangkan kemudian
16:39menghijau lagi,
16:40plus lagi.
16:41Artinya apa?
16:41Ada ikhtiar yang dilakukan
16:43oleh pemerintah
16:44bahwa kemudian
16:44ada statement presiden
16:46terkait dengan
16:47bikin
16:48lembaga rating
16:49sendiri.
16:50Itu kan sebetulnya
16:50pesannya
16:51yang ingin disampaikan
16:52Indonesia tidak bisa
16:54kemudian
16:54diintervensi
16:56terlalu jauh
16:56oleh pihak luar
16:57terkait dengan
16:58bagaimana
16:58pengelolaan
16:59ekonomi negara kita.
17:00Saya yakin
17:01pemerintah punya
17:01pertimbangan
17:02terkait dengan itu.
17:03Tapi terlepas
17:04daripada itu
17:05semua instrumen
17:06itu kan digerakkan
17:07bahwa ada
17:08kepala lembaga
17:10atau kementerian
17:11yang tidak berjalan
17:12linier
17:12dengan apa
17:13yang diinginkan
17:14atau diproyeksikan
17:15oleh presiden
17:16ada penindakan kok
17:17buktinya reshuffle
17:18berapa kali dilakukan
17:19itu kan
17:20bagian daripada
17:21upaya meritokrasi
17:23direct man on direct place
17:24orang yang tepat
17:25di posisi yang tepat
17:26jika kalau kemudian
17:27tidak dilakukan
17:28kerangka evaluasi
17:29maka walaupun
17:30yang bersangkutan itu
17:31tidak maksimal
17:32dalam basis kinerja
17:33tidak akan
17:34mungkin dilakukan
17:35reshuffle
17:35maksudnya reshuffle
17:37dilakukan
17:37ada basis kinerja
17:39yang diterapkan oleh
17:40presiden
17:40untuk
17:41tetap memastikan
17:42kementerian lembaga ini
17:44berjalan sesuai dengan
17:45proyeksi yang
17:46ditetapkan oleh presiden
17:48khususnya
17:48di dalam
17:49astacita yang
17:50sudah menjadi
17:51konsensus bersama.
17:52Ada penilaian
17:53di situ mbak
17:54sehingga kemudian
17:54kalaupun masih dikritik
17:56juga soal reshuffle
17:57hal apalagi
17:58sebetulnya yang
17:58diharapkan dari
17:59reshuffle ini
18:00atau orang yang
18:01diganti posisinya
18:02replacement orang-orang
18:04yang berada di kabinet
18:04merah putih ini
18:05ekspektasi apa
18:06sebetulnya diharapkan
18:06masa
18:07sehingga melakukan
18:08unjuk rasa lagi
18:08jawabnya nanti mbak ya
18:09kita jeda dulu
18:10tetap di Kompas TV
18:16melanjutkan diskusi
18:17dengan para narasumber kami
18:18kalau tadi di awal
18:19sudah ada
18:20Bivitri Susanti
18:21dari STA Jentera
18:22kemudian ada
18:22Muhammad Kozin
18:23anggota DPR
18:25dari fraksi
18:25Partai Kebangkitan Bangsa
18:26juga bergabung
18:27untuk saat ini
18:28Hariko Wibawa Satria
18:29tenaga ahli utama
18:30dari Badan Komunikasi Pemerintah
18:31Republik Indonesia
18:32Mas Hariko
18:33dengan Tival disini
18:33selamat malam Mas
18:35selamat malam Mas Tival
18:36selamat malam Mbak
18:37Bivitri
18:39terima kasih
18:40sudah bergabung bersama kami
18:42saya mau tahu dulu
18:43respon sederhana
18:45dari pemerintah
18:45ini kan ada tuntutan
18:46untuk perbaikan ekonomi
18:47dan penanganan karhut lah
18:49akan ditindak lanjuti
18:51seperti apa
18:51dari pemerintah
18:52atas tuntutan masa
18:53yang berdemonstrasi hari ini
18:56ya
18:57terima kasih
18:58Mas Tival
18:59yang utama
19:01kami sangat menghormati
19:03penyampaian aspirasi
19:04oleh saudara-saudara kami
19:06melalui demonstrasi
19:08kritik dan pengawasan
19:10dari masyarakat
19:11sungguh-sungguh
19:12sangat diperlukan
19:13pemerintah
19:15kami sebagai
19:16pelayan masyarakat
19:17kami terus
19:18memperbaiki diri
19:20dan meningkatkan
19:21kualitas
19:21kebijakan
19:22dan pelayanan
19:24kepada masyarakat
19:25nah terkait dengan
19:27penanganan
19:27kebakaran
19:28hutan dan lahan
19:29ini pemerintah
19:31terus mengupayakan
19:32upaya maksimal
19:33untuk melindungi
19:34masyarakat
19:35dari kabut asap
19:36memperkuat
19:37pencegahan
19:38dan memastikan
19:39penegakan hukum
19:40itu berjalan dengan
19:42setegas-tegasnya
19:43jadi pemerintah
19:44sudah mengerahkan
19:4572 ribu lebih
19:48personel gabungan
19:49kemudian
19:5050 pesawat
19:51dan helikopter
19:52kemudian operasi
19:53darat
19:54kemudian juga
19:55operasi modifikasi
19:56cuaca
19:57penegakan hukum
19:58berjalan
19:59hingga
20:0025 Oktober
20:012026
20:02kemarin
20:03itu sudah
20:04244 orang
20:05yang menjadi
20:06tersangka
20:07kemudian
20:08ada 14 perusahaan
20:10juga yang menjadi
20:11tersangka
20:11kemudian
20:12lebih dari
20:13seratusan
20:14korporasi
20:14dalam
20:15proses
20:16penegakan
20:16hukum
20:17kemudian
20:18untuk melindungi
20:19saudara-saudara kita
20:20dari kabut asap
20:22kita
20:23sekali lagi
20:24prihatin
20:25terutamanya
20:26terhadap
20:26ibu dan bapak kita
20:27yang sudah lanjut
20:28usia
20:28itu pemerintah
20:30itu telah
20:30mengerahkan
20:312 ribuan lebih
20:32tenaga medis
20:33dan tenaga
20:34kesehatan
20:35kemudian
20:35pemerintah juga
20:37menyalurkan
20:375,3 juta
20:39masker
20:39kemudian
20:40berbagai
20:41perlengkapan
20:42medis
20:42kemudian
20:43menyiagakan
20:44lebih dari
20:451.600
20:46puskesmas
20:47kemudian juga
20:48rumah sakit
20:50itu
20:50ada sekitar
20:52360-an
20:53rumah sakit
20:54rujukan
20:55sebagai
20:56untuk saudara-saudara
20:58kita yang terdampak
20:59kebakaran
20:59hutan
21:00dan lahan ini
21:01sehingga
21:01dari catatan-catatan
21:03upaya itu tadi
21:04menurut Anda
21:05untuk ditetapkan
21:06karhut lainnya
21:06sebagai bencana
21:07nasional
21:07sesuai dengan
21:08harapan dari masa ini
21:09belum masuk
21:10dalam radar itu
21:10yang dipertimbangkan
21:11pemerintah
21:12Mas Ariko
21:12ya
21:13kami sangat menghormati
21:15tuntutan masyarakat
21:17harapan dari masyarakat
21:18agar
21:18bencana kebakaran
21:20hutan dan lahan ini
21:21ditetapkan sebagai
21:22bencana nasional
21:23namun
21:24seperti sama-sama
21:25kita lihat
21:26seluruh upaya
21:27kita itu
21:27sudah menunjukkan
21:28yang berskala nasional
21:30kita juga terbuka
21:32terhadap
21:32berbagai bantuan
21:33dan seperti yang kami
21:35sampaikan tadi
21:36lebih dari 70 ribuan
21:38personil
21:38itu setiap hari
21:39memang tantangan kita
21:41tidak mudah
21:42ada cuaca
21:43panas
21:44kemudian
21:45terkait dengan
21:47kita terus melakukan
21:48modifikasi cuaca
21:49kemudian
21:50pemerintah juga
21:52telah menyalurkan
21:53bantuan
21:53sebesar
21:551
21:551,235 triliun
21:59kepada
21:59berbagai daerah
22:01yang terdampak
22:01bencana
22:02jadi penanganan
22:04bencana ini
22:04betul-betul
22:05melibatkan
22:06seluruh
22:07semaksimal mungkin
22:09berbagai upaya
22:10yang kita lakukan
22:11gitu
22:11jadi kami
22:12betul-betul
22:15pemerintah
22:16betul-betul
22:17menangani
22:17bencana ini
22:18dengan skala nasional
22:20dengan
22:21semasif-masifnya
22:22oke
22:23Mbak Bifid
22:23itu sudah ada upaya
22:24dari pemerintah
22:25itu satu hal-hal lain
22:26pertanyaan saya
22:27di segmen sebelumnya
22:28ada upaya reshuffle
22:29juga sudah dilakukan
22:30untuk menempatkan
22:31the right man
22:31on the right place
22:32apalagi
22:33ekspektasi sebetulnya
22:33yang ditaruh
22:34oleh masa ini
22:35menurut Anda
22:38Mbak Bifid silahkan
22:39jadi catatan saya
22:40pertama begini
22:40kalau masalah
22:41baik
22:42mudah-mudahan
22:42sekarang terdengar ya
22:43jadi
22:45pertama-tama
22:46tanggapan saya
22:47dibunuh
22:47kalau masalah
22:48penggantian
22:49atau shuffle
22:50menteri
22:50sebenarnya
22:51yang dita oleh
22:52masyarakat
22:53itu bukan
22:53sekedar ganti orang
22:54kalau ganti orang
22:57catatan kami
22:58adalah
22:59misalnya
22:59kami sebenarnya
23:00atau publik
23:00tidak pernah
23:01menempatkan
23:02penjelasan
23:02kenapa menteri
23:03A atau
23:04wamen B
23:04itu diganti
23:05apa sebenarnya
23:06kinerjanya
23:07yang membuat buruk
23:08sehingga
23:08muncul juga
23:09spekulasi
23:10jangan-jangan
23:10penggantian
23:11wamen-wamen
23:12dan seterusnya
23:12karena yang baru diganti
23:13wamen-wamen
23:13saja ya
23:14itu sekedar
23:15untuk reshuffling
23:17menerang
23:17dalam arti
23:18tukar menukar
23:18jabatan saja
23:19diantara kelompok-kelompok
23:21elit yang dekat
23:22dengan presiden
23:23satu
23:23dan jadi
23:24gak pernah ada ukurannya
23:25juga yang dijelaskan
23:26pada publik
23:27jadi kita cuma tahu
23:34Mbak Vivit
23:35beberapa jam
23:36baru tahu juga
23:37beberapa jam
23:37sebelum pelanjutan
23:38ya
23:39oke silahkan lanjutkan
23:40ya
23:41jadi saya kira
23:42yang belum
23:43yang belum pernah
23:44didapatkan oleh
23:45kamu sebagai publik
23:46adalah
23:46penjelasan
23:47misalnya kenapa sih
23:48ada penggantian
23:50menteri dan wamen
23:51misalnya
23:52apakah
23:53apa kinerjanya
23:54yang tidak pernah
23:55dipenuhi
23:55apa sebenarnya
23:57stop of work mereka
23:58apapun
23:59atau
23:59KPI mereka
24:00yang tidak dipenuhi
24:01sehingga mereka
24:02harus diganti
24:03sehingga tentu saja
24:04dalam analisis
24:05hukum papan negara
24:06kita bisa mengatakan
24:07jangan-jangan
24:07ini adalah soal
24:08penggantian
24:09pemain belaka
24:11karena ada
24:11menawar politik
24:13yang tengah terjadi
24:13karena sepertinya
24:14basisnya bukan kompetensi
24:16karena dari aspek kompetensi
24:18pencapaian KPI
24:19gak pernah ada
24:19pelaporannya juga
24:20ke publik
24:20nah kemudian
24:21yang kedua
24:22kalau soal angka-angka
24:23yang terjadi dipaparkan
24:29oke
24:30baik
24:31Mbak Bifid
24:32saya harus salah dulu
24:34oke
24:35saya harus salah dulu
24:36kita perbaiki lagi
24:37komunikasi
24:37sempat terputus lagi
24:38seperti yang tadi
24:39tapi kalau melihat
24:40dari catatan-catatan tadi
24:41satu sisi
24:43ada capaian
24:43yang sudah dilakukan
24:44pemerintah evaluasi
24:45ataupun juga
24:46upaya-upaya
24:46masih tetap berjalan
24:47tapi di sisi lain
24:48masih ada perspektif
24:49di sebagian pihak
24:50bahwa perlu ada evaluasi
24:51lebih dalam soal
24:52dua konteks tadi
24:54perbaikan ekonomi
24:54dan karhutlah
24:55perlukah kemudian
24:56dibuat sebuah
24:58wadah dialog besar
24:59atau dialog bersama
25:01untuk menampung
25:01antara aspirasi publik
25:03dan upaya-upaya
25:04dilakukan oleh pemerintah ini
25:05agar bisa clear ini
25:06permasalahan-permasalahan
25:07dan konteks-konteks
25:08yang cukup krusial ini
25:09kita bahas itu lagi nanti ya
25:10kita jeda sebentar
25:11tetap di Kompas TV
25:14melanjutkan diskusi Mbak Bifid
25:16menurut Anda
25:16perluka ada diskus
25:17ruang diskusi
25:19ruang dialog bersama
25:20antara capaian pemerintah
25:21dengan aspirasi masyarakat
25:25ruang dialog itu
25:26sebenarnya tidak dipenuhkan juga
25:27harusnya ruang dialog
25:28yang sedia
25:28ada di Dewan Perwakilan Rakyat
25:31tapi mereka lah
25:32yang harusnya
25:32memperhatikan aspirasi rakyat
25:34yang ada di luar sana
25:35cuman kan demonstrasi ini
25:36harus dilakukan
25:37karena
25:37ternyata DPR
25:38tidak melaksanakan
25:39kursi checks and basis
25:40dengan baik
25:41karena kita tahu juga
25:42kursi di DPR
25:43yang mayoritas
25:447 dari 8 rasi
25:45itu adalah
25:46koalisinya Pak Prabowo
25:47jadi tentu saja
25:49tidak ada checksnya
25:49jadi tidak nyambung
25:50sehingga kalau dilatakan
25:52perlu ada forum lagi
25:53saya kira itu bukan
25:54jalan keluar juga
25:55kalau pemerintah
25:57benar-benar mau mendengar
25:58apa yang dituntut oleh masyarakat
25:59kan harusnya
26:00tidak perlu forum
26:00semua salurannya
26:02sudah diberhasilkan
26:03ada pengiriman surat
26:04ada FGB
26:05dan lain sebagainya
26:06saya kira itu bukan
26:07solusi juga sih
26:08sehingga untuk
26:10demo yang berlangsung hari ini
26:12ekspektasi Anda
26:13pemerintah harus bertindaknya
26:14dalam bentuk apa
26:15kira-kira
26:17di daftar saja
26:18dari manifesto
26:19yang malam hari ini
26:21dikeluarkan
26:21jadi tidak hanya
26:22tuntutan yang
26:23poin terseperti itu
26:25memang ada manifesto
26:26yang diriki
26:26yang isinya ada
26:28contoh-contoh
26:28karena ini bank
26:29dari berbagai
26:30masyarakat kota
26:30di Indonesia
26:31nah saya kira itu saja
26:33misalnya di tindak
26:33pandemi 111
26:34dilaporkan juga
26:36kembali kepada publik
26:37tidak hanya dengan
26:38angka-angka
26:39tapi dampaknya
26:40dimasyarakat seperti apa
26:41barang-barang itu
26:42salah satu negara
26:44oke
26:44Bung Hariko
26:46kalau menurut Anda
26:46sederhananya
26:47ini akan dalam bentuk apa
26:48tindak lanjut yang bakal
26:50diambil pemerintah
26:50apakah dalam bentuk
26:51forum dialog lagi
26:52untuk bisa menampung
26:53aspirasi masyarakat
26:54atau ada wujud lain
26:55mungkin yang
26:55coba disiasati
26:58ya
26:59terima kasih Mas Tifal
27:01pemerintah terus
27:02berkomitmen
27:03untuk membuka
27:04ruang dialog
27:05dengan seluruh
27:06kelompok masyarakat
27:08dengan para pemuka agama
27:09juga dilakukan
27:11dengan para pakar
27:12juga dilakukan
27:13dengan wartawan-wartawan
27:16yang sudah sangat
27:17berpengalaman
27:18sudah dilakukan
27:19bahkan lebih dari
27:2012 jam
27:21kemudian juga
27:22masyarakat bisa melihat
27:24di
27:24aksesnya di internet
27:26kritik-kritik yang keras
27:28juga disampaikan oleh
27:29para wartawan
27:30jadi kami sangat terbuka
27:32karena memang
27:33pemerintahan ini
27:35membutuhkan kritik
27:36dan saran dari
27:37seluruh masyarakat
27:38sangat
27:39kita menghindari
27:41sekali
27:41kalau
27:42terkait dengan
27:45apa namanya
27:46kalau kekuasaan itu
27:48tidak diawasi
27:49itu maka akan
27:50bisa cenderung
27:52kepada
27:52korupsi
27:54begitu
27:54jadi kami sangat
27:56berterima kasih
27:56dan terus dilakukan
27:58dialog-dialog
28:00dengan para pakar
28:01dan saat ini
28:02seperti yang sama-sama
28:03kita ketahui
28:04kita sudah
28:05terus melakukan
28:07pembelaan-pembelaan
28:09utamanya
28:09terhadap
28:10ibu dan bapak kita
28:11para petani
28:12saat ini
28:13pupuk itu
28:14sudah semakin
28:15mudah diakses
28:16banyak sekali
28:17aturan-aturan
28:18yang membuat
28:19para petani susah
28:20sekarang semua
28:21aturan itu
28:21diberantas
28:22sekarang pupuk
28:23lebih mudah diakses
28:24tapi kalau kemudian
28:25dari aspirasi
28:26masyarakat yang
28:26berdemonstrasi hari ini
28:27ada kemungkinan
28:28untuk menggelar
28:29diskusi khusus gak
28:30Pak Ariko
28:31bersyukur
28:34ya
28:35kami mencatat
28:37berbagai aspirasi
28:38dari
28:39pada beberapa
28:41kelompok
28:42tadi ada yang dari
28:43mahasiswa
28:43ada dari kelompok
28:45pemuda
28:46tentu saja itu
28:47menjadi masukan yang
28:48sangat penting
28:49bagi pemerintah
28:50ini sebagai contoh
28:51misalnya ya
28:52malas tival
28:53misalnya dalam
28:54terkait dengan
28:56makan bergizi gratis
28:58itu kan dulu
28:59diperingatkan oleh
29:00mahasiswa
29:01diperingatkan oleh
29:02para pemuda
29:03hati-hati loh
29:05akan ada
29:06korupsi
29:07disebutkan
29:08maling
29:10bergizi gratis
29:11dan
29:12dan terbukti
29:13kan kritik-kritik
29:14itu benar
29:15dan memang terbukti
29:16ada korupsi
29:17di
29:17badan gizi
29:19nasional
29:19kan artinya
29:21kritik-kritik itu
29:22memang
29:22harus
29:23didengarkan
29:25terbukti
29:26ada korupsi
29:28di BGN
29:29namun
29:30terbukti juga
29:31ada penindakan
29:32hukum yang tegas
29:34ada pimpinan-pimpinan
29:35tertinggi
29:36di BGN
29:38oke
29:39kemudian
29:40terbukti juga
29:41ada perbayangannya
29:42oke
29:43kami alami
29:43gangguan komunikasi
29:45ini sekarang dengan
29:45Bung Hariko Satria
29:46sempat terputus
29:47ini kurang terlalu
29:48dengar jelas
29:48disini
29:49oke
29:50kita perbaiki dulu
29:51komunikasi kami
29:52dengan Bung Hariko Satria
29:53sekarang Mbak Bifit
29:54satu hal
29:56ingat saja Mbak Bifit
29:57kalau menurut Anda Mbak
29:59ini sambil berbaiki ya
30:00teman-teman boleh dibantu
30:01untuk perbaiki dulu
30:01komunikasinya dengan
30:02Bung Hariko Satria
30:03Mbak Bifit
30:04sederhananya menurut Anda
30:07kalau kemudian
30:08sudah ada respons
30:08seperti ini
30:09maka
30:09dianggap
30:10kerja-kerja pemerintah ini
30:11bisa baik
30:12kalau apa
30:14ya
30:15pertama begini
30:17saya keset
30:17satu hal saja
30:18yang sederhana
30:19yang bisa dilakukan adalah
30:20hentikan pengungkaman dulu
30:22karena saya kira
30:23kita tahu
30:24datanya sedang dikumpulkan
30:25oleh kawan-kawan
30:26remote TV
30:26dan saya
30:29bahwa terjadi
30:31pembungkaman
30:32dalam api
30:33di media sosial
30:33itu diminta untuk
30:34takedown
30:35bahkan ada
30:36telepon-telepon teror
30:37kepada kawan-kawan
30:38yang menyuarakan
30:39kebakaran hutan
30:39misalnya
30:40kemudian belum lagi
30:41yang menyuarakan
30:41MDG
30:42dan lain sebagainya
30:43nah jadi
30:44dari segi komunikasi
30:45ingin sekali
30:46saya percaya dengan
30:46Mas Hariko
30:47tapi kenyataannya adalah
30:48saya dan kawan-kawan
30:49itu justru dibuntamkan
30:51dengan nyata
30:51jadi boro-boro
30:52kami mendapatkan
30:53informasi yang memadari
30:54bahkan ketika kami
30:55ingin ikut
30:56menyebarkan informasi
30:57yang terjadi adalah
30:58pembungkaman
30:58nah jadi
30:59kalau pertanyaannya
31:00kembali
31:01pertanyaan masifal
31:02apa sih yang diharapkan
31:03ya penuhi saja semua
31:04jangan hanya dengan
31:06apa
31:06cara komunikasi
31:08seperti ini
31:08satu arah
31:09dengan memaparkan
31:10angka yang
31:11kita sendiri
31:12sulit untuk
31:12verifikasi
31:13tapi betul-betul
31:15buktikan
31:15apa
31:16apa sih
31:17dampaknya kepada
31:18rakyat
31:18yang nyata
31:20kemudian
31:20apapun yang disuruhkan
31:21oleh masyarakat
31:22jangan
31:23diminta
31:24take down
31:24ataupun
31:25menghasilkan
31:26teror
31:27kepada masyarakat
31:28nah itu saja
31:29itu akan
31:29sudah sangat membantu
31:30proses
31:31yang dituntut oleh
31:32masyarakat
31:33oke
31:33Mbak Bivitri Susanti
31:34Mas Hariko
31:35dan sebelumnya ada
31:35Muhammad Kozinuddin
31:36dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa
31:38terima kasih
31:39semua sudah meluangkan
31:39waktu berbicara bersama
31:40Kompas TV kali ini
31:41saya selalu untuk Anda bertiga
31:42selamat malam semuanya