00:00Siapapun pemilik dapur saya gak peduli, selama dia membahayakan dan itu adalah kelalaian yang disengaja,
00:06harus wajib hukumnya saat tutup permanen.
00:09Fokus kami yang paling utama adalah sebenarnya memang zero toleran terhadap keracunan makanan.
00:15Dan semua termasuk yang kita kerjakan hari ini, koordinasi dengan Pak Mindagir dan Kepala Daerah,
00:20termasuk saat gas kelayakan dapur dan sebagainya adalah upaya kita memastikan keamanan pangan.
00:25Sejauh yang kami terima, sudah ada tim yang pergi ke sana, kita cek semua, saya sudah koordinasi dengan kebupati dan
00:31kapolresnya juga,
00:32masuk Pak Dandimnya sudah koordinasi dengan saya yang di Bogor.
00:36Awalnya yang berubat kelayanan kesehatan ada sekitar 40, kemudian turun jadi 27, kemudian turun jadi 14,
00:44kalau gak salah ada 14 lebih ya terakhir ya, yang di Rautinap mungkin sekitar, seperti tadi malam itu sekitar sembilanan
00:51gitu, sisanya observasi.
00:52Nah intinya, satu, ya saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh Kepala Daerah atas penanganan yang prima, ya.
01:01Ada beberapa temuan Pak Menteri, itu adalah beberapa dugaan termasuk yang di Cerebon dan juga yang di Bogor ini adalah
01:09bagaimana dapur itu membeli bahan makanannya itu, itu bukan mentah tapi sudah barang jadi.
01:16Yang di Cerebon itu dia beli telur puyuh sudah dalam bentuk mateng dan sudah terkelupas.
01:23Itu kan tidak bisa kita kendalikan, dia masak telur puyuhnya dari itu sekapan, dikupas sekapan, disimpan di mana,
01:30yang kupas siapa, tangannya kotor, gak kotor, pakai APD dan lain sebagainya, gak bisa kita pastikan.
01:35Dan ini diulangi kemungkinan yang di Bogor ini adalah karena dia beli bumbu kacang satenya itu barang jadi.
01:43Bumbunya itu diulang kapan oleh siapa, di mana, kapan, bersih, gak bersih, gak bisa dipastikan.
01:49Nah ini saya lagi kita periksa, saya sebagai Kepala DGN, sekali lagi, terkait nyawa dan kesehatan seseorang tidak main-main.
01:58Siapapun pemilik dapur, saya gak peduli, selama dia membahayakan dan itu adalah kelalaian yang disengaja,
02:04harus wajib hukumnya saya tutup permanen.
02:07Jadi ini saya sedang kirimti investigasi, termasuk CCTV-nya, nyala, dan seterusnya, ya kami cek.
02:13Jadi Kepala DGN saya copot, kemudian ahli gisi dan ahli keuangannya saya pecat.
02:18Itu jelas, tindakan pertama.
02:20Kemudian DGN saya suspend, kita cek, kita investigasi, ada gak kelalaian yang disengaja.
02:55Cara baru nonton video ini.
02:57Di Smart TV, nonton live streaming, dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
03:04Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
03:08Cari Kompas TV melalui pencarian.
03:11Pilih aplikasi, lalu install.
03:14Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
03:19Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga.