Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 11 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV Badan Gizi Nasional (BGN) menyelidiki kasus dugaan keracunan makanan yang dialami ratusan siswa di tiga SMP negeri di Dramaga, Bogor, Jawa Barat, usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, tim telah diterjunkan untuk mendalami penyebab kejadian, termasuk memeriksa dapur penyedia makanan dan prosedur pengolahan bahan pangan.

Dari hasil pendalaman sementara, BGN menemukan dugaan pelanggaran prosedur berupa pembelian bahan makanan dalam bentuk siap saji dari pihak lain.

"Dan ini diulangi kemungkinan yang di Bogor ini adalah karena dia beli bumbu kacang satenya itu barang jadi. Bumbunya itu diulekkan oleh siapa, di mana, kapan, bersih enggak bersih, enggak bisa dipastikan," ujar Sudaryono.

Sebagai langkah awal, BGN telah menonaktifkan kepala dapur serta memberhentikan tenaga ahli gizi dan ahli keuangan yang terkait dengan dapur tersebut.

Operasional dapur juga dihentikan sementara untuk keperluan pemeriksaan dan investigasi.

Video Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/698455/bgn-tak-pandang-pemilik-dapur-mbg-ditutup-imbas-keracunan-di-bogor
Transkrip
00:00Siapapun pemilik dapur saya gak peduli, selama dia membahayakan dan itu adalah kelalaian yang disengaja,
00:06harus wajib hukumnya saat tutup permanen.
00:09Fokus kami yang paling utama adalah sebenarnya memang zero toleran terhadap keracunan makanan.
00:15Dan semua termasuk yang kita kerjakan hari ini, koordinasi dengan Pak Mindagir dan Kepala Daerah,
00:20termasuk saat gas kelayakan dapur dan sebagainya adalah upaya kita memastikan keamanan pangan.
00:25Sejauh yang kami terima, sudah ada tim yang pergi ke sana, kita cek semua, saya sudah koordinasi dengan kebupati dan
00:31kapolresnya juga,
00:32masuk Pak Dandimnya sudah koordinasi dengan saya yang di Bogor.
00:36Awalnya yang berubat kelayanan kesehatan ada sekitar 40, kemudian turun jadi 27, kemudian turun jadi 14,
00:44kalau gak salah ada 14 lebih ya terakhir ya, yang di Rautinap mungkin sekitar, seperti tadi malam itu sekitar sembilanan
00:51gitu, sisanya observasi.
00:52Nah intinya, satu, ya saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh Kepala Daerah atas penanganan yang prima, ya.
01:01Ada beberapa temuan Pak Menteri, itu adalah beberapa dugaan termasuk yang di Cerebon dan juga yang di Bogor ini adalah
01:09bagaimana dapur itu membeli bahan makanannya itu, itu bukan mentah tapi sudah barang jadi.
01:16Yang di Cerebon itu dia beli telur puyuh sudah dalam bentuk mateng dan sudah terkelupas.
01:23Itu kan tidak bisa kita kendalikan, dia masak telur puyuhnya dari itu sekapan, dikupas sekapan, disimpan di mana,
01:30yang kupas siapa, tangannya kotor, gak kotor, pakai APD dan lain sebagainya, gak bisa kita pastikan.
01:35Dan ini diulangi kemungkinan yang di Bogor ini adalah karena dia beli bumbu kacang satenya itu barang jadi.
01:43Bumbunya itu diulang kapan oleh siapa, di mana, kapan, bersih, gak bersih, gak bisa dipastikan.
01:49Nah ini saya lagi kita periksa, saya sebagai Kepala DGN, sekali lagi, terkait nyawa dan kesehatan seseorang tidak main-main.
01:58Siapapun pemilik dapur, saya gak peduli, selama dia membahayakan dan itu adalah kelalaian yang disengaja,
02:04harus wajib hukumnya saya tutup permanen.
02:07Jadi ini saya sedang kirimti investigasi, termasuk CCTV-nya, nyala, dan seterusnya, ya kami cek.
02:13Jadi Kepala DGN saya copot, kemudian ahli gisi dan ahli keuangannya saya pecat.
02:18Itu jelas, tindakan pertama.
02:20Kemudian DGN saya suspend, kita cek, kita investigasi, ada gak kelalaian yang disengaja.
02:55Cara baru nonton video ini.
02:57Di Smart TV, nonton live streaming, dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
03:04Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
03:08Cari Kompas TV melalui pencarian.
03:11Pilih aplikasi, lalu install.
03:14Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
03:19Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga.

Dianjurkan