Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menyampaikan BRIN akan mampu memprediksi kebakaran hutan dan lahan.

Hal ini disampaikan Arif usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Jakarta pada Selasa (27/10/2026).

"Sekarang tinggal proses validasi untuk memprediksi sehingga kita punya kemampuan apa yang akan terjadi tiga bulan, enam bulan, di kemudian hari terkait dengan Karhutla ini," kata Arif.

Citra satelit di BRIN akan dimanfaatkan untuk masalah deteksi titik api, dan akan diteruskan ke Kementerian/Lembaga terkait.

"Jadi citra satelit yang ada di BRIN kita manfaatkan untuk berbagai tujuan, salah satunya adalah untuk masalah deteksi titik api ini," kata Arif.

Produser: Theo Reza

Video Editor: Frashiva Rizaldi

#breakingnews #karhutla #pemerintah

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/698335/full-kepala-brin-usai-bertemu-presiden-prabowo-kita-bakal-bisa-prediksi-karhutla
Transkrip
00:00Untuk beberapa bidang, yang pertama adalah soal kargutlah.
00:04Biawakar Presiden terus memantau kargutlah dan terus menekankan betapa hasil riset untuk mencahkan masalah kargutlah
00:15baik jangka pendek, jangka menangat dan jangka panjang ini harus dilakukan.
00:19Sehingga BRIN yang saat ini sudah membantu menyelesaikan masalah jangka pendek
00:24dengan berkolaborasi dengan BMKG, BNPB, Menteran Hutanan, beserta TNI AU
00:33berkaitan dengan UMC, modifikasi cuaca, dan ini sudah berlangsung
00:39dan Alhamdulillah tim kami juga terus terlibat dalam operasi dry ice ya
00:45yang Alhamdulillah dari situlah kemudian bisa dilakukan UMC
00:49dan kemudian sejumlah wilayah juga sudah cerut hujan
00:56dan ada sebuah berkah yang patut kita syukuri.
01:00Biawakar Presiden juga menekankan pentingnya riset jangka menengah
01:04kemudian riset jangka panjang bagaimana mengantisipasi di masa depan
01:10termasuk di dalamnya adalah mencari model-model perambatan api itu seperti apa sebagainya
01:18sehingga kita bisa mengantisipasi di kemudian hari.
01:21Alhamdulillah memang BRIN saat ini sedang melakukan riset
01:23berkaitan dengan soal model perambatan api di lokasi karhut lainnya.
01:29Kemudian yang kedua, tadi dengan Wabresiden juga kami laporkan
01:33beberapa potensi energi depan.
01:37Salah satunya dari limbah sawit dengan biogas
01:41karena kita tahu bahwa ada kurang lebih sekitar 328,43 juta ton TPS
01:49tandan buah sawit per tahun
01:51dan ternyata kalau kita lihat di seluruh Indonesia
01:55per tahun ada potensi limbah POME itu
02:00229,9 juta meter kebik atau liter.
02:04Nah, kalau kita lihat potensi dari POME, potensi dari tandan kosong sawit
02:12total itu bisa mencapai kurang lebih kalau dikonversi menjadi listrik
02:17bisa mencapai kurang lebih sekitar 3,9 gigawatt.
02:21Ini jumlah yang lumayan dari limbah untuk bisa menghasilkan energi alternatif
02:26dan itu penting kenapa?
02:28Karena selama ini POME itu bisa menjadi sumber metan
02:31yang ini mengganggu udara
02:36karena itu adalah bisa menyebabkan rumah kaca
02:40tapi dengan adanya solusi energi alternatif menjadi biogas
02:45menurut saya ini bisa disikapi dengan teknologi-teknologi
02:51tidak hanya membuat biogas
02:53tapi yang penting lagi adalah
02:55bagaimana itu bisa dikonversi menjadi tabung gas
02:59jadi kami tadi sudah menyampaikan
03:01mengenalkan teknologi baru
03:03Metal Organic Framework
03:05MOF
03:06yang itu bisa material yang bisa menyimpan
03:09gas dalam jumlah yang lebih besar lagi
03:12jadi saat ini kita mengimpor LPG kurang lebih 97 triliun per tahun
03:17dengan adanya biogas yang bisa dikonversi menjadi gas tabung
03:21saya kira ini menjadi salah satu solusi energi kita ketempat
03:25tadi kami juga
03:27karena Bapak Presiden
03:30beberapa kali telpon saya
03:32menanyakan soal
03:35vaksin
03:36bagaimana kemandirian vaksin
03:38jadi vaksin ini khususnya malaria
03:41ini saat ini riset di BRIN sudah kita lakukan
03:43dan BRIN memiliki 4 kandidat vaksin
03:46dan seluruhnya di Indonesia
03:47ada peran lebih 5 atau 6 kandidat vaksin
03:50dan kami berkolaborasi dengan berbagai pihak
03:53termasuk dengan Kementerian Kesehatan
03:54kemudian juga dengan Bio Farma
03:56dan Bapak Presiden minta
03:59agar proses riset terkait dengan vaksin dipercepat
04:03nah kita berharap dengan support dari Bapak Presiden
04:07terkait dengan vaksin ini
04:08ini bisa kita percepat
04:113 tahun lebih cepat
04:12dari seharusnya
04:14karena beliau akan memberikan dukungan penuh
04:17terhadap produksi vaksin ini
04:18khususnya vaksin malaria
04:19karena
04:23beberapa parasit yang ada di Indonesia ini memang agak berbeda
04:27seperti Plasmodium vivax
04:29itu memang saat ini vaksinnya belum ada
04:31jadi kalau kita bisa produksi di Indonesia
04:34ini bisa menjadi salah satu kontribusi Indonesia untuk dunia
04:38jadi Bapak Presiden tadi menekankan
04:40apa sumbangan kita untuk dunia juga
04:43karena malaria
04:45tidak hanya di Indonesia
04:47tapi vaksinnya di dunia tidak ada
04:49nah olahkan itu kita bisa memberikan kontribusi untuk
04:51kesehatan masyarakat di dunia
04:52dan yang
04:56berikutnya terkait dengan soal obat herbal
04:58jadi Bapak Presiden juga menekankan
05:00bagaimana kita kemandirian obat
05:02ini menjadi hal yang harus
05:05obat herbal ini
05:06segera sangat potensi
05:08sangat potensial
05:09dan BRIN sudah juga berkolaborasi dengan berbagai pihak
05:12untuk mempercepat proses obat herbal ini
05:15dan saat ini di BRIN sendiri ada 19 kandidat obat herbal
05:19untuk masuk pada fitofarmaka
05:21jadi beberapa obat yang ada di BRIN kan masih dalam taraf OHT
05:26obat herbal terstandarisasi
05:29nah sekarang ingin menuju pada fitofarmaka
05:32untuk menuju pada fitofarmaka
05:33butuh berbagai uji
05:34uji klinis ya
05:36dan saat ini sedang kita lakukan
05:37kita akan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan
05:39dan juga BEPOM
05:40untuk melakukan percepatan ini
05:42yang terakhir tentang sampah
05:44jadi Bapak Presiden
05:47sangat konsen sekali
05:48tentang sampah ini
05:49agar cepat selesai
05:50karena teknologi juga
05:52sampah ini merupakan masalah di berbagai negara berkembang
05:58dan saat ini BRIN diminta kolaborasi dengan Mendik Design Tech
06:03dalam rangka memperdayakan kampus
06:05untuk masuk ke desa-desa
06:07membantu menyelesaikan masalah sampah
06:09dengan teknologi yang dimiliki oleh BRIN
06:12dan juga oleh sejumlah kampus
06:14karena BRIN memiliki teknologi pada level rumah tangga
06:16pada level desa
06:18pada level kecamatan
06:19hingga pada level kota
06:21Bapak Presiden mengarahkan
06:23bagaimana teknologi level rumah tangga
06:25dan level desa ini
06:26segera diimplementasikan
06:28karena BRIN memang bukan lembaga
06:31yang memang bertugas memproduksi
06:32kita hanya membuat prototip
06:34tapi kita ingin memastikan
06:35bahwa prototip yang kita buat ini
06:37membawa manfaat
06:38dan bisa digunakan oleh masyarakat
06:42sehingga gerakan asri dari Bapak Presiden ini
06:44benar-benar bisa kita lakukan dengan baik
06:47sesuai dengan harapan
06:49demikian ya
06:51terima kasih
06:52yang pertama adalah terkait dengan
07:08jangka menang-jangka panjang tentu
07:09kita akan memperkuat riset untuk prediksi kebakaran
07:12sebenarnya riset ini kan sudah berkembang ya
07:14nah sekarang tinggal proses validasi untuk memprediksi
07:17sehingga kita punya kemampuan
07:20apa yang akan terjadi
07:223 bulan, 6 bulan di kemudian hari
07:25terkait dengan karut lainnya
07:27jadi kemampuan kita memprediksi ini
07:29saya kira sangat penting sekali
07:30nah kemudian juga tadi sudah sampaikan
07:32riset model perambatan api
07:35yang saat ini juga sudah mulai kita kerjakan ya
07:38dan kemudian dengan berbagai perbuan tinggi
07:40kita akan coba yang terkait dengan bagaimana memprediksi
07:46kebakaran hutan itu sendiri
07:48saya kira yang di lokalnya BRIN saat ini kan kita
07:51bertugas untuk mendeteksi hariannya
07:54titik api itu yang kemudian kita share ke berbagai lembaga
07:58termasuk PNPB, Kementerian Kehutanan
08:01karena BRIN memiliki otoritas terkait dengan soal
08:04satelit, citra satelit
08:06citra satelit jangan dideteksi BRIN
08:07kita manfaatkan untuk berbagai tujuan
08:09salah satunya adalah untuk masalah deteksi titik api ini
08:13kemudian terkait dengan singkong
08:15tadi sebelum saya masuk
08:18sudah saya sampaikan bahwa
08:19di singkong ini sudah
08:22tim sudah siap untuk lapangan
08:25karena memang butuh satu material
08:27APB
08:29itu yang diperlukan dari luar
08:32yang selama ini ketersediaan di Indonesia tidak ada
08:35nah sehingga singkong yang merupakan
08:37produk lokal saat ini kita
08:40campur ya dengan APB tersebut
08:42dan kemudian bisa kita manfaatkan untuk
08:45mematikan api
08:47selama ini kalau tidak menggunakan
08:50bahan itu
08:51memang seringkali tepung singkong itu mengumpal
08:54dengan bahan itu kemudian bisa
08:56dibuat
08:58lebih sempurna
09:00untuk meningkatkan efektivitas
09:01untuk pemadaman api
09:03cukup ya?
09:04terima kasih
09:09terima kasih
09:12terima kasih

Dianjurkan