- 4 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Polemik ijazah pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali memunculkan pertanyaan mengenai sikap Presiden Prabowo Subianto.
Di tengah desakan agar persoalan tersebut ditindaklanjuti melalui jalur hukum dan politik, pernyataan bahwa Presiden tidak akan mengintervensi proses hukum turut menjadi sorotan.
Apakah sikap Prabowo mencerminkan komitmen menjaga independensi proses hukum, kalkulasi politik, atau upaya mempertahankan stabilitas pemerintahan di tengah hubungan kekuasaan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo?
Dalam dialog ini, Ketua Pergerakan Indonesia untuk Semua Ade Armando, Direktur Puskapol UI Hurriyah, Ketua Umum Aliansi Cipayung Nusantara David Pajung, dan peneliti Poshdem Universitas Andalas Feri Amsari menyampaikan pandangan berbeda mengenai legalitas pencalonan Gibran, tanggung jawab lembaga negara, serta kemungkinan dampak polemik tersebut terhadap legitimasi Presiden Prabowo.
Perdebatan mengerucut pada satu pertanyaan politik: ketika polemik Gibran terus bergulir, bagaimana posisi Prabowo di antara tuntutan penegakan hukum, kepentingan koalisi, dan bayang-bayang pengaruh Jokowi?
Produser: Prayogi Haro
Editor: Rafi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/697962/debat-feri-amsari-berekspresi-polemik-ijazah-gibran-ujian-kekuasaan-politik-prabowo-vs-jokowi
Di tengah desakan agar persoalan tersebut ditindaklanjuti melalui jalur hukum dan politik, pernyataan bahwa Presiden tidak akan mengintervensi proses hukum turut menjadi sorotan.
Apakah sikap Prabowo mencerminkan komitmen menjaga independensi proses hukum, kalkulasi politik, atau upaya mempertahankan stabilitas pemerintahan di tengah hubungan kekuasaan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo?
Dalam dialog ini, Ketua Pergerakan Indonesia untuk Semua Ade Armando, Direktur Puskapol UI Hurriyah, Ketua Umum Aliansi Cipayung Nusantara David Pajung, dan peneliti Poshdem Universitas Andalas Feri Amsari menyampaikan pandangan berbeda mengenai legalitas pencalonan Gibran, tanggung jawab lembaga negara, serta kemungkinan dampak polemik tersebut terhadap legitimasi Presiden Prabowo.
Perdebatan mengerucut pada satu pertanyaan politik: ketika polemik Gibran terus bergulir, bagaimana posisi Prabowo di antara tuntutan penegakan hukum, kepentingan koalisi, dan bayang-bayang pengaruh Jokowi?
Produser: Prayogi Haro
Editor: Rafi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/697962/debat-feri-amsari-berekspresi-polemik-ijazah-gibran-ujian-kekuasaan-politik-prabowo-vs-jokowi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Mas Gibran itu tidak bisa disalahkan dalam kasus ini.
00:04Kan berulang kali orang membangun narasi bahwa dia itu melanggar konstitusi
00:09atau konstitusi diubah buat dia dan seterusnya.
00:12Ya tapi kan sebetulnya itu tanpa dasar.
00:18Atau saya mau langsung aja ke poin saya yang terutama ya, terutama yang penting.
00:22Mas Gibran dalam kasus ijazah ini,
00:28itu sebetulnya menjalankan kewajiban dia sebagai warga negara
00:33yang ikut dalam sebuah pemilihan.
00:36Dia ikut, kemudian kan tentu saja bertanya pada KPU apa aturannya.
00:43KPU mengatakan bahwa harus ada ijazah SMA.
00:47Gibran mengatakan, ini dialog dalam imajinasi saya ya.
00:53Gibran mengatakan, saya tidak punya ijazah SMA
00:57karena saya mengikuti proses pendidikan
00:59di mana saya mengikuti pathway menuju universitas.
01:05Dan kemudian saya masuk ke universitas tanpa ijazah SMA.
01:10Saya punya ijazah S1.
01:14Boleh enggak?
01:15Kata KPU boleh.
01:16Kenapa?
01:17Ada peraturan KPU yang bilang bahwa buat lulusan luar negeri
01:22tidak diwajibkan menunjukkan ijazah SMA
01:26selama dia bisa menunjukkan ijazah S1.
01:30Jadi dengan kata lain, saya mau bilang
01:33Gibran itu tidak melanggar hukum apa-apa.
01:36Dia mengikuti aturan yang ada.
01:38Yang Anda bilang kan saya tidak...
01:40Tapi dengan sekarang sikap dari Pak Presiden
01:44yang diam, tidak melakukan intervensi
01:45apakah Gibran tidak merasa ditinggal?
01:48Tidak.
01:49Kalau dalam hal itu saya percaya betul dengan...
01:53Sebetulnya gini ya,
01:54Mas Gibran itu bukanlah seseorang yang kepengen banget
01:56jadi wapres.
01:57Yang pengen siapa bang?
01:58Yang pengen siapa waktu itu?
01:59Kan yang memintakan Pak Prasbo
02:02dengan hormat saya sepenuhnya kepada semua pihak ya.
02:07Anda pernah dengarkan cerita bahwa
02:10dan ini yang menyampaikan orang-orang Prabowo sendiri.
02:12Sebetulnya ketika itu sudah empat kali
02:15Mas Gibran diminta oleh Prabowo
02:18melalui Pak Jokowi
02:19untuk menjadi calon wakil presiden.
02:22Gibran memilih untuk selesaikan dulu
02:25wali kota Solo
02:27dan mungkin kemudian ke Gubernur Jawa Tengah lah.
02:30Tidak usah jadi wakil presiden.
02:31Tapi masalahnya hasil survei terus-menerus menunjukkan
02:35dari semua calon wakil presiden yang ada
02:38ada beberapa nama Erick Thohir dan kawan-kawan
02:41selalu yang tertinggi suaranya adalah Gibran.
02:44Karena itulah untuk kelima kalinya
02:47ketika itu dikatakan
02:48tolonglah kalau begitu
02:49bantulah ini Pak Prabowo
02:51kata Pak Jokowi
02:52dan akhirnya kata Gibran ya sudah oke.
02:55Jadi dia itu sebetulnya gak kepengen-kepengen banget
02:57untuk maju sebagai wapres.
02:59Nah dia maju pada saat itulah
03:02kemudian juga terjadi perubahan di Mahkamah Konstitusi.
03:05Jadi waktu itu memang Pak Prabowo yang butuh Gibran?
03:07Yang meminta.
03:08Yang meminta.
03:09Minta artinya butuh kan?
03:10Ya terserah bahasanya apa.
03:12Yang penting adalah
03:13karena semua survei menunjukkan bahwa
03:15kalau dengan Gibran
03:17kepastian
03:19kemenangan itu jauh lebih tinggi
03:21dibandingkan kalau
03:22disandingkan dengan yang lain-lain.
03:24Nah jadi
03:24dia memenuhi syarat sejak
03:26ketika dia maju menjadi
03:28dia maju itu
03:29pertama-tama adalah
03:30bahwa walaupun dia usianya
03:32di bawah 40 tahun
03:33tapi dia sudah pernah menjadi
03:35seorang kepala daerah
03:37yang dipilih melalui
03:38sebuah pemilu.
03:39Itu satu.
03:40Itu keputusan siapa?
03:41Keputusan Mahkamah Konstitusi.
03:44Orang bisa aja debat tentang
03:45wah ini dibuat buat Gibran
03:47buat saya ya gak
03:48itu kan
03:50itu kan
03:51spekulasi
03:52interpretasi
03:53tapi memang aturannya itu ada disitu.
03:55Jadi Gibran gak bersalah.
03:57Nah kedua
03:58sekarang juga begitu
03:59boleh gak dia tidak menunjukkan
04:01ijasa SMA-nya?
04:02Ternyata memang ada aturan
04:04yang dikeluarkan oleh KPU
04:05yang mengatakan bahwa
04:07tanpa ijasa SMA pun
04:09seseorang bisa maju
04:10karena
04:10zaman sekarang orang udah biasa tuh
04:13kuliahnya di luar negeri
04:14tanpa lulus SMA.
04:16Oke.
04:16Ini adalah sebuah gejala baru
04:18yang tidak pernah terpikirkan
04:20di masa lalu
04:21dan tidak terpikirkan oleh
04:22orang-orang tua barangkali ya
04:24oleh misalnya kayak
04:25hakim di Mahkamah Konstitusi
04:27gitu ya.
04:28Dia tuh gak tahu
04:29bahwa sebetulnya
04:29zaman sekarang
04:30orang tuh bisa saja
04:32sekolah sampai S1
04:33tanpa lulus SMA.
04:35Oke nanti kita lanjutkan
04:36soal itu di panggung
04:37saya nanti minta pendapat
04:38dari Bang Ferry
04:38tapi saya ke Mbak Hurya dulu.
04:40Mbak Hurya
04:40Apa analisa Anda
04:42membaca bagaimana
04:43dari istana menyebutkan
04:44bahwa Presiden
04:45tidak akan melakukan intervensi.
04:47Apakah ini adalah bentuk
04:48kalkulasi politik
04:49di tengah ada gapnya nih
04:50masyarakat meminta
04:51ditindak lanjuti.
04:52Hasil putusan Mbak?
04:54Saya melihatnya begini ya
04:56pemerintahan hari ini
04:58itu kan memiliki
05:00kekuasaan politik yang sangat besar.
05:03Jadi cara kita membaca
05:04situasi hari ini
05:06termasuk situasi sebelum pemilu
05:08adalah kita
05:09berhadapan dengan situasi
05:12dimana pemerintah
05:13penguasa
05:14memiliki kekuasaan politik
05:16yang sangat besar
05:17yang itu
05:19ditandai dengan pertama
05:21misalnya dukungan politik
05:22di parlemen
05:23nah dukungan dari partai politik
05:25lalu kemudian juga
05:26popularitas publik
05:27yang tadi disampaikan
05:29soal survei dan lain sebagainya
05:30gitu ya
05:31nah kekuasaan politik
05:33yang sangat besar ini
05:34bisa
05:35membuat
05:36pemerintah itu
05:37melakukan dua hal
05:38yang pertama adalah
05:40menggunakan
05:41institusi-institusi demokrasi
05:43untuk kepentingan politik
05:45ini yang terjadi
05:46sebelum 2024
05:47ketika kemudian
05:48akhirnya
05:49pemerintahan Pak Jokowi
05:51melakukan intervensi hukum
05:52sehingga ada
05:53putusan MK
05:54tahun 2023
05:55yang memberi
05:56ruang buat Gibran
05:57ini kan kalau kita
05:58membacanya seperti itu
05:59dan hari ini
06:00ketika kemudian
06:01MK
06:02melakukan upaya
06:03koreksi
06:04dengan memberikan
06:06keputusannya
06:06soal
06:08bahwa
06:09Gibran
06:10tidak memenuhi
06:11persyaratan
06:12ijasa SMA
06:14kita bisa melihat
06:15bagaimana
06:16pemerintahan Prabowo
06:17juga sebenarnya
06:18punya kekuasaan
06:19politik yang besar
06:20yang dia bisa pakai
06:21pertama
06:21untuk menghentikan
06:24perdebatan
06:25soal
06:26legalitas
06:27Gibran
06:27ataukah
06:28Gibran itu
06:29perlu dimaksudkan
06:30atau tidak
06:31atau sebaliknya
06:32gitu ya
06:32apakah kemudian
06:34pemerintahan
06:35Prabowo
06:36memberikan
06:37dukungan
06:38agar
06:39proses pemeriksaan
06:40terus dilanjutkan
06:41baik pemeriksaan hukum
06:42di
06:43kepolisian
06:44maupun juga
06:44pemeriksaan gitu ya
06:46untuk
06:46proses pemaksudan
06:47di DPR
06:48jadi kita melihat
06:49wajah
06:50kekuasaan politik
06:51yang sangat besar nih
06:52dari pemerintahan
06:53jadi arah dari
06:56Pak Presiden
06:56mau pakai yang mana
06:57dari dua sikap tadi
06:58kalau saya melihatnya
07:00apapun yang dipakai
07:02oleh Presiden
07:02ya baik itu
07:04memberi restu
07:06gitu ya
07:06untuk DPR
07:07memaksudkan
07:09Gibran
07:09atau memberikan
07:11jalan
07:12agar
07:12kepolisian
07:13memeriksa
07:14dengan cepat
07:15dan seterusnya
07:16ini menurut saya
07:17yang tidak hadir
07:19dari
07:20keputusan
07:21atau
07:22sikap Presiden
07:23ini adalah
07:25bagaimana
07:26kemudian
07:26persoalan
07:27krisis
07:27legitimasi
07:28yang melancang
07:29jadi kalau bicara
07:30termasuk berdampak
07:31terhadap
07:31legitimasi Pak Prabowo
07:32sebagai Presiden
07:33betul sekali
07:34karena gini
07:35kalau kita mau bicara
07:36legitimasi
07:36mari kita pisahkan dulu
07:37pertama
07:38kalau kita bicarakan
07:39legitimasi
07:39ada legitimasi hukum
07:40ya kan
07:41disitu ranahnya
07:42bisa
07:43MK gitu ya
07:44soal keputusan
07:45yang tadi juga
07:46disampaikan oleh
07:47Bang Ferry
07:47kalau kita misalnya
07:48mau proses
07:49pemakzulan
07:49legitimasi politik
07:51ini kan kita bisa
07:52membacanya
07:53pertama adalah
07:54kalau
07:54sebelum pemilu
07:55jelas
07:56Presiden
07:57dan wakil Presiden
07:58terpilih
07:58punya legitimasi
07:59politik
08:00karena dia dipilih
08:01langsung oleh
08:02masyarakat
08:03gitu ya
08:04dia memenangkan
08:04pemilu
08:05tetapi jangan lupa
08:06demokrasi itu
08:07bukan cuma
08:07soal keterpilihan
08:08demokrasi
08:09bukan cuma
08:10soal
08:10mendapatkan
08:12suara
08:13mayoritas
08:13dari masyarakat
08:14tapi demokrasi
08:16bicara tentang
08:16akuntabilitas
08:18pemerintahan
08:19akuntabilitas
08:20politik
08:21makanya
08:22di dalam sistem
08:23demokrasi
08:24perwakilan
08:24legitimasi politik
08:25itu berpindah
08:26ke DPR
08:27gitu
08:28jadi ketika
08:29kemudian
08:30selesai
08:30pemilu
08:31legitimasi
08:32politik itu
08:33dijalankan oleh
08:34DPR
08:34dengan cara
08:35tadi ya
08:35hak menyatakan
08:36pendapat
08:37kemudian bisa
08:38dengan hak angket
08:39gitu ya
08:39tetapi disitulah
08:40prosesnya
08:41untuk memastikan
08:42bahwa pejabat
08:43publik itu
08:44akuntabel
08:46dia patuh
08:47secara hukum
08:48tidak ada
08:49manipulasi
08:49yang dilakukan
08:50maka proses
08:51pemeriksaan itu
08:52harus dilakukan
08:53nah saya kira
08:54hari ini
08:55kondisinya adalah
08:56krisis legitimasi
08:58yang terjadi
08:58bukan hanya
09:00sekedar
09:01krisis legitimasi
09:02politik
09:02tetapi lebih dari itu
09:03adalah krisis
09:04legitimasi
09:05sosial
09:05Pak Presiden
09:07hari ini dengan
09:08jawaban tidak
09:09mengintervensi
09:10proses hukum
09:11itu kan tidak membuat
09:12publik percaya
09:13buktinya kan tadi
09:13disampaikan bahwa
09:14kepercayaan publik
09:15menurun
09:15kepuasan publik
09:16menurun
09:16jadi krisis
09:18legitimasi yang terjadi
09:19hari ini adalah
09:20ketika penjelasan
09:21institusi
09:21tidak memadai
09:23tidak memuaskan
09:24publik
09:24termasuk
09:25pernyataan dari
09:26Presiden
09:26kepercayaan publik
09:28semakin turun
09:28dan bukan hanya
09:29kepada pejabat
09:30pemerintahan
09:31tetapi juga
09:31kepada lembaga-lembaga
09:33demokrasi
09:34yang
09:34secara
09:36konstitusional
09:37secara legal
09:37formal mereka
09:38bisa melakukan
09:39sesuatu
09:39tetapi mereka
09:40tidak melakukan
09:41sesuatu
09:41bukan karena
09:43tidak berwenang
09:45bukan karena
09:46tidak mau
09:46intervensi
09:47dan lain sebagainya
09:48tetapi kita bicara
09:48soal
09:49political will
09:50mereka punya
09:51kemauan politik
09:52tidak untuk
09:53melakukan itu
09:53dan yang ketiga
09:54ini juga
09:55terkait dengan
09:56bagaimana
09:58kemudian
09:58pemerintah pada
09:59akhirnya
10:00ketika mau
10:01membuat keputusan
10:01dalam hal ini
10:02Presiden Prabowo
10:03itu menjadi
10:04sangat bergantung
10:05pada komunikasi
10:05elit
10:06jadi kalau
10:07tadi ditanya
10:07kita semua
10:08gak tahu
10:08apa yang ada
10:09di pikirannya
10:10Pak Prabowo
10:11ini kan memperlihatkan
10:12bahwa
10:13mekanisme demokrasi
10:15sudah ada
10:15hukum legal formalnya
10:17sudah ada
10:18prosedurnya bisa
10:19dilakukan
10:19tetapi semuanya
10:20bergantung pada
10:21komunikasi elit
10:22jadi Pak Presiden
10:24takut untuk
10:24melakukan itu
10:25saya gak bilang
10:26Presiden takut
10:27tapi lagi-lagi
10:28ini soal
10:28hitungan politik
10:30karena
10:33Gibran
10:33ya kan
10:34bukan cuma
10:35kita melihat
10:35Gibran bukan hanya
10:36sebagai seorang
10:37politisi muda
10:38tapi siapa yang ada
10:39di belakang Gibran
10:40jadi ini kita bicara
10:41tentang kekuasaan
10:42politik Prabowo
10:43versus kekuasaan
10:45politiknya Jokowi
10:46oke
10:46baik saya ke Bang David
10:48Bang David
10:48tadi disampaikan
10:49bahwa
10:50soal legitimasi
10:51Gibran sebagai
10:51Wapres juga
10:52berdampak
10:53nantinya merebet
10:54ke legitimasi
10:55Pak Prabowo
10:55sebagai Presiden
10:56Hasto PDIP
10:58juga mengatakan
10:59hal demikian
10:59bahwa ini menjadi
11:00beban kepada
11:01Presiden Prabowo
11:01Sebiato
11:02ya jadi begini
11:03cara bacanya
11:04gini
11:05kalau dibilang
11:06Pak Prabowo
11:08termasuk
11:09partai-partai
11:09koalisi
11:10cuek
11:11apa segala macam
11:12itu
11:12cara
11:13membaca
11:14yang keliru
11:15cara membaca
11:17dalam dimensi
11:18dan kalkulasi
11:19politik
11:20adalah
11:20pertama
11:21Pak Prabowo
11:22itu
11:24apa
11:25cuek
11:25sebenarnya
11:26karena tahu
11:27bahwa pertama
11:28ini
11:28legitimasi
11:29politiknya
11:30lemah
11:30legitimasi
11:32konstitusinya
11:32lemah
11:33legitimasi
11:34politik
11:35dan hukumnya
11:35lemah
11:36gak ada
11:36akses
11:37untuk masuk
11:37dalam
11:38orientasi
11:39tujuan
11:39akhirnya adalah
11:40pemaksulan
11:40satu
11:40yang kedua
11:42Pak Prabowo
11:43sangat tahu
11:43Pak Prabowo
11:44itu
11:44general loh
11:45intelijensi
11:47seorang general
11:48itu sudah
11:48katam
11:49di Prabowo
11:49jadi Pak Prabowo
11:51ngerti
11:51bahwa ini kan
11:52main bilyard
11:53nyodok sana
11:54sasarannya sini
11:55nyodok
11:56Gibran
11:56tembaknya Pak Prabowo
11:58ini satu paket
11:59Pak Prabowo
12:00sama dengan Gibran
12:02SMA
12:03SMP-nya
12:03dari luar
12:04jadi
12:05Pak Prabowo
12:06sangat sadar
12:07begitu Gibran
12:08mau di
12:09impits
12:10atas dasar
12:12administratif
12:13yang sebenarnya
12:13semuanya juga
12:14salah
12:14maka
12:15Pak Prabowo
12:16tahu
12:16ini
12:16gue tahu
12:17lu kemana
12:18tembakmu
12:19nyodok bola putih
12:21akan nembak
12:21bola kuning
12:22misalnya
12:23itu-itu
12:23permainan semua
12:24tujuannya ke Pak Prabowo
12:26maksudnya
12:26ya Pak Prabowo
12:27udah baca itu
12:27yang berikut
12:29kalau dibilang
12:30Partai Koalisi
12:30semua diam
12:31karena tadi
12:33berkali-kali
12:34juga saya diwawancara
12:34saya katakan
12:35Partai Koalisi
12:36jauh sebelum
12:37putusan MK
12:38kemarin ini
12:39saya bilang
12:39Partai Koalisi
12:40diam
12:41tidurnya
12:41karena
12:42udah tahu
12:43endingnya itu
12:43nggak akan diterima oleh MK
12:45dan keputusannya kan
12:46persis seperti itu
12:47karena
12:48Parpol nggak mau
12:49buang energi
12:50buang tenaga
12:51membuat kekisruan
12:52apalagi
12:53koalisi
12:53kepentingan
12:55koalisi
12:55ini adalah
12:56pemerintah itu
12:57kondusif
12:58menjalankan
12:58programnya
12:59karena ketika ini
13:01terjadi
13:02kekisruan
13:02dinamika politik
13:04yang nggak bisa
13:05terkendali
13:06yang rugi adalah
13:07Partai Koalisi
13:08sendiri
13:08nah disitulah
13:09signifikan
13:10partai-partai ini
13:11ingin kondusifitas
13:12yang berikutnya
13:14tadi kalau
13:15misalnya
13:16saya sedikit
13:17apa yang disampaikan
13:18Bang Ade
13:19juga tadi ya
13:20jadi
13:20kalau misalnya
13:22sepakat
13:22persyaratan
13:24sebenarnya gini
13:24kalau dibilang soal
13:25masalah administratif
13:27ketika pencalonan
13:28Mas Gimnan
13:29itu kan soal terminologi
13:30di luar negeri
13:32nggak ada terminologi
13:33ijasa
13:33nggak ada istilah
13:34ijasa
13:35sertifikat
13:35atau misalnya
13:36fat boy
13:36apa segala
13:37itu
13:37kalkulasi angka
13:39dan kalkulasi
13:40kualitas
13:41untuk orang
13:42bisa masuk
13:42perguruan tinggi
13:43satu prinsip hukum
13:45itu
13:46saya catat di sini
13:47argumentum
13:48afford theory
13:49itu maksudnya
13:51ketika syarat
13:52teratas
13:52maksimal
13:53sudah dilaksanakan
13:54syarat di bawah
13:55itu sudah terlewati
13:56dengan
13:57sendirinya
13:58ketika
13:59ijasa
14:00sarjana
14:00Gibran
14:01masuk
14:01otomatis
14:02di bawah
14:02SD SMP
14:03SMA
14:03itu nggak penting
14:04dalam sistem
14:05kita
14:05karena apa
14:07syarat
14:08bunyinya
14:09bahwa minimal
14:10minimal
14:11lulusan
14:12SMA
14:13atau setara
14:14dan sebagainya
14:14sebenarnya itu
14:14dalam rangka
14:15mencari
14:16kualitas
14:17bukan
14:18membatasi
14:19kualitas
14:19artinya
14:20minimal
14:21kualitasnya
14:21minimal
14:21kualitas
14:22SMA
14:23Logi
14:24Gibran ini
14:24dua kualitas
14:24atas
14:25kacicus
14:26masa Inggris
14:27pidatonya
14:27luar biasa
14:28di luar negeri
14:28ketika diutus oleh
14:29Presiden Prabowo
14:30dan dia menunjukkan
14:31bagaimana
14:32semua
14:32pimpinan-pimpinan
14:33negara
14:34di Amerika
14:35di Amerika
14:35di Afrika
14:36Presiden
14:37dia
14:37disampaikan
14:38bahwa targetnya
14:39sebenarnya Presiden
14:39Prabowo
14:39Subianto
14:41ya inilah
14:42pentingnya ya
14:43kalau kita
14:43mau membaca
14:44persoalan
14:44jangan jadi
14:45cenayang
14:45politik
14:46tapi mari kita
14:47lihat ini
14:47dari perspektif
14:48politik dan
14:49hukum
14:49undang-undang
14:51pemilu kita
14:51mengatur soal
14:53pencalonan
14:53sebagai satu paket
14:54itu diatur
14:55dalam undang-undang
14:56pemilu
14:56nanti
14:57Bung Ferry
14:58bisa koreksi
14:59kalau misalnya
14:59ada kekeliruan
15:00tetapi
15:03pemakzulan
15:04diatur
15:05untuk
15:07pejabat
15:07Presiden
15:08atau wakil
15:09Presiden
15:09tidak pernah
15:10mengatur
15:10tentang sepaket
15:11bahwa
15:12kalau misalnya
15:14terindikasi
15:15Presiden
15:15atau wakil
15:16Presiden
15:16salah satunya
15:17misalnya
15:17melanggar
15:18tadi ya
15:19ada lima
15:19lima
15:20tindakan
15:20itu
15:21maka
15:21dia bisa
15:22dimakzulkan
15:22tanpa
15:23harus
15:25menjatuhkan
15:26keduanya
15:27gitu ya
15:28ini
15:28ini perlu
15:28didudukan
15:29secara
15:29prosedur
15:30secara
15:30hukum
15:31dan yang
15:32kedua
15:32kalau kita
15:32bicara
15:33secara
15:33politik
15:34tidak
15:35pernah
15:36ada
15:36sebenarnya
15:37kondisinya
15:38ketika
15:38misalnya
15:39kesepakatan
15:39politik
15:40soal aturan
15:41main pemilu
15:42dilakukan
15:42dibuat
15:43gitu ya
15:43kemudian
15:44kita berdebat
15:45bahwa
15:46syarat yang
15:47sudah tertera
15:47di undang-undang
15:48pemilu
15:49syaratnya
15:49adalah
15:50ijazah SMA
15:51maka kita
15:52berdebat
15:52soal
15:53kalau udah
15:53punya S1
15:54yang penting
15:55gak ada
15:55ijazah SMA
15:56gak apa-apa
15:56dong
15:57gitu
15:57karena
15:58undang-undang
15:59pemilu
15:59adalah produk
16:00politik
16:00produk
16:01kesepakatan
16:01politik
16:02yang seharusnya
16:03dipatuhi oleh
16:04semua aktor-aktor
16:05politik elektoral
16:06termasuk
16:07Gibran
16:07termasuk
16:08Prabowo
16:08termasuk
16:09siapapun
16:09yang itu
16:10saya mau
16:11respon
16:12dua hal
16:13kepada
16:13apa yang
16:14disampaikan
16:14mbak tadi
16:15satu
16:16soal
16:18undang-undang
16:20politik
16:20kemarin
16:20ini
16:21di PKPU
16:23pasal
16:23undang-undang
16:24pemilu
16:24di PKPU
16:26peraturan
16:27KPU
16:28pasal 18
16:28ayat 3
16:29yang dipersoalkan
16:30bahwa
16:31yang lulusan
16:32luar negeri
16:33itu
16:33blablabla
16:34karena gini
16:34sebenarnya
16:35itu yang
16:36kita harus
16:36membaca
16:37dan
16:37menginterpretasi
16:38secara
16:39komprehensif
16:40aturan ini
16:41mulai dari
16:42UD45 dulu
16:43bahwa
16:44setiap warga negara
16:45punya kedudukan
16:46hukum yang sama
16:46setiap warga negara
16:48punya hak yang sama
16:49untuk dicalonkan
16:50setiap
16:51dalam
16:52undang-undang
16:52HAM itu
16:531999
16:53itu juga
16:55bunyi
16:55bahwa
16:56setiap warga negara
16:57punya hak asasi
16:58untuk menjadi
16:59pejabat pemerintah
17:00lalu kemudian
17:02turunan yang kebawah
17:03itu di undang-undang
17:04pemilu itu
17:057-17
17:06itulah bunyi
17:08yang dipersoalkan
17:09itu bahwa
17:10kalau lulusan
17:10dalam negeri
17:11cukup
17:12lulusan
17:13SMA dalam negeri
17:15cukup
17:16PKPU
17:17jadi turunan
17:18pemilu
17:19PKPU itu bunyi
17:20jadi gini
17:22KPU itu
17:23menginterpretasi
17:24undang-undang
17:25dasar
17:2545
17:26bahwa prinsip
17:27keadilan
17:28kesetaraan
17:29warga negara
17:29itu adalah
17:30hal nomor satu
17:31menjelaskan
17:32pasal
17:33coba bayangkan
17:33kalau lulusan
17:35dalam negeri
17:35dipermudah
17:36lulusan
17:37dalam negeri
17:38hanya cukup
17:39fotokopi
17:39cap
17:39stempel
17:40legalisir
17:41selesai
17:42lulusan
17:44luar negeri
17:44terus gimana
17:45mau diapakan
17:46justru disinilah
17:48kesetaraannya
17:49oleh PKPU
17:49bahwa
17:50lulusan
17:51luar negeri
17:51itu karena
17:52gak ada
17:52terminologi
17:53ijasa
17:53maka dia harus
17:54masuk di dalam
17:55uji kesetaraan
17:56sebenarnya
17:57soal
17:58angka-angka
17:59nilai-nilai
17:59apa segala macam
18:00karena gak ada
18:00terminologi
18:01ijasa
18:01di berbagai
18:02negara
18:02nah
18:03dalam rangka
18:04itulah
18:05yang kita
18:05maksud
18:05adalah
18:06menguji
18:06kualitas
18:07kompetensi
18:08disetarakan
18:09bahwa
18:09oh
18:09kalau
18:10setara
18:11SMA itu
18:11poin-poin
18:12ini
18:12angka ini
18:12udah setara
18:13disitu
18:14prinsip
18:15keadilan
18:15dan
18:15kesetaraan
18:16warga negara
18:17dipenuhi
18:18oleh
18:18PKPU
18:1818
18:19ayat 3
18:19itu
18:21maksudnya
18:21jadi
18:22kalau
18:24lulusan dalam negeri
18:25diberi ruang
18:26lulusan luar negeri
18:27juga harus punya
18:29kesetaraan
18:30keadilan
18:30dan itu berlaku
18:31kepada Pak Presiden
18:32Prabowo Subianto
18:32tadi disampaikan
18:33iya
18:33oke
18:34baik
18:34bang Ferry
18:36yang mau disodok itu
18:37sebenarnya Presiden
18:37Prabowo Subianto
18:38kata bang David
18:39pertama saya ingin
18:40merespon bang Ade
18:40dan bang David
18:41satu
18:42bahwa saya senang
18:44bang Ade
18:44menyatakan
18:45bahwa memang
18:46mas Gibran
18:47tidak punya
18:47ijazah
18:48sederajat
18:49SLTA
18:50yang ada
18:50adalah S1
18:51kesalahan
18:53beliau
18:53tidak punya
18:54ijazah
18:55SMA
18:55ya sederajat
18:57kan
18:57tidak kalimat
18:58dia itu
18:58tidak punya
18:59peraturannya
18:59peraturannya
19:00tidak punya
19:01nah
19:02artinya
19:03tidak punya
19:04nah
19:05yang saya senang
19:06adalah
19:06beliau mengatakan
19:07kebetulan
19:08ada PKPU
19:09membolehkan itu
19:10tidak begitu
19:10ceritanya
19:11ceritanya
19:12setelah
19:13putusan
19:1390
19:14PUU
19:1521 Romawi
19:16tahun 2023
19:18memberikan ruang
19:19yang juga tentu saja
19:21diperdebatkan
19:21kepada mas Gibran
19:23barulah
19:24dua minggu
19:25setelah putusan
19:26MK keluar
19:27PKPU
19:28nomor 19
19:29itu
19:29yang terdapat
19:31pasan 18
19:32ayat 3
19:33ya alur kilat
19:34yang dipersoalkan
19:35kemarin
19:35bang David
19:36tadi hilaf
19:36menjelaskan
19:37soal PKPU
19:38ini
19:38jadi ada
19:40keberuntungan
19:41keberuntungan
19:42yang begitu
19:43banyak
19:43untuk mas Gibran
19:44belum lagi
19:46kalau kita bicara
19:47bang David
19:47nanti pelajari
19:48soal
19:49surat
19:50penyetaraan itu
19:51karena
19:53sebenarnya
19:54itu berproses
19:55kalau pun
19:57kita tamat
19:58S1
19:59kalau mengurus
20:01surat keterangan
20:01penyetaraan
20:02maka tetap
20:04harus melampirkan
20:05ijazah
20:07SLTA
20:08uniknya
20:09hanya dalam
20:11peristiwa
20:11mas Gibran
20:12termasuk
20:13dalam konteks
20:14seluruh pencalonan
20:15pemilu
20:16diabaikan
20:17keberadaan
20:18ijazah
20:19SLTA itu
20:20sementara
20:21calon-calon
20:22yang lain
20:22termasuk
20:23dosen-dosen
20:24guru-guru
20:24besar
20:25yang mau
20:26mengurus
20:26ijazah
20:27guru besarnya
20:29dia harus
20:30mengurus
20:30surat
20:31keterangan
20:31penyetaraan
20:32dan
20:33prosesnya
20:34lama
20:34mas Gibran
20:36hanya berlangsung
20:37satu hari
20:37jadi
20:39terlalu
20:40banyak
20:41di era
20:42ayahnya
20:43sedang berkuasa
20:46keuntungan
20:46keuntungan
20:47khusus
20:48untuk mas Gibran
20:49bukan praduga
20:49bukteri
20:50bukan praduga
20:51amati
20:52tanggalnya
20:53satu
20:53kedua
20:54setiap
20:55pengurusan
20:55surat keterangan
20:56penyetaraan
20:57bang adik juga
20:57tahu itu
20:58bahwa
20:59harus ada
21:00kalau S1
21:01ada SLTA
21:02atau setara
21:03dengan itu
21:03jadi tiba-tiba
21:05khusus untuk beliau
21:06tidak ada
21:07dan berlangsung
21:08sangat cepat
21:08jadi artinya
21:09ada dugaan pidana bang
21:10lalu ada putusan MK
21:11lalu ada PKPU
21:13khusus setelah itu
21:14nah pertanyaan
21:15besarnya adalah
21:16apakah
21:17Pak Presiden
21:18terlibat atau tidak
21:19ada indikasi baik
21:20kalau beliau
21:21sampaikan
21:22polisi bergerak
21:23kenapa polisi bergerak
21:25disebut indikasi baik
21:27polisi kejaksaan
21:28adalah aparat
21:29penegak hukum
21:30di bawah Presiden
21:31tiba-tiba bergerak
21:33apakah Presiden
21:34merestui
21:35atau tidak
21:36ya kita tunggu
21:36sejauh mana
21:37restu itu kan
21:38kedua
21:40tadi dijelaskan oleh
21:41Pak Huriah ya
21:42bahwa
21:43tidak bisa
21:44impeachment itu
21:45dianggap
21:46kedua-duanya
21:47itu kan mau
21:48berlindung kepada
21:49tembok besar
21:50agar kita tidak
21:51dibawa
21:52begitu ya
21:53mau membawa
21:55orang paling penting
21:55padahal
21:57pasal 7A
21:587B
21:58jelas
21:59eksplisit
22:00menyebutkan
22:01sifatnya
22:02alternatif
22:03kumulatif
22:04Presiden
22:05dan
22:05atau
22:06Wakil Presiden
22:07bisa
22:08Presiden
22:08saja
22:09bisa
22:10Wakil Presiden
22:11saja
22:11bisa
22:11kedua-duanya
22:12kalau
22:13syarat
22:14Wakil Presiden
22:15yang bermasalah
22:16kenapa pula
22:17Presiden
22:18yang dibawa-bawa
22:19kalau
22:20syarat
22:20Presiden
22:21yang soal
22:22ijazah sekolahnya
22:23sudah selesai
22:25sepertinya
22:25diperdebatkan oleh
22:26penyelenggara pemilu
22:27sebelumnya
22:28bahwa
22:29dia melakukan
22:30penyetaraan
22:31kalau tidak
22:32tidak mungkin
22:32ikut pemilu
22:33berkali-kali
22:34kan begitu
22:34jadi memang
22:36terbukti
22:37dalam
22:37sekuen waktu
22:39dan bukti-bukti
22:40yang lain
22:40bahwa memang
22:42ada problematika
22:43yang cacat
22:44dalam
22:44pencalaan
22:45boleh saya
22:46refon singkat
22:46ya
22:47jadi
22:48oke
22:49penting nih
22:50supaya ada
22:50klarifikasi ya
22:51pertama tadi
22:53kalau dikatakan
22:54verifikasi
22:55atau penyetaraan
22:56Mas Gibran
22:57itu sangat singkat
22:58ya
22:58karena sudah ada
22:59pengalaman KPU
23:00ketika
23:01verifikasi
23:02bang
23:02isu ini
23:04sudah expire
23:05sudah didiskusikan
23:06berkali-kali
23:07karena apa
23:08sudah melewati
23:09di proses
23:10KPUD
23:11ketika
23:11mencalonkan diri
23:12sebagai wali kota
23:13itu kan jawaban
23:14ketua KPU
23:15ketika diwawancaran
23:16bagus
23:16satu
23:17saya jawab
23:17tunggu dulu
23:18saya selesaikan dulu
23:19ternyata
23:19di dalam
23:20sebagai proses
23:21pencalonan
23:22di kasus-kasus
23:23pemilu yang lain
23:24legislatif dan kepala daerah
23:25proses verifikasi
23:27tetap dilakukan
23:28berjenjang
23:29kenapa
23:29apa yang ditemukan
23:31di daerah
23:31belum tentu
23:32apa yang ditemukan
23:33di pusat
23:33itu sebabnya
23:35pasal tiga
23:35undang-undang pemilu
23:36bicara prinsip
23:37profesionalitas
23:38termasuk
23:39kehatian-hatian
23:40penyelenggara
23:40boleh saja
23:41penyelenggara daerah
23:43bilang
23:43contreng
23:44oke semua syarat
23:45tapi kan ini
23:46pemilu yang berbeda
23:47pemilu presiden
23:48dan kepala daerah
23:49dua hal yang berbeda
23:51harusnya terjadi
23:52verifikasi yang lain
23:53kalau bicara keadilan
23:54kenapa yang lain
23:55diverifikasi
23:56khusus
23:57Mas Gibran
23:57percaya saja
23:59dengan KPU
23:59itu yang saya bilang
24:01itu soal opini
24:03dan peraduga
24:04karena faktanya
24:05tetap ada
24:06prosedural
24:06verifikasi
24:07bahwa singkat
24:09atau enggak
24:09itu kan tergantung
24:10bagaimana
24:11KPU
24:12tidak bisa
24:12membedakan
24:13bagaimana
24:14KPU
24:15membagi
24:15dengan
24:16rentang
24:18penyelenggaraan
24:19dengan
24:19verifikasi
24:20syarat
24:21jadi
24:21kalau itu saja
24:22tidak bisa
24:23membedakan
24:24abang membela
24:25orang yang
24:25salah
24:25dengan cara
24:26yang salah
24:27anda yang terlalu
24:28praduganya
24:29terlalu negatif
24:29terlalu