00:00Akhir kemarin misalnya ada diskusi yang dibuat oleh yang menyebut kelompok pecinta Prabowo
00:06atau relawan pecinta Prabowo yang hanya membuat diskusi soal Presiden Prabowo.
00:13Lalu saya tanyakan, di mana Wakil Presidennya?
00:16Nah mereka menyatakan kami hanya fokus Pak Prabowo, tidak sedang mendiskusikan Wakil Presiden
00:23karena Wakil Presidennya sedang sibuk, tata mereka.
00:25Jadi dari sini juga saya jadi bertanya-tanya, benar nggak sih sebenarnya Pak Prabowo tetap ingin menggandeng apa istilahnya itu
00:33Gibran
00:34sementara ada satu kelompok relawannya sudah terbuka menyatakan yang melihat Pak Prabowo, yang melihat Gibran-nya gitu.
00:43Nah ini jadi pertanyaan itu.
00:45Oleh karena itu jangan diandaikan bahwa seolah-olah Pak Prabowo sudah pasti akan menggandeng Gibran
00:50dan Gibran sudah berpasangan dengan Prabowo gitu ya.
00:53Nah yang kedua, kalau, dan ini mulai banyak tuntutan-tuntutan ya, yang meminta memang Sudara Gibran itu mundur.
01:02Tuntutan yang menurut saya secara hantinurani sangat bisa diikuti, kenapa gitu?
01:09Karena ini bukan persoalan lagi mengenai masalah hukum.
01:13Tetapi persoalan sejauh apa Anda memiliki kejujuran.
01:17Nah kalau hubungannya dengan kejujuran itu kan artinya hubungannya dengan nurani.
01:21Dan itulah yang disuarakan oleh baik ya 150 para guru besar ya, dan juga yang saya sebut tadi ada kelompok
01:30dari masyarakat katanya Melayu di Sumatera Utara gitu.
01:34Dan saya kira boleh jadi akan berkembang terus-menerus.
01:37Oke sebentar Bang Reh, saya minta tanggapan dari Bang David dulu sebentar Bang Reh.
01:41Saya minta tanggapan Bang David dulu Bang Reh.
01:43Bang David tadi katanya ini ada soal etika, kejujuran nurani.
01:46Anda sepakat juga nggak kalau disinggung soal sejauh itu?
01:49Ya kan gini, kita kan ini berbangsa dan bernegara juga selain etika, disitu ada konstitusi, ada hukum, ada legitimasi ya.
01:59Nah sampai detik ini itu yang saya katakan bahwa nggak ada pintu masuk sama sekali berdasarkan keputusan hukum, berdasarkan konstitusi,
02:06pintu-pintu politik, celahnya sangat kecil.
02:09Nah saya sedikit menyangga soal misalnya kalau ada komunitas-komunitas masyarakat termasuk misalnya beberapa orang guru besar ya yang membuat
02:16forum guru besar itu.
02:18Saya katakan berulang kali bahwa sistem pemilih kita hari ini adalah sistem pemilihan langsung di mana one man one food.
02:24Nilai suara di dalam bilik suara di TPS itu seorang profesor dengan seorang yang nggak sekolah ya, seorang pemulung dengan
02:31seorang dokter itu sama nilainya, satu suara, satu jiwa.
02:34Karena konstitusi itu sangat menghargai nilai suara itu.
02:37Nah jadi kalau 100 orang guru besar berkumpul nggak bisa meruntuhkan 96 juta pemilih rakyat Indonesia yang di dalamnya ada
02:44profesor, dokter, nggak sekolah, ada SMP, SMA, semua komunitas masyarakat ada dalam nilai itu.
02:49Nah disinilah konstitusi itu harus kita junjung tinggi karena ketika terjadi perdebatan soal etika yang parameternya memang abu-abu ya
02:58kalau kita bicara etika moral kan itu parameternya abu-abu.
03:01Maka konstitusi pasal 7 mempertegas bahwa ketika ada keputusan hukum, ada bukti dan keputusan kuat maka bisa dijadikan landasan moral
03:12bahwa Anda cacat secara moral.
03:14Nah tapi Bang David kalau dibilang ini kemudian juga berpengaruh sama hubungan dengan Pak Prabowo bisa jadi nggak akan lanjutnya
03:21sampai 2029.
03:22Anda melihat itu memang koalisi mulai terbelah.
03:24Sampai hari ini, sampai hari ini Mbak, itu masih sangat harmonis ya.
03:29Bahwa kemudian penilaian-penilaian publik itu wajar aja kata saya ya.
03:33Dan kita menganggap itu konstitusional untuk orang menilai.
03:36Termasuk saya bilang suara-suara dari para loyalis calon ripalitas Prabowo yang lalu misalnya, para mantan pendukung Anis, mantan pendukung
03:46Ganjar, partai pendukung Anis, partai pendukung Ganjar.
03:49Wajar aja kalau berbeda sampai hari ini.
03:51Dan itu sangat-sangat, ya kita menghargai juga perbedaan itu tapi kan ujinya nanti di 2029 di TPS.
03:57Oke Bang Reh.
03:58Nanti-nanti akan menilai seperti kata Bang Reh.
03:59Oke kalau gitu, gimana?
04:00Bung Reh, sepakatnya kalau dibilang masih harmonis kata Bang David tapi?
04:06Kenapa?
04:07Ada sepakat nggak kalau dibilang masih harmonis loh sebenarnya koalisi termasuk Pak Prabowo dan Gibran?
04:11Ya kalau dibilang kita hari ini mungkin tapi kan belum tentu besok.
04:13Kan nggak ada jaminan bahwa besok itu masih harmonis.
04:16Tapi soal putusan MK ini masih bikin harmonis?
04:21Yang sudah jelas itu kan menyatakan misalnya relawan pendukung Gibran mengatakan memang sebaiknya diangkat aja.
04:29Oke dan itu?
04:30Itu ada pernyataan tuh.
04:31Ketua relawan Prabowo menyatakan setuju dengan angket.
04:36Dan itu udah bisa mewakili suara Pak Prabowo sebenarnya?
04:40Ya saya tidak tahu apakah itu mewakili.
04:42Tetapi yang saya mau katakan tuh ada dari relawan Pak Prabowo itu besar loh ya kelompok relawan ini yang setuju
04:51dengan ide angket.
04:52Sebaiknya memang itu diangket aja kata mereka.
04:55Nah gimana Bang David?
04:57Saya kan sering tanya-tanya.
04:59Ini yang sering menyebut bahwa Pak Prabowo sama Gibran ini Dewi Pungsi siapa sebenarnya gitu?
05:04Yang menyebut Pak Prabowo itu adalah bestian sama Gibran itu siapa?
05:10Karena hampir tidak pernah saya dengar tuh para pendukung Pak Prabowo menyebut itu.
05:14Oke Bang David.
05:15Yang menyebut itu ya Bang David.
05:17Oke Bang David, silahkan ditanggapi.
05:18Itu ketika point of view Anda doang itu.
05:20Pak Prabowo dengan Gibran itu.
05:22Setia gitu loh kira-kira tuh.
05:24Ya Bung Ray dan Mbak.
05:25Keputusan MK itu semakin mempererat dan makin memperkuat soliditas antara Pak Prabowo dan Mas Gibran.
05:31Itu itu semua politik.
05:33Justru itu menjadi alat uji bagi kebersamaan dan kekuatan itu duet Prabowo Gibran ini.
05:41Karena nggak ada reaksi sama sekali dari partai koalisi maupun dari Pak Prabowo sendiri terhadap apa isu-isu yang digulingkan
05:48oleh kelompok di luar koalisi.
05:49Bukankah lagi wet NC aja Bang David?
05:51Kita maklumin.
05:53Kita maklumin kalau mereka ingin memacah itu.
05:56Klaimnya Bung David aja.
05:59Masih bestian Bung Ray.
06:01Masih kuat sekali ikatan soliditas.
06:03Iya kalau menurut pendukung Pak Jokowi dan Gibran itu bestian.
06:08Tapi saya belum pernah dengar pendukung Prabowo mengatakan bahwa dua orang ini bestian.
06:14Ini yang saya sebut tadi.