Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti mempertanyakan apakah Presiden Prabowo Subianto akan kembali menggandeng Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2029.

Menurut Ray, publik tidak bisa langsung berasumsi bahwa duet Prabowo-Gibran pasti berlanjut.

Ia juga menyoroti sikap sejumlah kelompok relawan dan pendukung Prabowo yang mulai menyuarakan pandangan berbeda terkait polemik Gibran, termasuk usulan penggunaan hak angket.

Sementara itu, Ketua Umum ALL Cipayung Nusantara David Pajung menilai hubungan Prabowo dan Gibran masih solid.

Perbedaan pandangan keduanya memperlihatkan perdebatan mengenai masa depan duet Prabowo-Gibran di tengah polemik ijazah pendidikan Gibran.

Apakah kebersamaan keduanya akan bertahan hingga Pilpres 2029, atau justru menjadi ujian bagi koalisi politik yang ada saat ini



Produser: Prayogi Haro

Editor: Rafi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/697961/adu-argumen-ray-rangkuti-sebut-prabowo-belum-tentu-gandeng-gibran-di-pilpres-2029-ini-kata-relawan
Transkrip
00:00Akhir kemarin misalnya ada diskusi yang dibuat oleh yang menyebut kelompok pecinta Prabowo
00:06atau relawan pecinta Prabowo yang hanya membuat diskusi soal Presiden Prabowo.
00:13Lalu saya tanyakan, di mana Wakil Presidennya?
00:16Nah mereka menyatakan kami hanya fokus Pak Prabowo, tidak sedang mendiskusikan Wakil Presiden
00:23karena Wakil Presidennya sedang sibuk, tata mereka.
00:25Jadi dari sini juga saya jadi bertanya-tanya, benar nggak sih sebenarnya Pak Prabowo tetap ingin menggandeng apa istilahnya itu
00:33Gibran
00:34sementara ada satu kelompok relawannya sudah terbuka menyatakan yang melihat Pak Prabowo, yang melihat Gibran-nya gitu.
00:43Nah ini jadi pertanyaan itu.
00:45Oleh karena itu jangan diandaikan bahwa seolah-olah Pak Prabowo sudah pasti akan menggandeng Gibran
00:50dan Gibran sudah berpasangan dengan Prabowo gitu ya.
00:53Nah yang kedua, kalau, dan ini mulai banyak tuntutan-tuntutan ya, yang meminta memang Sudara Gibran itu mundur.
01:02Tuntutan yang menurut saya secara hantinurani sangat bisa diikuti, kenapa gitu?
01:09Karena ini bukan persoalan lagi mengenai masalah hukum.
01:13Tetapi persoalan sejauh apa Anda memiliki kejujuran.
01:17Nah kalau hubungannya dengan kejujuran itu kan artinya hubungannya dengan nurani.
01:21Dan itulah yang disuarakan oleh baik ya 150 para guru besar ya, dan juga yang saya sebut tadi ada kelompok
01:30dari masyarakat katanya Melayu di Sumatera Utara gitu.
01:34Dan saya kira boleh jadi akan berkembang terus-menerus.
01:37Oke sebentar Bang Reh, saya minta tanggapan dari Bang David dulu sebentar Bang Reh.
01:41Saya minta tanggapan Bang David dulu Bang Reh.
01:43Bang David tadi katanya ini ada soal etika, kejujuran nurani.
01:46Anda sepakat juga nggak kalau disinggung soal sejauh itu?
01:49Ya kan gini, kita kan ini berbangsa dan bernegara juga selain etika, disitu ada konstitusi, ada hukum, ada legitimasi ya.
01:59Nah sampai detik ini itu yang saya katakan bahwa nggak ada pintu masuk sama sekali berdasarkan keputusan hukum, berdasarkan konstitusi,
02:06pintu-pintu politik, celahnya sangat kecil.
02:09Nah saya sedikit menyangga soal misalnya kalau ada komunitas-komunitas masyarakat termasuk misalnya beberapa orang guru besar ya yang membuat
02:16forum guru besar itu.
02:18Saya katakan berulang kali bahwa sistem pemilih kita hari ini adalah sistem pemilihan langsung di mana one man one food.
02:24Nilai suara di dalam bilik suara di TPS itu seorang profesor dengan seorang yang nggak sekolah ya, seorang pemulung dengan
02:31seorang dokter itu sama nilainya, satu suara, satu jiwa.
02:34Karena konstitusi itu sangat menghargai nilai suara itu.
02:37Nah jadi kalau 100 orang guru besar berkumpul nggak bisa meruntuhkan 96 juta pemilih rakyat Indonesia yang di dalamnya ada
02:44profesor, dokter, nggak sekolah, ada SMP, SMA, semua komunitas masyarakat ada dalam nilai itu.
02:49Nah disinilah konstitusi itu harus kita junjung tinggi karena ketika terjadi perdebatan soal etika yang parameternya memang abu-abu ya
02:58kalau kita bicara etika moral kan itu parameternya abu-abu.
03:01Maka konstitusi pasal 7 mempertegas bahwa ketika ada keputusan hukum, ada bukti dan keputusan kuat maka bisa dijadikan landasan moral
03:12bahwa Anda cacat secara moral.
03:14Nah tapi Bang David kalau dibilang ini kemudian juga berpengaruh sama hubungan dengan Pak Prabowo bisa jadi nggak akan lanjutnya
03:21sampai 2029.
03:22Anda melihat itu memang koalisi mulai terbelah.
03:24Sampai hari ini, sampai hari ini Mbak, itu masih sangat harmonis ya.
03:29Bahwa kemudian penilaian-penilaian publik itu wajar aja kata saya ya.
03:33Dan kita menganggap itu konstitusional untuk orang menilai.
03:36Termasuk saya bilang suara-suara dari para loyalis calon ripalitas Prabowo yang lalu misalnya, para mantan pendukung Anis, mantan pendukung
03:46Ganjar, partai pendukung Anis, partai pendukung Ganjar.
03:49Wajar aja kalau berbeda sampai hari ini.
03:51Dan itu sangat-sangat, ya kita menghargai juga perbedaan itu tapi kan ujinya nanti di 2029 di TPS.
03:57Oke Bang Reh.
03:58Nanti-nanti akan menilai seperti kata Bang Reh.
03:59Oke kalau gitu, gimana?
04:00Bung Reh, sepakatnya kalau dibilang masih harmonis kata Bang David tapi?
04:06Kenapa?
04:07Ada sepakat nggak kalau dibilang masih harmonis loh sebenarnya koalisi termasuk Pak Prabowo dan Gibran?
04:11Ya kalau dibilang kita hari ini mungkin tapi kan belum tentu besok.
04:13Kan nggak ada jaminan bahwa besok itu masih harmonis.
04:16Tapi soal putusan MK ini masih bikin harmonis?
04:21Yang sudah jelas itu kan menyatakan misalnya relawan pendukung Gibran mengatakan memang sebaiknya diangkat aja.
04:29Oke dan itu?
04:30Itu ada pernyataan tuh.
04:31Ketua relawan Prabowo menyatakan setuju dengan angket.
04:36Dan itu udah bisa mewakili suara Pak Prabowo sebenarnya?
04:40Ya saya tidak tahu apakah itu mewakili.
04:42Tetapi yang saya mau katakan tuh ada dari relawan Pak Prabowo itu besar loh ya kelompok relawan ini yang setuju
04:51dengan ide angket.
04:52Sebaiknya memang itu diangket aja kata mereka.
04:55Nah gimana Bang David?
04:57Saya kan sering tanya-tanya.
04:59Ini yang sering menyebut bahwa Pak Prabowo sama Gibran ini Dewi Pungsi siapa sebenarnya gitu?
05:04Yang menyebut Pak Prabowo itu adalah bestian sama Gibran itu siapa?
05:10Karena hampir tidak pernah saya dengar tuh para pendukung Pak Prabowo menyebut itu.
05:14Oke Bang David.
05:15Yang menyebut itu ya Bang David.
05:17Oke Bang David, silahkan ditanggapi.
05:18Itu ketika point of view Anda doang itu.
05:20Pak Prabowo dengan Gibran itu.
05:22Setia gitu loh kira-kira tuh.
05:24Ya Bung Ray dan Mbak.
05:25Keputusan MK itu semakin mempererat dan makin memperkuat soliditas antara Pak Prabowo dan Mas Gibran.
05:31Itu itu semua politik.
05:33Justru itu menjadi alat uji bagi kebersamaan dan kekuatan itu duet Prabowo Gibran ini.
05:41Karena nggak ada reaksi sama sekali dari partai koalisi maupun dari Pak Prabowo sendiri terhadap apa isu-isu yang digulingkan
05:48oleh kelompok di luar koalisi.
05:49Bukankah lagi wet NC aja Bang David?
05:51Kita maklumin.
05:53Kita maklumin kalau mereka ingin memacah itu.
05:56Klaimnya Bung David aja.
05:59Masih bestian Bung Ray.
06:01Masih kuat sekali ikatan soliditas.
06:03Iya kalau menurut pendukung Pak Jokowi dan Gibran itu bestian.
06:08Tapi saya belum pernah dengar pendukung Prabowo mengatakan bahwa dua orang ini bestian.
06:14Ini yang saya sebut tadi.

Dianjurkan