00:00Kemarin Pak Jokowi mengatakan bahwa ada operasi politik yang diarahkan pada dirinya dan Mas Gibran terkait dengan urusan ijazah.
00:05Bagaimana kemudian PSI melihat pernyataan ini?
00:08Apakah PSI juga merasa bahwa memang betul ada upaya-upaya atau operasi-operasi politik yang diarahkan untuk ke keluarga Solo?
00:16Sangat sulit untuk kita tidak benarkan apa yang dikatakan oleh Pak Jokowi.
00:22Pertama, untuk Mas Gibran.
00:25Baru pertama kali seorang calon atau hasil pilpres ya, yang pesertanya sudah dilatih.
00:39Kan sebenarnya pilpres itu kan rezim, rezim pemilu yang ada masa waktunya, masa tengkaknya.
00:46Nah ini sudah dua tahun tiba-tiba dipemasalahkan.
00:53Dan mahkamah konstitusi ini kan harusnya satu putusan, satu kasus, satu soal yang sudah pernah diputuskan harusnya haram untuk kemudian
01:04dia putuskan.
01:06Itu satu.
01:06Kedua, haram hukumnya bagi orang yang tidak memiliki legal standing untuk mengunggah satu persoalan.
01:14Kan persoalan pertanyaannya mahkamah itu, kau dirugikannya apa?
01:19Jadi selalu saya katakan, mahkamah konstitusi sedang memakai atraksi politik.
01:26Nah itu adalah kenapa ketika kita bicara di amal putusan, tidak ditemukan, belum ditemukan ijasa.
01:38Mas Gibran itu tidak punya ijasa, karena sistem pendidikan yang ada di Singapura, yang ada di Australia, ya memang tidak
01:48mengenali itu.
01:49Anak saya contohnya, anak saya SMA-nya di Melbourne.
01:53Itu tidak punya ijasa, dia hanya memiliki sertifikat.
01:56Tapi pertanyaan kita adalah, Mas Gibran Sarjana benar apa enggak?
02:03Benar dong?
02:05Nah, artinya secara sistem pendidikan, proses yang dilalui oleh Mas Gibran itu benar.
02:13Pertanyaannya, apakah kita ingin mengatakan bahwa sistem pendidikan di Singapura itu tidak berintegritas?
02:22Apakah pendidikan di Indonesia jauh lebih berintegritas daripada pendidikan di Indonesia?
02:27Rasanya tidak juga ya.
02:29Rasanya-rasanya di Indonesia lebih banyak ijasa palsu, kayaknya selamanya.
02:32Di Singapura, kayaknya kita tidak pernah menemukan ijasa-ijasa palsu.
02:36Seperti itu.
02:37Artinya, Mas Gibran itu memenuhi syarat untuk masuk di universitas.
02:43Entah apapun penyebutannya di sana.
02:44Karena di sana tidak ada ijasa, entah apapun penyebutannya, tapi dia memenuhi syarat untuk masuk di universitas.
02:51Oke.
02:51Bang, ini juga di...
02:52Tapi, Mbak Monski ditolak secara putusan MP, tapi kan perimbangannya menjadi sorotan kemarin.
02:57Dan itu terakhir, PKS menyatakan, menugaskan fraksi-fraksinya di parlemen untuk berdiskusi gitu, Bang.
03:02Kan dia begini.
03:04Ternyata PSI sepertinya?
03:05Sekarang begini, saya bukan orang hukum.
03:08Kalau orang menggugat, ada yang dituntut.
03:11Dan kemudian ketika yang dituntut ditolak.
03:16Terus apa yang dipermasalahkan?
03:21Apa yang dipermasalahkan?
03:22Apa putusan dipergadilan kemarin?
03:23Ditolak.
03:24Kalau ditolak, apakah pertimbangan itu bisa dipermasalahkan?
03:27Oh, enggak bisa menurut saya.
03:33Kan enggak ambar putusannya, dan kemudian diakut.
03:38Putusannya tidak ada.
03:40Terus apa yang mau didiskusikan?
03:44Bahwa hanya diturunkan gitu.
03:47Itu hanya demonstrasi politikanya kemarin yang dibikin oleh Mahkamah Konstitusi itu.
03:51Oke?
03:51Pak Ali, Pak Ali, terakhir Pak Ali.
03:53Ini, Pak Ali, melihat situasi ini yang pertama adalah
03:56apakah operasi politik ini juga terkait dengan
03:59Pak Jokowi sudah menunjukkan ke PSI,
04:01dan kemudian kalau kita lihat hasil survei SMRC,
04:04Mas Gibran elektabilitas tinggi.
04:05Tanya-tanya sama rumputnya bergoyang.
04:08Asyik.
04:09Terima kasih, Pak Ali.
04:10Terima kasih, Pak Ali.