Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, menanggapi putusan MK terkait ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming.

"Saya katakan Mahkamah Konstitusi sedang melakukan atraksi politik. Nah, itu satu, kenapa ketika kita bicara di amar keputusan kemarin bahwa tidak ditemukan, belum belum ditemukan ijazah," ujar Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, pada Sabtu (24/10/2026).

"Pertanyaan kita adalah Mas Gibran sarjana benar apa enggak? Benar dong. Nah, artinya secara sistem pendidikan, proses yang dilalui oleh Mas Gibran itu benar. Pertanyaannya, apakah kita mau ingin mengatakan bahwa sistem apa pendidikan di Singapura itu tidak berintegritas?" lanjutnya.

Baca Juga Jokowi Hadiri Rakorda PSI di Bogor, Ahmad Ali: Pesan Pentingnya Bangun Struktur Partai di https://www.kompas.tv/nasional/697762/jokowi-hadiri-rakorda-psi-di-bogor-ahmad-ali-pesan-pentingnya-bangun-struktur-partai

#ijazahgibran #gibran #psi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/697763/ahmad-ali-psi-soal-polemik-ijazah-wapres-gibran-mk-sedang-lakukan-atraksi-politik
Transkrip
00:00Kemarin Pak Jokowi mengatakan bahwa ada operasi politik yang diarahkan pada dirinya dan Mas Gibran terkait dengan urusan ijazah.
00:05Bagaimana kemudian PSI melihat pernyataan ini?
00:08Apakah PSI juga merasa bahwa memang betul ada upaya-upaya atau operasi-operasi politik yang diarahkan untuk ke keluarga Solo?
00:16Sangat sulit untuk kita tidak benarkan apa yang dikatakan oleh Pak Jokowi.
00:22Pertama, untuk Mas Gibran.
00:25Baru pertama kali seorang calon atau hasil pilpres ya, yang pesertanya sudah dilatih.
00:39Kan sebenarnya pilpres itu kan rezim, rezim pemilu yang ada masa waktunya, masa tengkaknya.
00:46Nah ini sudah dua tahun tiba-tiba dipemasalahkan.
00:53Dan mahkamah konstitusi ini kan harusnya satu putusan, satu kasus, satu soal yang sudah pernah diputuskan harusnya haram untuk kemudian
01:04dia putuskan.
01:06Itu satu.
01:06Kedua, haram hukumnya bagi orang yang tidak memiliki legal standing untuk mengunggah satu persoalan.
01:14Kan persoalan pertanyaannya mahkamah itu, kau dirugikannya apa?
01:19Jadi selalu saya katakan, mahkamah konstitusi sedang memakai atraksi politik.
01:26Nah itu adalah kenapa ketika kita bicara di amal putusan, tidak ditemukan, belum ditemukan ijasa.
01:38Mas Gibran itu tidak punya ijasa, karena sistem pendidikan yang ada di Singapura, yang ada di Australia, ya memang tidak
01:48mengenali itu.
01:49Anak saya contohnya, anak saya SMA-nya di Melbourne.
01:53Itu tidak punya ijasa, dia hanya memiliki sertifikat.
01:56Tapi pertanyaan kita adalah, Mas Gibran Sarjana benar apa enggak?
02:03Benar dong?
02:05Nah, artinya secara sistem pendidikan, proses yang dilalui oleh Mas Gibran itu benar.
02:13Pertanyaannya, apakah kita ingin mengatakan bahwa sistem pendidikan di Singapura itu tidak berintegritas?
02:22Apakah pendidikan di Indonesia jauh lebih berintegritas daripada pendidikan di Indonesia?
02:27Rasanya tidak juga ya.
02:29Rasanya-rasanya di Indonesia lebih banyak ijasa palsu, kayaknya selamanya.
02:32Di Singapura, kayaknya kita tidak pernah menemukan ijasa-ijasa palsu.
02:36Seperti itu.
02:37Artinya, Mas Gibran itu memenuhi syarat untuk masuk di universitas.
02:43Entah apapun penyebutannya di sana.
02:44Karena di sana tidak ada ijasa, entah apapun penyebutannya, tapi dia memenuhi syarat untuk masuk di universitas.
02:51Oke.
02:51Bang, ini juga di...
02:52Tapi, Mbak Monski ditolak secara putusan MP, tapi kan perimbangannya menjadi sorotan kemarin.
02:57Dan itu terakhir, PKS menyatakan, menugaskan fraksi-fraksinya di parlemen untuk berdiskusi gitu, Bang.
03:02Kan dia begini.
03:04Ternyata PSI sepertinya?
03:05Sekarang begini, saya bukan orang hukum.
03:08Kalau orang menggugat, ada yang dituntut.
03:11Dan kemudian ketika yang dituntut ditolak.
03:16Terus apa yang dipermasalahkan?
03:21Apa yang dipermasalahkan?
03:22Apa putusan dipergadilan kemarin?
03:23Ditolak.
03:24Kalau ditolak, apakah pertimbangan itu bisa dipermasalahkan?
03:27Oh, enggak bisa menurut saya.
03:33Kan enggak ambar putusannya, dan kemudian diakut.
03:38Putusannya tidak ada.
03:40Terus apa yang mau didiskusikan?
03:44Bahwa hanya diturunkan gitu.
03:47Itu hanya demonstrasi politikanya kemarin yang dibikin oleh Mahkamah Konstitusi itu.
03:51Oke?
03:51Pak Ali, Pak Ali, terakhir Pak Ali.
03:53Ini, Pak Ali, melihat situasi ini yang pertama adalah
03:56apakah operasi politik ini juga terkait dengan
03:59Pak Jokowi sudah menunjukkan ke PSI,
04:01dan kemudian kalau kita lihat hasil survei SMRC,
04:04Mas Gibran elektabilitas tinggi.
04:05Tanya-tanya sama rumputnya bergoyang.
04:08Asyik.
04:09Terima kasih, Pak Ali.
04:10Terima kasih, Pak Ali.

Dianjurkan