Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari, melaporkan ancaman MSCI terhadap Indonesia kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, saat Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pertama Pemerintahan Presiden Prabowo pada Rabu (21/10/2026).

"Mereka mengeluarkan announcement dari di York bahwa MSCI itu kemudian memberikan catatan ancaman kepada Indonesia untuk bisa turun tidak hanya kepada frontier market tetapi kepada stand alone market," ujar Ketua OJK, Friderica Widyasari.

"Ada satu hal yang mungkin menjadi catatan yang kita sangat juga objektif menerima adalah melalui enforcement yang dipandang belum cukup keras. Jumat kemarin Bapak Presiden, izin kami melaporkan bahwa kami telah melakukan sanksi mungkin terbesar dalam sejarah pasar modal Indonesia," lanjutnya (timecode 3:20).

Baca Juga Prabowo ke Jajaran Wantimpres: Banyak Tokoh Nasional, Kalau Dilihat, Ngeri di https://www.kompas.tv/nasional/697598/prabowo-ke-jajaran-wantimpres-banyak-tokoh-nasional-kalau-dilihat-ngeri

#prabowo #ojk #ihsg #msci


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/697620/depan-presiden-prabowo-ketua-ojk-friderica-lapor-ancaman-msci-sanksi-praktik-manipulasi-pasar
Transkrip
00:00Konsen kita saat ini adalah pasar modal, sejak Januari 2026 ini kita melakukan reformasi integritas di pasar modal Indonesia.
00:09Kami meningkatkan bagaimana transparansi, likuiditas, kemudian enforcement dan juga kita menguatkan sinergitas di antara lembaga.
00:20Laporan emiten kita mencatatkan pertumbuhan yang sangat baik sebetulnya di Q2 2026.
00:26Kalau kita melihat di Q2 2026 bahwa perusahaan tercatat ini secara pendapatan meningkat 15,9 persen dan net profitnya juga
00:36tumbuh.
00:37Jadi dari total 962 emiten yang tercatat di pasar modal Indonesia 74 persennya adalah mencatatkan laba.
00:45Saya ingin menunjukkan kepada Bapak Ibu semua bahwa fundamental ekonomi dan juga fundamental perusahaan-perusahaan yang tercatat di pasar modal
00:52Indonesia adalah sangat kuat.
00:53Kemudian yang berikutnya, apa yang terjadi tanggal 16 Oktober kemarin?
00:58Bagaimana kami melakukan assessment terhadap apa yang terjadi di pasar saham kita?
01:04Bapak Ibu yang saya hormati, kita tadi Bapak Presiden di arahan sempat menyebut nama MSCI.
01:10MSCI itu adalah global index provider, menjadi acuan para global fund, para manajer investasi dunia ketika dia mau masuk ke
01:19suatu negara maka dia akan melihat global index provider ini sebagai acuan.
01:24Tidak hanya MSCI tapi ada Futsi Russell, ada Bloomberg Index dan sebagainya.
01:29Nah kami melihat Bapak dan Ibu untuk MSCI ini, itu adalah di report mereka di bulan Juni 2026, ini menindaklanjuti
01:38apa yang terjadi di Januari 2026.
01:41Mereka mengatakan bahwa apabila dirasa nanti di November itu adalah perbaikan yang dilakukan oleh market kita itu tidak cukup, maka
01:50mereka akan meluarkan consultation di bulan November.
01:53Namun demikian mereka mengeluarkan announcement dari New York bahwa MSCI itu kemudian memberikan catatan ancaman kepada Indonesia untuk bisa turun
02:04tidak hanya kepada frontier market tetapi kepada stand alone market.
02:09Apa itu sebenarnya yang dimaksud dengan emerging kemudian frontier dan stand alone?
02:14Next page, kita melihat secara umum review mereka sendiri bulan Juni mengatakan bahwa Indonesia 16 dari 18 indikator dibandingkan dengan
02:23negara-negara emerging market kita sangat positif.
02:26Di halaman berikutnya, ini adalah penilaian benchmark aturan terkait dengan free float, disclosure kepemilikan dan high shareholder concentration.
02:35Kalau kita melihat di sini, Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lain terkait dengan ketentuan untuk initial public offering yang 15
02:43sampai 25 persen.
02:45Kemudian disclosure Bapak dan Ibu kita bisa melihat kita ini 1 persen sudah kita buka, sementara market lain itu di
02:51atas 5 persen.
02:52Kemudian untuk klasifikasi dan tipe investor, kita sudah punya 39 tipe klasifikasi investor yang ini sangat granular dibandingkan dengan negara
03:02lain yang bahkan tidak ada rinciannya.
03:04Dan ini adalah hal-hal yang sudah kita lakukan terkait dengan konsen MSCI dan langkah yang sudah kita lakukan.
03:13Ada satu hal yang mungkin menjadi catatan yang kita juga objektif menerima adalah melalui enforcement yang dipandang belum cukup keras.
03:21Jumat kemarin Bapak Presiden izin kami melaporkan bahwa kami telah melakukan sanksi mungkin terbesar dalam sejarah pasar mulut Indonesia.
03:27Sebenarnya kita untuk pihak terkait yang melakukan coordinated trading kita memberikan sanksi sebesar 1,5 triliun rupiah dan juga ada
03:34dua lagi perusahaan yang kita tengah rai melakukan praktek-praktek manipulasi di pasar.
03:40Kita lakukan dengan koordinasi yang sangat erat dengan KSSK, Kementerian Koordinator dan juga Danantara.
03:45Alhamdulillah dua hari ini market kita sudah rebound.
03:49Ini kekuatan domestik Bapak karena asing masih net sale dalam dua hari terakhir sebesar 3,3 triliun rupiah dan kemarin
03:56itu masih 1 triliun rupiah.
03:58Tapi ini kekuatan domestik yang melakukan buyback dan investor retail kita yang juga luar biasa.
04:06Terima kasih kepada Danantara atas arahan Bapak juga ini juga sangat luar biasa membantu pemulihan pasar kita.
04:12Kedepan Bapak kami akan cermati, kami akan lakukan terus perbaikan-perbaikan yang ada supaya market kita semakin kredibel, semakin liquid,
04:21semakin transparan dan bisa menjadi rumah untuk investasi masyarakat kita ke depan.
04:25Terkait dengan bagaimana Indonesia menjadi reference price untuk komoditas bursa mineral dan komoditas strategis.
04:34Insya Allah nanti sesuai dengan undang-undang juga akan mulai beroperasi di awal tahun Januari ini karena 1 Januari libur
04:40insya Allah 4 Januari 2026.

Dianjurkan