Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuat investor waswas, termasuk mereka yang menempatkan dana pendidikan anak di pasar saham.

Lantas, apakah investasi saham masih tepat untuk menyiapkan biaya sekolah dan kuliah anak? Dalam dialog Kompas Bisnis, Donna Maretta, ibu pekerja sekaligus investor saham, berbagi pengalaman menghadapi portofolio yang terkoreksi.

Sementara itu, perencana keuangan MRE, Mike Rini Sutikno, menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menempatkan dana pendidikan dalam instrumen investasi berisiko.

Mike Rini menekankan pentingnya menyesuaikan instrumen investasi dengan jangka waktu penggunaan dana.

Saham dinilai lebih berisiko untuk kebutuhan jangka pendek, terutama ketika dana akan digunakan dalam waktu dekat.

Diversifikasi portofolio, pemilihan aset sesuai tujuan keuangan, serta analisis fundamental perusahaan juga menjadi pertimbangan penting.

Simak dialog lengkap Kompas Bisnis untuk memahami cara mengelola risiko investasi saham demi mempersiapkan dana pendidikan anak.



Produser: Prayogi Haro

Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/697547/full-ihsg-anjlok-dana-sekolah-anak-terancam-ini-kata-ibu-investor-pakar-keuangan-kompas-pagi
Transkrip
00:12Intro
00:16Sedang dalam menyaksikan segmen Kompas Bisnis bersama saya Putri Oktaviani
00:21Indeks harga saham gabungan atau IHSG mengalami tekanan hebat
00:24Sejak awal tahun IHSG terkoreksi hampir 38%
00:29Koreksi ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap prospek pasar modal Indonesia
00:38Pada perdagangan sebelumnya IHSG sempat menyentuh titik tertinggi di level 9.133
00:46Namun penguatan tersebut tak bertahan lama
00:49Tekanan jual yang meningkat membuat indeks berbalik arah dan kehilangan sebagian besar kenaikannya sepanjang tahun ini
00:56Tekanan semakin kuat pada 15 Oktober saat MSCI mengumumkan usulan perubahan status pasar saham Indonesia menjadi stand-alone market
01:05IHSG pun merosot hingga ke bawah level 5.000
01:10Sentimen ini menambah kekhawatiran investor terhadap daya tarik dan aksesibilitas pasar modal Indonesia di mata investor global
01:17Pada perdagangan 22 Oktober IHSG mulai menunjukkan pemulihan terbatas dengan kembali naik ke kisaran 5.300
01:24Meski demikian kenaikan tipis ini belum cukup untuk membalikan arah tren penurunan
01:36Tekanan terhadap IHSG juga tercermin dari aksi jual saham oleh investor asing
01:41Pada perdagangan 22 Oktober investor asing tercatat melakukan jual bersih atau net sale sebesar 1,49 triliun rupiah
01:51Jika ditarik dalam periode 1 bulan terakhir nilai jual bersih investor asing mencapai 16,6 triliun rupiah
01:59Sementara sejak awal tahun hingga Oktober akumulasi net sale investor asing telah hampir 94 triliun rupiah
02:08Derasnya arus keluar dana asing menjadi salah satu tekanan bagi pasar saham domestik termasuk rupiah yang tembus 18.000 lagi
02:17Di tengah ketidakpastian akibat usulan MSCI terkait status pasar Indonesia
02:21Pemulihan IHSG kini turut bergantung pada kembalinya kepercayaan investor asing keluar dari IHSG
02:2994 triliun dari awal 2026
02:38Presiden Prabowo Subianto menyebut pengelolaan keuangan Indonesia kini dipegang para perempuan
02:43Prabowo berkelakar emak-emak biasanya lebih berhati-hati dalam mengatur keuangan
02:49Pernyataan ini disampaikan saat Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Akses Keuangan Daerah di Jakarta
02:55Yang saya hormati Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan
03:04Saudari Frederika Widya Saridewi
03:09Sebagai penyelenggara dengan seluruh jajarannya
03:17Yang saya hormati Gubernur Bank Indonesia
03:22Saudari Destri Damayanti
03:26Yang mengatur keuangan Indonesia ini
03:40Biasanya emak-emak lebih hati-hati
03:49Presiden Prabowo Subianto bilang emak-emak biasanya lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan
03:54Namun bagaimana jika uangnya sudah disiapkan untuk masa depan anak
03:57Termasuk biaya pendidikan justru ditempatkan di pasar saham yang kini tengah bergejolak
04:03Masih aman ke saham untuk tabungan pendidikan anak
04:05Kompas Bisnis sudah bersama dengan perencana keuangan mitra
04:11Rencana edukasi Mika Rini Sutikno
04:13Dan juga di studio sudah ada Dona Marita
04:15Seorang ibu pekerja sekaligus investor saham
04:17Selamat pagi
04:18Bu Mika selamat pagi Mbak Dona
04:20Selamat pagi Mbak Okta
04:21Mbak Dona ini bajunya merah sama kayaknya lagi sahamnya membarang
04:26Ya lumayan Mbak Okta
04:32Ini ya bisa dikatakan langsung terbakar
04:36Ini juga mungkin terjadi kepanikan juga
04:39Tidak hanya untuk ibu-ibu tapi juga seluruh investor
04:42Nah seberapa dalam sebetulnya pelemahan ataupun juga portofolio saham Baduna terkoreksi?
04:49Jujur Mbak waktu saya lihat harga saham itu jatuh
04:53Jantung saya juga jatuh
04:57Karena ya gimana ya disitu saya percayain tabungan pendidikan anak saya disitu kan
05:02Terus pas liat itu merah
05:05Kayak ngelihat rapot anak sih Mbak
05:07Walaupun anak saya belum sekolah
05:08Tapi kayak ngelihat rapotnya duluan
05:10Ya gitu sih
05:11Tapi saya yakin saham itu emang kayak balita tantrum ya
05:14Kadang tuh emang lagi kumat
05:17Tantrumnya kadang lagi down gitu ya
05:19Sebagai ibu ya kita harus bisa tetap tenang
05:22Di saat-saat seperti itu
05:23Oke ini kayaknya selaras dengan apa yang dikatakan Presiden Prabowo tadi
05:27Kayaknya emang-emang lebih hati-hati gitu ya
05:29Tapi kalau misalnya ngelihat kemarin ketika sahamnya pada merah
05:32Apa yang pertama kali Mbak Baduna pikirkan?
05:34Apakah langsung tambah beli atau justru tutup aplikasi dulu deh biar gak stres?
05:40Saya lihat aplikasi terus lihat saham-saham merah tuh
05:43Pasti deg-degan juga ya Mbak
05:45Soalnya karena disitu adalah tabungan masa depan anak saya gitu
05:49Tapi saya mencoba untuk gak stres
05:51Karena saya yakin saya juga berinvestasi pada saham-saham yang blue chip
05:55Yang tentunya besar dan mapan
05:57Dan pastinya saham itu juga
05:59Perusahaan itu punya masa depan yang lebih baik tentunya kan
06:04Jadi saya percayakan aja sama mereka
06:06Atau juga dari 2019 saya udah belajar saham
06:09Saham itu emang selalu bergejolak
06:11Ada turun ada naik
06:12Jadi saya sebagai investor mencoba untuk tetap tenang
06:16Tapi gak sepenuhnya tenang juga sambil lu mantau pelan-pelan gitu
06:20Oke naruh sahamnya blue chip
06:23Kemudian juga ini diinvestasikan untuk pendidikan anak
06:26Saya ke Mbak Mika
06:28Kalau tadi kalau dalam kasusnya Mbak Dona gini
06:30Kalau ngeliat sahamnya warna merah
06:32Tapi sahamnya ini juga justru jadi apa ya
06:34Semacam tabungan gitu untuk sekolah
06:36Nah ini aman gak sih sebetulnya di tengah isu kemarin
06:38ISG Ajok dan juga ada isu dengan MSCI
06:42Jawabannya itu dia akan tergantung
06:47Jawabannya itu dia nanti akan tergantung dari profil fisiko di investor sendiri
06:52Dan jangka waktu investasinya
06:54Sehingga sebab yang namanya instrumen investasi itu
06:59Dia tiap jenisnya memiliki tingkat keuntungan dan fisiko yang berbeda-beda
07:05Nah sehingga kalau dibilang aman
07:07Itu memang kembali lagi kita kepada si profil risiko investor
07:10Apakah dia seorang yang konservatif, moderat atau agresif
07:14Kemudian juga ucapkan waktu investasinya
07:17Kalau dana pendidikan si anak itu akan digunakan
07:21Misalnya katakan tahun depan
07:22Maka menempatkan pada saham itu menjadi lebih beristikotik
07:27Sehingga kalau dalam kondisi seperti ini
07:31Mendiversifikasi contoh dari total dana pendidikan
07:35Yang diinvestasikan ke saham mulai 50 persennya
07:38Dialokasikan ke instrumen yang lebih aman
07:40Itu merupakan tindakan yang lebih
07:43Tindakan untuk meminimalisir gitu
07:46Meminimalisir risiko dari kerugian investasi
07:50Atau penunggulan di ke sahamnya
07:52Tapi kalau jangka waktu dana pendidikan
07:55Itu mau dipakai 5 tahun lagi, 10 tahun lagi gitu ya
07:58Itu menurut saya memang dalam jangka pendek
08:02Saham itu juga terbukti secara statistik
08:06Itu dia memang mengalami turun-naik
08:08Tetapi dalam jangka panjang
08:09Ya biasanya kalaupun jangka tahunya baik
08:12Dari sahamnya ya kemudian juga dari
08:15Biasanya ekonomi juga
08:17Mengalami
08:18Mengalami siklus gitu ya
08:20Ada turun, ada naik
08:22Sehingga dia bisa dibuang kembali
08:23Maka tetap berinvestasi secara jangka panjang dalam saham
08:28Itu merupakan strategi yang tepat gitu
08:32Untuk dana pendidikan dalam jangka panjang
08:34Oke kalau bicara soal saham kan artinya high risk high return gitu katanya
08:37Dan juga tadi tergantung bagaimana profil risiko masing-masing
08:40Tapi nanti kita lanjut kembali
08:41Mbak Dona dan juga Mbak Mika
08:42Tetap bersama kami di Kompas Bisnis Saudara
08:54Kembali di Kompas Bisnis Saudara
08:56Dan kita akan lanjutkan perbincangan
08:58Bersama dengan Dona Mareta
08:59Ibu pekerja dan juga sekanggus investor saham
09:02Dan juga ada perencana keuangan mitra
09:03Rencana edukasi Mika Rini Sutikno
09:05Kita ke Mbak Dona dulu
09:07Mbak Dona kalau tadi Mbak Mika bilangnya
09:09Ya sebetulnya menabung saham itu kan harapannya
09:12Kalau dikasih Mbak Dona adalah untuk jangka panjang
09:15Tapi bagaimana soal profil risiko
09:16Kalau Mbak Dona sendiri
09:18Menilai profil risikonya Mbak Dona ini seperti apa
09:20Kemudian apa sih sebetulnya awalnya pertimbangan
09:22Oh dana pendidikan anak ditaruhnya di saham gitu
09:26Sebenarnya
09:27Saya pertimbangan di saham itu karena saya gak pengen
09:30Duit saya itu uang saya itu diam saja gitu
09:33Karena biaya pendidikan itu semakin lama kan semakin mahal
09:35Dan saya gak mau duit saya tergerus inflasi ya Mbak
09:38Karena untuk masuk sekolah di tahun sekarang
09:41Sama 10 tahun lagi tentunya banyak banget
09:45Pertambahan biayanya kan
09:46Dan kalau saya diamkan saja duitnya
09:48Tentu saja duitnya gak akan bergerak kemana-mana
09:51Seenggaknya kalau saya masukin ke saham
09:54Duit saya bisa mendapatkan dividen
09:58Dan seenggaknya dividennya bisa saya putarkan lagi
10:00Untuk membeli saham
10:01Seperti itu sih
10:02Oke karena sekarang lagi situasinya kayak gini
10:04Jadi was-was gak sih Mbak Dona?
10:05Kalau was-was pasti ada ya Mbak
10:07Karena gimana pun kita ngeliat duit kita agak turun
10:11Itu kan lumayan membuat hati
10:14Tapi ya itu kembali ke tujuan utama saya
10:18Itu untuk jangka panjang
10:19Dan masalahnya juga
10:21Kan yang saya gunakan adalah duit yang tenang gitu
10:25Duit yang dingin gitu
10:27Jadi itu bisa menjadi
10:30Apa ya
10:31Menjadi
10:33Buat saya tenang
10:34Karena saya tidak harus
10:36Menggunakan duit yang saya gunakan sehari-hari
10:38Karena itu duit yang siap saya tunggu
10:40Itu sih
10:41Oke kalau gitu saya ke Mbak Mika
10:43Mbak Mika kalau melihat dari tadi penjelasannya Mbak Dona
10:46Sebetulnya kalau
10:47Ada gak sih amannya gitu
10:49Berapa tahun misalnya
10:50Dananya ditaruh di saham
10:52Sampai akhirnya siap untuk digunakan sebagai dana pendidikan
10:54Kemudian kalau misalnya
10:55Sahamnya turun nih dari
10:56Misalnya duit kita ada 10 juta
10:58Kemudian turun jadi 7 juta
10:59Nah apa yang sebetulnya harus jadi pertimbangan
11:01Apa yang harus kita ambil rangkanya
11:03Nah kembali lagi tadi
11:04Kita sesuaikan dengan jangka waktu investasi
11:07Nah dalam konteksnya persiapan dana pendidikan
11:09Sebenarnya jenjang dana
11:11Jenjang pendidikan anak itu kan dia
11:13Tidak semuanya jangka panjang ya
11:15Contoh kalau misalnya anaknya usia 5 tahun
11:18Berarti tahun depan mungkin dia akan masuk SD
11:21Itu jangka dana
11:22Persiapan dana pendidikan berarti 1 tahun kan
11:25Nah kemudian dia akan masuk SMP
11:27Berarti itu sekitar 6 tahun lagi begitu
11:29Dari umur 5 ke umur 12
11:31Lalu dia akan masuk SMP
11:33Berarti ditambah lagi
11:34Masih sekitar 7 atau 8 tahun lagi
11:36Apalagi biaya kuliahnya
11:38Berarti masih lebih dari 10 tahun
11:40Nah itu bisa menggunakan instrumen yang berbeda-beda
11:43Kalau untuk yang di bawah jangka waktu 1 tahun
11:47Pendek gitu ya
11:48Jangka waktunya di bawah 3 tahun
11:50Berarti instrumen saham itu menjadi kurang tepat
11:53Karena risikonya terlalu tinggi
11:56Fluktuasi harganya itu dalam jangka waktu 3 tahun itu
11:59Masih terlalu fluktuasi
12:01Jadi mitinya begitu
12:02Tetapi kalau dalam jangka panjang
12:04Menggunakan saham
12:05Apalagi kita juga dalam
12:07Berinvestasi saham untuk dana pendidikan anak
12:10Juga melakukan antisipasi risiko
12:14Melakukan manajemen risiko dengan baik
12:18Contoh misalnya seperti yang tadi Mbak Tuna lakukan
12:20Investasinya ada di saham
12:23Disebar ke berbagai sektor saham
12:27Sektor industri yang berbeda-beda
12:28Kalau di blue chip sendiri kan ada yang sektornya retail
12:32Ada yang sektornya komunikasi
12:35Ada juga yang perbankan ya
12:36Sehingga dengan melakukan penyebaran
12:39Atau diversifikasi ke berbagai sektor
12:41Itu adalah salah satu sebenarnya
12:43Tindakan mungkin untuk investor ibu-ibu ya
12:46Untuk bisa meminimalkan risiko investasi saham
12:52Dalam jangka panjang
12:53Sekali lagi kalau untuk jangka pendek
12:55Investasi ke saham itu mungkin kurang tepat ya
12:58Sehingga ketika dana yang mau dipakai tahun depan
13:01Nah kemudian mengalami apalagi
13:04Mengalami penurunan
13:06Mengalami penurunan nilai sahamnya
13:08Maksudnya untuk dana yang mau digunakan
13:10Dalam waktu dekat untuk membayar dana pendidikan
13:12Anak ini bisa dialihkan
13:15Atau bisa dibagi mungkin 50%-nya
13:18Kedalam instrumen yang lebih aman
13:21Contohnya seperti deposito, reksadana pasar uang
13:24Nah itu bisa dipertimbangkan seperti itu
13:26Oke Mbak Miki tapi kalau misalnya ini ada ibu-ibu
13:29Ataupun juga bapak-bapak lah gitu
13:30Untuk mereka udah mulai mencoba
13:32Ada duit dingin, mau ditaruh di saham
13:34Tapi ada gak pertimbangannya
13:35Misalnya kalau tadi 3 tahun ngerasanya masih fluktuatif lah gitu
13:38Tapi kalau misalnya ditaruh di sektor manis
13:40Sebetulnya kira-kira masih aman gitu
13:41Untuk bisa berinvestasi di saham terutama
13:43Untuk menyiapkan dana pendidikan tadi
13:45Ya jadi kalau kita begini ya
13:50Kembali lagi bahwa setiap investasi itu ada risikonya masing-masing
13:57Dan ada tingkat keuntungannya juga sendiri-sendiri ya
14:00Sehingga disini berarti ketika kita berinvestasi
14:05Untuk mendapatkan yang paling tingkat keuntungan yang paling maksimal
14:10Namun kita tetap juga bisa meminimalkan risiko
14:13Diversifikasi portfolio dan alokasi aset itu adalah kuncinya
14:19Kalau menurut saya ya
14:22Diversifikasi portfolio ini bisa begini
14:25Kita bisa dalam satu aset yang sama
14:29Contoh saham kemudian disebar ke berbagai sektor yang berbeda-beda
14:36Sehingga kalau satu saham di sektor yang A misalnya
14:41Dia mengalami penurunan mungkin di sektor lain dia tetap bisa bertahan
14:46Nah diversifikasi portfolio itu juga bisa dilakukan di kelas aset yang berbeda
14:51Contoh Anda untuk mempersiapkan dana pendidikan anak SD, SMP, SMA
14:57Menggunakan instrumen aset investasi dari kelas aset yang berbeda
15:01Ada yang kalau jumpa pendek di deposito
15:03Ada yang mungkin di jangka menengah Anda masukkan ke reksadana pasar uang
15:07Dan untuk yang jangka panjang itu bisa Anda masukkan ke saham
15:11Nah itu menurut saya cara berinvestasi yang dia lebih termanage risikonya
15:17Oke menarik nih
15:19Mbak Duna sebagai ibu pekerja yang juga punya tanggung jawab keuangan tentunya
15:23Apakah pengalaman sekarang yang kemarin nih sahamnya pada ajlog
15:28Apakah mulai berpikir ulang untuk menyiapkan dana pendidikan di saham
15:32Atau yaudahlah lanjutin aja gitu
15:33Jujur kalau jerasi enggak ya Mbak
15:36Kalau capek hati ada banget capek hatinya
15:39Cuman ya dari tadi saya bilang dari 2016 saya udah terjun di saham
15:45Dan saya ngerasain turun naiknya juga
15:48Dan kembali lagi ketujuan awal saya juga untuk pendidikan anak 10 tahun lagi
15:53Atau berapa tahun lagi
15:55Justru kondisi sekarang ini buat saya jadi pelajaran gitu
15:59Saya jadi lebih paham kapan saya harus tenang
16:01Dan saya juga harus pakai duit yang siap saya untuk tunggu gitu
16:06Bukan duit yang saya gunakan untuk keperluan sehari-hari
16:08Atau duit yang saya butuhkan cepat gitu
16:11Tapi kalau saya bilang di saham untung juga tidak ya
16:15Karena saham itu bukan untuk menjadi cepat kaya juga
16:18Namanya investasi pasti ada resikonya
16:22Jadi kalau suatu hari saya merasakan tidak cocok lagi di saham
16:26Mungkin saya akan evaluasi dan saya akan belajar lagi
16:28Oke tapi kalau Mbak Dona
16:30Sorry ini agak nyinggung dikit
16:31Jadi kalau selain saham ada tertarik investasi lain gak sih?
16:35Saya sebenarnya ada di emas digital ya
16:38Cuma saya juga belum tertarik karena ya itu tujuan utama saya kan
16:43Salah satunya untuk mendapatkan dividen ya
16:45Dan dari emas saya tidak mendapatkan dividen
16:48Dan harganya itu memang lebih stabil
16:49Tapi saya gak bilang juga itu jelek
16:53Tapi ya itu kembali ke tujuan masing-masing
16:55Dan juga profil resiko masing-masing
16:57Berarti Mbak Mika kalau misalnya bicara soal tadi
17:00Kembali lagi untuk dana tambungan untuk pendidikan anak terutama
17:03Ada gak sih yang misalnya bisa dikatakan lebih aman
17:06Saham, emas, depositokah atau apa?
17:09Oke kalau aman ya
17:11Jadi kembali lagi kepada
17:14Sebenarnya punya tingkat risiko yang berbeda-beda
17:17Aman buat satu orang investor
17:19Mungkin dia di investor yang lain dengan kategori profil yang berbeda
17:24Mungkin dia punya perspektif yang berbeda juga jadinya
17:26Jadi kalau bicara pilihan mengenai investasi dana pendidikan anak
17:32Kita fokus yang utama sebenarnya bukan pada pemilihan produk investasinya apa
17:37Tetapi jangka waktu kapan dana pendidikannya itu mau dipakai
17:41Baru kita sesuaikan dengan produk investasinya
17:44Kalau dana pendidikannya kita mau dipakai
17:49Katakan di bawah 3 tahun berarti itu jangka waktunya pendek menengah
17:53Nah produk yang cocok untuk itu tentunya produk yang lebih aman
17:58Dan lebih contohnya misalnya deposito yang dia ada penjaminan LPS
18:03Ya kemudian juga memberikan imbal hasil
18:05Cuma kan cuma imbal hasilnya itu dia masih dibawa inflasi
18:11Padahal dana kenaikan bila pendidikan sendiri bisa jadi di atas inflasi
18:16Nah tetapi karena mau dipakai di bawah 3 tahun atau barangkali 1 tahun
18:21Tahun depan baru dipakai
18:22Sehingga deposito itu lebih cocok
18:25Untuk yang di atas 3-5 tahun gitu ya
18:28Itu memerlukan soal investasi yang dia bisa mengejar inflasi
18:33Atau menaikan biaya pendidikan
18:35Sehingga menyebar ke dalam jenis aset yang berbeda
18:40Tidak risiko seperti saham
18:42Nah itu bisa membantu investor mencapai tujuan target dana pendidikannya
18:48Namun sekalian di dalam kejalanannya tentu perlu ada mitigasi risiko
18:53Atau meminimalkan risiko dari situasi nilai saham
18:58Yang biasanya terjadi dalam jangka pendek
19:00Namun dalam jangka panjang kecederungannya
19:03Sejalan dengan inflasi biasanya saat itu malamnya kena itu
19:07Oke jadi selain diversifikasi juga bagaimana pertimbangan soal jangka waktunya
19:10Mbak Mika berarti kalau untuk ibu rumah tangga
19:12Yang mungkin mau mulai belajar begitu ya
19:14Untuk investasi dana pendidikan
19:16Di saham apa sih yang perlu diperhatikan
19:19Supaya gak panik ketika situasinya kayak kemarin
19:20Anjlok kemudian berapa ada porsi ideal gak sih
19:23Sebetulnya bisa ditempatkan di saham berapa
19:26Kalau saya perhatikan ya
19:28Biasanya untuk porsi dana pendidikan
19:30Anak-anak dari total misalnya seseorang itu dia punya total dana investasinya
19:36Dana investasi ini kalau secara total berarti tujuan dana pensiun
19:40Tujuan misalnya membeli rumah
19:42Tujuan dana pendidikan anak
19:44Mungkin ada juga tujuannya untuk naik haji
19:46Atau tujuan untuk mengumpulkan modal usaha ya
19:49Jadi kalau secara total itu katakan 100%
19:52Umumnya kalau untuk dana pendidikan yang saya perhatikan itu
19:5520-30% dari total dana investasi
19:59Umumnya dialokasikan oleh investor untuk dana pendidikan anaknya
20:03Itu saya lihat rata-rata seperti itu
20:06Nah kayak kesnya bisa berbeda-beda untuk tiap pembunuhan keluarga
20:09Itu kalau bicara porsi alokasinya berapa
20:12Nah dari 20-30 atau 40% yang dialokasikan untuk dana pendidikan anak ini
20:18Lalu ditempatkan kemana
20:19Nah itu kan berarti sudah bicara mengenai alokasi asetnya
20:22Jadi mau ditempatkan kemananya
20:24Nah itu sekali lagi kembali tergantung dari
20:29Dari jangka waktu dana tersebut mau kapan dipakai
20:33Sehingga kalau kita sudah menerapkan strategi seperti itu
20:37Kita menjadinya menjadi lebih tenang gitu
20:40Tidak mudah panik
20:41Nah supaya tidak mudah panik juga
20:43Berarti diversifikasi tadi yang harus dijalankan
20:47Kemudian alokasi aset investasinya apa juga dipilih
20:51Sesuai dengan jangka waktu investasinya
20:53Dan kita pun juga begini
20:55Dalam memilih sebagai investor
20:58Apalagi dengan situasi ekonomi sekarang
21:01Ya dengan adanya isu MSCI juga yang membuat
21:04Saham mengalami pekanan
21:06Kita sebagai investor juga harus lebih selektif gitu
21:09Nah ibu-ibu juga begini
21:11Kalau berinvestasi apalagi ketika kita memilih saham
21:14Kita harus terus meningkatkan pengetahuan kita
21:16Sehingga kita bisa melakukan menganalisa yang namanya
21:19Analisa kundang-kundang ya
21:21Apakah harganya wajar
21:23Apakah perusahaannya emikernya itu sehat
21:26Coba memiliki indikator apa yang bisa kita gunakan
21:28Untuk mengetes apakah si saham yang kita pilih ini
21:32Sudah yang paling tepat
21:33Kita bisa gunakan yang namanya
21:37Price to earning ratio ya
21:39Kemudian kita bisa indikator return on equity
21:42Dan beberapa indikator lainnya
21:44Sehingga kita menjadi
21:46Selain menerapkan strategi diversifikasi
21:49Dan alokasi portfolio
21:50Dalam memilih sahamnya juga menjadi lebih selektif
21:53Oke lebih selektif
21:55Harus totalitas juga deh untuk cari tahu soal sahamnya
21:57Mungkin tren ke Mbak Dona
21:58Mbak Dona kan sudah sekitar 7 tahun lah ya
22:00Bisa dikatakan main saham gitu
22:02Dengan situasi kemarin
22:03Adakah target tertentu
22:05Tujuan tertentu
22:05Atau apa ya
22:06Harapan gitu
22:07Karena kan tentu
22:08Naruh dana pendidikan
22:09Situasi seperti ini
22:10Agak was-was gitu
22:11Terutama juga untuk
22:12Mungkin ibu-ibu di rumah juga nih
22:14Harapannya
22:15Saya berharap
22:17Semoga
22:18Pasar saham Indonesia
22:19Terus membaik
22:20Kedepannya
22:21Ya
22:22Tetap tenang juga
22:24Karena pasti
22:25Pemerintah juga sudah
22:26Menyiapkan yang terbaik buat kita
22:27Dan jangan lupa juga
22:29Terus
22:30Sebelum memilih saham
22:32Juga harus dipelajari dulu
22:33Saham apa yang dipilih
22:34Lihat fundamentalnya
22:36Lihat keuangannya
22:375 tahun terakhir ini
22:38Bagus atau tidak
22:40Lihat pembagian dividennya
22:41Secara rutin atau tidak
22:42Seperti itu
22:43Oke situasi yang lebih membaik
22:44Tentu tadi juga
22:45Untuk yang mau
22:47Naruh dana pendidikan
22:48Di saham
22:49Tentu juga harus mempertimbangkan
22:50Tadi bagaimana dijangkau
22:51Diversifikasi
22:51Harus sabar juga
22:52Karena harus juga
22:53Ingat
22:53High risk-high return
22:54Pertimbangannya juga
22:55Harus sangat matang
22:56Dan juga utamakan
22:56Duit dingin bisa dikatakan
22:58Demikian
22:58Oke terima kasih
22:59Mbak Dona Mareta
23:00Ibu pekerja dan juga
23:01Investor saham
23:01Dan juga ada
23:02Perencana keuangan mitra
23:03Rencana edukasi
23:04Mbak Mika Rini Sutikno
23:05Sudah bersama di
23:06Kompas Bisnis
23:07Sehat selalu
23:07Mbak Dona Mbak Mika

Dianjurkan