Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama

SUMATERA UTARA, KOMPAS.TV Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkap asal kapal penyelundup 1,16 ton narkoba di Perairan Belawan.

"Dalam pengungkapan ini kita telah mendapatkan profil lengkap dari kapal target. Kapal ini bernama MT Global 168. Ini merupakan kapal jenis tanker ya. Kita lihat berbendera Mongolia ya. Jadi benderanya Mongolia tapi kapalnya dari Malaysia," ujar Kapolri Jenderal Polisi Suyudi saat rilis pada Jumat (23/10/2026).

"Tim gabungan telah mengidentifikasi bahwa kapal ini terdaftar atas nama perusahaan pemilik atau register owner, yaitu Makmur Merine Petroleum," lanjutnya.

Baca Juga Kapolri Apresiasi Bobby Nasution Larang Total Vape bagi ASN Pemprov Sumut di https://www.kompas.tv/nasional/697567/kapolri-apresiasi-bobby-nasution-larang-total-vape-bagi-asn-pemprov-sumut

#breakingnews #narkobaberbahaya #kapolri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/697617/terkuak-kapolri-suyudi-ungkap-asal-kapal-penyelundup-1-16-ton-narkoba-dari-malaysia
Transkrip
00:00Langkah strategis ini tentunya diwujudkan melalui pelaksanaan joint operation yang solid secara senyap
00:08melibatkan beberapa kesatuan berdegak hukum dan berhasil mengamankan sebuah kapal
00:16yang terpantau melakukan anomali pergerakan di Selat Malaka melalui Laut Andaman
00:24dan berhasil diamankan tepatnya di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara
00:32Dalam pengungkapan ini kita telah mendapatkan profil lengkap dari kapal target
00:38Kapal ini bernama MT Global 168
00:42Ini merupakan kapal jenis tanker berbendera Mongolia
00:51Jadi benderanya Mongolia, tapi kapalnya dari Malaysia
00:57Berdasarkan data identitas utama, kapal ini memiliki nomor IMO 9078347
01:04nomor MMSI 457615
01:09Serta konsal JPRK8
01:13Kapal ini dibangun tahun 1993
01:16Tercatat masih statusnya aktif
01:19Beroperasi dan sebelumnya pernah menggunakan nama
01:23Suro Shio Maru Nomor 08
01:27Nah inilah salah satu strategi para penyelunduk selalu merubah-rubah nama kapal
01:33Ya Pak, di jengah selalu
01:35Kita dari berbagai pengungkapan dan penangkapan kapal
01:39Itu selalu fenomena ini terjadi
01:41Kapal itu dirubah-rubah namanya
01:43Untuk menginginkan petugas
01:49Nah, dari spesifikasi PC
01:54Ini sebagai informasi biar kita tahu semua
01:57Kapal ini memiliki panjang 56,99 hingga 57 meter
02:02Dengan lebar 9,02 meter
02:06Kapal ini juga tercatat memiliki gross tonnage atau GT sebesar 370
02:13Dan dead weight tonnage atau DWT
02:16Misaran 726 hingga 776 ton
02:20Nah, terkait dengan manajemen kapal
02:24Tim gabungan telah mengidentifikasi bahwa kapal ini terdaftar
02:28Atas nama perusahaan pemilik
02:30Atau register owner yaitu
02:32Makmur Merin Petroleum
02:36Alaman perusahaan tersebut juga telah kita ketahui
02:39Yaitu berlokasi di suite S11 dan S12
02:42Lantai 5 Menara TJB
02:44Jalan Shek
02:46Bukti
02:47Bandar Johor Bahru
02:498000
02:51Johor Malaysia
02:55Warta ini tentunya akan menjadi bekal penting
02:59Bagi tim penyidik
03:01Untuk mendalami keterlibatan korporasi
03:03Maupun pihak-pihak pengendali
03:05Di balik jaringan internasional ini
03:09Pengungkapan ini
03:10Kasus ini bermula dari hasil pemantauan intelijen tentunya
03:14Terhadap pergerakan anomali
03:16Kapal MT Global 168 di Selat Malaka
03:20Kita lihat ini
03:24Bagaimana pergerakan anomali kapal tersebut
03:28Sebagai catatan awal
03:30Tim analis dari BNN dan Biasukai
03:33Sebenarnya telah memonitor kapal MT Global 168 ini
03:39Sejak bulan Agustus 2026
03:42Jadi sudah berapa bulan
03:45Sekarang bulan apa nih?
03:47Oktober
03:48Agustus September
03:514 bulan ya
03:523 bulan ya
03:533 bulan
03:54Kita memang seperti itu
03:56Kita selalu menganalisa kapal itu tidak sebentar
04:00Ya 3 bulan itu paling sebentar
04:026 bulan
04:03Ya nah identitas kapal ini terungkap
04:07Dari dokumen doking yang ditemukan di atas kapal
04:10Yang kita tangkap sebelumnya
04:13Mungkin kalau bawa-bawa ibu-ibu monitor
04:16Kita menangkap ketamin 800 kg
04:18Di kapal Fusion Sink 1
04:20Isinya 800 kg ketamin
04:23Dengan 4 jaka juga ada
04:26Nah
04:30Pada September 2026
04:33Kapal MT Global 168 ini berangkat dari tempat docking
04:38Yaitu di Pasir Gudang, Johor, Malaysia
04:41Menuju perairan Adaman, Thailand
04:44Rutenya dilalui adalah dari Pasir Gudang
04:48Menuju Port Klang
04:50Untuk melakukan banker
04:52Atau mengisi air dan BBR
04:55Setelah beberapa hari Port Klang
04:59Kapal melanjutkan pelayaran menuju laut Adaman
05:03Untuk melakukan ship to ship
05:06Ya SES
05:07Guna menerima muatan ketamin
05:10Nah inilah bapak ibu sekalian
05:12Modus para penyelundup itu seperti itu
05:14Mereka datang dari beberapa negara
05:17Kadang dari wilayah-wilayah Laos dan sebagainya
05:21Kemudian mengadakan transaksi di Laut Andaman
05:25Atau juga Islat Malaka
05:27Ya dari ship to ship
05:29Dari kapal ke kapal
05:30Ya
05:31Ada kapal pembawa darang
05:33Ada penerima
05:34Itu habis nanti diisi lagi terus aja begitu
05:37Nah ini tentunya butuh kejadian
05:41Kesabaran
05:42Penguletan
05:43Kita semua
05:44Ya BNN
05:46Polri
05:47Dia cukai
05:47Ya TNI
05:48Harus terus bau-bau
05:50Kita jangan pernah
05:51Lelah
05:52Sebagaimana diamanakan oleh Bapak Presiden Bulu Indonesia
05:56Pada kesempatan-kesempatan beliau
06:00Menyampaikan
06:01Pilatonya
06:02Itu selalu berpesan kepada saya
06:05Kepada
06:05Pak Dirjen Bia Sukai
06:07Dan juga
06:08Sebenarnya
06:08Pimpinan
06:11Kita harus selalu
06:13Kuat bersatu padu
06:15Untuk bisa mengungkap kejahatan-kejahatan
06:18Para pelaku
06:19Yang ingin mengundukkan barang-barang pelarang Indonesia
06:22Dan ini tentunya menjadi kado terindah
06:27Untuk dua tahun pemerintahan Bapak Prabowo dan Bapak Indah
06:31Teru kado
06:32Nah sekitar minggu kedua bulan Oktober tahun 2026
06:40Tim analis berkiakinan
06:43Bahwa kapal MP Global 168 sedang melakukan transaksi ship-to-ship
06:48Di perairan Andaman
06:50Hal ini tentunya dibuktikan dengan tindakan mereka
06:53Mematikan
06:54AIS
06:55Atau
06:56Automatic Identification System
06:58Nah inilah
07:00Apa namanya
07:01Modus-modus para penyelundung itu selalu mematikan AIS
07:05Pada saat mereka sedang transaksi
07:07Nah tapi ini jadi bagus juga buat kita
07:09Kita jadi bisa membaca sebuah anomali yang perlu kita ikuti
07:13Nah kapal selama 3 hari 17 jam dengan tujuan agar tentunya tidak terdeteksi oleh kita
07:22Ya apapun tidak umum
07:23Nah pada hari Rabu 14 Oktober 2026 pukul 12.31 hingga 13.25 Oktober Indonesia bagian barat
07:32Kapal terpantau berlayar melintas rata-rata bagian tengah ke arah barat laut
07:38Sejajar dengan perairan Perak atau Taiping Malaysia
07:43Kecepatan tercatat stabil di kisaran 55,5 sampai 60
07:50Dan pada hari Kamis 15 Oktober 2026 pukul 2 lewat 26 WIB
07:57Kapal terpantau berlayar melintasi selat Malaka
08:02Bagian tengah ke arah barat laut dengan penurunan kecepatan
08:06Sementara pukul 10.32 kapal melanjutkan perairan menuju selat Malaka bagian utara
08:13Atau perairan terbuka pada pukul 10.57 WIB
08:16Kemudian kapal berada di perairan lepas pantai utara Aceh atau Langsa
08:20Pada pukul 22.28, 23.55
08:24Kecepatan kembali stabil pada 5 sampai 5,5 knot
08:27Pada hari Jumat 16 Oktober 2026 pukul 00.57 sampai dengan 04.50
08:34Kapal bergerak dengan kecepatan sekitar 4,9 knot di perairan utara
08:39Dan pukul 5.37 kapal tiba di perairan terluar barat Thailand
08:44Sekitar lepas pantai Trang atau Palian
08:47Dan melakukan manuver memutar latol looping pattern disertai penurunan kecepatan
08:53Pukul 14.50 sinyal ais mencatat kecepatan sekitar 4,9 knot
09:00Sehingga pukul 18.57 sampai dengan 20.57 kapal mengubah arah ke Tenggara
09:08Atau selatan menuju area Labu Jangkar
09:12Nah pada minggu 18 Oktober
09:15Sinyal ais memperoleh 161 parameter lokasi kapal di area Labu Jangkar
09:20Kecepatan tercapai 5,8 knot
09:23Yang dalam laporan monitoring dikaitkan dengan kemungkinan pengaruh pergerakan jangka atau arus laut
09:29Nah dari pemantauan sebut tim menemukan sejumlah indikasi anomali ais
09:34Di antaranya adalah ketidaksesuaian identitas kapal
09:37Nomor MMC kapal yang tersebut memancarkan 2 identitas
09:42Yaitu MT-168 sebagai kapal tanker
09:45Dan Roforski Dolphin sebagai kapal kuda
09:49Nah setelah itu pergerakan terus pelamban
09:54Di kawasan laut rendaman
09:56Pada Senin 19 Oktober
09:59Tim BNN, Bia Cukai, Baneski Polri
10:02Telah on board di Kuala Tanjung
10:05Untuk merasakan penindakan terhadap kapal MT-168
10:10Melalui pengerahan kapal Bia Cukai BC-2006
10:16Dan KP Murai 4018
10:19Dan rencana penindakan dilakukan melalui intersepsi
10:22Sebelum memasuki pelabuhan Port Klang, Malaysia

Dianjurkan