Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Presiden RI, Prabowo Subianto, sempat bercerita saat dirinya menjabat sebagai Menteri Pertahanan era Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, ketika memimpin sidang kabinet paripurna pada Rabu (21/10/2026).

"Saya ingin menjadi the good neighbor. Yang saya ingin jalankan adalah the good neighbor policy. Dari sejak awal," ujar Presiden Prabowo.

"Bahkan sebelum saya resmi dilantik sebagai presiden, saya masih jadi Menteri Pertahanan dalam kabinet yang dipimpin Presiden Joko Widodo. Saya mengikuti juga garis politik Pak Joko Widodo pada saat itu. Kita ingin punya hubungan baik dengan semua tetangga kita," lanjutnya.

Baca Juga [FULL] Pidato Presiden Prabowo Pimpin Sidang Kabinet 2 Tahun Pemerintahan: Bukan Kita Sombong... di https://www.kompas.tv/nasional/697218/full-pidato-presiden-prabowo-pimpin-sidang-kabinet-2-tahun-pemerintahan-bukan-kita-sombong

#presidenprabowo #kabinetmerahputih #breakingnews

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/697220/cerita-presiden-prabowo-soal-garis-politik-ri-era-jokowi-hubungan-baik-dengan-semua-tetangga
Transkrip
00:00Saudara-saudara sekalian, kita berada dalam kondisi harus survive.
00:09Dan ini tidak hanya kita.
00:12Banyak negara di dunia sekarang mengalami seperti kita.
00:16Dalam keadaan survival, yang utama adalah kepentingan nasional dan kepentingan rakyat.
00:24Karena itu, saudara sudah berkali-kali saya juga sampaikan di hadapan umum dan juga intern.
00:37Bahwa garis politik yang saya jalankan, garis politik luar negeri yang kita jalankan adalah tradisi yang kita waris, yang kita
00:50dapat warisan dari pendiri-pendiri bangsa kita.
00:53Yaitu, kita ingin menghormati semua negara dan semua kekuatan besar.
01:05Saya sudah sampaikan, garis politik luar negeri saya adalah seribu kawan terlalu sedikit.
01:15Satu musuh terlalu banyak.
01:19Saya ingin menjadi the good neighbor.
01:24Yang saya ingin jalankan adalah the good neighbor policy.
01:29Dari sejak awal, bahkan sebelum saya resmi dilantik sebagai presiden.
01:38Saya masih jadi Menteri Pertahanan dalam kabinet yang dipimpin Presiden Joko Widodo.
01:47Saya mengikuti juga garis politik Pak Joko Widodo pada saat itu.
01:54Kita ingin punya hubungan baik dengan semua tetangga kita.
02:00Saya keliling, saya mau kerjasama dengan mereka.
02:06Apa yang mereka minta, sebagian besar saya ikuti.
02:13Dan itu yang kita berusaha kita pegang teguh.
02:18Lebih luas dari region kita, wilayah kita, kita juga menjaga.
02:25Sehingga kita bisa diterima.
02:28Kita tidak mau ikut blok manapun.
02:31Kita tidak mau ikut fakta-fakta militer manapun.
02:36Kita hormati.
02:39Kita tidak mau
02:43Terlibat.
02:46Tapi kita sesuai dengan undang-undang dasar kita,
02:49Kita anti imperialisme.
02:52Kita anti penjajahan.
02:56Saudara-saudara kalian.
02:59Demikian juga dalam garis politik saya dalam negeri.
03:03Saya mengutamakan kepentingan nasional
03:10Daripada kepentingan kelompok.
03:17Karena itu,
03:20Saya berusaha
03:22Untuk merangkul semua kekuatan.
03:29Saya,
03:31Karena kesadaran saya
03:33Bahwa kondisi global
03:36Sekarang penuh kerawanan.
03:40Karena kesadaran saya
03:43Melalui pengalaman saya yang cukup lama
03:46Di bidang keamanan
03:51Di bidang politik
03:54Di mana politik dan ekonomi
03:58Tidak bisa dipisahkan.
04:03Kita harus koreksi diri.
04:07Terutama dunia akademis kita.
04:10Terutama profesor-profesor kita.
04:13Yang bertanggung jawab di bidang pendidikan.
04:17Salah satu kelemahan
04:18Dari bangsa Indonesia adalah
04:22Bahwa elit kita
04:24Elit kita
04:27Terkotak-kotak
04:28Dalam silu-silo sektoral.
04:33Ini mungkin bersumber dari pendidikan kita.
04:39Politik, ekonomi, sosial, pertahanan
04:47Tidak bisa dipisah-pisahkan.
04:50Terima kasih.
04:50Terima kasih.

Dianjurkan