Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 49 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Presiden Prabowo Subianto disebut menyetujui kajian Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengenai definisi korupsi yang mengacu pada standar internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Ketua DEN mengatakan, kajian tersebut penting untuk mendorong penanganan korupsi di Indonesia agar selaras dengan standar internasional.

Dalam keterangannya usai bertemu Presiden Prabowo, Ketua DEN menjelaskan bahwa kajian tersebut merujuk pada Konvensi PBB Antikorupsi, dengan salah satu bentuk tindak pidana yang disoroti adalah penyuapan atau bribery.

"Indonesia satu-satunya negara yang menerapkan masalah kerugian negara dan ini memang memberatkan kepada seperti Danantara untuk membuat bisnis, yang tentu setiap bisnis apa pun pasti ada risikonya," ujar Ketua DEN Luhut usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana, pada Selasa (20/10/2026).

Ketua DEN menambahkan, pihaknya akan lebih intensif memberikan data dan kajian kepada Presiden sebagai bahan pendukung pengambilan keputusan pemerintah.

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Novaltri

.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/697150/ketua-den-luhut-ungkap-prabowo-setujui-kajian-den-soal-definisi-korupsi
Transkrip
00:00Tadi Presiden juga setuju dengan kajian yang dibuat oleh tim dari Dewan Ekonomi Nasional
00:05mengenai definisi korupsi, karena itu penting untuk supaya masalah penanganan korupsi di Indonesia itu
00:15berstandar internasional. Itu kami mengacu kepada UN Charter mengenai definisi korupsi,
00:23dimana definisi korupsi di UN Charter yang sudah diratifikasi oleh Indonesia 20 tahun yang lalu adalah bribery, penyuapan.
00:33Jadi tidak bicara mengenai kerugian negara, karena Indonesia satu-satunya negara yang menerapkan masalah kerugian negara.
00:41Dan ini memang memberatkan kepada seperti Danantara untuk membuat bisnis yang tentu setiap bisnis apapun pasti ada risikonya.
00:51Nah ini saya kira penting. Yang lain kami tadi terakhir saya lapor Presiden, kami akan memfeeding Presiden dengan data-data
01:01yang akurat
01:02sehingga proses pengambilan keputusan Presiden nanti basisnya akan banyak dengan data.
01:08Karena dengan data ini saya kira proses pengambilan keputusan akan bisa jauh lebih akurat.
01:14Nah Dewan Ekonomi juga saya minta terakhir tadi kepada Presiden, kiranya kami akan lebih intensif memberikan data-data briefing pada
01:24Presiden
01:25sehingga dengan begitu dalam keadaan global ekonomi dunia ini sekarang Presiden terupgrade dengan data-data yang update.
01:35Saya persilahkan kalau ada pertanyaan selesai dari kami.
02:09Ya itu bukan bidang kami, tapi kami meminta tadi kepada Presiden untuk melakukan rapat kontijensi terhadap keadaan yang ini alam,
02:21bukan keadaan kita.
02:22Jadi apa sih langkah yang kita lakukan?
02:23Jadi jangan nanti sudah banjir lagi, pertanian tadi agak tersendat, kita belum siap.
02:30Itu saja mengenai kontijensi. Jadi sebenarnya ini di mana saja bisa terjadi di dunia.
02:38Tadi juga kita laporkan, kita lihat masalah menyangkut masalah kelangkan bahan bakar dan sebagainya.
02:45Kita juga mengusulkan tadi mengenai ekosistem bagaimana untuk mengatasi hal ini tidak terjadi lagi ke depan.
02:52Dan memang ada kekhawatiran kita, mungkin di kita sendiri perlu ada perbaikan di sana-sini.
03:02Kalau tidak ada, terima kasih kepada semua teman-teman media.

Dianjurkan