Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS TV - Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah merespons sorotan publik mengenai penempatan bangunan fisik Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai tidak strategis hingga berada di titik terpencil.

"Satu yang pasti, kalau terkait dengan Koperasi Desa Merah Putih muncul di beberapa titik spot bangunan yang tidak sesuai, memang kita temukan. Kita akui itu temukan, tapi terus kemudian kita melakukan evaluasi," ujar Farida.

Farida juga mengatakan bahwa tidak semua lokasi yang dianggap terpencil oleh publik merupakan bentuk kesalahan perencanaan.

Baca Juga Wamenkop Respons Persepsi Negatif Kopdes: Bukan Milik Pemerintah, tapi Masyarakat Desa di https://www.kompas.tv/ekonomi/697077/wamenkop-respons-persepsi-negatif-kopdes-bukan-milik-pemerintah-tapi-masyarakat-desa



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/697105/wamenkop-buka-suara-soal-lokasi-koperasi-desa-merah-putih-tak-sesuai-titik
Transkrip
00:00Kita akan kasih kesempatan teman-teman mahasiswa untuk memberikan pendapatnya.
00:04Tadi sempat saya lihat, boleh ngacung dulu di mana.
00:07Oh, di situ. Oke, silahkan.
00:09Mau pertanyaan, pendapat, silahkan.
00:12Saya Hilmi Hafiz Muhammad, saya dari Universitas Indonesia.
00:16Saya ingin mungkin sedikit mengutarakan sekaligus bridging untuk pertanyaannya.
00:19Karena saya rasa saya punya keresahan tentang ruang ini dan juga tentang 2 tahun Prabowo Gibran.
00:26Di mana sepertinya pemerintah itu banyak melihat kondisi masyarakat melalui data yang saya rasa sifatnya lebih ke arah statis daripada
00:35dinamis.
00:35Artinya tidak memperlihatkan arti di lapangan sungguhnya.
00:38Dibilang kalau misalkan petani sudah makmur, tapi di sisi lain saya sempat bertemu dengan teman-teman di Serikat Petani Indonesia.
00:45Yang ternyata ada 27,8 juta petani yang tanahnya itu dari 27 juta lebih petani tadi,
00:5180 persen lebih, 81 persen lebih itu justru tanahnya jika melihat dari BBKMP itu tidak layak disebut sebagai tanah yang
01:02layak untuk pertanian.
01:03Jika menggunakan standar itu.
01:06Kemudian di sisanya tentang penegakan hukum dan demokrasi.
01:09Kalau bisa bicara demokrasi mungkin baik, saya rasa dengan melihat kasus Harik Azhar dan juga mungkin kakak tingkat saya yang
01:18mungkin teman-teman tahu
01:19yaitu Bang Bapis yang kemarin sempat kena juga.
01:22Saya rasa meskipun saya tidak bisa langsung ngecap Bang Bapis itu yang ulahnya pasti pemerintah,
01:27tapi saya rasa itu bisa memperhatikan kepada kita bahwa ruang demokrasi di kita ini masih belum bisa dibilang aman.
01:35Jadi mungkin kembali lagi kepada pertanyaan utamanya gitu.
01:38Oke.
01:40Bahwa dari semua dinamika itu dan datanya dibilang ternyata bilangnya oke-oke aja, baik-baik aja,
01:50bagaimana sebenarnya pemerintah itu memandang kondisi rakyat dan rakyat itu sendiri.
01:55Seperti itu.
01:55Oke. Terima kasih.
01:57Ilmi, Mbak Faridah, mungkin bisa merespons masalah data itu tadi dan kebawahnya itu gimana program-program itu?
02:04Satu yang pasti kalau terkait dengan Koperasi Desa Merah Putih muncul di beberapa titik spot bangunan yang tidak sesuai,
02:12memang kita temukan, kita akui itu tetemukan, tapi terus kemudian kita melakukan evaluasi.
02:16Dan kita temukan juga beberapa titik yang menurut masyarakat itu terpenciri tidak strategis untuk suatu bisnis,
02:24ternyata kepala desanya memberikan statement, memang kita meletakkan bangunan Koperasi Desa Merah Putih ini di penggunungan.
02:31Kenapa? Karena kita mau menjadikan Koperasi Desa Merah Putih ini sebagai off-taker sayur-sayuran dan buah-buahan yang ada
02:36di situ.
02:36Dan memang secara regulasi penentuan titik Koperasi Desa Merah Putih untuk bangunannya itu diserahkan kepada komunikasi antara pengurus Koperasi Desa
02:46Merah Putih,
02:47kepala desa dan juga agrinas yang melakukan pembangunan itu.
02:50Itu regulasi dan itu sudah dilakukan.
02:53Kalaupun ada beberapa yang kemudian di luar standar strategis dan kemudian jauh dari pemukiman, kita temukan dan memang kita evaluasi.
03:02Kami, atas saran Pak Presiden Prabowo juga bahwasannya, apapun yang kita lakukan seperti yang tadi saya sampaikan di awal,
03:10proses pembangunan Koperasi Desa Merah Putih beserta dengan operasionalisasinya sampai angka 80 ribu yang kemudian Pak Presiden memberikan perintah baru,
03:1830 ribu untuk tahun ini, itu adalah bentuk bahwasannya kami sangat terbuka terhadap masukan dari masyarakat.
03:25Terkait dengan data yang disampaikan itu tadi, kami merasakan bahwasannya data yang diberikan kepada kami,
03:32data titik-titik itu, ada yang memang misdata, ada yang memang faktual.
03:38Tadi tidak bisa dipukul rata bahwasannya ada falasi data.
03:42Tidak semuanya juga begitu.
03:43Yang pasti adalah kami terus berbenah dan kami mendengarkan apa yang menjadi masukan dari masyarakat termasuk,
03:51yang kemarin terakhir penempatan manajer Koperasi Desa Merah Putih.
03:55Yang dari awal memang kita merekrut tidak berdasarkan lokasinya,
04:00tetapi memang berdasarkan tes secara nasional, kemampuan akademik dan juga...
04:05Dan tentunya ini menjadi evaluasi dan akan terus ada perbaikan.
04:09Yang pasti itu.
04:10Dan tentunya nanti dari Indef juga akan memberikan perspektifnya, usai jeda tetap bersama kami.
04:17Oke, saya kasih kesempatan satu mahasiswa lagi sebelum Mbak Esther memberikan respons ya tadi atas pertanyaan dari teman UI tadi.
04:23Ada yang mau bertanya tadi sebelah sini ya? Oke, silakan.
04:27Oke, selamat malam Bapak Ibu Narasumber.
04:30Perkenalkan saya Yuliani dari Universitas Katolik Indonesia Atmajaya.
04:37Di sini saya ingin bertanya kepada Bapak Naenggolan dan Ibu Farida mengenai topik program MBG.
04:47Jadi kalau kita lihat dua tahun kebelakangan ini, program MBG itu berjalan dan di situ kita melihat niat baiknya jelas
04:57yaitu memastikan seluruh anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang layak.
05:04Tapi kalau kita melihat lagi dalam program MBG ini banyak sekali catatan-catatan misalnya di daerah 3T itu ada banyak
05:16sekali anak-anak yang terkena keracunan MBG.
05:19Terus soal tata kelola, terus ada beberapa dapur yang ditutup sementara, lalu ada beberapa, lalu dari saya melihat juga data
05:36dari BGN itu kalau tidak salah ada sekitar 4.581 SPPG itu dihentikan sementara.
05:46Karena untuk meningkatkan kualitas mereka.
05:51Dan terlebih lagi kita melihat bahwa program MBG ini memakai uang rakyat yang sangat besar.
06:00Oke pertanyaannya.
06:01Jadi di sini saya bertanya, apa pembendahan nyata yang sudah dilakukan pemerintah mengingat program MBG ini memakai anggaran APBN yang
06:12sangat besar.
06:13Terima kasih.
06:14Terima kasih ya.
06:14Sudah memberikan pertanyaan.
06:15Saya kasih kesempatan ke Mbak Esther, janji kami tadi masalah data tadi dan bagaimana implementasi ke bawahnya itu untuk program
06:23-program prioritas terutama Mbak Esther.
06:24Ya terima kasih ini pertanyaannya yang sangat menarik ya buat publik ya.
06:30Bahwa kalau kita bicara tentang program-program prioritas ya tentu ini harusnya untuk program MBG ataupun Koperasi Desa Merah Putih
06:43itu harus ada pilot projectnya dulu dan jangan nasib dulu gitu kan.
06:48Nah karena apa di beberapa pilot project kalau kita bisa melihat oh ini apa nih hambatannya, apa nih peluangnya, apa
07:01yang bisa diperbaiki.
07:03Nah kalau sudah baru kita, kalau ini berhasil baru dimasifkan gitu.
07:10Nah masalahnya kan kalau saya lihat grand design dari MBG dengan implementasi itu memang jauh sekali gitu ya.
07:19Di awal program ini dimasifkan untuk mendorong konsumsi, nah kemudian juga untuk mengabsorb ya jadi hasil bumi dari petani untuk
07:33diberikan ya diolah menjadi menu MBG.
07:38Namun demikian disini kita lihat lagi ya bahwa ternyata pasokan-pasokan pangan itu tidak berasal dari petani setempat gitu.
07:50Nah itu yang perlu digarisbawahi sehingga adanya yang tadinya niat baik untuk membantu petani ternyata belum tercapai.
07:58Nah yang kedua kalau kita lihat ini kajian in-depth ya kami bekerja sama dengan UN, itu kami melakukan analisis
08:08dengan OLG model, overlapping generation model.
08:12Nah kalau menu MBG itu benar itu manfaatnya baru akan terasa setelah 6 tahun, itu paling cepat.
08:20Nah sehingga menu MBG ini memang harus dievaluasi ya secara berkala gitu.
08:27Nah kenapa? Ya karena disitu ada kepenuhan gisi apa enggak ya, kepenuhan gisi apa tidak atau tidak, atau sudah gitu.
08:37Nah kemudian yang ketiga kalau dari sisi governance-nya, tata kelolanya, itu kan seharusnya program MBG itu bisa tidak membentuk
08:49SPPG-SPPG,
08:50tetapi bisa disandingkan dengan dana BOS atau yang bisa cash transfer ke sekolah.
09:01Sehingga gampang sekali tracing-nya gitu kan, auditnya seperti itu.
09:06Baik kami tangkap. Mungkin dari Bang Syaganda bisa menjelaskan ini dari pertanyaan mahasiswa Universitas Katolik Atma Jaya soal pertanggung jawaban
09:15uang pajak rakyat yang untuk MBG
09:17dan juga memastikan bahwa tata kelola MBG ini juga berjalan dengan baik.
09:21Dan mungkin nanti juga dilengkapi juga nih oleh profet.
09:23Tapi saya boleh enggak? Saya juga penasaran dengan yang dari UI tadi.
09:26Oh iya boleh, nanti silahkan.
09:27Oh yang ruang demokrasi ya.
09:29Jadi ruang demokrasi ini coba bandingkan.
09:31Ini kan kita bicara relatif, jangan main absolut.
09:33Saya tahun 2020 mengkritik Undang-Undang Omnibus Law.
09:40Langsung ditangkap di penjara, tuntutan 6 tahun, saya di penjara 10 bulan.
09:46Saksi alih saya di situ, Profesor Ahmad Suparji.
09:50Iya kan?
09:51Sekarang orang kritik teman-teman, satu hari karena kerusuhan besar tahun 2025,
09:58Del Pedro dan kawan-kawan ditangkap.
10:01Saya menghadap Presiden.
10:03Bulan Januari, Pak, kenapa Del Pedro, tokoh mahasiswa paling legendaris di era dia,
10:09waktu itu dia ketua BEM-nya ini, Trisakti,
10:13dan kemudian masuk Lokataru dan lain-lain,
10:15kenapa dia ditangkap?
10:16Wah itu bawa maulotop.
10:18Mungkin Bapak harus lidikin lagi.
10:20Dia itu murni, Pak. Perjuangan murni.
10:22Langsung dibebaskan oleh Presiden.
10:25Semua itu.
10:26Artinya apa?
10:27Itu artinya Presiden kita itu menghormati ruang publik, kebebasan dan lain-lain.
10:32Yang memang kita dalam demokrasi ini kan yang kita bahaya itu,
10:36kalau misalkan kita terjebak pada permainan-permainan yang kasar,
10:41seperti menggunakan medsos dan lain-lain, menghina-hina orang.
10:45Ya kan? Yang kita itu baru TikTok.
10:50Yang berhasil sama kita itu kerjasama untuk setiap akun dia mempunyai satu nick.
10:56Meta, nggak mau.
10:57Yang lain-lain nggak mau.
10:59Nah ini memang tantangan buat kita.
11:01Tapi ruang publik, saya jamin,
11:03ya masih uang mahasiswa demonstrasi itu,
11:05itu bebas-bebas-bebasnya.
11:06Bahwa ada deviasi kadang-kadang terjadi di lapangan,
11:10konflik dengan aparat, itu adalah peristiwa di lapangan.
11:14Nah kedua soal MBG ini.
11:15MBG ini kan sekarang sudah mencapai 57,8 juta jiwa jangkauannya.
11:20Itu kemudian di-adjust terus.
11:23Yang ibu dari Indef tadi,
11:25Indef ini adalah penggagas awal,
11:27orang awal kalau nggak salah saya,
11:29yang membuat percontohan di Sukabumi bersama Pak Buruan Abdullah kalau nggak salah saya.
11:33Sebenarnya kan Presiden mendengar tadi maksud saya,
11:36dia kemudian meng-adjust.
11:37Satu soal kebersihan.
11:39Sekarang digunakan pendingin-pendingin untuk menyimpan barang-barang,
11:42jangan sampai barang-barang ayam apa segala itu bisa basi,
11:46sehingga didistribusikan sudah basi.
11:47Yang kedua, itu yang namanya sistem CCTV saya sebut tadi.
11:53Yang ketiga ini yang paling penting,
11:55adalah merubah pola yang tadinya 6 juta,
11:57diberikan uang per SPPG untuk melayani 2 ribu.
12:00Sekarang tidak gitu lagi.
12:02Sekarang perporsi makanan.
12:03Jadi dengan itu, maka 2 ribu perak dikasih perporsi.
12:07Itu selisihnya yang dijadikan makanan itu makin besar sekarang.
12:12Artinya ada komitmen dari pemerintah bahwa tidak akan ada lagi keracunan,
12:17tidak akan ada lagi masalah di tahun ketiga nanti ya.
12:20Kalau pakai skema jalan seperti bebek pelan-pelan-pelan,
12:24itu kita nanti tahun 2050 baru itu terjadi.
12:27Oke, maka sisa perjalanan 3 tahun berikutnya untuk Kabinet Merah Putih
12:31akan harus capaian seperti apa,
12:33dan perlu perbaikan seperti apa.
12:34Kita akan bahas sebentar lagi.
12:35Jangan kemana-mana.
12:36Terima kasih.

Dianjurkan