Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Operasional dan aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Bali kembali normal, Rabu (21/10/2026) setelah sempat terjadi antrean panjang selama lebih dari sepekan.

Pantauan di SPBU Jalan Ahmad Yani Utara, Denpasar, Bali, menunjukkan warga yang membeli BBM jenis Pertamax kini dapat mengisi bahan bakar tanpa harus menunggu lama.

Sementara itu, pembelian Pertalite masih mengikuti kebijakan ganjil genap yang diperpanjang hingga 23 Oktober 2026.

Sejumlah warga menilai kebijakan ganjil genap cukup efektif untuk mengurai antrean.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali atas antrean BBM yang terjadi selama lebih dari satu pekan, Senin (19/10/2026).

Simon juga berjanji Pertamina akan melakukan evaluasi dan meningkatkan pelayanan agar kejadian serupa tidak terulang, terutama di Bali yang merupakan salah satu destinasi pariwisata dunia.

"Atas nama Pertamina Group, dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Kami berjanji dan berkomitmen bahwa kejadian ini tidak akan terulang di kemudian hari," ujar Simon.

Video Editor: Novaltri



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/697121/momen-direktur-utama-pt-pertamina-persero-minta-maaf-soal-antrean-bbm-di-bali
Transkrip
00:00Saya menyampaikan perumahan maaf yang sebesar-besarnya dan kami berjanji dan berkomitmen bahwa kejadian ini tidak akan terpulang di kemudian
00:08hari.
00:30Tapi kalau sekarang sudah normal? Tapi kalau dengan pemberlakuan gajil genap itu tahu nggak? Sampai sekarang masih? Terus gimana kalau
00:39dengan percayaan gajil genap itu menurut lama?
00:47Jadi cukup membantu gitu ya? Tapi harapannya gimana?
01:04Kalau misalkan sudah kondisinya normal seperti semula gitu tetap diperlakukan gajil genap atau kembali seperti sebelumnya?
01:17Jadi biar sama-sama lancar gitu ya?
01:35Pertamina tentunya berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan penyaluran dan distribusi energi dan memastikan agar seluruh wilayah dapat dilayani dengan baik.
01:47Kami juga meyakini bahwa energi adalah dunia-dunia dari perekonomian khususnya di Pulau Bali untuk membantu sektor pariwisata, untuk membantu
01:59UMKM termasuk aktivitas dan ekonomi lainnya.
02:02Dengan demikian kami telah melakukan evaluasi dan akan terus melakukan upaya-upaya terbaik agar supaya dapat memberikan pelayanan yang lebih
02:10baik di masa mendata.
02:12Sekali lagi kami ucapkan terima kasih, terima kasih atas support, atas pengertian, atas kesabaran dan dukungan yang diberikan oleh masyarakat
02:25Bali kepada Pertamina.
02:27Saya atas nama Pertamina Luh sebagai Direktur Utama dari Luh Bukhati yang paling dalam, saya menyampaikan perumanan maaf yang sebesar
02:38-besarnya dan kami berjanji dan berkomitmen bahwa kejadian ini tidak akan terpulang di kemudian hari.
02:45Dengan demikian Pertamina akan terus berusaha untuk memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat Bali dan tentunya kepada seluruh masyarakat di
02:56seluruh wilayah Indonesia.
03:22Untuk cadangan di wilayah Bali itu rata-rata sudah mencapai 11-12 hari.
03:29Dalam rangka untuk mempercepat proses ini, sekarang saya meminta kepada Pertamina untuk menaikkan status yang tadinya 11 hari menjadi 15
03:39hari.
03:40Saya juga sudah meminta untuk percepatan distribusi dari Jawa ke Bali yang tadinya kapal cuma 3, sekarang kapal yang sudah
03:48melayani 7 kapal.
03:50Dengan demikian, maka bisa kita melakukan urayan perlahan-lahan.
04:00Cara baru nonton di Smart TV, nonton live streaming, dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
04:09Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
04:13Cari Kompas TV melalui pencarian.
04:16Pilih aplikasi, lalu install.
04:19Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
04:24Download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga.

Dianjurkan