Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Kompas.TV - Generasi muda Bintan turut merawat warisan budaya lewat kegiatan membatik di Rumah Batik Bintan, Desa Ekang Anculai, Kepulauan Riau. Anak-anak dan remaja diajak mengenal proses membatik sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal.

Setiap akhir pekan, Rumah Batik Bintan menjadi ruang belajar bagi generasi muda untuk mengasah kreativitas dan memahami proses membatik yang membutuhkan ketelitian serta kesabaran. Kegiatan ini juga menjadi upaya mewariskan keterampilan membatik kepada generasi berikutnya.

Melalui Ekang Green Creative Village, potensi budaya lokal terus dikembangkan agar semakin dikenal luas dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat menginspirasi desa lain untuk mengembangkan potensi lokalnya.

Saksikan #Sustenesia setiap Sabtu pukul 09.00 WIB hanya di KompasTV!

Sahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV

Jangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop untuk mendapatkan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga Jatmiko Kembangkan Ekang Green Creative Village untuk Dorong Potensi dan Ekonomi Warga | SUSTENESIA di https://www.kompas.tv/video/697046/jatmiko-kembangkan-ekang-green-creative-village-untuk-dorong-potensi-dan-ekonomi-warga-sustenesia

Subscribe channel YouTube KompasTV dan aktifkan lonceng supaya kamu tidak ketinggalan video terbaru dari KompasTV.

#UMKMBerkelanjutan #LocalHeroes #SDGsLeaders

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/697060/rumah-batik-bintan-jadi-ruang-belajar-generasi-muda-lestarikan-budaya-sustenesia
Transkrip
00:10Harapan Jatmiko, Ekang Green Creative Village tak hanya dikenal masyarakat sekitar, tetapi juga menjangkau lebih banyak orang.
00:19Membawa cerita bahwa Bintan tak hanya punya persona wisata bahari, tetapi juga menyimpan kearifan lokal, ruang belajar, dan beragam karya
00:29yang lahir dari potensi alam serta kreativitas masyarakatnya.
00:33Kita mulai nanti memakai Instagram, memakai TikTok, memakai Facebook, dan memakai website juga untuk memasarkan atau lebih mengenalkan Ekang Green
00:46Creative Village ini ke dunia luar.
00:52Dari apa yang dirintisnya hari ini, Jatmiko yakin, ada warisan nilai dan pengetahuan yang akan ia wariskan kepada generasi penerus.
01:03Budaya kan harus kita lestarikan terus-menerus, nah itu mau tidak mau kita harus mengedukasi generasi muda saat ini.
01:11Jadi, remaja-remaja yang ada di desa Ekang Anjula ini, saya ajak untuk melestarikan batik dengan belajar.
01:19Awalnya kita undang ke sini, ayo kita belajar membatik.
01:23Dari situ kan mereka tahu membatik bagaimana, terus nanti lama-lama akan pandai membatik, gitu kan.
01:31Nanti mereka akan yang melestarikan membatik adalah mereka, gitu loh.
01:36Setiap akhir pekan, rumah batik bintan menjadi ruang belajar bagi anak-anak dan remaja desa Ekang Anjulaik.
01:44Di sini, mereka mengisi waktu libur dengan belajar membatik, mengasah kreativitas melalui potensi di sekitar mereka.
01:52Pengalaman yang tak hanya menyenangkan, tetapi juga menumbuhkan kecintaan akan warisan budaya.
01:59Aisyah, sejak kapan belajar membatik di sini?
02:02Dari 2025 bulan Jun.
02:06Itu diajak siapa? Kok bisa tahu di sini ada belajar batik?
02:10Diajak sama teman.
02:12Terus gimana selama belajar batik di sini? Pengalamannya seneng atau enggak? Apa yang didapetin?
02:19Seru sih, kita jadi punya pengalaman baru juga.
02:23Sejujurnya enggak cuma membatik aja, karena di sini konsumennya juga pada dari luar kan, jadi pada bisa belajar bahasa Inggris.
02:31Oh, jadi punya banyak pengalaman ya dari membatik ya.
02:34Terus gimana menurutmu? Susah enggak membatik tuh?
02:38Oh, susah sih. Kita harus kontrol kalau lagi pegang canting atau lagi...
02:46Kalau sedang melukisnya ya?
02:47Iya.
02:48Apa sih yang kamu pelajarin dari membatik ini?
02:51Hmm, dari cara-caranya sih, kayak gimana sih bikin batik.
02:57Sebenarnya kan kita biasanya lihat batik di luar tuh kok bagus-bagus, gimana sih caranya.
03:03Ternyata sesusah itu ya. Jadi hebat gitu orang-orang yang bisa bikin.
03:07Dan sekarang bisa ikut latihan membuat batik yang bagus ya.
03:15Dari semangat dan antusiasme generasi muda inilah harapan untuk merawat budaya dan meneruskan pengetahuan kepada generasi berikutnya tumbuh.
03:24Pembangunan sejatinya bukan hanya tentang apa yang bisa kita raih hari ini, tetapi juga tentang nilai, pengetahuan, dan warisan apa
03:33yang bisa kita teruskan untuk masa depan.
03:40Apa yang dirintis Jatmiko di desa Ekang Anculai dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya.
03:47Karena setiap desa menyimpan potensi yang layak ditemukan, dirawat, dan dikembangkan.
03:53Hingga kelak, semakin banyak desa tumbuh dengan kekuatan lokalnya.
03:59Kami harapkan inovasi yang terjadi di Eco Creative Village ini bisa menginspirasi wilayah-wilayah yang lain,
04:08khususnya di Kabupaten Bintan tadi ada tujuh desa wisata bisa mengembangkan pola dengan pengalaman dari ekang Anculai ini.
04:20Tapi setelah itu ya nanti akan menginspirasi desa-desa di seluruh Indonesia lah.
04:26Karena kami yakin potensi desa Indonesia untuk menjadi desa wisata itu sangat banyak.
04:40Sobat Sustenesia, dari sehelai kain ternyata bisa lahir begitu banyak cerita.
04:46Dari kekayaan alam, kearifan lokal, hingga keterampilan masyarakat.
04:51Semuanya bisa menjadi modal untuk membuka peluang dan mendorong masyarakat berdaya.
04:58Ekonomi desa pun bisa tumbuh dari apa yang mereka miliki dan dikembangkan.
05:03Sebab ketika potensi lokal bertemu dengan kesempatan dan dukungan yang setara,
05:07perubahan bisa tumbuh serta pembangunan bisa dirasakan lebih luas.
05:11Ini motif apa, Bu?
05:12Motif manisker.
05:14Cantik ya?
05:23Sampai jumpa di video selanjutnya.

Dianjurkan