00:00Secara aturan kan saya tidak boleh bicara, tapi semuanya bertanya hal yang sama.
00:04Mumpung semuanya di sini saya boleh menjelaskan tidak?
00:06Izin Ibu Gubernur, berdasarkan kata tertib tidak boleh.
00:09Ya percumaan kalau gitu.
00:11Kita tahu bersama bahwa saat ini utang Provinsi Maluku Utara terkait DBH ke Kabupaten Kota masih sekitar 1 triliun sekian.
00:21Yang kemudian tadi sudah pernah disampaikan oleh Ibu Gubernur akan dicicil pembayarannya.
00:27Sungguh sangat disayangkan kalau hasil daerah kita yang diambil oleh pusat itu hanya dapat memperkuat fiskal nasional.
00:38Tapi yang harusnya kami DPR, pemerintah, bahkan DPD, DPR yang ada di pusat,
00:45bagaimana kami putra-putri Maluku Utara memperjuangkan hak-hak yang harus kami dapatkan.
00:52Di mana uang kami atau hasil kekayaan daerah kami dibawa ke pusat tapi justru memperkuat fiskal nasional,
01:02tapi kami sendiri di Provinsi Maluku Utara harus meminjam sekitar 1 triliun untuk mempercepat konektivitas daerah kami.
01:11Sehingga ini menjadi catatan penting bagi yang ada DPR RI, DPD, pemerintah, DPR Provinsi,
01:20bagaimana sehingga komunikasi antara daerah dengan pusat itu benar-benar bisa terjalin.
01:28Sehingga mereka juga tahu bahwa piutang-piutang kita yang ada di mereka juga bagaimana bisa dikomunikasikan sehingga kita bisa mendapatkan
01:35hak-hak kami.
01:36Dan masyarakat Maluku Utara bisa merasakan kesejahteraan yang di mana selalu dibilang bahwa Maluku Utara adalah provinsi yang memiliki pertubuhan
01:45ekonomi tertinggi,
01:47namun pada akhirnya kemiskinan pun tertinggi juga naik dan kemudian inflasi pun juga naik.
01:53Itu salah satunya yang bisa saya sampaikan.
01:55Lalu kemudian saya berharap, Ibu Gubernur, tentunya beberapa teman juga tadi sudah sampaikan,
02:04saya tidak tahu di teman-teman kabupaten yang lain juga mungkin banyak kebakaran,
02:10tapi di Taliabu sampai sekarang ini api belum sepenuhnya padam dan masih terbakar.
02:16Saya juga berharap kami di Taliabu itu atau bahkan di Sula, bahkan di kabupaten lainnya,
02:22di 10 kabupaten kota di Maluku Utara bisa mendapatkan sentuhan langsung seperti yang dilakukan kemarin oleh pemerintah provinsi,
02:31seperti bencana atau musibah yang dialami teman-teman atau saudara-saudari kita yang di NTT,
02:37yang langsung diberikan 1 miliar atau berapa anggarannya.
02:40Sekiranya dengan keresahan masyarakat yang disampaikan kepada kami hari ini,
02:45baik teman-teman dari partai lain khususnya DAPI 5,
02:48kami sangat merasa tersentuh dan merasa sedih dengan apa yang dialami oleh mereka,
02:53sekiranya Pak Ibu Gubernur dan Wakil Gubernur bisa melakukan satu sentuhan yang benar-benar mereka rasakan bahwa
03:03ternyata kami ini bukan cuma jauh, walaupun jauh di mata tapi dekat di hati oleh pemerintah Provinsi Maluku Utara.
03:10Mungkin itu saja dari saya, lebih dan kurangnya mohon maaf,
03:13bila itafiq walidayah, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
03:17Bentar Pak Ketua, secara aturan kan saya tidak boleh bicara,
03:21tapi semuanya bertanya hal yang sama, mumpung semua yang disini saya boleh menjelaskan tidak?
03:25Izin Ibu Gubernur, berdasarkan kata tertib tidak boleh.
03:28Ya percumaan kalau gitu.
03:30Pimpinan, selesai.
03:31Terakhir pimpinan.
03:37Cara baru nonton di Smart TV.
03:40Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Grammedia langsung dari Smart TV kamu.
03:46Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
03:50Cari Kompas TV melalui pencarian.
03:53Pilih aplikasi lalu install.
03:55Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
04:00Download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga.