Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Aksi Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda meminta waktu untuk memberikan penjelasan saat Rapat Paripurna DPRD Maluku Utara pada Senin (12/10/2026) pekan lalu, menarik perhatian.

Sherly langsung mematikan mikrofonnya setelah mengatakan "percuma kalau begitu."

Langkah tersebut diambil setelah pimpinan sidang menyatakan bahwa tata tertib rapat tidak mengizinkannya berbicara untuk merespons kritik para legislator.

Video editor: Rizal

#sherlytjoanda #gubernurmalukuutara #dprdmalukuutara

Baca Juga Momen Akrab Gubernur Sherly dan Presiden Prabowo Foto Bersama usai Acara di Maluku Utara di https://www.kompas.tv/nasional/695077/momen-akrab-gubernur-sherly-dan-presiden-prabowo-foto-bersama-usai-acara-di-maluku-utara




Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/697072/momen-gubernur-sherly-matikan-mikrofon-di-paripurna-dprd-malut-usai-tak-diberi-bicara
Transkrip
00:00Secara aturan kan saya tidak boleh bicara, tapi semuanya bertanya hal yang sama.
00:04Mumpung semuanya di sini saya boleh menjelaskan tidak?
00:06Izin Ibu Gubernur, berdasarkan kata tertib tidak boleh.
00:09Ya percumaan kalau gitu.
00:11Kita tahu bersama bahwa saat ini utang Provinsi Maluku Utara terkait DBH ke Kabupaten Kota masih sekitar 1 triliun sekian.
00:21Yang kemudian tadi sudah pernah disampaikan oleh Ibu Gubernur akan dicicil pembayarannya.
00:27Sungguh sangat disayangkan kalau hasil daerah kita yang diambil oleh pusat itu hanya dapat memperkuat fiskal nasional.
00:38Tapi yang harusnya kami DPR, pemerintah, bahkan DPD, DPR yang ada di pusat,
00:45bagaimana kami putra-putri Maluku Utara memperjuangkan hak-hak yang harus kami dapatkan.
00:52Di mana uang kami atau hasil kekayaan daerah kami dibawa ke pusat tapi justru memperkuat fiskal nasional,
01:02tapi kami sendiri di Provinsi Maluku Utara harus meminjam sekitar 1 triliun untuk mempercepat konektivitas daerah kami.
01:11Sehingga ini menjadi catatan penting bagi yang ada DPR RI, DPD, pemerintah, DPR Provinsi,
01:20bagaimana sehingga komunikasi antara daerah dengan pusat itu benar-benar bisa terjalin.
01:28Sehingga mereka juga tahu bahwa piutang-piutang kita yang ada di mereka juga bagaimana bisa dikomunikasikan sehingga kita bisa mendapatkan
01:35hak-hak kami.
01:36Dan masyarakat Maluku Utara bisa merasakan kesejahteraan yang di mana selalu dibilang bahwa Maluku Utara adalah provinsi yang memiliki pertubuhan
01:45ekonomi tertinggi,
01:47namun pada akhirnya kemiskinan pun tertinggi juga naik dan kemudian inflasi pun juga naik.
01:53Itu salah satunya yang bisa saya sampaikan.
01:55Lalu kemudian saya berharap, Ibu Gubernur, tentunya beberapa teman juga tadi sudah sampaikan,
02:04saya tidak tahu di teman-teman kabupaten yang lain juga mungkin banyak kebakaran,
02:10tapi di Taliabu sampai sekarang ini api belum sepenuhnya padam dan masih terbakar.
02:16Saya juga berharap kami di Taliabu itu atau bahkan di Sula, bahkan di kabupaten lainnya,
02:22di 10 kabupaten kota di Maluku Utara bisa mendapatkan sentuhan langsung seperti yang dilakukan kemarin oleh pemerintah provinsi,
02:31seperti bencana atau musibah yang dialami teman-teman atau saudara-saudari kita yang di NTT,
02:37yang langsung diberikan 1 miliar atau berapa anggarannya.
02:40Sekiranya dengan keresahan masyarakat yang disampaikan kepada kami hari ini,
02:45baik teman-teman dari partai lain khususnya DAPI 5,
02:48kami sangat merasa tersentuh dan merasa sedih dengan apa yang dialami oleh mereka,
02:53sekiranya Pak Ibu Gubernur dan Wakil Gubernur bisa melakukan satu sentuhan yang benar-benar mereka rasakan bahwa
03:03ternyata kami ini bukan cuma jauh, walaupun jauh di mata tapi dekat di hati oleh pemerintah Provinsi Maluku Utara.
03:10Mungkin itu saja dari saya, lebih dan kurangnya mohon maaf,
03:13bila itafiq walidayah, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
03:17Bentar Pak Ketua, secara aturan kan saya tidak boleh bicara,
03:21tapi semuanya bertanya hal yang sama, mumpung semua yang disini saya boleh menjelaskan tidak?
03:25Izin Ibu Gubernur, berdasarkan kata tertib tidak boleh.
03:28Ya percumaan kalau gitu.
03:30Pimpinan, selesai.
03:31Terakhir pimpinan.
03:37Cara baru nonton di Smart TV.
03:40Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Grammedia langsung dari Smart TV kamu.
03:46Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
03:50Cari Kompas TV melalui pencarian.
03:53Pilih aplikasi lalu install.
03:55Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
04:00Download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga.

Dianjurkan