Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Anggota polisi yang menembak rekannya sesama polisi di Mako Direktorat Polairud Baharkam, Tangerang Selatan, menjalani pemeriksaan kejiwaan.

Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap motif di balik aksi penembakan tersebut.

Babak baru kasus tewasnya Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai, anggota Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara yang ditembak oleh rekannya sesama polisi di Mako Direktorat Polairud Baharkam, masuk babak baru.

Satu tersangka telah ditangkap. Polisi kini memeriksa kondisi kejiwaan tersangka untuk mengetahui motif pembunuhan.

Komisioner Kompolnas, Yusuf Warsyim, menyebut meminta pemeriksaan tersangka berjalan objektif.

Kompolnas meminta penyidikan dalam perkara ini tidak boleh hanya bergantung pada pengakuan saksi atau pelaku semata.

Kasus polisi tewas ditembak polisi terjadi di Mako Polairud Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Jumat, 16 Oktober.

Tersangka, yang merupakan junior korban, ditahan di Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

#polisitembakpolisi #poldametrojaya #mako

Baca Juga Kabut Asap Karhutla di Banjarmasin, Bayi 8 Bulan Terpaksa Harus Mengungsi | BERITA UTAMA di https://www.kompas.tv/regional/697069/kabut-asap-karhutla-di-banjarmasin-bayi-8-bulan-terpaksa-harus-mengungsi-berita-utama



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/697071/polisi-tembak-polisi-tersangka-jalani-pemeriksaan-kejiwaan-untuk-ungkap-motif-berita-utama
Transkrip
00:00Anggota polisi yang menembak rekannya sesama polisi di Mako Direktorat Polairut Baharkam, Tangerang Selatan menjalani pemeriksaan kejiwaan.
00:09Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap motif di balik aksi penembakan itu.
00:19Kasus tewasnya Baratu, Laurentius Valdo Fernandez Lawai,
00:23anggota Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara yang ditembak oleh rekannya sesama polisi di Mako Direktorat Polairut Baharkam, masuk babak baru.
00:32Satu tersangka telah ditangkap.
00:34Polisi kini memeriksa kondisi kejiwaan tersangka untuk mengetahui motif pembunuhan.
00:40Kami juga penyidik dalam hal ini juga masih belum bisa melakukan pendalaman yang komprehensif,
00:48melihat situasi dari kondisi dari si pelaku.
00:51Artinya ini juga harus kita melihat, makanya kami belum bisa menyampaikan motif,
00:56tetapi yang paling utama adalah penanganan.
00:58Kalau untuk terkait tentang kejiwaan, itu butuh proses.
01:02Ini masih berproses, makanya kami sampaikan.
01:05Kami butuh waktu, karena tidak bisa satu dua hari untuk mengenali psikologi seseorang.
01:10Nanti dokter, alih psikiatrikum yang akan menyampaikan.
01:16Komisioner Kompolnas Yusuf Warsi menyebut,
01:18meminta pemeriksaan tersangka berjalan objektif.
01:22Kompolnas meminta penyidikan dalam perkara ini tidak boleh hanya bergantung pada pengakuan saksi atau pelaku semata.
01:29Memastikan bahwa proses penyidikan ini benar-benar objektif.
01:35Tentu karena sudah ada rilis, terus diberikan transparansi publik,
01:43bagaimana profesionalisme dan akuntabilitas penyidikannya.
01:48Bagaimana pendekatan scientific crime investigation yang dilakukan,
01:54tentu tidak didasarkan pada pengakuan-pengakuan.
01:59Tapi bagaimana uji balistik,
02:03berapa senjata, berapa peluru,
02:07jarak tembak, siapa pemilik S&P.
02:15Kasus polisi tewas ditembak polisi
02:17terjadi di Mako Polairut, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Jumat 16 Oktober.
02:23Tersangka yang merupakan junior korban
02:25ditahan di subdit Jatan Ras di Treskrimum, Polda, Metro Jaya.
02:29Selain proses pidana,
02:31sidang etik terhadap tersangka juga tengah berjalan.
02:34Tim Liputan, Kompas TV
02:37Sampai jumpa di video selanjutnya.

Dianjurkan