00:04Jad Miko
00:21Jad Miko tak hanya menghadirkan batik yang lebih ramah lingkungan,
00:25Ia juga mengeksplorasi teknik ekoprint, mencetak keunikan bentuk, dan warna tumbuhan menjadi motif alami yang memberi karakter tersendiri pada kain.
00:35Sobat Sustanesia, di rumah batik Bintan, selain kita bisa mencoba membuat batik secara manual,
00:40di sini kita juga bisa merasakan eksperimen membuat kain ekoprint. Penasaran seperti apa?
00:47Pak, bagaimana caranya nih membuat kain ekoprint?
00:49Oke, yang pertama kita menggunakan palu kayu seperti ini, terus daun yang sudah kita pilih,
00:56kita taruh di atas kain seperti ini, dan dilapisin plastik, terus kita mengetoknya pelan-pelan.
01:03Ini pakai daun apa ini, Pak?
01:05Ini kalau kita bilang rumput resam.
01:08Rumput resam, itu semua daun bisa dipakai untuk ekoprint atau hanya ada daun-daun tertentu?
01:15Sebenarnya bisa semua daun, yang penting dia banyak klorofil gitu kan, apapunan hijaunya.
01:20Oke, ayo Pak kita coba, contohkan dulu ya.
01:24Tepukkan seperti ini.
01:30Coba kita ulangi lagi.
01:34Setelah ini apa, Pak, prosesnya?
01:35Nah, jika kita biarkan daunnya sampai kering, maka kemungkinan getah dari daun ini semuanya melengket sempurna.
01:46Terus mungkin warnanya akan lebih pekat.
01:48Jika seandainya seperti yang sudah kita lepas, kemungkinan warnanya hanya cukup sampai sekian.
01:54Tapi boleh saya coba buka satu yang tadi kita coba?
01:57Ini ya.
02:00Harus lebih kuat lagi sepertinya menekannya ini ya?
02:04Itu sudah dapat sebenarnya.
02:05Sudah dapat warna ini?
02:09Sudah dapat.
02:12Oke, terakhir.
02:15Warna natural dari daun.
02:18Nah, ini adalah ekoprint namanya.
02:20Ekoprint.
02:36Lalu setelah kainnya diwarnai, apa lagi, Pak, prosesnya?
02:40Setelah kering, kita biarkan dia oksidasi dulu.
02:43Oh, berapa lama?
02:45Kalau untuk ekoprint, minimal 6 jam ya.
02:496 jam.
02:51Setelah oksidasi, baru...
02:53Kita kunci.
02:53Proses penguncian.
02:55Penguncian dengan kapur.
02:57Agar warnanya tidak hilang ya?
02:59Benar.
03:04Ekoprint bisa dibuat dari daun yang ada di sekitar kita ya, Pak?
03:08Ya.
03:09Seperti ini, Sobat Sustanesia.
03:13Dari proses membatik dan ekoprint, Jadmiko melihat potensi lain dari sisa bahan yang dihasilkan.
03:19Limbah tersebut, ia coba olah menjadi kompos.
03:22Dengan begitu, manfaatnya tak berhenti pada kain yang indah, tetapi berlanjut hingga ke lahan pertanian.
03:29Mendukung praktik bertani ramah lingkungan dan mengurangi ketergantungan pada pesticida kimia.
03:34Dari batik dan limbahnya, Jadmiko melihat potensi kreativitas dan peluang baru yang bisa dilahirkan.
03:41Berangkat dari harapan itulah, Jadmiko menggagas Ekang Green Creative Village.
03:46Sebuah ekosistem yang merangkai budaya, kreativitas, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat agar potensi desa saling terhubung.
03:54Sebenarnya potensi di desa Ekang Cule ini besar, mulai dari pertanian sendiri, mulai dari budaya, termasuk budaya itu.
04:03Kalau orang membatik bintang, termasuk budaya juga ada tarian-tarian dari sanggar anak-anak itu, terus ada juga mangrove-nya.
04:12Nah, itu sebenarnya kan saat ini masih berjalan sendiri-sendiri, belum dimaksimalkan.
04:20Dengan kegagasan saya Ekang Green Creative Village itu, semua potensi tersebut akan saya rangkul.
04:26Dan saya, istilahnya, saya masukkan ke dalam sebuah ekosistem yang bernama Ekang Green Creative Village.
04:36Ekonomi sirkular menjadi cita-cita besar yang ingin diwujudkan Jatmiko melalui Ekang Green Creative Village.
04:43Sebuah ekosistem yang tak hanya menggerakkan roda ekonomi, tetapi juga meralat alam, memberdayakan manusia, dan menjaga budaya yang telah lama
04:53menjadi bagian dari identitas masyarakatnya.
04:56Harapan saya ke depan adalah Ekang Green Creative Village, yang awalnya itu diawali dari Remohmatik Bintang, itu bisa merangkul sebagian
05:06besar masyarakat desa Ekang Nganjule.
05:08Karena dengan kita lebih banyak merangkul itu, tentu harapan saya adalah sampah yang ada di desa kita juga teratasi.
05:18Terus dari sisi perekonomian juga ada tambahan pendapatan untuk masyarakat, gitu kan.
05:24Jadi dari sisi budaya juga terus dilestarikan.
05:30Gagasan Jatmiko untuk membangun Ekang Green Creative Village pun disambut baik oleh masyarakat.
05:36Pertama, potensi ini menjadi sebuah potensi yang bagus, terus tempat kita cukup strategis.
05:43Melalu lalang turis yang akan ke Lagoy dan dari Lagoy akan menikmati suasana penduduk tempatan.
05:52Saya pikir itu sesuatu hal yang sangat baik untuk dikembangkan dan kita berharap ini menjadi motivasi kepada kelompok-kelompok masyarakat
06:01yang lain dan masyarakat yang lain juga bisa berkontribusi dan ikut bersama-sama dalam rangka mendukung gagasan yang sudah Pak
06:11Jatmiko ini munculkan.
06:12Karena capstone proyek ini dengan Ekang Green Creative Village ini melibarkan banyak komponen masyarakat juga.
06:28Ekang Green Creative Village pun mengantarkan Jatmiko menjadi salah satu SDGs leader di bawah Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional.
06:36Melalui program ini, Jatmiko berpeluang terhubung dengan berbagai fasilitas dan dukungan.
06:43Tukas kami adalah memfasilitasi.
06:45Itu oleh sifatnya peningkatan kualitas SDM.
06:48Bisa dalam peningkatan akses logistik misalnya.
06:53Kedepannya juga, kalau mereka punya potensi besar dan perlu pemasaran yang lebih luas lagi, bahkan sampai ekspor keluar pun, kita
07:03upayakan memfasilitasi.
07:04Kalau mereka untuk mengembangkan perlu modal lebih besar lagi, kita bisa hubungkan dengan para investor.
07:13Emma, salah satu ibu rumah tangga di desa Ekang Anculai merasakan manfaat sejak bergabung dengan Ekang Green Creative Village.
07:21Ia dapat kesempatan belajar, berkarya sekaligus mengubah hidupnya termasuk dalam penghasilan.
07:28Sebelum saya ke sini, saya hanya ibu rumah tangga dan bantu suami untuk berkebun.
07:33Kebetulan suami saya pun penganggulannya untuk berkebun.
07:36Jadi beliau ini mengajak, kalaupun kita bergabung, bisa kita kembangkan lebih lanjut.
07:42Alhamdulillah sampai sekarang ini.
07:44Perubahan sih, alhamdulillah ada ya.
07:46Otomatis untuk ibu-ibu sini, apalagi lancar nanti pemasaran apa.
07:50Gimana kan pasti ada uang tambahan untuk ibu-ibu rumah tangga lah ya.
07:58Jika gagasan Jatmiko dan Cita-Cita menjadikan Ekang Anculai sebagai desa wisata berkelanjutan terus tumbuh,
08:04akan semakin banyak warga yang berpeluang terlibat dan merasakan manfaat ekonomi.
08:09Sebuah wujud pembangunan di wilayah dengan akses dan kesempatan yang terbatas,
08:15yang sesungguhnya menyimpan potensi lokal begitu besar.