Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Kompas.TV - Jatmiko, pendiri Rumah Batik Bintan, mengembangkan Ekang Green Creative Village untuk memberdayakan warga Desa Ekang Anculai, Bintan, Kepulauan Riau. Berawal dari Rumah Batik Bintan, gagasan ini berupaya menyatukan potensi budaya, kreativitas, pertanian, dan lingkungan dalam satu ekosistem yang berkelanjutan.

Tak hanya mengembangkan batik ramah lingkungan dan teknik ecoprint, Jatmiko juga mengolah sisa bahan membatik menjadi kompos. Melalui konsep ekonomi sirkular, ia berharap pengelolaan limbah semakin baik, budaya lokal tetap lestari, dan masyarakat memperoleh peluang pendapatan tambahan.

Inisiatif ini turut membuka kesempatan bagi warga untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi ekonomi desa. Dukungan berbagai pihak diharapkan dapat memperluas pemasaran produk hingga menjangkau pasar yang lebih luas.

Saksikan #Sustenesia setiap Sabtu pukul 09.00 WIB hanya di KompasTV!

Sahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV

Jangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop untuk mendapatkan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga Rumah Batik Bintan Kembangkan Potensi Budaya Lokal dan Ekonomi Warga | SUSTENESIA di https://www.kompas.tv/video/697041/rumah-batik-bintan-kembangkan-potensi-budaya-lokal-dan-ekonomi-warga-sustenesia

Subscribe channel YouTube KompasTV dan aktifkan lonceng supaya kamu tidak ketinggalan video terbaru dari KompasTV.

#UMKMBerkelanjutan #LocalHeroes #SDGsLeaders

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/697046/jatmiko-kembangkan-ekang-green-creative-village-untuk-dorong-potensi-dan-ekonomi-warga-sustenesia
Transkrip
00:04Jad Miko
00:21Jad Miko tak hanya menghadirkan batik yang lebih ramah lingkungan,
00:25Ia juga mengeksplorasi teknik ekoprint, mencetak keunikan bentuk, dan warna tumbuhan menjadi motif alami yang memberi karakter tersendiri pada kain.
00:35Sobat Sustanesia, di rumah batik Bintan, selain kita bisa mencoba membuat batik secara manual,
00:40di sini kita juga bisa merasakan eksperimen membuat kain ekoprint. Penasaran seperti apa?
00:47Pak, bagaimana caranya nih membuat kain ekoprint?
00:49Oke, yang pertama kita menggunakan palu kayu seperti ini, terus daun yang sudah kita pilih,
00:56kita taruh di atas kain seperti ini, dan dilapisin plastik, terus kita mengetoknya pelan-pelan.
01:03Ini pakai daun apa ini, Pak?
01:05Ini kalau kita bilang rumput resam.
01:08Rumput resam, itu semua daun bisa dipakai untuk ekoprint atau hanya ada daun-daun tertentu?
01:15Sebenarnya bisa semua daun, yang penting dia banyak klorofil gitu kan, apapunan hijaunya.
01:20Oke, ayo Pak kita coba, contohkan dulu ya.
01:24Tepukkan seperti ini.
01:30Coba kita ulangi lagi.
01:34Setelah ini apa, Pak, prosesnya?
01:35Nah, jika kita biarkan daunnya sampai kering, maka kemungkinan getah dari daun ini semuanya melengket sempurna.
01:46Terus mungkin warnanya akan lebih pekat.
01:48Jika seandainya seperti yang sudah kita lepas, kemungkinan warnanya hanya cukup sampai sekian.
01:54Tapi boleh saya coba buka satu yang tadi kita coba?
01:57Ini ya.
02:00Harus lebih kuat lagi sepertinya menekannya ini ya?
02:04Itu sudah dapat sebenarnya.
02:05Sudah dapat warna ini?
02:09Sudah dapat.
02:12Oke, terakhir.
02:15Warna natural dari daun.
02:18Nah, ini adalah ekoprint namanya.
02:20Ekoprint.
02:36Lalu setelah kainnya diwarnai, apa lagi, Pak, prosesnya?
02:40Setelah kering, kita biarkan dia oksidasi dulu.
02:43Oh, berapa lama?
02:45Kalau untuk ekoprint, minimal 6 jam ya.
02:496 jam.
02:51Setelah oksidasi, baru...
02:53Kita kunci.
02:53Proses penguncian.
02:55Penguncian dengan kapur.
02:57Agar warnanya tidak hilang ya?
02:59Benar.
03:04Ekoprint bisa dibuat dari daun yang ada di sekitar kita ya, Pak?
03:08Ya.
03:09Seperti ini, Sobat Sustanesia.
03:13Dari proses membatik dan ekoprint, Jadmiko melihat potensi lain dari sisa bahan yang dihasilkan.
03:19Limbah tersebut, ia coba olah menjadi kompos.
03:22Dengan begitu, manfaatnya tak berhenti pada kain yang indah, tetapi berlanjut hingga ke lahan pertanian.
03:29Mendukung praktik bertani ramah lingkungan dan mengurangi ketergantungan pada pesticida kimia.
03:34Dari batik dan limbahnya, Jadmiko melihat potensi kreativitas dan peluang baru yang bisa dilahirkan.
03:41Berangkat dari harapan itulah, Jadmiko menggagas Ekang Green Creative Village.
03:46Sebuah ekosistem yang merangkai budaya, kreativitas, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat agar potensi desa saling terhubung.
03:54Sebenarnya potensi di desa Ekang Cule ini besar, mulai dari pertanian sendiri, mulai dari budaya, termasuk budaya itu.
04:03Kalau orang membatik bintang, termasuk budaya juga ada tarian-tarian dari sanggar anak-anak itu, terus ada juga mangrove-nya.
04:12Nah, itu sebenarnya kan saat ini masih berjalan sendiri-sendiri, belum dimaksimalkan.
04:20Dengan kegagasan saya Ekang Green Creative Village itu, semua potensi tersebut akan saya rangkul.
04:26Dan saya, istilahnya, saya masukkan ke dalam sebuah ekosistem yang bernama Ekang Green Creative Village.
04:36Ekonomi sirkular menjadi cita-cita besar yang ingin diwujudkan Jatmiko melalui Ekang Green Creative Village.
04:43Sebuah ekosistem yang tak hanya menggerakkan roda ekonomi, tetapi juga meralat alam, memberdayakan manusia, dan menjaga budaya yang telah lama
04:53menjadi bagian dari identitas masyarakatnya.
04:56Harapan saya ke depan adalah Ekang Green Creative Village, yang awalnya itu diawali dari Remohmatik Bintang, itu bisa merangkul sebagian
05:06besar masyarakat desa Ekang Nganjule.
05:08Karena dengan kita lebih banyak merangkul itu, tentu harapan saya adalah sampah yang ada di desa kita juga teratasi.
05:18Terus dari sisi perekonomian juga ada tambahan pendapatan untuk masyarakat, gitu kan.
05:24Jadi dari sisi budaya juga terus dilestarikan.
05:30Gagasan Jatmiko untuk membangun Ekang Green Creative Village pun disambut baik oleh masyarakat.
05:36Pertama, potensi ini menjadi sebuah potensi yang bagus, terus tempat kita cukup strategis.
05:43Melalu lalang turis yang akan ke Lagoy dan dari Lagoy akan menikmati suasana penduduk tempatan.
05:52Saya pikir itu sesuatu hal yang sangat baik untuk dikembangkan dan kita berharap ini menjadi motivasi kepada kelompok-kelompok masyarakat
06:01yang lain dan masyarakat yang lain juga bisa berkontribusi dan ikut bersama-sama dalam rangka mendukung gagasan yang sudah Pak
06:11Jatmiko ini munculkan.
06:12Karena capstone proyek ini dengan Ekang Green Creative Village ini melibarkan banyak komponen masyarakat juga.
06:28Ekang Green Creative Village pun mengantarkan Jatmiko menjadi salah satu SDGs leader di bawah Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional.
06:36Melalui program ini, Jatmiko berpeluang terhubung dengan berbagai fasilitas dan dukungan.
06:43Tukas kami adalah memfasilitasi.
06:45Itu oleh sifatnya peningkatan kualitas SDM.
06:48Bisa dalam peningkatan akses logistik misalnya.
06:53Kedepannya juga, kalau mereka punya potensi besar dan perlu pemasaran yang lebih luas lagi, bahkan sampai ekspor keluar pun, kita
07:03upayakan memfasilitasi.
07:04Kalau mereka untuk mengembangkan perlu modal lebih besar lagi, kita bisa hubungkan dengan para investor.
07:13Emma, salah satu ibu rumah tangga di desa Ekang Anculai merasakan manfaat sejak bergabung dengan Ekang Green Creative Village.
07:21Ia dapat kesempatan belajar, berkarya sekaligus mengubah hidupnya termasuk dalam penghasilan.
07:28Sebelum saya ke sini, saya hanya ibu rumah tangga dan bantu suami untuk berkebun.
07:33Kebetulan suami saya pun penganggulannya untuk berkebun.
07:36Jadi beliau ini mengajak, kalaupun kita bergabung, bisa kita kembangkan lebih lanjut.
07:42Alhamdulillah sampai sekarang ini.
07:44Perubahan sih, alhamdulillah ada ya.
07:46Otomatis untuk ibu-ibu sini, apalagi lancar nanti pemasaran apa.
07:50Gimana kan pasti ada uang tambahan untuk ibu-ibu rumah tangga lah ya.
07:58Jika gagasan Jatmiko dan Cita-Cita menjadikan Ekang Anculai sebagai desa wisata berkelanjutan terus tumbuh,
08:04akan semakin banyak warga yang berpeluang terlibat dan merasakan manfaat ekonomi.
08:09Sebuah wujud pembangunan di wilayah dengan akses dan kesempatan yang terbatas,
08:15yang sesungguhnya menyimpan potensi lokal begitu besar.

Dianjurkan