Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto meminta peningkatan operasi udara dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan secara masif.

Pemerintah juga mengkaji tawaran bantuan negara tetangga agar penanganan karhutla lebih optimal.

Hingga kini, kebakaran hutan dan lahan masih terus terjadi. Tidak hanya mengganggu kesehatan warga, sejumlah orang menjadi korban.

Berkaitan hal itu, Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas untuk membahas penanganan karhutla.

Presiden Prabowo meminta penanganan karhutla dilakukan secara masif, namun terukur.

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyatakan, polisi telah melakukan penyidikan terhadap 98 kasus karhutla terkait korporasi.

Polisi segera menetapkan tersangka, pihak yang bertanggung jawab atas karhutla termasuk pemegang saham.

Kapolri juga menyinggung ada perusahaan asing yang diduga terlibat karhutla.

Kepala BNPB menyebut, sejumlah tawaran bantuan pemadaman karhutla datang dari sejumlah negara tetangga.

BNPB tengah mengkaji agar sesuai dengan kebutuhan di lapangan dan tepat sasaran.

Publik kini menunggu langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan. Sebab, masalah karhutla sudah sering kali terjadi.

Rakyat berhak untuk mendapatkan udara segar agar mereka tidak terus menjadi korban.

Baca Juga BNPB Sebut Prabowo Sebenarnya Terbuka untuk Bantuan Penanganan Karhutla dari Negara Lain di https://www.kompas.tv/nasional/697001/bnpb-sebut-prabowo-sebenarnya-terbuka-untuk-bantuan-penanganan-karhutla-dari-negara-lain

#karhutla #prabowo #kapolri

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/697017/prabowo-perintahkan-penanganan-karhutla-lebih-masif-polisi-usut-98-kasus-terkait-korporasi-jmp
Transkrip
00:00Kita ke informasi pertama saudara, Presiden Prabowo Subianto meminta peningkatan operasi udara
00:04dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan secara masif.
00:08Pemerintah juga mengkaji tawaran bantuan negara tetangga agar penanganan karhutlah lebih optimal.
00:17Hingga kini kebakaran hutan dan lahan masih terus terjadi.
00:21Tidak hanya mengganggu kesehatan warga, sejumlah orang menjadi korban.
00:25Berkaitan hal itu, Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas
00:28untuk membahas penanganan karhutlah.
00:31Presiden Prabowo meminta penanganan karhutlah dilakukan secara masif namun terukur.
00:37Yang sekarang sudah dilakukan menggunakan pesawat kasa,
00:42ini sudah diperintahkan menggunakan Hercules.
00:47Artinya ini sudah melakukan operasi udara untuk penanganan karhutlah.
00:53Nah ini betul-betul harus secara masif terukur
00:57dan dilaksanakan dengan segera.
01:01Karena memang ini sudah sangat mengganggu.
01:06Kapolri Jenderal Sudi Arioseto menyatakan
01:09polisi telah melakukan penyidikan terhadap 98 kasus karhutlah terkait korporasi.
01:14Polisi segera menetapkan tersangka pihak yang bertanggung jawab atas karhutlah
01:19termasuk pemegang saham.
01:21Kapolri juga menyinggung ada perusahaan asin yang diduga terlibat karhutlah.
01:26Jadi dari 98 LP yang naik sidik terkait dengan korporasi yang saat ini sedang berjalan,
01:35yang sedang berproses ke tingkat penyidikan, itu ada 98 kasus terkait korporasi.
01:43Untuk itu, tentunya penyidik masih dalam upaya mengumpulkan alat-alat bukti,
01:53sehingga dalam waktu yang dekat, pastinya kita akan menetapkan para tersangka.
02:01Ya, baik itu sebagai pemilik perusahaan maupun juga para pemegang sahamnya.
02:11Ya, yang bertanggung jawab terhadap korporasi yang terkait dengan terjadinya karhutlah di Indonesia.
02:18Baik, jadi dari 98 kasus korporasi yang sedang kita dalami, ini ada keterlibatan pihak asing.
02:29Ya, ada keterlibatan pihak asing.
02:32Ya, namun karena ini kita masih dalam proses nyidikan, jadi ini sedang kita pilah-pilah.
02:36Ya, mana yang terlibat PMA atau pihak asing, mana yang bukan pihak asing.
02:44Kepala BNPB menyebut sejumlah tawaran bantuan pemadaman karhutlah datang dari sejumlah negara tetangga.
02:49BNPB tengah mengkaji agar sesuai dengan kebutuhan di lapangan dan tepat sasaran.
02:55Tawaran-tawaran dari beberapa negara-negara kita,
02:58tapi kita sedang menginsert alas suruh apa saja kira-kira yang bisa mereka berikan.
03:02Jadi, bantuan itu harus benar-benar bantuan yang benar-benar kita butuhkan
03:05dan bisa langsung berdampak kepada efeknya untuk pemadaman api ini.
03:10Jadi, apa yang kita tidak punya dan mereka punya, ya kita gunakan.
03:13Nah, saat ini kita ambil waktu untuk inventarisir itu,
03:15sehingga bantuan itu benar-benar tepat sasaran dan memang betul-betul cepat untuk pemadaman api.
03:21Publik kini menunggu langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan,
03:25sebab masalah karhutlah sudah seringkali terjadi.
03:28Rakyat berhak untuk mendapatkan udara segar agar mereka tidak terus menjadi korban.
03:34Tim Liputan, Kompas TV
03:37Sampai jumpa di video selanjutnya.
03:40Sampai jumpa di video selanjutnya.
03:40Terima kasih.

Dianjurkan