00:00Kita ke informasi pertama saudara, Presiden Prabowo Subianto meminta peningkatan operasi udara
00:04dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan secara masif.
00:08Pemerintah juga mengkaji tawaran bantuan negara tetangga agar penanganan karhutlah lebih optimal.
00:17Hingga kini kebakaran hutan dan lahan masih terus terjadi.
00:21Tidak hanya mengganggu kesehatan warga, sejumlah orang menjadi korban.
00:25Berkaitan hal itu, Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas
00:28untuk membahas penanganan karhutlah.
00:31Presiden Prabowo meminta penanganan karhutlah dilakukan secara masif namun terukur.
00:37Yang sekarang sudah dilakukan menggunakan pesawat kasa,
00:42ini sudah diperintahkan menggunakan Hercules.
00:47Artinya ini sudah melakukan operasi udara untuk penanganan karhutlah.
00:53Nah ini betul-betul harus secara masif terukur
00:57dan dilaksanakan dengan segera.
01:01Karena memang ini sudah sangat mengganggu.
01:06Kapolri Jenderal Sudi Arioseto menyatakan
01:09polisi telah melakukan penyidikan terhadap 98 kasus karhutlah terkait korporasi.
01:14Polisi segera menetapkan tersangka pihak yang bertanggung jawab atas karhutlah
01:19termasuk pemegang saham.
01:21Kapolri juga menyinggung ada perusahaan asin yang diduga terlibat karhutlah.
01:26Jadi dari 98 LP yang naik sidik terkait dengan korporasi yang saat ini sedang berjalan,
01:35yang sedang berproses ke tingkat penyidikan, itu ada 98 kasus terkait korporasi.
01:43Untuk itu, tentunya penyidik masih dalam upaya mengumpulkan alat-alat bukti,
01:53sehingga dalam waktu yang dekat, pastinya kita akan menetapkan para tersangka.
02:01Ya, baik itu sebagai pemilik perusahaan maupun juga para pemegang sahamnya.
02:11Ya, yang bertanggung jawab terhadap korporasi yang terkait dengan terjadinya karhutlah di Indonesia.
02:18Baik, jadi dari 98 kasus korporasi yang sedang kita dalami, ini ada keterlibatan pihak asing.
02:29Ya, ada keterlibatan pihak asing.
02:32Ya, namun karena ini kita masih dalam proses nyidikan, jadi ini sedang kita pilah-pilah.
02:36Ya, mana yang terlibat PMA atau pihak asing, mana yang bukan pihak asing.
02:44Kepala BNPB menyebut sejumlah tawaran bantuan pemadaman karhutlah datang dari sejumlah negara tetangga.
02:49BNPB tengah mengkaji agar sesuai dengan kebutuhan di lapangan dan tepat sasaran.
02:55Tawaran-tawaran dari beberapa negara-negara kita,
02:58tapi kita sedang menginsert alas suruh apa saja kira-kira yang bisa mereka berikan.
03:02Jadi, bantuan itu harus benar-benar bantuan yang benar-benar kita butuhkan
03:05dan bisa langsung berdampak kepada efeknya untuk pemadaman api ini.
03:10Jadi, apa yang kita tidak punya dan mereka punya, ya kita gunakan.
03:13Nah, saat ini kita ambil waktu untuk inventarisir itu,
03:15sehingga bantuan itu benar-benar tepat sasaran dan memang betul-betul cepat untuk pemadaman api.
03:21Publik kini menunggu langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan,
03:25sebab masalah karhutlah sudah seringkali terjadi.
03:28Rakyat berhak untuk mendapatkan udara segar agar mereka tidak terus menjadi korban.
03:34Tim Liputan, Kompas TV
03:37Sampai jumpa di video selanjutnya.
03:40Sampai jumpa di video selanjutnya.
03:40Terima kasih.