00:00Saudara kabut asap yang menyelimuti kota Palembang kembali menebal.
00:03Selain jarak pandang berkurang, indeks pencemaran udara di Palembang kembali berada di level berbahaya.
00:10Kabut asap yang tebal membatasi jarak pandang, yakni sekitar 700 meter.
00:15Sementara, indeks standar pencemaran udara di Palembang menunjukkan kondisi udara berada di level berbahaya akibat kabut asap.
00:21Kabut asap yang masih menyelimuti Palembang akibat terbakarnya lahan-lahan gambut,
00:25terutama di Kabupaten Ogan Komering Ilir, kondisi ini pun dikeluhan warga, terutama mereka yang banyak beraktifitas di luar ruangan.
00:36Keluar orderan pertama, jam setengah tujuh, itulah sudah tebal itu, sampai sekarang.
00:45Terang mengurangi kemasukan kita, karena banyak budak libur, Pak.
00:51Yang ngangkut kami ini budak sekolah ini lah, kan yang agak ngeramik itu.
00:54Ya, makin usai, Pak, kami. Ya, terutama untuk bernafas.
00:59Ya, ya, ya, ya.
01:00Biarpun kita tidak ganti orderan, ya, bernafas kan paling tidak sesak nafas kita.
01:05Biasa kita pelong, enak, tidak pakai masker, kan.
01:10Sekarang ya harus pakai masker, dua lapis pula, nak.
01:13Sakit tebalnya tuh.
01:14Terima kasih.
01:14Terima kasih.