Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
PALEMBANG, KOMPAS.TV - Kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang kembali menebal.

Selain jarak pandang berkurang, indeks pencemaran udara di Palembang kembali berada di level berbahaya.

Kabut asap yang tebal membatasi jarak pandang, yakni sekitar 700 meter.

Sementara indeks standar pencemar udara di Palembang menunjukkan kondisi udara berada di level berbahaya akibat kabut asap.

Kabut asap yang masih menyelimuti Palembang akibat terbakarnya lahan-lahan gambut, terutama di Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Kondisi ini pun dikeluhkan warga, terutama mereka yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

Baca Juga WALHI Kritik Mitigasi Karhutla Pemerintah: Kita Pernah Punya Skema Pemulihan Gambut, tapi Dibubarkan di https://www.kompas.tv/nasional/696974/walhi-kritik-mitigasi-karhutla-pemerintah-kita-pernah-punya-skema-pemulihan-gambut-tapi-dibubarkan

#karhutla #palembang #kualitasudara

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/697006/kabut-asap-kembali-menebal-di-palembang-kualitas-udara-masuk-level-berbahaya-jmp
Transkrip
00:00Saudara kabut asap yang menyelimuti kota Palembang kembali menebal.
00:03Selain jarak pandang berkurang, indeks pencemaran udara di Palembang kembali berada di level berbahaya.
00:10Kabut asap yang tebal membatasi jarak pandang, yakni sekitar 700 meter.
00:15Sementara, indeks standar pencemaran udara di Palembang menunjukkan kondisi udara berada di level berbahaya akibat kabut asap.
00:21Kabut asap yang masih menyelimuti Palembang akibat terbakarnya lahan-lahan gambut,
00:25terutama di Kabupaten Ogan Komering Ilir, kondisi ini pun dikeluhan warga, terutama mereka yang banyak beraktifitas di luar ruangan.
00:36Keluar orderan pertama, jam setengah tujuh, itulah sudah tebal itu, sampai sekarang.
00:45Terang mengurangi kemasukan kita, karena banyak budak libur, Pak.
00:51Yang ngangkut kami ini budak sekolah ini lah, kan yang agak ngeramik itu.
00:54Ya, makin usai, Pak, kami. Ya, terutama untuk bernafas.
00:59Ya, ya, ya, ya.
01:00Biarpun kita tidak ganti orderan, ya, bernafas kan paling tidak sesak nafas kita.
01:05Biasa kita pelong, enak, tidak pakai masker, kan.
01:10Sekarang ya harus pakai masker, dua lapis pula, nak.
01:13Sakit tebalnya tuh.
01:14Terima kasih.
01:14Terima kasih.

Dianjurkan