Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 12 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Mahasiswa asal Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan, menyuarakan keresahan terkait kabut asap yang disebut telah berlangsung selama empat bulan di daerah mereka.

Satria Bima Agata, Plt Ketua BEM Universitas Lambung Mangkurat, mengatakan kabut asap mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari pendidikan hingga perekonomian.

Ia juga menyebut adanya warga yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta mengungkapkan laporan mengenai guru dan balita yang meninggal dunia.

Satria menilai penanganan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat belum menunjukkan perbaikan yang berarti.

Menurutnya, titik kebakaran masih ditemukan setiap hari, sementara aktivitas perkuliahan tetap berlangsung di kampusnya.

Bersama mahasiswa lainnya, ia datang ke Jakarta untuk menyampaikan keresahan masyarakat Kalimantan dan mendesak penanganan persoalan kabut asap secara lebih serius.



Produser: Prayogi Haro

Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/696982/datang-dari-kalimantan-mahasiswa-bawa-tuntutan-ke-pemerintah-soal-nasib-kabut-asap-karhutla
Transkrip
00:06Kalau dari kampus di tempat kalian sendiri, apakah kabut asap itu kebakaran terasa dan bagiannya boleh nggak digambarkan kondisi di
00:14sana?
00:15Oke baik, untuk kabut asap di sana sangat terasa dan sudah berjalan sangat lama, yaitu sudah berjalan selama 4 bulan
00:22dan bagaimana pada akhirnya aktivitas sangat terganggu bagaimana dari aktivitas pendidikan, perekonomian dan lain-lain gitu
00:29bagaimana pada akhirnya mau menempuh berpendidikan pun di sana juga harus menerjang asap
00:35dan bagaimana sampai akhirnya ada guru yang meninggal dan ada balita yang meninggal
00:41dan sangat banyak yang bagaimana terkena ispa saat miris gitu
00:47dan bagaimana respon dari pemerintah pun sangat tidak bagus gitu, itu yang kami sayangkan gitu
00:53Kalau saya dari kampus sendiri, jarak pandang di daerah kampus kamu sendiri bagaimana?
00:59Untuk jarak pandang, untuk di daerah situ bervariatif ya
01:04ada yang sampai sekitar cuma 2 km, ataupun mungkin 5 km atau 4 km
01:10Boleh ceritain gak perjalanan ke Jakarta gimana, berapa lama, menempuh waktunya konsolidasi, berapa orang kalian ke sini gitu?
01:17Iya, untuk yang datang
01:17Untuk dari Kalimantan, kami berdua dari Kampus Universitas Sambung Mangkurat, dari BUM Universitas Sambung Mangkurat
01:23kami yang menempuh perjalanan melalui jalur pesawat dan jalur daerah
01:27Apa pesan teman-teman di daerah apa kepada kamu gitu?
01:31Mungkin ada yang dititipkan?
01:32Bagaimana untuk pesan dari kawan-kawan di daerah ataupun itu adalah kami berusaha di sini untuk menyuarakan
01:39atas keresahan dan bagaimana hal yang dirasakan oleh masyarakat terlebih di Kalimantan
01:44atas permasalahan yang masih belum tuntas sampai perhari ini
01:47dan bagaimana respon dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat masih kurang becus gitu
01:52menangani hal-hal ini
01:53Kan sebenarnya Presiden dan beberapa menteri kan sudah kesana juga Kalimantan
01:57ada dampak progres yang dirasakan atau bagaimana sih?
02:00Untuk progres yang seharusnya membaik tapi sampai perhari ini malah lebih memburuk gitu
02:06dan bagaimana mau Presiden, mau Wakil Presiden maupun Menteri yang sering kesana
02:11sampai perhari ini pun tidak ada perubahan sama sekali
02:13Masih ada ketik yang terbakar terus disana?
02:16Betul, masih setiap harinya, setiap jamnya mau pagi ataupun malam terus menerus terbakar disana
02:22Kampusmu sendiri masuk nggak?
02:24Maksudnya kesaharan masuk atau libur atau bagaimana karena dampak itu?
02:28Untuk kampus tetap masih masuk disana
02:33Satria Bima Agata
02:40Satria Bima Agata
02:42Dari jurusan apa?
02:45Jurusan Fisik
02:46Fisik
02:47Semester 9
02:49Fakultas Fisik
02:53Agatanya spellingnya gimana Mas?
02:56AGA THA
02:57AGA THA
02:58Lampung Mangkurat
03:03Lambung Mangkurat
03:05Lambung Mangkurat
03:10PLT apa tadi Mas?
03:12PLT, Ketua BEM
03:12Ketua BEM
03:16Makasih Mas
03:16Boleh minta kontaknya Mas?
03:19Tidak
03:19Terima kasih.

Dianjurkan