Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
PALANGKA RAYA, KOMPAS.TV - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia memicu krisis kabut asap yang meluas hingga lintas negara.

Dampaknya dirasakan mulai dari gangguan kesehatan masyarakat, penurunan kualitas udara, terganggunya penerbangan, hingga gugurnya petugas pemadam saat menjalankan tugas. abut asap yang meluas turut menjadi perhatian Malaysia.

PM Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan bahwa negaranya telah menyatakan kesediaan untuk bekerja sama membantu penanganan karhutla.

Baca Juga Polisi Tetapkan 4 Tersangka Kasus Karhutla di Palangka Raya | DIPO INVESTIGASI di https://www.kompas.tv/video/696913/polisi-tetapkan-4-tersangka-kasus-karhutla-di-palangka-raya-dipo-investigasi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/696916/karhutla-indonesia-picu-kabut-asap-lintas-negara-malaysia-singapura-terdampak-dipo-investigasi
Transkrip
00:10Intro
00:13Api Karhutla masih membara
00:15Lahirkan asap yang menyebar ke penjuru Nusantara hingga Malaysia dan Singapura
00:20Sejumlah pihak meminta pemerintah dapat segera memadamkan api
00:24Karena ancaman Karhutla kian menjadi nyata
00:27Di Kayung Utara, Kalimantan Barat, seorang anak berusia 6 tahun meninggal dunia
00:32Diduga terpapar asap Karhutla
00:34Pekatnya asap diduga berpengaruh pada kondisi anak yang didiagnosa mengalami infeksi paru-paru
00:40Di ronsen dan dinyatakan si anak saya itu infeksi paru-paru
00:45Karena yang saat ini kemungkinan yang paling parah ini imun tubuh anak itu bang udah sakit
00:51Kalau tentang kabut asap kayak gini ini bang
00:56Tak hanya di Kalimantan, asap juga membuat kualitas udara di Palembang, Sumatera Selatan
01:01Berada pada kategori berbahaya
01:03Cara pandang menurun drastis hingga mengganggu aktivitas warga
01:06Untuk menanggulanginya pemerintah melakukan uji coba penggunaan dry ice
01:11Untuk mengurangi pekatnya asap
01:14Kualitas udara di Makassar dan Maros, Sulawesi Selatan juga terpantau di level tidak sehat
01:19Kondisi tersebut diduga akibat adanya kiriman asap karhutlah dari Kalimantan, Maluku hingga Papua
01:26Sementara di Papua kabut asap tak hanya menghambat aktivitas warga
01:30Namun juga mengganggu jadwal penerbangan dari Bandara Sentani, Jayapura
01:34Karhutlah kian menjadi petaka
01:37Empat orang petugas dan relawan pemadam kebakaran gugur saat berupaya memadamkan api
01:42Di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur
01:45Tiupan angin kencang menyebabkan api membesar dan membuat mereka terjebak saat proses pemadaman
01:51Pergerakan angin juga membuat asap karhutlah bergerak jauh dari lokasi kebakaran
01:56BMKG bahkan memantau adanya indikasi sebaran asap karhutlah
02:00Yang sempat memasuki lapisan atmosfer Jakarta, Banten, dan Jawa Barat
02:07Fenomena kabut asap lintas batas menjadi gambaran karhutlah meluas di Indonesia
02:11Dasarkan data yang diolah Ayana dan Center for Policy and Public Management SBM ITB
02:16Papua menjadi wilayah dengan dampak karhutlah terluas
02:20Yaitu diperkirakan mencapai 173.000 hektare
02:24Di susul Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sumatera, Jawa, dan Sulawesi
02:30Dalam laporan SBM ITB juga menyoroti tak seragamnya luasan hutan dan lahan yang terbakar
02:36Dasarkan data Sipongi Kementerian Kehutanan, sepanjang Januari hingga Juli
02:40Kebakaran menghanguskan 202.000 hektare hutan dan lahan
02:43Jumlah ini jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan data organisasi masyarakat sipil Auriga Map Biomas Fire
02:50Yang mencatat luasan karhutlah mencapai 637.000 hektare
02:54Bahkan Nusantara Atlas mendata luasan karhutlah menyentuh lebih dari 895.000 hektare sepanjang Januari hingga Agustus 2026
03:03Tak hanya membekap Nusantara asap karhutlah turut jadi perhatian Perdana Menteri Malaysia
03:33Terkait tawaran bantuan dari negara tetangga, pemerintah menyebut telah membahasnya
03:38Terkait ke apa yang bantuan yang ingin diberikan oleh negara-negara tetangga itu sudah dibahas
03:47Bapak Presiden juga seperti kita ketahui sudah menyampaikan persetujuannya
03:52Dan juga ini sudah dalam proses pembahasan di level teknis
03:56Jadi ini kan level teknisnya adalah BMPB
04:00Kerjasama penanganan karhutlah penting
04:02Namun pemerintah harus punya strategi jangka panjang yang menyentuh agah persoalan
04:06Agar kebakaran di lahan gambut tak terus berulang
04:11Ini gambut kebakaran dari tahun 90-an bukan dari tahun 2015 saja
04:15Dalam konteks mitigasi bukan berarti kita tunggu sampai
04:19Nanti musim hujan tiba
04:21Tapi ada cara yang bisa lebih efektif
04:24Dengan catatan kita bisa prediksi
04:25Misalnya dalam 3 hari kedepan desa A itu akan probabilitasnya tinggi terbakar
04:31Disitu baru ada upaya dibasahin dulu, diinjek
04:34Karena kalau gambutnya sudah kering
04:36Bukan saja dia gampang terbakar
04:39Tapi dia juga menolak air
04:41Gambut Indonesia itu menyimpan 84% karbon
04:46Dari seluruh gambut di Asia Tenggara
04:49Pas Asia Tenggara itu sebenarnya bergantung kepada Indonesia untuk menyimpan karbon
04:53Dia menyelamatkan planet, kalau dia terbakar dia menghancurkannya sekaligus
04:58Penanganan karhutlah harus dilakukan secara cepat dan akurat
05:01Di sisi lain, penjagaan juga harus terus diperkuat
05:04Pemerintah harus memiliki komitmen memutus bara
05:07Agar karhutlah tak terus berulang dan langit Nusantara kembali terap
05:15Setelah sejak periode Juni hingga Oktober 2026
05:19Kurang lebih terdapat 10.000 kasus ISPA yang terdapat di kota Palangkaraya
05:24Akibat paparan asap, kebakaran hutan dan lahan
05:26Dan jika di rata-rata per bulannya terdapat 1.900 kasus
05:30Dan perharinya terdapat 90 kasus ISPA di kota Palangkaraya
05:35Saya berada di Puskiasmas Menteng untuk mendalami seberapa masif sebenarnya
05:41Dampak kesehatan bagi warga Palangkaraya terkait dengan paparan asap, kebakaran hutan dan lahan
05:47Saya akan tanyakan secara langsung kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangkaraya
05:51Dengan Bapak Ridwan, Pak Ridwan terima kasih untuk waktunya
05:53Terima kasih
05:54Pak kita tahu bahwa asap tarhutlah di kota Palangkaraya ini begitu menjadi perhatian
06:00Tidak hanya masyarakat Palangkaraya tetapi juga seluruh Indonesia
06:03Dampak kesehatan yang kemudian dirasakan oleh masyarakat Palangkaraya sejauh apa Pak?
06:08Di saat kakutlah, ada beberapa kasus ada peningkatan, salah satunya penyakit ISPA
06:13Ada peningkatan salah satunya penyakit ISPA?
06:15Jadi biasanya rata-rata per hari, kalau tidak kakutlah itu paling 50 sampai 60, sampai 70
06:24Nah saat kakutlah itu ada 102 kasus yang terjadi, kasus ISPA di kota Palangkaraya
06:32Secara total Pak, dari periode Juni hingga Oktober 2026, kalau tidak salah sudah mencapai angka 10.000
06:38Angka pastinya berapa?
06:3910.335 kasus
06:4210.335 kasus?
06:45Kemudian saat ini kita juga berada di Pukes Mas Menteng
06:49Jadi sesuai dengan program Pak Wali Kota, menyiapkan dua armada mobil oksigen keliling
06:58Dan ini bisnya Pak?
06:59Ya ini bisnya yang kita lihat di depan, boleh kita lihat?
07:02Boleh kita lihat Pak ya?
07:03Ya
07:03Oke, artinya untuk operasional mobil oksigen ini seperti apa Pak nantinya?
07:08Jadi nantinya ini akan berada di tempat-tempat masyarakat yang berdampak terhadap kasus karhutlah
07:17Kasus karhutlah, oke
07:19Ini sebenarnya seperti bis yang biasa digunakan oleh masyarakat tapi dimodifikasi menjadi seperti rumah sakit dadakan
07:28Jadi kami mau dimodifikasi sehingga mobil ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang mengalami batuk, pilek, sesak
07:36Selain mobil oksigen Pak, tadi Pak Ridon juga sempat menyinggung rumah oksigen?
07:41Rumah oksigen, jadi kita punya 47 titik rumah oksigen yang tersebar di 30 kelurang
07:47Oke
07:48Nah salah satunya Pukes Mas Menteng juga menyiapkan ruang oksigen untuk warga-warga yang membutuhkan 24 jam kita buka
07:5824 jam buka?
07:5924 jam buka
08:00Pukes Mas yang 24 jam siap melayani untuk warga yang memang membutuhkan pelayan oksigen
08:18Jadi ini salah satu pasiennya Pak?
08:20Ini salah satu pasien ISPA pada anak
08:22Nomor seberapa ya Bu?
08:245 tahun Pak
08:25Saya izin ngobrol ya
08:27Silahkan
08:27Ibu dengan ibu?
08:29Detsiana
08:30Ibu ke Pukes Mas Menteng ini memang karena gejala ISPA?
08:34Iya betul
08:34Gejala ISPA, demamnya ada, terus nyilu-nyilu di sekujur tubuhnya
08:41Dan ISPA ini karena paparangga?
08:43Iya betul, karena dapatnya hari minggu kemarin
08:47Yang terdampak ini ibu atau sama anak ibu?
08:50Semua anak kami sebenarnya, cuma dia yang paling parah
08:53Satu keluarga kan?
08:54Iya
08:54Sejak hari minggu kemarin
08:56Ini kurang lebih sudah satu minggu
08:57Iya betul
08:59Pertama kali yang ibu ketahui ketika asap parhutlah semakin tebal
09:02Yang ibu alami pertama kali yang ibu rasakan itu apa?
09:06Sesak
09:06Sesak?
09:07Batuk, fileknya itu langsung demam
09:12Dan ade juga?
09:13Iya betul
09:13Ade masih demam saat ini?
09:14Iya masih
09:15Boleh saya pegangnya coba ya?
09:16Iya
09:16Harap baru
09:17Masih cukup hangat Bu ya?
09:19Bahwa kita tahu juga asap parhutlah ini kan sudah cukup lama ada di kota Palangkaraya
09:23Dan bahkan ibu sekeluarga sampai mengalami ISPA
09:26Ada harapan yang ingin ibu sampai?
09:28Iya minta tolong aja untuk penanganan asap ini ajalah
09:31Kasian anak-anak yang seperti ini
09:34Atau apa-apa aja kalau kita dewasa masih bisa kita rasakan
09:37Kalau efek dampaknya ini nih seperti ini anak kita enggak tahu apa yang sakit apa yang dirasakan
09:44Pak
09:46ISPA yang masih diterita sebanyak 3.897 dan secara kumulatif ini ada 283.270 dengan kasus terbanyaknya di usia di
10:00atas lima tahun yaitu 2019-1959 di tujuh provinsi 63 kabupaten kota
10:11Siapa sesungguhnya pihak yang harus bertanggung jawab terkait dengan kahutlah di Kalimantan Tengah
10:16Saat ini yang paling bertanggung jawab adalah negara
10:19Terima kasih sudah menonton!

Dianjurkan