Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkap pihaknya tengah mengusut laporan 98 kasus terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk yang melibatkan perusahaan.

Suyudi menyebut 98 laporan itu kini tengah naik status ke penyidikan.

"Jadi, per hari ini, dari Bareskrim Polri telah melakukan penyidikan dari 98 LP (laporan polisi) naik sidik ada 98 kasus terkait dengan korporasi," kata Suyudi di Istana, Jakarta, Senin (19/10/2026).

Suyudi juga mengungkap ada keterlibatan pihak asing terkait perusahaan yang diduga sebagai penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Baca Juga Polri Sidik 98 Korporasi terkait Karhutla, Kapolri Pastikan Ada Keterlibatan Pihak Asing di https://www.kompas.tv/nasional/696851/polri-sidik-98-korporasi-terkait-karhutla-kapolri-pastikan-ada-keterlibatan-pihak-asing



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/696884/kapolri-suyudi-usut-98-kasus-karhutla-segera-tetapkan-tersangka
Transkrip
00:00Terima kasih Pak Menko Polkam.
00:03Jadi per hari ini dari Bares Kempori telah melakukan penyidikan
00:11dari 98 LP naik sidik ada 98 kasus terkait dengan korporasi.
00:22Jadi dari 98 LP yang naik sidik terkait dengan korporasi
00:29yang saat ini sedang berjalan, yang sedang berproses
00:33ke tingkat penyidikan itu ada 98 kasus terkait korporasi.
00:39Untuk itu tentunya penyidik masih dalam upaya mengumpulkan alat-alat bukti
00:49sehingga dalam waktu yang dekat pastinya kita akan menetapkan para tersangka.
00:57Baik itu sebagai pemilik perusahaan maupun juga para pemegang sahamnya
01:07yang bertanggung jawab terhadap korporasi yang terkait dengan terjadinya
01:13karhutlah di Indonesia.
01:15Mungkin itu sebagai informasi yang bisa kami sampaikan.
01:20Terima kasih.
01:20Terima kasih.
01:26Terima kasih.
01:51Terima kasih.
01:55Terima kasih.
01:57Terima kasih.
01:59Terima kasih.
02:00Terima kasih.
02:03Terima kasih.
02:03Baik.
02:04Jadi dari 98 kasus korporasi yang sedang kita dalami
02:09ini ada keterlibatan pihak asing.
02:14Ya, ada keterlibatan pihak asing
02:16Ya, namun karena ini kita masih dalam proses nyidikan
02:19Jadi ini sedang kita pilah-pilah
02:21Ya, mana yang terlibat PMA atau pihak asing
02:25Mana yang bukan pihak asing
02:28Ya, tapi yang jelas saya sampaikan dalam kesempatan ini
02:32Bahwa ada keterlibatan pihak asing
02:34Ya, terima kasih
02:40Ya, ya, ada, ada negara tetangga
02:44Ya, ada negara tetangga
02:48Ya, oke? Terima kasih
02:55Ya, pemilik perusahaan
03:09Kan usulan bantuan itu kan sudah kita respon juga
03:14Kemudian bagaimana teknisnya
03:18Dia akan membantu 3 pesawat
03:22Kemudian 52 personil
03:26Dipersilahkan saja di kita juga sudah 47 pesawat
03:30Dengan 60 ribu personil
03:32Ya, ini ada dari Singapura
03:36Akan ada bantuan juga
03:37Yang akan dikomunikasikan dengan kepala BMPB ya
03:42Akan dikomunikasikan
03:43Ya
03:45Ada yang lain?
03:52Nah, tadi Bapak Presiden sudah menyampaikan
03:56Bahwa ini sudah selalu akan berulang ya
04:02Setiap tahun kebakaran hutan
04:03Cuma frekuensinya yang berbeda
04:05Oleh karenanya dimitigasi dari awal
04:08Ya, dari mulai pembuatan embung
04:10Sudah diperintahkan kepada perusahaan-perusahaan
04:13Kemudian membuat juga sumur-sumur bor
04:17Sudah diperintahkan kepada TNI Polri
04:19Dimana titik-titik api yang kemungkinan selalu ada
04:22Kemudian juga pada lahan dibuatkan juga irigasi ya
04:28Semacam tempat-tempat penampungan air
04:32Jadi sudah diperintahkan dan bahkan
04:34Kalau misalnya ini terjadi kembali
04:37Maka diantisipasi dari awal
04:39Jangan sampai perintah Presiden
04:41Setelah terbakar baru ada tindakan
04:43Tapi justru sebelum terbakar
04:45Itu ada tindakan untuk diantisipasi
04:48Terima kasih ya
04:50Sampai jumpa di video selanjutnya
04:53Terima kasih ya

Dianjurkan