Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KALIMANTAN TENGAH, KOMPAS.TV - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meyakini 99 persen kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi karena kesengajaan. Hal ini disampaikannya saat berkunjung ke Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Raja Juli menyebut pembakaran dilakukan oleh perorangan maupun perusahaan. Ia juga mengatakan izin 26 perusahaan telah dicabut dan jumlah tersebut berpotensi bertambah enam perusahaan lagi, termasuk di Kalimantan Tengah.

#rajajuli #karhutla #kalimantan

Baca Juga [FULL] Ini Cerita Relawan Tangguh di Balik Upaya Pemadaman Karhutla di Kalteng di https://www.kompas.tv/regional/696726/full-ini-cerita-relawan-tangguh-di-balik-upaya-pemadaman-karhutla-di-kalteng

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/696796/menhut-raja-juli-ungkap-karhutla-99-persen-ulah-manusia-izin-26-perusahaan-dicabut-kompas-pagi
Transkrip
00:00Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni meyakini bahwa 99% karhutlah terjadi karena sengaja.
00:07Hal ini dikatakannya saat berkunjung ke Sampit, kota Waringin Timur Kalimantan Tengah.
00:12Raja Juli menambahkan penyebab unsur kesengajaan karhutlah dilakukan oleh perorangan maupun perusahaan.
00:19Raja Juli menyebut ada 26 perusahaan sudah dicabut izinnya, bahkan jumlahnya akan bertambah 6 perusahaan lainnya, termasuk di Kalimantan Tengah.
00:33Bahwa 99% kejadian ini pasti ulah manusia.
00:39Baik itu masyarakat kecil yang memang beladang, kemudian tidak bisa mengontrol apa yang mereka bakar, atau juga yang besar.
00:50Oleh karena itu penegakan hukum menjadi penting juga.
00:53Pak Kapolri kemarin sudah umumkan berapa perusahaan itu yang sudah dijadikan tersangka.
01:00individu juga jadikan tersangka.
01:02Termasuk kami di Kementerian Kota Nang ada 26 perusahaan yang sudah kami cabut dan bekukan izinnya.
01:10Dan sebetulnya akan terus bertambah.
01:12Kemarin saya dapat laporan ada proses sekitar 5 atau 6 perusahaan lagi, termasuk di Kalimantan Tengah yang melakukan pelanggaran.
01:19Terima kasih.
01:20Terima kasih.

Dianjurkan