00:04Langkah Zakaria semakin berat, ia harus lebih sering berhenti untuk beristirahat sebab napasnya semakin sesak karena banyak menghirup asap pekat
00:13akibat kebakaran hutan dan lahan.
00:15Padahal dagangan lansia yang berjualan jajanan rambut nenek di Palangkaraya, Kalimantan Tengah ini belum juga laku.
00:22Sebatang kara di Palangkaraya, Zakaria tak punya pilihan selain tetap berjualan di tengah kabut asap demi menafkahi keluarganya di Lombok,
00:30Nusa Tenggara Barat.
00:31Bukan untuk sendiri saja, kalau hasilnya memang untuk anak istri di kampung.
00:36Lebih-lebih sekarang ada cucu kan.
00:39Ya karena kita kan keadaan ekonomi kita terpaksa, kita merantuh pun di sini, mau bayar warak, mau makan pun.
00:45Kalau kita nggak jualan, habis bagaimana?
00:47Tapi sekarang kita carinya cuma cukup untuk barak makan saja.
00:53Warga Palangkaraya lainnya juga terus-menerus tak bisa tidur nyenyak.
00:57Khawatir api melahap satu-satunya tempat berlindung, siiring kesehatan keluarga terus menurun.
01:02Cuma satu ini aja rumah, jadi mengungsi mau kemana.
01:06Memang terganggu rasanya sih asap seperti ini.
01:09Keponakan ini aja sekarang ada keponakan yang kecil sekarang dirawat di rumah sakit doris.
01:13Karena kita memang sudah kepekaran kan di atas itu, jadi asapnya selalu seperti ini hari-harinya.
01:22Di Kayong Utara, Kalimantan Barat, paparan asap karhutlah merenggut nyawa anak berusia 6 tahun.
01:27Ia meninggal setelah dirawat intensif selama sepekan akibat infeksi paru-paru.
01:32Di ronsen dan dinyatakan si anak saya itu infeksi paru-paru.
01:37Tapi setelah hamil juga dia yang mau meninggal kebang, itu batuk dia itu benar-benar.
01:43Sudah kaya susah, tak bisa dia...
01:44Tak akutlah.
01:45Karena ini kan sudah terbilang sangat darurat dalam masalah ini beberapa kali.
01:52Saya berharap itu penanganan dari pemerintah, dinas, kesehatan, dari semuanya lah ini.
02:01Saya minta ada kayak vitamin dari gizi anak, itu harus diperhatikan bang.
02:08Karena yang saat ini kemungkinan yang paling parah ini imun tubuh anak itu bang mudah sakit.
02:17Kebakaran hutan dan lahan sudah semakin darurat dan membutuhkan komitmen penanganan yang kuat.
02:23Mau berapa banyak lagi warga terdampak dan nyawa melayang akibat karhutlah?
02:28Tim Liputan Kompas TV
02:29Dan kini kita bergabung dengan jurnalis Kompas TV Zahwa Majid
02:37serta juru kamera Bimo Icaksana dan Anika Pratama
02:40untuk mengetahui kondisi terkini paling akhir kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
02:44Zahwa, bagaimana sejauh ini penanggulangan terkini karhutlah di sana?
02:50Dan seberapa banyak angka ispa akibat peparan asap?
02:59Hingga saat ini tentu kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah masih diselimuti oleh asap akibat dari karhutlah.
03:07Dan kendati terus dilakukan upaya pemadaman begitu.
03:11Namun, sejak kemarin kami selalu saja menemukan ada titik-titik api baru begitu.
03:16Karena memang selain dari karakteristik tanah gambut ini yang mudah terbakar,
03:23tapi juga dari kemarau panjang dan juga angin yang sangat kencang,
03:27ini juga menjadi perpaduan yang membuat lahan-lahan gambut ini terus terbakar dan sulit sekali untuk dipadamkan.
03:34Dan upaya yang dilakukan oleh, baik oleh relawan dan juga aparat gabungan itu
03:40terus dilakukan di berbagai titik yang ada di kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah,
03:45dan juga bagian kota lainnya di Kalimantan Tengah.
03:54Salah satunya adalah dengan melakukan penyiraman secara langsung ke titik-titik di lahan gambut
04:02dan juga melakukan inovasi seperti membuat busa buatan seperti itu.
04:07Busa buatan ini dibuat dari campuran dari tepung tapioca yang juga dapat digunakan di lahan ini,
04:15tak hanya dapat memadamkan secara lebih cepat, namun juga dapat menggunakan debit air yang cukup sedikit gitu,
04:23dibandingkan hanya dengan air saja.
04:25Karena tadi inilah salah satu dari berbagai tantangan yang dihadapi oleh para relawan
04:30dalam berusaha memadamkan api yang ada di lahan dan hutan di sekitar Kalimantan Tengah.
04:38Maka dari itu, tak hanya dengan inovasi-inovasi tersebut, juga untuk lahan-lahan yang berada di sekitar pemukiman warga,
04:47dijelaskan oleh relawan bahwa air yang digunakan itu berasal dari sumur warga seperti itu.
04:53Dan untuk angka ispa yang berada di kota Palangka Raya sendiri,
04:58hingga saat ini, angka terus dinamis begitu.
05:02Namun, berdasarkan data terakhir yang dihimpun dari Pemkot, Kota Palangka Raya, dan BPDB juga,
05:12mencapai 121 angka ispa dari 8 puskesmas ini, angka terakhir dari 17 Oktober.
05:21Dan ini terus meningkat dari sebelumnya di 16 Oktober itu.
05:27kasus sebelumnya pada 16 Oktober maksud saya terakhir dari 16 Oktober.
05:42Oke baik, Zahwa tadi sempat terputus tapi kemudian kami tangkap bahwa kasus ispa juga masih terus terjadi dan cenderung meningkat.
05:50Dan tadi Anda mengatakan setiap hari di Palangka Raya bahkan menemukan titik api baru begitu.
05:55Nah secara khusus tadi di Palangka Raya, namun lebih luas lagi bagaimana kondisi karhutlah di titik lainnya di Kalimantan Tengah?
06:07Ya, berdasarkan data dari yang diterima hingga 17 Oktober pukul 6 sore kemarin,
06:13titik hotspot di Kalimantan Tengah ini mencapai 317.325 titik panas dengan 6.573 kejadian karhutlah begitu.
06:24Dan upaya pemadaman ini terus dilakukan, ada pun personil yang tercatat dalam upaya pemadaman ini mencapai 16.000,
06:34lalu juga menggunakan upaya-upaya lain seperti menggunakan helikopter, helikopter yang dikerahkan mencapai 7,
06:41lalu juga dengan satu pesawat OMC.
06:44OMC dan dengan begitu besarnya kejadian karhutlah di seluruh Kalimantan Tengah tercatat juga kasus ISPA di seluruh Kalimantan Tengah mencapai
06:53115.304 kasus,
06:57dan juga kasus diare mencapai 26.864.
07:02Baik, kasus yang masih cukup tinggi gitu ya angkanya di Kalimantan Tengah,
07:09dan saya dapat melihat Anda tadi melaporkan dalam kondisi nafas yang cukup terengah-engah
07:15dan sepertinya tidak hanya menyesakkan nafas tapi juga memerihkan mata ya Zahwa.
07:20Kalau saya tadi lihat Anda sempat mengusap air mata dan saya hanya bisa katakan tetap jaga kesehatan Anda dan juga
07:27rekan-rekan tim liputan di sana,
07:29Juru Kamera Bimbo Ucaksana dan Andika Pratama serta Jurnalis Kompas TV Zahwa Majid.
07:34Tetap jaga kesehatan rekan-rekan.
07:36Selamat malam, terima kasih.