Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kelompok Houthi merilis rekaman pertempuran melawan pasukan yang didukung Arab Saudi di Provinsi Jawf.

Video memperlihatkan ledakan dan kendaraan terbakar, serta tembakan senjata dan pasukan yang bergerak di gurun.

Namun, tanggal, lokasi, atau kondisi saat video tersebut direkam tidak dapat diverifikasi secara independen.

Kita bahas lebih lengkap bersama pakar hubungan internasional President University, Teuku Rezasyah.

Baca Juga Rekaman Ledakan Kapal Tanker di Selat Hormuz Usai Tabrak Ranjau Laut Iran | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/696719/rekaman-ledakan-kapal-tanker-di-selat-hormuz-usai-tabrak-ranjau-laut-iran-kompas-malam

#houthi #arabsaudi #konflik #senjata

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/696725/full-konflik-memanas-soal-adu-strategi-militer-arab-saudi-vs-houthi-ini-analisis-pakar-hi
Transkrip
00:00Kita bahas lebih lengkap bersama pakar hubungan internasional Presiden Universiti, Tuku Reza Syah.
00:05Pak Reza, selamat malam dengan Tata di studio. Pak Reza.
00:09Selamat malam Tata, salam dari Presiden Universiti.
00:12Baik, Pak Reza. Arab Saudi salah satu negara dengan anggaran pertahanan terbesar di dunia.
00:18Tapi, kenapa sistem pertahanan udara yang sangat mahal itu bisa kebobolan oleh serangan drone rakitan dari Huti?
00:26Ini memang unik ya, kita melihatnya sebagai pertarungan antara David dan Goliath.
00:32Tadi tepat sekali dikatakan Arab Saudi adalah pembeli senjata terbesar di dunia dengan anggaran militer tahunan puluhan miliar
00:39dan dia dekat dengan industri pertahanan Amerika Serikat, dekat dengan pengambil keputusan di Washington
00:44tapi kenapa bisa babak belur lawan Huti?
00:47Sementara Huti ini beroperasi sebagai milisi dengan gerilya, dengan perang asimetris yang bermakas di pegunungan
00:54dan gua-gua Yaman dan pindah dengan cepat.
00:57Kemudian Huti ini memang menempatkan dirinya sebagai saya ada kekuatan yang tertindas
01:01yang saya lawan adalah kaki tangan Amerika Serikat yang mencoba menguasai kawasan Timur Tengah.
01:07Itu kira-kira bayangan dari Huti ya.
01:09Tapi mengapa dia bisa kuat sekali ya?
01:11Saya perhatikan Huti ini kuat karena kekuatan domestiknya itu luar biasa.
01:16Dia bisa sanggup mengembangkan kekuatan bersenjata dari jumlah 30 ribu personil menjadi sekitar 350 ribu personil perang
01:27dan mereka bisa merekrut mantan-mantan serdadu dari Yaman.
01:32Kemudian mereka juga mendapat dukungan dari Iran terutama sekali dukungan teknologi, dukungan pelatihan
01:38dan juga dukungan-dukungan tentang operasi-operasi intelijen di berbagai kawasan, di berbagai terin wilayah Yaman sendiri.
01:48Kemudian Huti ini sanggup membangun kekuatan militer yang mandiri,
01:52belajar dari teknologi Rusia, teknologi Cina, teknologi Iran.
01:57Mungkin asalnya dari Iran tapi sebelumnya itu ada teknologi Rusia dan Cina.
02:02Tapi mereka berhasil membangun namanya ATM, amati, tiru dan modifikasi.
02:07Kemudian mereka memang juga menguasai titik-titik penting dari selat Bab El Mandep
02:14di mana ini adalah selat yang menghubungkan Laut Merah ke Teluk Aden
02:19kemudian dapat memonitor pergerakan kapal-kapal yang lewat.
02:24Kalau perlu mereka tidak taat pada aturan Huti maka mereka bisa-bisa terancam.
02:29Kemudian Huti juga sanggup mengoperasikan perang yang murah lewat drone-drone yang tepat guna.
02:35Jadi ini sangat mengagetkan Saudi Arabia.
02:40Kemudian Huti ini menguasai perbatasan,
02:44pergunungan-pergunungan yang terjal di Yaman itu.
02:48Disitulah basis gerilyawan Huti.
02:50Kemudian mereka juga kuat secara ideologis
02:53di mana mereka sangat berterima kasih.
02:56Karena di masa lalu Rasulullah itu mengatakan
02:58penduduk Yaman memiliki hati yang paling lembut dan perasaan yang paling halus.
03:03Kemudian penduduk Yaman itu iman itu ada di Yaman,
03:06fikih itu ada di Yaman, dan hikmah itu ada di Yaman.
03:08Ini merupakan suatu kepaduan ideologi yang membuat Huti itu siap bertarung
03:13walaupun dalam kondisi yang sangat terbatas.
03:15Ini sangat menarik.
03:16Mengingatkan saya pada perang di masa lalu antara Afganistan melawan Uni Soviet
03:21dan juga Afganistan melawan Amerika Serikat.
03:23Dan saat ini antara Iran melawan Amerika Serikat.
03:26Jadi ternyata kekuatan teknologi, kemudian kekuatan pertempuran udara
03:32itu ternyata belum tentu memenangkan sebuah pertempuran untuk jangka panjang.
03:37Demikian.
03:38Oke, tadi Anda bilang kalau Huti punya kekuatan domestik,
03:42kemudian juga didukung oleh Iran,
03:44kemudian juga menggunakan sistem ATM, amati, tiru, modifikasi,
03:49dan juga ternyata menguasai titik-titik.
03:51Apakah taktik gerilya Huti ini dan topografi Yaman jadi faktor yang menguntungkan juga
03:57untuk Huti kalau Anda melihatnya?
03:59Tepat sekali.
04:02Memang dari atas itu memang kelihatan ya.
04:05Ini adalah pegunungan, ini adalah daratan, ini adalah perbatasan laut, itu kelihatan kan.
04:10Tapi kan kalau dalam pertempuran,
04:12siapa yang menguasai wilayah pesisir dan pulau strategis misalnya?
04:16Itu kan sulit sekali dimonitor.
04:20Karena mereka yang berada di darat itu memiliki keunggulan geografis dan taktik darat.
04:25Misalnya terus terang bagaimana mengawasi selat yang sempit.
04:29Bagaimana mengawasi lewat gua-gua.
04:32Bagaimana menggerakkan logistik dan senjata dari gua-gua yang terpencil.
04:36Kemudian kalau berbicara soal geografi,
04:41maka kita akan melihat bahwa Huti ini benar-benar menguasai pegunungan.
04:46Misalnya mereka menguasai sebagian besar wilayah pegunungan di Yaman bagian utara,
04:50Yaman bagian barat laut, dan Yaman pusat.
04:53Kita ketahui bersama, seringkali itu penguasaan antara kota itu berpindah-pindah.
04:58Antara Huti dengan pemerintah Yaman yang didukung oleh Arab Saudi.
05:03Dan konon Arab Saudi juga berpikir-pikir apakah perlu mendatangkan bantuan dari Israel.
05:08Israel sudah sangat ingin membantu Huti dengan perangkat-perangkat perang
05:12karena banyak perangkat-perangkat yang Amerika Serikat tinggalkan.
05:15Tapi tampaknya Arab Saudi itu sadar bahwa kalau melibatkan Israel dalam konflik ini
05:20akan menjadikan reputasi Arab Saudi menurun.
05:23Tapi kalau saya perhatikan ya, basis kekuatan utama itu di benteng-benteng itu,
05:28di benteng-benteng di wilayah Sana, di wilayah Saada, dan wilayah Amran,
05:32itu Huti menyimpan pos-pos peluncuran.
05:38Kemudian juga di pegunungan Kahbob, itu antara Thais dan Lahic,
05:43maka Huti itu mampu melancarkan serangan dan pertempuran sengit
05:48untuk menguasai jajaran pegunungan strategis.
05:50Kemudian juga di pegunungan Lahic, itu adalah basis Huti untuk merebut kembali
05:58wilayah-wilayah dikuasai oleh pemerintah.
06:00Jadi Huti benar-benar menguasai wilayah, dan ini resepnya itu adalah perang teritorial,
06:06persisnya sudah dilaksanakan oleh Vietnam, kemudian sudah pernah dipraktekan oleh Indonesia,
06:11sebagaimana dibuktikan dalam buku tulis oleh almarhum Jenderal Abdul Haris Nasution.
06:18Demikian.
06:19Oke, Pak Rezat, Arab Saudi juga bilang,
06:21Teheran terlibat dalam serangkaian serangan kelompok Huti,
06:25tapi hal itu dibantah oleh Iran.
06:27Jadi benar tidak tudingannya Arab?
06:30Atau sebenarnya memang Huti ini mengadopsi teknologi militer Iran?
06:35Memang harus kita akui ya,
06:38kita berhadapan dengan informasi yang simpang siur ya.
06:41Kalau informasi itu berasal dari lawannya Iran,
06:44maka Iran itu adalah negatif.
06:46Tapi saya berpikir bahwa ada pertemuan kepentingan antara Iran dengan Huti.
06:51Karena mereka sama-sama menentang misalnya kepimpinan Israel di Timur Tengah.
06:55Kemudian mereka juga menolak mengakui,
06:58mewakili negara Israel.
07:00Tapi Huti ini masyarakat yang sangat belajar,
07:04yang sanggup belajar dengan cepat ya.
07:06Di mana Iran itu memang memberikan pelatihan misalnya menggunakan rudal balistik,
07:11menggunakan drone, kemudian merangkit perangkat perang.
07:15Huti belajar.
07:15Tapi kan Huti adalah pelajar yang pintar,
07:18di mana dia bisa belajar,
07:20kemudian melakukan training of trainer secara terus-menerus.
07:24Kemudian Iran juga memberikan pelatihan intelijen angkatan laut.
07:28Misalnya bagaimana memonitor maritim,
07:31dan juga sains kelautan itu praktek teknisnya seperti apa.
07:34Jadi kita perhatikan insinyur-insinyur Iran,
07:38pakar-pakar Iran dari Akademi Khamenei di wilayah Ziba, Kenar,
07:43itu seringkali datang bulat-bulat ke wilayah Huti.
07:46Kemudian Iran juga memberikan latihan penentuan target ya.
07:50Target itu bisa bagaimana membedakan antara kapal perang dan kapal komersial,
07:54kapal komersial maupun kapal yang membawa infrastruktur.
07:59Jadi saya pikir ada pertemuan kepentingan,
08:01tentunya Huti tidak mau dianggap sebagai kaki tangan Iran,
08:03karena mereka memiliki kepentingan yang sama.
08:06Kemudian siapa lagi yang melakukan pelatihan itu ya,
08:09kalau kita melihat dari sumber-sumber yang lain,
08:13itu dapat diketahui bahwa Huti itu banyak sekali mengimpor senjata dari pasaran gelap.
08:19Pasaran gelap itu bisa berasal dari manapun,
08:21tapi tentunya dengan harga yang jauh lebih tinggi.
08:24Jadi intinya Huti itu sanggup memanfaatkan suku cadang,
08:27dan komponen yang dikapalkan dari kapal-kapal tertentu,
08:30dan dirakit menjadi rudal balistik jarak menengah.
08:33Jadi untuk itu kita bisa melihat senjata-senjata rudal Huti itu
08:37ada yang mirip-mirip produk Cina, produk Rusia, maupun produk dari Iran.
08:42Memang di sini adalah unik,
08:44ini merupakan satu laboratorium pembelajaran
08:48bagi mereka yang secara khusus melakukan studi perang.
08:52Demikian.
08:52Baik, terima kasih Pak Reza atas penjelasannya
08:55Pakar Hubungan Internasional dari Presiden Universiti.
08:58Salam sehat selalu.

Dianjurkan