00:13Ya kan sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik, kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi, jadi menjadi
00:25ramai sekali.
00:26Tapi ya buat saya biasa saja, operasi politik untuk mendowngrade reputasi politik, seseorang.
00:39Bapak atau Mas Gimre yang kita masukkan?
00:41Ya dua-duanya bisa.
00:43Saya memang kami bergerak kayak kalau kendaraan itu double gardan, ya beda-beda real tapi tujuannya sama.
00:50Saya bersama Mas Rai Rangkuti, bersama dengan Mas Ubaidila Badrun, bersama juga dengan Mas Effendi Gasali, itu kan juga sudah
00:59sempat diterima oleh Partai PKB.
01:02Kemudian kami juga menghadap atau diterima juga di Wakil Ketua DPD, Pak Tamcil Lindung di rumahnya.
01:10Kalau itu langsung bersama dengan Mas Deni Indrayana sebelum balik ke Australia kemarin, kemudian juga Mas Refli Harun.
01:17Jadi kita semua bergerak ya, di sisi yang lain bahkan nggak sampai ke Partai-Partai.
01:22Bahkan Pak Subhanpalal, Bu Mersi itu juga sudah memberikan surat ke Sekretariat Negara, ke Presiden.
01:28Ya gitu, maka kita tunggu.
01:30Karena Mas Kosin juga sudah sampai ke Partai PDIP, Partai Gulkar, dan juga Partai Gerinta.
01:37Jadi insya Allah lah ini gerakan bersama dari kami dari rakyat ya.
01:41Kami memang tidak bisa mengklaim kami ini mewakili seluruh rakyat, tapi insya Allah kami ingin mengajak justru rakyat yang peduli
01:47untuk kemudian datang dan menyuarakan hal ini.
01:50Tapi dibilang menumpang gelap?
01:52Siapa yang menumpang gelap?
01:54Biasa kan, kalau dia kan memang selalu bilang gitu, dulu bilang Partai, ada orang.
02:00Tapi selalu begitu lah lah, kita tahu sendiri lah karakter dia, selalu hanya bisa bilang-bilang gitu.
02:05Tunjukkanlah ijazahnya dari dulu, kita minta tunjukkan ijazahnya, ada nggak pernah ditunjukkan.
02:10Nggak usah bilang gelap lah, gitu.
02:12Penumpangnya ini penumpang yang jelas.
02:14Kami adalah punya hak, karena kami ini adalah rakyat, yang rakyat itu berhak juga untuk menuntut apa yang seharusnya dilakukan
02:21ya.
02:21Jangan kemudian katanya punya ijazah semacam ini yang dilegalisasi kayak gini, yang keluar cuma fotokopi-fotokopi kayak gini.
02:28Mana ijazah aslinya?
02:29Karena sampai dengan sidang Dr. Tifa, sidang yang pembuktian keempat ya, gitu.
02:33Itu pelapornya nggak muncul.
02:35Kalau pelapornya nggak muncul, itu pada kasus yang lain, Mbak Misalnya lihat pada kasus Nikita Mirzani,
02:41dia nggak muncul pelapornya, batal demi hukum, ya kan, gitu.
02:45Kok ini pelapornya nggak muncul, didiamkan saja.
02:48Maka kita minta kepada pengadilan untuk segera hadirkan Jokowi di sidang yang terdekat ya, sidangnya Dr. Tifa maupun sidang saya.
02:56Kekah ada operasi politik?
02:58Saya tidak paham kepada siapa pernyataan itu ditunjukkan.
03:01Tetapi kalau kami membawa persoalan ini ke hadapan meja merah Mahkamah Konstitusi,
03:08kami mengajak pihak-pihak beradu argumentasi, logika, nalar, dengan bukti, dengan saksi, dengan ahli di persidangan yang terbuka untuk umum,
03:20sehingga fakta-fakta persidangan bisa dipertanggungjawabkan, bisa dinilai, dilihat bersama-sama.
03:27Yang menurut kami operasi politik justru adalah cawe-cawe Presiden Jokowi dalam Pilpres 2024.
03:35Yang paling sekarang mengemuka adalah diubahnya pasal-pasal syarat menjadi menggibran, disesuaikan dengan kondisi gibran.
03:45Syarat umur yang harusnya minimal 40 tahun digibrankan melalui putusan Pak Ahmad Usman untuk penakan gibran di Mahkamah Konstitusi.
03:55Syarat pendidikan yang seharusnya berpendidikan paling rendah SMA atau sederhajar digibrankan melalui pasal 18 R3 Peraturan KPU nomor 19 tahun
04:062023,
04:08yang semakin terindikasi adalah pasal selundupan demi meloloskan Saudara Gibran menjadi wakil presiden.
04:16Itulah sebenarnya operasi politik yang merusak kejujuran dan keadilan Pilpres 2024.
04:26Yang kedua, apakah betul ada upaya mendowngrade reputasi politik Saudara Gibran dan Pak Jokowi?
04:33Untuk Saudara Gibran, tanpa didowngrade sekalipun memang reputasinya masih belum layak.
04:39Beliau seharusnya tidak dipasalkan menjadi wakil presiden.
04:45Bahkan untuk menjadi wali kota Solo pun sama-sama kita tahu masih perlu dipertanyakan kelayakannya.
04:53Jadi tidak ada reputasi yang didowngrade.
04:56Memang belum layak untuk menjadi wakil presiden.
05:01Reputasi Pak Jokowi sendiri, sebenarnya saya termasuk yang memilih untuk Pilpres tahun 2014.
05:08Meskipun saya saat itu diminta netral karena masih memegang amanah sebagai wakil menteri hukum dan HAM.
05:16Tapi seiring perjalanan waktu, reputasi kepresiden dan Pak dirusak sendiri oleh Presiden Jokowi.
05:23Di mana politik kebangsaan dan kenegaraannya menjadi politik partisan, politik kekeluargaan.
05:31Memilih Saudara Gibran untuk melanjutkan dinasti kekuasaan Solo
05:36adalah langkah yang menurut saya menunjukkan Bapak kehilangan nilai-nilai kenegarawanannya.
05:44Menjadi presiden relawan.
05:47Presiden yang hanya didukung oleh kelompok-kelompok partisan saja.
05:53Bahkan bukan oleh partai politik.
05:55Hanya Bapak yang ketika menjadi calon presiden memiliki relawan.
05:59Ketika menjadi presiden memiliki relawan dan setelah menjadi presiden masih punya relawan.
06:06Inilah politik relawan bukan politik kebangsaan atau kenegaraan.
06:12Karena itu saya justru menghimbau kepada Bapak untuk kembali menjadi negarawan.
06:18Bagaimana caranya? Yang paling tepat adalah memberi masukan kepada Ananda Gibran
06:24untuk sudahlah mundur dari posisi wakil presiden.
06:30Itu adalah tindakan negarawan.
06:33Itu adalah langkah yang bijak.
06:36Dan itu adalah cara pertobatan bagi keluarga Solo
06:41agar tidak semakin merusak politik Republik.
06:45Politik Indonesia.
06:47Saya pikir perlebihan ya justru itu mengkonfirmasi ketakutan
06:51akan terjadinya proses pemajulan terhadap Gibran.
06:55Memang dan karenanya harus dimajulkan karena
06:57menurut pertimbangan MK tidak ada syarat ijazah SMA atau yang sederajat
07:02yang bisa dijadikan dasar untuk melegitimasi
07:06jabatan politik wakil presiden Gibran Raka Buming Raka.
07:11Dan saya ingin tegaskan bahwa reputasi itu ada
07:14manakala memang pihak-pihak yang terkait itu memiliki reputasi.
07:17Nah, dua orang ini kan memang ada masalah.
07:20Jokowi dengan ijazah yang diduga palsu dari UGM.
07:23Sementara Gibran dengan Suket yang tidak ada objek untuk disetarakan
07:26baik itu dalam bentuk sertifikat, ijazah maupun diploma.
07:30Jadi objek permasalahannya berasal dari keduanya,
07:32bukan pandangan masyarakat terhadap keduanya.
07:35Ada pun yang kami lakukan ketika mengambil langkah hukum.
07:38Itu adalah langkah konstitusional.
07:39Motif kami ingin menegakkan etika moral dan integritas berbangsa
07:43agar kepemimpinan nasional kita tidak rusak,
07:47tidak dicederai, tidak dikotori,
07:49bahkan tidak terjadi proses yang saya sebut sebagai
07:52perusakan meratabat bangsa
07:54dengan sikap promisif terhadap berbagai pelanggaran pemilu
07:57termasuk ketika seorang presiden tidak lagi menusyarat.
08:00Karena itu proses yang kami lakukan
08:02untuk meminta agar DPR melakukan proses pemajulan adalah
08:05proses konstitusional.
08:07Karena dalam konstitusi kita, seorang wakil presiden
08:10memang bisa diperhentikan dari jabatannya
08:13manakala terbukti tidak lagi menusyarat.
08:16Demikian.
08:16Kalau tadi tanggapan dari Pak Rituan gimana?
08:19Saya kira memang apa yang disampaikan oleh Pak Jokowi,
08:23saya juga memang baru saja beberapa jam yang lalu melihat
08:26bahwa ada operasi politik itu sudah pernah saya sampaikan
08:31di dalam bola liar pada waktu masalah ijazah Pak Jokowi.
08:35Waktu itu kan Pak Jokowi bilang,
08:37ada orang besar yang melakukan ini.
08:40Saya bilang bukan orang besar,
08:42adalah lembaga besar malah mungkin,
08:45sangat mungkin adalah negara besar yang mensekannya.
08:49Ternyata ini diulang kembali oleh Pak Jokowi.
08:53Artinya Pak Jokowi sangat yakin bahwa ini memang betul-betul
08:56ada operasi.
08:57Buat apa sih emang operasinya harus segitunya menjatuhkan?
09:00Ya, operasinya kan dilihat bagaimana Pak Jokowi memiliki
09:07pemilihan, mempemilih sampai 70 persen, 80 persen,
09:11tidak jadi presiden pun juga masih tinggi.
09:14Nah jadi itu ada operasi-operasi yang memang dalam rangka untuk melakukan.
09:17Tapi saya melihat itu Pak Jokowi hanya memberikan sinyal saja
09:22supaya kita melihat hal ini, apa namanya, ya harus waspada.
09:27Nah kami dari kader-kader golongan karya melihat itu biasa-biasa saja.
09:33Karena kami ini sudah biasa di operasi politik seperti itu,
09:38sampai mau dibubarkan, kita tampil air.
09:40Tapi Alhamdulillah Golkar posisinya pernah nomor satu, nomor dua terus.
09:45Itulah yang saya lihat bahwa pernyataan Pak Jokowi itu adalah memberikan
09:50kepada masyarakat jangan terpengaruh dengan hal-hal yang tadi seperti yang terjadi sekarang.
09:57Dan menurut Bang Ridwan berarti siapa sih memang yang mau menjatuhkan reputasi Pak Jokowi itu?
10:02Ya masalah ini, saya melihat karena sampai setelah Pak Jokowi selesai, Pak Jokowi masih aktif.
10:17Masih aktif dan ternyata masyarakat juga masih memberikan dukungan.
10:22Masihnya ada yang merasa, wah kok begini kan harus mulai dari sekarang.
10:27Padahal seharusnya yang benar negara kita ini 4 tahun kita harus kerja-kerja, 1 tahun politik.
10:37Ini bayangin, mulai begitu sudah terpilih, belum 2 tahun, 1 tahun setengah sudah kerja politik kita ini.
10:44Lalu kapan kerjanya?
10:47Terbalik kan, kapan kerjanya?
10:49Mas Imbal kata Pak Jokowi, ini operasi politik aja buat menjatuhkan reputasi, menurut Anda?
10:54Ya saya kira itu dugaan yang sah-sah saja, karena Pak Jokowi juga seorang politisi.
10:59Jadi kita juga harus melihat masalah ini juga dari berbagai pihak.
11:05Pempatahnya tak ada asap kalau tak ada.
11:07Jadi semuanya harus bercerbin diri, yang melakukan operasi bisa jadi, tetapi juga kenapa dioperasi karena ada kelemahan.
11:13Jadi menurut saya ini harus saling lengkapi, harus saling bermuhasa, wah kenapa sampai ini terjadi.
11:20Kami dari PKS terus menerima aspirasi masyarakat.
11:24Berarti kalau di belah ini juga ada penunggang gelap, ada mau menjatuhkan reputasi, itu sebatas itu tidak?
11:30PKS itu juga penamanya analisa yang wajar-wajar saja.
11:33Karena itu juga sebagai partai politik, manfaat pemilihan tokoh politik,
11:38terus saja punya yang namanya situasi-situasi, baik kawan atau penawan.
11:43Tapi bagi kami PKS, fakta persidangan MK adalah tidak bisa dipungkiri, ada kelemahan, ada masalah di situ.
11:51Tapi bagi kami, kami terus saja menampung semua aspirasi.
11:59Cara baru nonton di Smart TV
12:01Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu
12:07Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu
12:11Cari Kompas TV melalui pencarian
12:14Pilih aplikasi, lalu install
12:17Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV
12:22Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga!