Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Presiden ke-7 RI Joko Widodo menanggapi tuduhan terkait ijazah yang menyeret namanya dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Jokowi menyebut adanya operasi politik serta pihak-pihak yang disebutnya sebagai "penumpang gelap" yang menunggangi isu tersebut hingga menjadi ramai di ruang publik.

Jokowi juga menilai isu tersebut bisa saja merupakan upaya untuk menurunkan reputasi politik seseorang.

Saat ditanya apakah dirinya dan Gibran menjadi sasaran, Jokowi menjawab bahwa keduanya bisa saja menjadi target.

Hal ini mengundang respons dari berbagai pihak, mulai dari Roy Suryo, Denny Indrayana, Khozinudin hingga PKS dan Golkar.

Baca Juga Jokowi Tuduh Ada Penumpang Gelap Isu Ijazah, Roy Suryo: Penumpangnya Jelas Semua di https://www.kompas.tv/nasional/696648/jokowi-tuduh-ada-penumpang-gelap-isu-ijazah-roy-suryo-penumpangnya-jelas-semua

#jokowi #ijazahgibran #penumpanggelap

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/696695/respons-roy-suryo-hingga-pks-soal-jokowi-sebut-penumpang-gelap-isu-ijazah-parasot
Transkrip
00:13Ya kan sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik, kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi, jadi menjadi
00:25ramai sekali.
00:26Tapi ya buat saya biasa saja, operasi politik untuk mendowngrade reputasi politik, seseorang.
00:39Bapak atau Mas Gimre yang kita masukkan?
00:41Ya dua-duanya bisa.
00:43Saya memang kami bergerak kayak kalau kendaraan itu double gardan, ya beda-beda real tapi tujuannya sama.
00:50Saya bersama Mas Rai Rangkuti, bersama dengan Mas Ubaidila Badrun, bersama juga dengan Mas Effendi Gasali, itu kan juga sudah
00:59sempat diterima oleh Partai PKB.
01:02Kemudian kami juga menghadap atau diterima juga di Wakil Ketua DPD, Pak Tamcil Lindung di rumahnya.
01:10Kalau itu langsung bersama dengan Mas Deni Indrayana sebelum balik ke Australia kemarin, kemudian juga Mas Refli Harun.
01:17Jadi kita semua bergerak ya, di sisi yang lain bahkan nggak sampai ke Partai-Partai.
01:22Bahkan Pak Subhanpalal, Bu Mersi itu juga sudah memberikan surat ke Sekretariat Negara, ke Presiden.
01:28Ya gitu, maka kita tunggu.
01:30Karena Mas Kosin juga sudah sampai ke Partai PDIP, Partai Gulkar, dan juga Partai Gerinta.
01:37Jadi insya Allah lah ini gerakan bersama dari kami dari rakyat ya.
01:41Kami memang tidak bisa mengklaim kami ini mewakili seluruh rakyat, tapi insya Allah kami ingin mengajak justru rakyat yang peduli
01:47untuk kemudian datang dan menyuarakan hal ini.
01:50Tapi dibilang menumpang gelap?
01:52Siapa yang menumpang gelap?
01:54Biasa kan, kalau dia kan memang selalu bilang gitu, dulu bilang Partai, ada orang.
02:00Tapi selalu begitu lah lah, kita tahu sendiri lah karakter dia, selalu hanya bisa bilang-bilang gitu.
02:05Tunjukkanlah ijazahnya dari dulu, kita minta tunjukkan ijazahnya, ada nggak pernah ditunjukkan.
02:10Nggak usah bilang gelap lah, gitu.
02:12Penumpangnya ini penumpang yang jelas.
02:14Kami adalah punya hak, karena kami ini adalah rakyat, yang rakyat itu berhak juga untuk menuntut apa yang seharusnya dilakukan
02:21ya.
02:21Jangan kemudian katanya punya ijazah semacam ini yang dilegalisasi kayak gini, yang keluar cuma fotokopi-fotokopi kayak gini.
02:28Mana ijazah aslinya?
02:29Karena sampai dengan sidang Dr. Tifa, sidang yang pembuktian keempat ya, gitu.
02:33Itu pelapornya nggak muncul.
02:35Kalau pelapornya nggak muncul, itu pada kasus yang lain, Mbak Misalnya lihat pada kasus Nikita Mirzani,
02:41dia nggak muncul pelapornya, batal demi hukum, ya kan, gitu.
02:45Kok ini pelapornya nggak muncul, didiamkan saja.
02:48Maka kita minta kepada pengadilan untuk segera hadirkan Jokowi di sidang yang terdekat ya, sidangnya Dr. Tifa maupun sidang saya.
02:56Kekah ada operasi politik?
02:58Saya tidak paham kepada siapa pernyataan itu ditunjukkan.
03:01Tetapi kalau kami membawa persoalan ini ke hadapan meja merah Mahkamah Konstitusi,
03:08kami mengajak pihak-pihak beradu argumentasi, logika, nalar, dengan bukti, dengan saksi, dengan ahli di persidangan yang terbuka untuk umum,
03:20sehingga fakta-fakta persidangan bisa dipertanggungjawabkan, bisa dinilai, dilihat bersama-sama.
03:27Yang menurut kami operasi politik justru adalah cawe-cawe Presiden Jokowi dalam Pilpres 2024.
03:35Yang paling sekarang mengemuka adalah diubahnya pasal-pasal syarat menjadi menggibran, disesuaikan dengan kondisi gibran.
03:45Syarat umur yang harusnya minimal 40 tahun digibrankan melalui putusan Pak Ahmad Usman untuk penakan gibran di Mahkamah Konstitusi.
03:55Syarat pendidikan yang seharusnya berpendidikan paling rendah SMA atau sederhajar digibrankan melalui pasal 18 R3 Peraturan KPU nomor 19 tahun
04:062023,
04:08yang semakin terindikasi adalah pasal selundupan demi meloloskan Saudara Gibran menjadi wakil presiden.
04:16Itulah sebenarnya operasi politik yang merusak kejujuran dan keadilan Pilpres 2024.
04:26Yang kedua, apakah betul ada upaya mendowngrade reputasi politik Saudara Gibran dan Pak Jokowi?
04:33Untuk Saudara Gibran, tanpa didowngrade sekalipun memang reputasinya masih belum layak.
04:39Beliau seharusnya tidak dipasalkan menjadi wakil presiden.
04:45Bahkan untuk menjadi wali kota Solo pun sama-sama kita tahu masih perlu dipertanyakan kelayakannya.
04:53Jadi tidak ada reputasi yang didowngrade.
04:56Memang belum layak untuk menjadi wakil presiden.
05:01Reputasi Pak Jokowi sendiri, sebenarnya saya termasuk yang memilih untuk Pilpres tahun 2014.
05:08Meskipun saya saat itu diminta netral karena masih memegang amanah sebagai wakil menteri hukum dan HAM.
05:16Tapi seiring perjalanan waktu, reputasi kepresiden dan Pak dirusak sendiri oleh Presiden Jokowi.
05:23Di mana politik kebangsaan dan kenegaraannya menjadi politik partisan, politik kekeluargaan.
05:31Memilih Saudara Gibran untuk melanjutkan dinasti kekuasaan Solo
05:36adalah langkah yang menurut saya menunjukkan Bapak kehilangan nilai-nilai kenegarawanannya.
05:44Menjadi presiden relawan.
05:47Presiden yang hanya didukung oleh kelompok-kelompok partisan saja.
05:53Bahkan bukan oleh partai politik.
05:55Hanya Bapak yang ketika menjadi calon presiden memiliki relawan.
05:59Ketika menjadi presiden memiliki relawan dan setelah menjadi presiden masih punya relawan.
06:06Inilah politik relawan bukan politik kebangsaan atau kenegaraan.
06:12Karena itu saya justru menghimbau kepada Bapak untuk kembali menjadi negarawan.
06:18Bagaimana caranya? Yang paling tepat adalah memberi masukan kepada Ananda Gibran
06:24untuk sudahlah mundur dari posisi wakil presiden.
06:30Itu adalah tindakan negarawan.
06:33Itu adalah langkah yang bijak.
06:36Dan itu adalah cara pertobatan bagi keluarga Solo
06:41agar tidak semakin merusak politik Republik.
06:45Politik Indonesia.
06:47Saya pikir perlebihan ya justru itu mengkonfirmasi ketakutan
06:51akan terjadinya proses pemajulan terhadap Gibran.
06:55Memang dan karenanya harus dimajulkan karena
06:57menurut pertimbangan MK tidak ada syarat ijazah SMA atau yang sederajat
07:02yang bisa dijadikan dasar untuk melegitimasi
07:06jabatan politik wakil presiden Gibran Raka Buming Raka.
07:11Dan saya ingin tegaskan bahwa reputasi itu ada
07:14manakala memang pihak-pihak yang terkait itu memiliki reputasi.
07:17Nah, dua orang ini kan memang ada masalah.
07:20Jokowi dengan ijazah yang diduga palsu dari UGM.
07:23Sementara Gibran dengan Suket yang tidak ada objek untuk disetarakan
07:26baik itu dalam bentuk sertifikat, ijazah maupun diploma.
07:30Jadi objek permasalahannya berasal dari keduanya,
07:32bukan pandangan masyarakat terhadap keduanya.
07:35Ada pun yang kami lakukan ketika mengambil langkah hukum.
07:38Itu adalah langkah konstitusional.
07:39Motif kami ingin menegakkan etika moral dan integritas berbangsa
07:43agar kepemimpinan nasional kita tidak rusak,
07:47tidak dicederai, tidak dikotori,
07:49bahkan tidak terjadi proses yang saya sebut sebagai
07:52perusakan meratabat bangsa
07:54dengan sikap promisif terhadap berbagai pelanggaran pemilu
07:57termasuk ketika seorang presiden tidak lagi menusyarat.
08:00Karena itu proses yang kami lakukan
08:02untuk meminta agar DPR melakukan proses pemajulan adalah
08:05proses konstitusional.
08:07Karena dalam konstitusi kita, seorang wakil presiden
08:10memang bisa diperhentikan dari jabatannya
08:13manakala terbukti tidak lagi menusyarat.
08:16Demikian.
08:16Kalau tadi tanggapan dari Pak Rituan gimana?
08:19Saya kira memang apa yang disampaikan oleh Pak Jokowi,
08:23saya juga memang baru saja beberapa jam yang lalu melihat
08:26bahwa ada operasi politik itu sudah pernah saya sampaikan
08:31di dalam bola liar pada waktu masalah ijazah Pak Jokowi.
08:35Waktu itu kan Pak Jokowi bilang,
08:37ada orang besar yang melakukan ini.
08:40Saya bilang bukan orang besar,
08:42adalah lembaga besar malah mungkin,
08:45sangat mungkin adalah negara besar yang mensekannya.
08:49Ternyata ini diulang kembali oleh Pak Jokowi.
08:53Artinya Pak Jokowi sangat yakin bahwa ini memang betul-betul
08:56ada operasi.
08:57Buat apa sih emang operasinya harus segitunya menjatuhkan?
09:00Ya, operasinya kan dilihat bagaimana Pak Jokowi memiliki
09:07pemilihan, mempemilih sampai 70 persen, 80 persen,
09:11tidak jadi presiden pun juga masih tinggi.
09:14Nah jadi itu ada operasi-operasi yang memang dalam rangka untuk melakukan.
09:17Tapi saya melihat itu Pak Jokowi hanya memberikan sinyal saja
09:22supaya kita melihat hal ini, apa namanya, ya harus waspada.
09:27Nah kami dari kader-kader golongan karya melihat itu biasa-biasa saja.
09:33Karena kami ini sudah biasa di operasi politik seperti itu,
09:38sampai mau dibubarkan, kita tampil air.
09:40Tapi Alhamdulillah Golkar posisinya pernah nomor satu, nomor dua terus.
09:45Itulah yang saya lihat bahwa pernyataan Pak Jokowi itu adalah memberikan
09:50kepada masyarakat jangan terpengaruh dengan hal-hal yang tadi seperti yang terjadi sekarang.
09:57Dan menurut Bang Ridwan berarti siapa sih memang yang mau menjatuhkan reputasi Pak Jokowi itu?
10:02Ya masalah ini, saya melihat karena sampai setelah Pak Jokowi selesai, Pak Jokowi masih aktif.
10:17Masih aktif dan ternyata masyarakat juga masih memberikan dukungan.
10:22Masihnya ada yang merasa, wah kok begini kan harus mulai dari sekarang.
10:27Padahal seharusnya yang benar negara kita ini 4 tahun kita harus kerja-kerja, 1 tahun politik.
10:37Ini bayangin, mulai begitu sudah terpilih, belum 2 tahun, 1 tahun setengah sudah kerja politik kita ini.
10:44Lalu kapan kerjanya?
10:47Terbalik kan, kapan kerjanya?
10:49Mas Imbal kata Pak Jokowi, ini operasi politik aja buat menjatuhkan reputasi, menurut Anda?
10:54Ya saya kira itu dugaan yang sah-sah saja, karena Pak Jokowi juga seorang politisi.
10:59Jadi kita juga harus melihat masalah ini juga dari berbagai pihak.
11:05Pempatahnya tak ada asap kalau tak ada.
11:07Jadi semuanya harus bercerbin diri, yang melakukan operasi bisa jadi, tetapi juga kenapa dioperasi karena ada kelemahan.
11:13Jadi menurut saya ini harus saling lengkapi, harus saling bermuhasa, wah kenapa sampai ini terjadi.
11:20Kami dari PKS terus menerima aspirasi masyarakat.
11:24Berarti kalau di belah ini juga ada penunggang gelap, ada mau menjatuhkan reputasi, itu sebatas itu tidak?
11:30PKS itu juga penamanya analisa yang wajar-wajar saja.
11:33Karena itu juga sebagai partai politik, manfaat pemilihan tokoh politik,
11:38terus saja punya yang namanya situasi-situasi, baik kawan atau penawan.
11:43Tapi bagi kami PKS, fakta persidangan MK adalah tidak bisa dipungkiri, ada kelemahan, ada masalah di situ.
11:51Tapi bagi kami, kami terus saja menampung semua aspirasi.
11:59Cara baru nonton di Smart TV
12:01Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu
12:07Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu
12:11Cari Kompas TV melalui pencarian
12:14Pilih aplikasi, lalu install
12:17Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV
12:22Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga!

Dianjurkan