Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
IKN, KOMPAS.TV - Kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan Embung EC 01, Ibu Kota Nusantara, pada Sabtu (17/10/2026) malam hingga Minggu (18/10/2026) dini hari.

Kebakaran terjadi hingga pukul 02.40 WITA. Api masih terlihat menyala di kawasan hutan tersebut.

Titik kebakaran diperkirakan berjarak sekitar 9,1 kilometer dari Bundaran Sumbu Barat IKN.

Petugas pemadam kebakaran gabungan masih berupaya menjinakkan api sekaligus memantau pergerakan kebakaran di sejumlah titik.

Komandan Regu Satu Pos Pemadam Kebakaran Maridan, Ipung Rahwono, menyebut sulitnya medan dan terbatasnya akses jalan menjadi kendala utama dalam proses pemadaman.

Kerapatan material yang terbakar juga menyulitkan petugas menembus kawasan hutan untuk menjangkau titik kepala api.

Petugas Pos Damkar Maridan mulai terlibat dalam penanganan sejak sekitar pukul 15.00 Waktu Indonesia Tengah dengan mengerahkan satu unit mobil pemadam.

Sejumlah unsur turut mendukung pemadaman, termasuk Pemadam Otorita IKN, Pos Damkar Sepaku, Pos Damkar Maridan, serta perusahaan dan kontraktor yang beroperasi di kawasan IKN.

Lebih dari delapan unit kendaraan tangki air terlihat dikerahkan ke sejumlah titik, di antaranya di kawasan Embung EC 01, akses dekat SMA Taruna Nusantara, dan area sekitar Rumah Sakit Abdi Waluyo.

Pemantauan titik api juga dilakukan menggunakan drone, sementara petugas terus berupaya memadamkan api dengan menyesuaikan kondisi medan dan akses menuju lokasi.

Hingga Minggu dini hari, luas area yang terbakar dan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Baca Juga Upaya Pemadaman Karhutla di Palangka Raya, Busa Organik Bisa Jadi Alternatif | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/696688/upaya-pemadaman-karhutla-di-palangka-raya-busa-organik-bisa-jadi-alternatif-sapa-malam

#ikn #karhutla #kebakaranhutan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/696693/kebakaran-hutan-dan-lahan-dekati-kawasan-ikn-api-sulit-dipadamkan-sapa-malam
Transkrip
00:00Di kawasan Embung, Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur, kebakaran hutan dan lahan terjadi pada Sabtu hingga Minggu Dinihari.
00:08Titik kebakaran diperkirakan berjarak sekitar 9,1 km dari Bundaran Sumbu Barat IKN.
00:15Sulitnya akses ke lokasi kebakaran menjadi kendala pemadaman.
00:33Langkah Zakaria semakin berat.
00:36Ia harus lebih sering berhenti untuk beristirahat sebab napasnya semakin sesak karena banyak menghirup asap pekat akibat kebakaran hutan dan
00:44lahan.
00:45Padahal dagangan lansia yang berjualan jajanan rambut nenek di Palangkaraya, Kalimantan Tengah ini belum juga laku.
00:51Sebatang kara di Palangkaraya, Zakaria tak punya pilihan selain tetap berjualan di tengah kabut asap demi menafkahi keluarganya di Lombok,
00:59Nusa Tenggara Barat.
01:01Bukan untuk sendiri saja, kalau hasilnya memang untuk anak istri di kampung.
01:05Lebih-lebih sekarang ada cucu kan.
01:08Ya karena kita kan keadaan ekonomi kita terpaksa, kita merantau pun di sini, mau bayar warak, mau makan pun.
01:14Kalau kita nggak jualan, habis bagaimana.
01:16Tapi sekarang kita carinya cuma cukup untuk barak makan saja.
01:22Warga Palangkaraya lainnya juga terus-menerus tak bisa tidur nyenyak.
01:26Khawatir api melahap satu-satunya tempat berlindung, siiring kesehatan keluarga terus menurun.
01:32Cuman satu ini aja rumah, jadi mengungsi mau kemana.
01:35Memang terganggu rasanya sih asap seperti ini.
01:38Keponakan ini aja sekarang, ada keponakan yang kecil sekarang dirawat di rumah sakit doris.
01:43Kena infeksi seluruh perenmasan.
01:45Karena kita memang sudah kepekaran kan di atas itu, jadi asapnya selalu seperti ini hari-harinya.
01:51Di Kayong Utara, Kalimantan Barat, paparan asap karhutlah merenggut nyawa anak berusia 6 tahun.
01:57Ia meninggal setelah dirawat intensif selama sepekan akibat infeksi paru-paru.
02:01Di ronsen, dan dinyatakan si anak saya itu infeksi paru-paru.
02:07Tapi setelah hamil dua dia yang mau meninggal ke bang, itu batuk dia itu benar-benar.
02:12Sudah kaya susah, tak bisa dia...
02:14Tak akutlah.
02:15Karena ini kan sudah terbilang sangat darurat ya bang ya dalam masalah ini ada beberapa kali.
02:21Saya berharap itu penanganan dari pemerintah, dinas, kesehatan, dari semuanya lah nih.
02:30Saya minta ada kaya vitamin dari gizi anak, itu harus diperhatikan bang.
02:37Karena yang saat ini kemungkinan yang paling parah ini imun tubuh anak itu bang mudah sakit.
02:46Kebakaran hutan dan lahan sudah semakin darurat dan membutuhkan komitmen penanganan yang kuat.
02:52Mau berapa banyak lagi warga terdampak dan nyawa melayang akibat karhutlah?
02:57Tim Liputan Kompas TV
02:59Tim Liputan Kompas TV

Dianjurkan