Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Denpasar, Bali masih terjadi dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan, sampai kapan antrean BBM akan berlangsung dan apa langkah yang perlu dilakukan untuk mengatasinya? Simak pembahasan mengenai penyebab antrean BBM di Bali.



#SPBU #BBM #BALI #DENPASAR

Baca Juga [FULL] Temuai DPR Hingga Gerindra & PDIP! Kubu Khozinudin-Ray Desak Pemakzulan Gibran? | PARASOT di https://www.kompas.tv/video/696335/full-temuai-dpr-hingga-gerindra-pdip-kubu-khozinudin-ray-desak-pemakzulan-gibran-parasot



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/696409/antrean-bbm-di-spbu-bali-masih-belum-selesai-apa-solusinya-parasot
Transkrip
00:00Dan tadi saya melakukan rapat koordinasi dengan pimpinan DPR, ada Pak Dasko, kemudian Pak Rosan,
00:11misalnya Pak Gementeri Investasi, ada Pak Doni, Kepala BP BUMN, ada Pak Kapolri, Pak Suyudi, dan teman-teman dari Pertamina,
00:27ada Pak Kabin. Rapatnya sifatnya koordinasi aja biasa. Dalam rangka nilai tambah dan bagaimana bisa meningkatkan PNBP
00:45dan meningkatkan devisa kita di era kondisi global yang tidak menentu. Saya meminta dukungan dari mereka semua,
00:53dari abang-abang saya, dari tim semua, agar ini bisa kita lakukan termasuk dengan urusan ketahanan energi
01:00dan transisi energi. Ya baik, tadi saya juga mendapat laporan dari Pertamina, secara stok nasional kita,
01:10BBM itu di 16 sampai 18 hari. Jadi stok BBM nasional insya Allah itu aman.
01:21Yang Pertamina laporkan ke saya tadi adalah distribusi dari daerah Jawa Timur ke Bali dan beberapa tempat
01:35yang terkait dengan kapal. Saya tadi memerintahkan untuk mereka untuk segera menggandakan kapal
01:45agar tidak terjadi kondisi yang tidak diinginkan di daerah-daerah.
01:52Sekarang kan nililisasi itu kan yang kita inginkan adalah endingnya nilai tambah 100% di sini.
01:57Tapi di industri sekarang smelter masih ada produk sasaran antara 60%-50%.
02:05Nah yang menghasilkan produk yang turunannya baru 50-60% ini, ini mungkin setelah nanti kajian dulu ya,
02:14kalau memang kita ini sudah terjadi over supply di nikel itu.
02:17Terjadi over supply 2,5 juta antara konsumsi dunia dengan produksi.
02:24Nah ke depan kita akan dorong adalah industri-industri hilirnya,
02:29supaya bahan baku setengah jadi ini tidak semuanya dibawa ke luar negeri.
02:34Itu yang dimaksudkan.
02:36Di Makassar itu contohkan mobil-mobil bagus, Pak Jero.
02:39Tapi kan mereka membuat tanki di belakang kan,
02:42sampai menampung 700 liter sampai 1000 liter.
02:47Itu artinya apa mereka menampungkan kemudian dijual lagi, itu yang maksudnya.
02:52Ya kalau begini, pasalnya ya, udah jelas itu aparat peningkat hukum yang mengerti pasalnya ya.
02:59Saya bukan menteri hukum ini, bahaya.
03:02Bisa kami sampaikan memang di Bali ini sampai detik ini memang masih terjadi antrean di SBBU-SBBU.
03:12Oleh karena itu kemudian ombudsman tentu meminta agar ini sebenarnya diselesaikan.
03:17Kami juga menemukan di Bali bahwa rupanya di beberapa SBBU-SBBU yang itu relatif di jalan-jalan yang sepi,
03:27di pinggiran kota, itu ternyata ada stok-stok yang masih ada dan dia mendapatkan pengiriman secara normal.
03:39Oleh karena itu, saya meminta kepada Pertamina Patraniaga untuk segera melakukan mitigasi dan menyampaikan kepada masyarakat
03:47di mana SBBU-SBBU yang saat ini stoknya ada dan di mana kemudian stok SBBU yang sudah kosong.
03:56Informasi seperti ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat di Bali,
04:01sehingga kemudian mereka tidak perlu sampai tidur di SBBU kalau informasinya disampaikan dengan baik.
04:06Ya tentu dugaan-dugaan itu akan menyeruah secara otomatis.
04:12Tetapi pastinya tentu nanti akan kami sampaikan kepada media kami,
04:19dalam waktu dekat juga akan melakukan sidak-sidak di lapangan untuk bisa memastikan
04:23apa sebenarnya persoalan-persoalan selain kemudian kebijakan-kebijakan di pemerintah pusat,
04:30selain itu juga kemudian kami ingin memastikan juga bahwa pemerintah daerah juga mencari
04:35jalan dan merumuskan dengan berbagai macam upaya yang ada agar persoalan ini juga bisa teratasi.
04:44Kami mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah Bali dengan melakukan WFH atau work from room
04:50dan kemudian ini rencananya kan kemudian kalau misalnya tiga hari ini tidak terselesaikan,
04:56tentu kami juga bisa mendorong agar itu dilakukan WFH, tambahan WFH.
05:01Namun demikian kami melihat bahwa layanan publik di sana, layanan-layanan dasar tentu dengan adanya WFH ini jangan sampai kemudian
05:10terkurangi.
05:10Dari pantauan ombudsman di daerah kami melihat bahwa seperti ambulans, misalnya itu juga ikut antri berjam-jam,
05:20seperti anggota umum ikut antri juga berjam-jam.
05:23Nah khusus yang terkait dengan kepentingan masyarakat seperti ini,
05:27maka harus ada pengecualian dan kita memberikan satu solusi,
05:33kemudian ini disamakan dengan yang lain dan yang terkait dengan kepentingan pabrik.
05:37Selain itu juga mungkin perlu juga saya mendengar ada istilah dari pemerintah Bali juga
05:44bahwa ini akan dilakukan mekanisme ganjir-genak sebagaimana juga pernah dilakukan di Provinsi Sulawesi Selatan,
05:52yaitu di Kota Makassar.
05:53Saya kira ini ada satu ide yang bagus, tetapi yang lebih penting dari itu adalah
05:56Pertamina Patraniaga harus melakukan mitigasi ulang dan memastikan distribusi itu tersampaikan dengan baik.
06:05Karena kami melihat dan mendapat laporan bahwa di beberapa SBBU yang sepi, justru dia pasukannya ada.
06:12Nah oleh karena itu, ini harus kemudian dilakukan mitigasi,
06:16kemudian titik-titik rawan antrian yang itu kemudian dipastikan pasukannya itu ada,
06:21sehingga kemudian masyarakat terlain dengan baik, tidak perlu kemudian masyarakat sampai berkilo-kilo,
06:26terus kemudian juga tidak perlu juga masyarakat itu kemudian sampai tidur di Pompengsin.
06:31Di dalam dunia digital saat ini tentu informasi itu disampaikan secara terbuka oleh Pertamina Patraniaga,
06:38diumumkan dengan transparan di mana SBBU yang masih ada dan kemudian SBBU yang sudah lagi kosong BBM-nya di mana,
06:47sehingga masyarakat tidak bingung harus mengantri di mana.
06:51Untuk kesekian kalinya juga saya menyampaikan perumahan maaf kepada warga masyarakat,
06:57dan tentunya kepeseruan dari sebuah pihak, kami juga dari Pertamina Pertamina Patraniaga Dalam Hap ini,
07:07langkah-langkah yang sudah kita lakukan tadi sudah disampaikan Bapak Gubernur, sudah sangat lengkap,
07:11yaitu pertama adalah tentunya peningkatan pasokan, pengiriman dari kapal-kapal yang sudah ada,
07:18setelah agenda ini kami akan melakukan kunjungan ke tempat tanker-tengker kesandar,
07:25yang kedua adalah percepatan untuk distribusi dari depot-depot menuju ke SBBU.
07:29Selain itu, tentunya peningkatan pelayanan SBBU menjadi 24 jam,
07:38tadi sudah disampaikan untuk Denpasar dan Badung.
07:43Batasan saya berlakukan, karena banyaknya antrian yang panjang,
07:47jadi untuk menghindari supaya kecepatan, tidak terlalu lama dia mengisi,
07:53jadi saya batasi, untuk mobil saya kasih Rp150.000, maksimal Rp150.000,
08:00untuk sepeda motor maksimal hanya Rp50.000,
08:04jadi antriannya lebih cepat dan semua masyarakat mendapatkan BPR.
08:09Rp150.000, Pak.
08:11Hanya Rp150.000 maksimal?
08:12Ya.
08:12Terus ini dalam perjalanan, beli kemana nih?
08:15Saya mempertahankan pasar sekarang, Pak.
08:16Dengan pemadasan Rp150.000 cukup nggak beli?
08:19Ya, berani cukup, Pak. Ini kan sisanya masih gitu.
08:26Cara baru nonton di Smart TV.
08:29Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
08:35Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
08:40Cari Kompas TV melalui pencarian.
08:43Pilih aplikasi, lalu install.
08:45Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
08:50Download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga.

Dianjurkan