Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 6 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden ke-7 RI Joko Widodo menanggapi tuduhan terkait ijazah yang menyeret namanya dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Jokowi menyebut adanya operasi politik serta pihak-pihak yang disebutnya sebagai "penumpang gelap" yang menunggangi isu tersebut hingga menjadi ramai di ruang publik.

Jokowi juga menilai isu tersebut bisa saja merupakan upaya untuk menurunkan reputasi politik seseorang.

Saat ditanya apakah dirinya dan Gibran menjadi sasaran, Jokowi menjawab bahwa keduanya bisa saja menjadi target.

Pernyataan ini kembali menyoroti polemik ijazah dan dinamika politik yang melibatkan Jokowi serta Gibran.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Novaltri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/696373/jatuhkan-reputasi-politik-jokowi-soal-gugatan-ijazah-gibran-operasi-politik-penumpang-gelap
Transkrip
00:00Ya kan sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik, kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi.
00:10Pak, dengan munculnya tuduhan injasa palsu yang dari mulai Pak Jokowi terus sekarang ke Mas Gibran,
00:16ini apakah ada satu rangkaian terkait gerakan yang dulu Bapak sempat bilang adanya orang besar gitu Pak?
00:21Ya kan sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik, kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi, jadi menjadi
00:32ramai sekali.
00:33Tapi ya buat saya biasa saja.
00:38Ini membuat isu-isu yang apa namanya genting menjadi terlupakan itu atau seperti apa sih Pak?
00:44Ya bisa saja seperti itu, bisa saja memang sekali lagi operasi politik untuk mendowngrade reputasi politik seseorang.
01:00Bapak atau Mas Gibran kita maksudnya?
01:02Ya dua-duanya bisa.
01:20Bapak atau Mas Gibran kita maksudnya?
01:28Betul-betul Raya
01:58yang dipimpin oleh Ibu Megawati Soekarno Putri
02:00sebagaimana sudah kami jelaskan tadi di DPP Partai Gerindra
02:04bahwa apa yang kami lakukan juga sebangun
02:06dengan apa yang sudah kami lakukan di DPP Partai Gerindra
02:09hanya memang ada atensi spesifik kami terhadap PDIP
02:12karena bagaimanapun PDIP melalui Ibu Megawati Soekarno Putri
02:16punya peran besar menghadirkan kepemimpinan nasional dari Solo
02:20jadi Gibran ini tidak mungkin menetas menjadi pemimpin setara Wapres
02:26kalau tidak dibawa diramut oleh PDIP
02:29dan kita tahu Jokowi Dodo itu sebenarnya juga tidak akan bisa menjadi elang
02:35dia hanya ayam biasa di Solo
02:37tapi juga telah diramut oleh PDIP
02:40dan menjadi elang di Jakarta menjadi pemimpin di kepemimpinan nasional
02:45namun belakangan kita tahu bahwa Jokowi memangsa induk ayam yang dulu pernah membesarkannya
02:52dan karena itulah kami tadi mengirimkan surat permohonan audiensi
02:57dengan permohonan utama adalah agar terjadi audiensi antara kami dengan PDIP
03:02yang intinya kami ingin menyampaikan pandangan bahwa
03:05apa yang sudah diputus MK wajib ditindaklanjuti oleh DPR
03:09untuk melakukan proses pemajulan melalui mekanisme hak menyatakan pendapat
03:14dan karena anggota DPR itu dibawah kendali otoritas partai politik
03:18kami mendatangi partai politik
03:19beberapa hal yang perlu kami respon terkait PDIP
03:22yang pertama
03:24PDIP memiliki kewajiban dan tanggung jawab moral
03:29untuk ikut membersihkan legasi bangsa Indonesia
03:33dari noktah presiden dan juga hari ini wakil presiden
03:38yang bermasalah dalam konteks pendidikannya
03:42yakni ijazahnya yang sudah terbukti tidak ada
03:45bahkan yang disetarakan pun tidak ada
03:47yang kedua saya pikir PDIP juga punya tanggung jawab moral
03:51untuk ikut menuntaskan masalah ini
03:53tidak boleh tidak bisa bahkan haram
03:57melemparkan tanggung jawab ini kepada
03:59partai koalisi pengusung Prabowo Gibran
04:03benar bahwa dalam pilpres yang lalu Prabowo Gibran
04:07dalam alih Gibran khususnya tidak diusung oleh PDIP
04:09tetapi jangan lupa
04:12bahwa kepemimpinan Gibran tidak lepas dari Joko Widodo
04:16dan Joko Widodo juga tidak lepas dari PDIP
04:18karena itu untuk membersihkan
04:20legasi PDIP dari dosa sejarah masa lalu
04:24dosa sejarah pernah menarik dan menghadirkan Joko Widodo
04:28dosa sejarah yang akhirnya juga menelurkan kepemimpinan nasional Gibran
04:34maka PDIP harus aktif menginisiasi proses pemajulan
04:39dengan mengaktivasi hak menyatakan pendapat
04:42dan karena itulah kami beri dukungan
04:43keberan seluruh partai politik yang menginisiasi mendorong
04:47terjadinya proses pemajulan terhadap Gibran Raka Buming Raka
04:51boleh jadi akan ada praksi-praksi yang lanjutkan berkenaan itu
04:54yang pada intinya kita punya kesamaan satu hal bahwa
04:58segala yang berhubungan dengan kecurangan, keculasan
05:03di dalam pelaksanaan pemilu khususnya
05:06yaitu harus dibongkar dan dihentikan
05:08karena bukan buat siapa-siapa, buat bangsa ini
05:11karena kita tidak ingin pemilikuta yang sudah dianggap demokratis itu
05:16justru pintu bagi orang untuk melakukan kecurangan dan jadi pemimpinan
05:21nah ini yang mungkin yang perlu ditekankan
05:24dan oleh karena itulah kami juga menyampaikan
05:26ada apa namanya itu ya
05:28perlunya untuk melihat proses penyetaraan itu
05:32karena kita tahu banyak sekali warga negara kita
05:34yang juga melakukan penyetaraan
05:36tetapi tidak semudah yang didapatkan terdengar oleh kita itu
05:40oleh Sudara Gibran dalam satu hari
05:43dengan dokumen yang tidak terlalu lengkap
05:45tapi bisa keluar gitu
05:46dan bersamaan dengan itu juga
05:48mengingat bahwa ini mestinya sudah masuk pada tahapan
05:52di mana pemerintah mengumumkan
05:55siapa timsel penyelenggara pemilu yang dibentuk
05:58karena sesuai dengan jadwal
06:03penyelenggara pemilu kita ini akan diganti
06:05dan oleh karena itu kami mengusulkan juga tadi
06:07supaya ke depan partai-partai politik harus benar-benar selektif
06:11untuk memilih siapa yang akan jadi penyelenggara pemilu
06:15sehingga tidak terjadi kasus-kasus seperti yang saat ini
06:21lebih tepat angket sebenarnya ya
06:23jadi angket nanti tentu angket itu bisa membentuk pansus
06:27yang berhubungan untuk menyelidiki soal ijazah Sudara Gibran
06:32karena sekarang ini kan pengikut Girban lah
06:37atau pendukung Gibran itu selalu menyebut bahwa ijazah itu ada
06:40oleh karena itu biar dibongkar bersama-sama
06:43yang kedua adalah soal tim seleksi dibentuk sesegera mungkin
06:46tapi sekaligus mengingatkan karena ujung dari tim seleksi ini
06:50nanti ada di partai politik
06:51agar benar-benar bisa selektif untuk memilih siapa nanti
06:54yang menjadi penyelenggara pemilu gitu
06:58besok di praksi PKB jam 10 pagi
07:17Tentu tidak menyambutnya
07:20tapi dalam pengertian tidak ada yang mengatakan
07:24oh kami tidak kami bersikap menolak angket misalnya gak ada
07:28jadi Alhamdulillah semuanya masih mengatakan
07:31terbuka kemungkinan ini terjadi
07:32tetapi tentu melihat sejauh mana urgensinya
07:36sejauh mana pertautannya mungkin dengan kekuatan partai politik yang lain
07:42bagi kita sudah sementara ya
07:46itu sinyal positif lah
07:48bahwa partai-partai politik tidak
07:50tidak langsung menyatakan tertutup untuk angket itu
07:55belum
07:56belum berkirim surat
07:59satu-satu dulu
08:16saya agak kaku menyebut wakil presiden Gibran sekarang ini
08:21makanya saya sering mengelirkan sekarang sudara Gibran gitu ya
08:25setelah makamah konstitusi
08:27di teks itu disebutkan Pak Presiden
08:30sebetulnya
08:31tidak ditemukan ijazahnya
08:33bukan tidak ditemukan, tidak ada ijazahnya
08:36itu sehingga saya di poin 3.7 ya
08:39yang menyebutkan tidak ada ijazah sudara Gibran
08:42bagi saya itu sudah terdiskualifikasi dengan sendirinya
08:46meskipun secara hukum legal formalnya belum ya
08:49makanya saya mendorong angket itu
08:51kita mendorong angket itu
08:52biar legal formalnya itu terjadi gitu
08:54nah oleh karena itu agak kaku saya menyebut sekarang tuh
08:57bapak wakil presiden gitu
09:01bagi saya lebih tepat disebut saudara Gibran
09:04yang sekarang masih menjabat sebagai wakil presiden gitu lah kira-kira
09:12cara baru nonton di Smart TV
09:14nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia
09:18langsung dari Smart TV kamu
09:20cara installnya
09:22buka Google Play Store di Smart TV kamu
09:25cari Kompas TV melalui pencarian
09:28pilih aplikasi lalu install
09:30selesai
09:31kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV
09:35download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga
09:39terima kasih telah menonton video terima kasih telah menonton video

Dianjurkan