00:00Ya kan sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik, kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi.
00:10Pak, dengan munculnya tuduhan injasa palsu yang dari mulai Pak Jokowi terus sekarang ke Mas Gibran,
00:16ini apakah ada satu rangkaian terkait gerakan yang dulu Bapak sempat bilang adanya orang besar gitu Pak?
00:21Ya kan sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik, kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi, jadi menjadi
00:32ramai sekali.
00:33Tapi ya buat saya biasa saja.
00:38Ini membuat isu-isu yang apa namanya genting menjadi terlupakan itu atau seperti apa sih Pak?
00:44Ya bisa saja seperti itu, bisa saja memang sekali lagi operasi politik untuk mendowngrade reputasi politik seseorang.
01:00Bapak atau Mas Gibran kita maksudnya?
01:02Ya dua-duanya bisa.
01:20Bapak atau Mas Gibran kita maksudnya?
01:28Betul-betul Raya
01:58yang dipimpin oleh Ibu Megawati Soekarno Putri
02:00sebagaimana sudah kami jelaskan tadi di DPP Partai Gerindra
02:04bahwa apa yang kami lakukan juga sebangun
02:06dengan apa yang sudah kami lakukan di DPP Partai Gerindra
02:09hanya memang ada atensi spesifik kami terhadap PDIP
02:12karena bagaimanapun PDIP melalui Ibu Megawati Soekarno Putri
02:16punya peran besar menghadirkan kepemimpinan nasional dari Solo
02:20jadi Gibran ini tidak mungkin menetas menjadi pemimpin setara Wapres
02:26kalau tidak dibawa diramut oleh PDIP
02:29dan kita tahu Jokowi Dodo itu sebenarnya juga tidak akan bisa menjadi elang
02:35dia hanya ayam biasa di Solo
02:37tapi juga telah diramut oleh PDIP
02:40dan menjadi elang di Jakarta menjadi pemimpin di kepemimpinan nasional
02:45namun belakangan kita tahu bahwa Jokowi memangsa induk ayam yang dulu pernah membesarkannya
02:52dan karena itulah kami tadi mengirimkan surat permohonan audiensi
02:57dengan permohonan utama adalah agar terjadi audiensi antara kami dengan PDIP
03:02yang intinya kami ingin menyampaikan pandangan bahwa
03:05apa yang sudah diputus MK wajib ditindaklanjuti oleh DPR
03:09untuk melakukan proses pemajulan melalui mekanisme hak menyatakan pendapat
03:14dan karena anggota DPR itu dibawah kendali otoritas partai politik
03:18kami mendatangi partai politik
03:19beberapa hal yang perlu kami respon terkait PDIP
03:22yang pertama
03:24PDIP memiliki kewajiban dan tanggung jawab moral
03:29untuk ikut membersihkan legasi bangsa Indonesia
03:33dari noktah presiden dan juga hari ini wakil presiden
03:38yang bermasalah dalam konteks pendidikannya
03:42yakni ijazahnya yang sudah terbukti tidak ada
03:45bahkan yang disetarakan pun tidak ada
03:47yang kedua saya pikir PDIP juga punya tanggung jawab moral
03:51untuk ikut menuntaskan masalah ini
03:53tidak boleh tidak bisa bahkan haram
03:57melemparkan tanggung jawab ini kepada
03:59partai koalisi pengusung Prabowo Gibran
04:03benar bahwa dalam pilpres yang lalu Prabowo Gibran
04:07dalam alih Gibran khususnya tidak diusung oleh PDIP
04:09tetapi jangan lupa
04:12bahwa kepemimpinan Gibran tidak lepas dari Joko Widodo
04:16dan Joko Widodo juga tidak lepas dari PDIP
04:18karena itu untuk membersihkan
04:20legasi PDIP dari dosa sejarah masa lalu
04:24dosa sejarah pernah menarik dan menghadirkan Joko Widodo
04:28dosa sejarah yang akhirnya juga menelurkan kepemimpinan nasional Gibran
04:34maka PDIP harus aktif menginisiasi proses pemajulan
04:39dengan mengaktivasi hak menyatakan pendapat
04:42dan karena itulah kami beri dukungan
04:43keberan seluruh partai politik yang menginisiasi mendorong
04:47terjadinya proses pemajulan terhadap Gibran Raka Buming Raka
04:51boleh jadi akan ada praksi-praksi yang lanjutkan berkenaan itu
04:54yang pada intinya kita punya kesamaan satu hal bahwa
04:58segala yang berhubungan dengan kecurangan, keculasan
05:03di dalam pelaksanaan pemilu khususnya
05:06yaitu harus dibongkar dan dihentikan
05:08karena bukan buat siapa-siapa, buat bangsa ini
05:11karena kita tidak ingin pemilikuta yang sudah dianggap demokratis itu
05:16justru pintu bagi orang untuk melakukan kecurangan dan jadi pemimpinan
05:21nah ini yang mungkin yang perlu ditekankan
05:24dan oleh karena itulah kami juga menyampaikan
05:26ada apa namanya itu ya
05:28perlunya untuk melihat proses penyetaraan itu
05:32karena kita tahu banyak sekali warga negara kita
05:34yang juga melakukan penyetaraan
05:36tetapi tidak semudah yang didapatkan terdengar oleh kita itu
05:40oleh Sudara Gibran dalam satu hari
05:43dengan dokumen yang tidak terlalu lengkap
05:45tapi bisa keluar gitu
05:46dan bersamaan dengan itu juga
05:48mengingat bahwa ini mestinya sudah masuk pada tahapan
05:52di mana pemerintah mengumumkan
05:55siapa timsel penyelenggara pemilu yang dibentuk
05:58karena sesuai dengan jadwal
06:03penyelenggara pemilu kita ini akan diganti
06:05dan oleh karena itu kami mengusulkan juga tadi
06:07supaya ke depan partai-partai politik harus benar-benar selektif
06:11untuk memilih siapa yang akan jadi penyelenggara pemilu
06:15sehingga tidak terjadi kasus-kasus seperti yang saat ini
06:21lebih tepat angket sebenarnya ya
06:23jadi angket nanti tentu angket itu bisa membentuk pansus
06:27yang berhubungan untuk menyelidiki soal ijazah Sudara Gibran
06:32karena sekarang ini kan pengikut Girban lah
06:37atau pendukung Gibran itu selalu menyebut bahwa ijazah itu ada
06:40oleh karena itu biar dibongkar bersama-sama
06:43yang kedua adalah soal tim seleksi dibentuk sesegera mungkin
06:46tapi sekaligus mengingatkan karena ujung dari tim seleksi ini
06:50nanti ada di partai politik
06:51agar benar-benar bisa selektif untuk memilih siapa nanti
06:54yang menjadi penyelenggara pemilu gitu
06:58besok di praksi PKB jam 10 pagi
07:17Tentu tidak menyambutnya
07:20tapi dalam pengertian tidak ada yang mengatakan
07:24oh kami tidak kami bersikap menolak angket misalnya gak ada
07:28jadi Alhamdulillah semuanya masih mengatakan
07:31terbuka kemungkinan ini terjadi
07:32tetapi tentu melihat sejauh mana urgensinya
07:36sejauh mana pertautannya mungkin dengan kekuatan partai politik yang lain
07:42bagi kita sudah sementara ya
07:46itu sinyal positif lah
07:48bahwa partai-partai politik tidak
07:50tidak langsung menyatakan tertutup untuk angket itu
07:55belum
07:56belum berkirim surat
07:59satu-satu dulu
08:16saya agak kaku menyebut wakil presiden Gibran sekarang ini
08:21makanya saya sering mengelirkan sekarang sudara Gibran gitu ya
08:25setelah makamah konstitusi
08:27di teks itu disebutkan Pak Presiden
08:30sebetulnya
08:31tidak ditemukan ijazahnya
08:33bukan tidak ditemukan, tidak ada ijazahnya
08:36itu sehingga saya di poin 3.7 ya
08:39yang menyebutkan tidak ada ijazah sudara Gibran
08:42bagi saya itu sudah terdiskualifikasi dengan sendirinya
08:46meskipun secara hukum legal formalnya belum ya
08:49makanya saya mendorong angket itu
08:51kita mendorong angket itu
08:52biar legal formalnya itu terjadi gitu
08:54nah oleh karena itu agak kaku saya menyebut sekarang tuh
08:57bapak wakil presiden gitu
09:01bagi saya lebih tepat disebut saudara Gibran
09:04yang sekarang masih menjabat sebagai wakil presiden gitu lah kira-kira
09:12cara baru nonton di Smart TV
09:14nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia
09:18langsung dari Smart TV kamu
09:20cara installnya
09:22buka Google Play Store di Smart TV kamu
09:25cari Kompas TV melalui pencarian
09:28pilih aplikasi lalu install
09:30selesai
09:31kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV
09:35download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga
09:39terima kasih telah menonton video terima kasih telah menonton video