Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
PALANGKA RAYA, KOMPAS.TV - Pengemudi ojek online di Palangka Raya, Kalimantan Tengah tetap harus bekerja di luar ruangan demi kebutuhan sehari-hari.

Jarak pandang yang terbatas dan mengancam kesehatan, pengemudi ojol tetap memilih bekerja, meski sudah merasakan sesak napas dampak dari kabut asap.

Bagi para pengendara ojek online, meski sudah berdampak pada kesehatan, namun diam di rumah bukan pilihan, melainkan keharusan demi menafkahi keluarga.

Namun, pengemudi ojol tetap berharap pemerintah bergerak cepat untuk mengatasi karhutla di Palangka Raya, karena kondisi ini sudah mereka rasakan lebih dari tiga bulan.

Kabut asap pekat yang tak kunjung mereda selama dua bulan lebih memaksa warga Palangka Raya, Kalimantan Tengah, bertahan di tengah kualitas udara buruk.

Warga merasa dipaksa bertahan dan hidup di tengah kualitas udara yang buruk. Lambatnya penanganan membuat masyarakat menilai pemerintah kurang sigap dalam menangani bencana.

Bahkan, imbas kabut asap yang sudah menyasar kota-kota di negara tetangga seperti Malaysia membuat warga menilai bencana karhutla ini sudah sepantasnya ditetapkan sebagai bencana nasional.

Baca Juga [FULL] Ketua PPI Malaysia dan WNI Singapura Ungkap Dampak Asap Karhutla Indonesia di Negara Tetangga di https://www.kompas.tv/internasional/695563/full-ketua-ppi-malaysia-dan-wni-singapura-ungkap-dampak-asap-karhutla-indonesia-di-negara-tetangga

#karhutla #kabutasap #palangkaraya

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/695572/kabut-asap-karhutla-di-palangka-raya-tak-kunjung-mereda-warga-keluhkan-sesak-napas-sapa-malam
Transkrip
00:00Pedera pengemudi ojek online di Palangka Raya, Kalimantan Tengah
00:04tetap harus bekerja di luar ruangan demi kebutuhan sehari-hari.
00:10Jarak pandang yang terbatas dan mengancam kesehatan pengemudi ojol
00:14tetap memilih bekerja meski sudah merasakan sesak nafas dampak dari kabut asap.
00:19Bagi para pengendara ojek online, meski sudah berdampak pada kesehatan,
00:23namun diam di rumah bukan pilihan,
00:26melainkan keharusan demi menafkahi keluarga.
00:29Namun pengemudi ojol tetap berharap pemerintah bergerak cepat
00:33untuk mengatasi karhutlah di Palangka Raya
00:35karena kondisi ini sudah mereka rasakan lebih dari tiga bulan.
00:55Kondisi ini sudah mereka merasakan sesak nafas dampak dari kabut asap.
01:00Kondisi ini sudah mereka merasakan lebih dari tiga bulan.
01:09Bulan empat bulan ini ngerasakan kayak gini, nggak ada ininya juga solusi yang bagus gitu.
01:16Kabut asap pekat yang tak kunjung meredah selama dua bulan lebih memaksa warga Palangka Raya Kalimantan Tengah bertahan di tengah
01:24kualitas udara buruk.
01:25Warga merasa dipaksa bertahan dan hidup di tengah kualitas udara yang buruk.
01:31Lambatnya penanganan membuat masyarakat menilai pemerintah kurang sigap dalam menangani bencana.
01:37Bahkan imbas kabut asap yang sudah menyasar kota-kota di negara tetangga seperti Malaysia
01:43membuat warga menilai bencana karhutlah ini sudah sepantasnya ditetapkan sebagai bencana nasional.
02:23Wamenko Bidang Pangan sekaligus Ketua Satgas Penanganan Karhutlah Kalimantan Selatan, Hanif Faisal Nurofik
02:31menyebut bahwa pemerintah menargetkan satu minggu bisa menangani kebakaran hutan seluas 10 hektare.
02:38Di sepanjang Jalan Gubernur Syarkawi hingga Jalan Gubernur Subarjo yang jadi penyumbang kabut asap di Kalsel.
02:47350 personel gabungan dari TNI, Polri serta swasta dikerahkan untuk menangani 10.000 hektare lahan rawan terbakar.
02:56Penanganan difokuskan pada dua tipe lahan, yakni lahan gambut dan bekas persawahan.
03:08Kita bekerja dalam areal cakupan 10.000 hektare yang meliputi dua tipikal.
03:13Tipikal pertama merupakan areal persawahan bekas dari sisa panen ataupun gagal panen
03:19yang kemudian berpotensi menimbulkan kebakaran.

Dianjurkan