00:00Pedera pengemudi ojek online di Palangka Raya, Kalimantan Tengah
00:04tetap harus bekerja di luar ruangan demi kebutuhan sehari-hari.
00:10Jarak pandang yang terbatas dan mengancam kesehatan pengemudi ojol
00:14tetap memilih bekerja meski sudah merasakan sesak nafas dampak dari kabut asap.
00:19Bagi para pengendara ojek online, meski sudah berdampak pada kesehatan,
00:23namun diam di rumah bukan pilihan,
00:26melainkan keharusan demi menafkahi keluarga.
00:29Namun pengemudi ojol tetap berharap pemerintah bergerak cepat
00:33untuk mengatasi karhutlah di Palangka Raya
00:35karena kondisi ini sudah mereka rasakan lebih dari tiga bulan.
00:55Kondisi ini sudah mereka merasakan sesak nafas dampak dari kabut asap.
01:00Kondisi ini sudah mereka merasakan lebih dari tiga bulan.
01:09Bulan empat bulan ini ngerasakan kayak gini, nggak ada ininya juga solusi yang bagus gitu.
01:16Kabut asap pekat yang tak kunjung meredah selama dua bulan lebih memaksa warga Palangka Raya Kalimantan Tengah bertahan di tengah
01:24kualitas udara buruk.
01:25Warga merasa dipaksa bertahan dan hidup di tengah kualitas udara yang buruk.
01:31Lambatnya penanganan membuat masyarakat menilai pemerintah kurang sigap dalam menangani bencana.
01:37Bahkan imbas kabut asap yang sudah menyasar kota-kota di negara tetangga seperti Malaysia
01:43membuat warga menilai bencana karhutlah ini sudah sepantasnya ditetapkan sebagai bencana nasional.
02:23Wamenko Bidang Pangan sekaligus Ketua Satgas Penanganan Karhutlah Kalimantan Selatan, Hanif Faisal Nurofik
02:31menyebut bahwa pemerintah menargetkan satu minggu bisa menangani kebakaran hutan seluas 10 hektare.
02:38Di sepanjang Jalan Gubernur Syarkawi hingga Jalan Gubernur Subarjo yang jadi penyumbang kabut asap di Kalsel.
02:47350 personel gabungan dari TNI, Polri serta swasta dikerahkan untuk menangani 10.000 hektare lahan rawan terbakar.
02:56Penanganan difokuskan pada dua tipe lahan, yakni lahan gambut dan bekas persawahan.
03:08Kita bekerja dalam areal cakupan 10.000 hektare yang meliputi dua tipikal.
03:13Tipikal pertama merupakan areal persawahan bekas dari sisa panen ataupun gagal panen
03:19yang kemudian berpotensi menimbulkan kebakaran.