Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Menko Polkam Dudung Abdurachman mengatakan pemerintah belum ada rencana untuk menetapkan kebakaran hutan dan lahan sebagai bencana nasional.

Hal ini disampaikan Dudung usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana pada Senin (12/10/2026).

Dudung mengatakan bahwa pemerintah masih mampu menangani bencana tersebut.

"Belum, belum. Masih mampu kita mengatasi," kata Dudung.

Dalam kesempatan itu, Dudung mengatakan bahwa masih ada 6 provinsi yang menjadi konsentrasi penanganan karhutla.

Sejumlah operasi mulai dari gunakan helicopter hingga operasi darat terus dilakukan.

"Dan kemudian hasil laporan dari Kepala BNPB bahwa heli, operasional heli ini sudah dilaksanakan dan banyak lebih dominan kepada operasi darat ya karena memang sulit untuk dijangkau dari udara karena memang asapnya terlalu tebal," ujarnya.

#karhutla #menkopolkam #prabowo

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/695593/pemerintah-belum-tetapkan-karhutla-jadi-bencana-nasional-ini-kata-menko-polkam-dudung
Transkrip
00:00Akan ditetapkan sebagai bencana nasional enggak sih Pak?
00:02Belum, masih transisional.
00:04Pak Dutung tadi di dalam apa yang disampaikan ke Pak Presiden?
00:09Dari Pak Presiden, enggak sengaja.
00:13Dari Pak Presiden ada laporan dari Kepala GND itu,
00:17ada enam provinsi yang menjadi konsentrasi,
00:20dan dua provinsi seperti Kalimantan Tengah dengan Sumatera Selatan.
00:27Dan kemudian ada lagi yang menjadi prioritas di Kalimantan Tengah itu adalah Tanjung Kutin
00:34atau sekitar Taman Nasional, karena memang ini harus dari sini karena ada satwa di situ.
00:41Dan kemudian hasil laporan dari Kepala GND ini bahwa heli operasional heli ini sudah dilaksanakan
00:52dan banyak lebih dominan kepada operasi darat.
00:55Karena memang sulit untuk dijangkau dari udara, karena memang asapnya terlalu tebal.
01:03Kemudian juga dari Bapak Presiden menyampaikan kita sudah turun tangan semaksimal mungkin
01:13beliau mengucapkan terima kasih kepada seluruh prajurit, baik TNI, BORI, termasuk seluruh komponen yang terlibat di sana.
01:23Karena memang capaiannya justru sudah semakin maksimal.
01:27Per hari itu hanya sekitar 692 hektare.
01:31Dan ini terus diupayakan termasuk upaya-upaya operasi medikasi, termasuk cuaca juga dikendalikan oleh UMKG dan mudah-mudahan ini akan
01:45cepat beratasi.
01:47Kemudian yang kedua memang betul nanti akan ada badan pengelola gambut dan mangrove nasional.
01:54Jadi saya lihat juga ada mudah-mudahan minggu depan bisa dilantik.
02:00Kemudian beliau juga menyampaikan bahwa pencegahan ini harus presisi dan kemudian ini dimitigasi dari tingkat daerah.
02:10Bahkan masyarakat pedulinya dibentuk juga untuk dikoordinasikan baik Bapak Bikap Tipas, kemudian Bapak Binsang, Karang Taruna, dan pemerintah daerah yang
02:23terintegrasi sehingga penanganan itu tidak serta-merta pada saat api itu sudah ada.
02:29Tetapi sebelum kemungkinan-kemungkinan itu api itu ada, dilakukan pencegahan seperti itu.
02:38Kemudian juga beliau melakukan, menyampaikan untuk kampanye yang masif tentang pencegahan karbota ini.
02:49Sehingga tadi juga dihadiri oleh para bubini-bubinur di enam daerah, kemudian Barapangdam, Kapolda, BMKG, dan GMPG.
03:01Setelah istilah jadi pengarah dari ini, intinya adalah beliau sangat mengapresiasi kepada seluruh anggota yang terlibat di dalam pemadaman.
03:11Kemudian yang kedua juga, beliau juga menyampaikan tentang langkah-langkah strategis,
03:18berbagai macam upaya yang dilakukan secara maksimal di lapangan, termasuk dari pengarah secara langsung kepada Kepala BKG untuk mengatasi secara
03:30masif.
03:31Kalau operasi darat yang dilakukan itu seperti apa Pak? Apakah operasi darat? Apakah memang...
03:36Operasi darat itu begini, operasi darat itu, pemadaman dari darat.
03:39Ya pemadaman dari darat artinya kan banyak daerah-daerah yang sulit terjangkau.
03:45Tadi laporan dari Pangdam di Kalimantan Tengah, karena di situ ada satwanya, kemudian juga ada buaya, masih ada arimu.
03:53Jadi itu sulit ya untuk dilakukan. Dan kemudian jangkauan dari kendaraan darat seperti mobil, alat berat, dan sebagainya.
04:03Nah ini maka tetap akhirnya operasi darat dilakukan. Operasi bukan berarti operasi seperti militer, tetapi ya penanganannya melalui darat itu
04:12saja.
04:12Pak, ini kan pemadamnya sudah berbulan-bulan gitu Pak. Dan pasti dari mereka ada yang kelelahan.
04:19Apakah ada rencana untuk merotasi yang sekarang ini bertugas untuk memadamkan api dari mungkin dari daerah lain didatangkan ke Kalimantan
04:25gitu Pak?
04:26Sudah, tadi juga disampaikan bahwa dari Kostrad juga diturunkan, dari Pak Yuma Dayani ada rotasi, ada pergantian,
04:36dan tentunya juga pasti ini sudah dipikirkan oleh para pimpinan-pimpinan BKND maupun kepolisian.
04:42Pak tadi soal badan gambut itu tadi Pak, kalau-nya apakah sudah ada ikut di dalam Pak, badan gambut tadi?
04:49Tadi kalau enggak salah ya, Prof. Satriawan kalau-nya itu dari Kementerian Kebutuhanan.
04:57Ini kemerut ya Pak ya?
04:58Ya, ahlinya.
04:59Masalah soal tawaran berdua dari ini, bagaimana Pak?
05:02Kalau belum tadi belum dibahas.
05:04Pak, ada target dari Presiden nggak Pak? Kapan ini harus diselesaikan perang?
05:07Ya Presiden targetnya adalah secepat mungkin. Ya, beliau sangat konsentrasi betul masalah karbota ini.
05:14Akan ditetapkan sebagai bencana nasional Pak, Pak?
05:17Belum, masih mampu.
05:19Di Batam ini blackout 7 jam bahkan sampai sekarang ini masih makin lapu. Ini ada pembahasan kah tadi di atas?
05:25Tadi tidak, cuma pembahasan tadi dilaporkan dari BNPB bahwa di Palembang kemarin tidak bisa 1-2 hari tidak bisa mendarat,
05:34dan saat ini sekarang sudah bisa. Hanya itu saja. Yang lain tidak dibahas.
05:38Terus sudah dibahas soal asapnya yang ke negara lain, Pak Pak, ini dari BNPB?
05:47Ya, memang ada ya tanggapan dari negara lain masalah kebakaran hutan ini, tetapi kita sudah maksimal.
05:57Mudah-mudahan ini bisa segera dilaksanakan.
05:59Terima kasih, Pak.
06:29Pilih aplikasi, lalu install.
06:31Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
06:37Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga.
06:42Sampai jumpa.
06:42Terima kasih.

Dianjurkan