00:00Tidak suketnya bodong, suketnya pasu, ini sudah merupakan suatu fitnah.
00:07Jadi kita memang berdiskusi banyak dengan berapa kita menjelaskan proses waktu di MK seperti apa,
00:14dari tim hukum juga menjelaskan dari aspek pandangan hukum yang terjadi seperti apa,
00:19dan juga bagaimana situasi nanti politiknya ke depan, beliau memberikan juga masukan kepada kita.
00:27Jadi intinya perjuangan kita ini beliau memberi support betul, beliau berterima kasih juga bahwasannya kita bisa masuk sebagai pihak terkait
00:37untuk itu,
00:38dan langkah-langkah ini adalah suatu pembelajaran yang sangat baik untuk ke depan kepada masyarakat Indonesia,
00:47bahwasannya proses hukum itu memang kita harus kedepankan, tapi juga kita harus mempertimbangkan yaitu aspek-aspek keadilan itu sendiri.
00:57Dan kita juga berharap bahwa permasalahan administratif ya, saya katakan, saya pertegas,
01:05administratif bukan masalah pidana yang dilakukan oleh orang-orang Hozinuddin itu yang dibareskir.
01:12Itu sudah salah kapra, bukan yang namanya kriminal law, tapi ini adalah administratif law kalau kita bicara.
01:22Makanya apa yang dikatakan oleh mereka itu, tidak suketnya bodong, suketnya pasu, ini sudah merupakan suatu fitnah.
01:35Ini Dick Dasman harus bisa memberikan suatu sikap menutup.
01:39Tapi dari kita sudah jelas, apa yang dilakukan oleh mereka itu adalah fitnah dan berita pembohongan publik.
01:46Begitu.
02:20Terima kasih telah menonton.
02:56Seorang Danny Indrayana, seorang tersangka Payment Gateway, melarikan diri selama 10 tahun.
03:03Dan dia mengatakan di ruang publik bahwa dia mendapatkan SP3 karena ada perjanjian,
03:10gentleman agreement dan baris krim, dia tidak mau menunjukkan SP3-nya.
03:16Itu suatu pertanyaan yang big question besar bagi masyarakat Indonesia, bagi kita-kita semua.
03:22Kenapa seorang tersangka bisa melakukan gentleman agreement dengan baris krim?
03:29Menurut saya, kalau dia tidak mau menunjukkan SP3-nya, artinya ini terjadi pembohongan publik dan kita akan laporkan dan akan
03:41minta ke baris krim untuk menindak lanjuti.
03:45Tersangka dia ini, harus masuk ke tahap penyidikan.
03:50Lebih dalam untuk kita.
03:52Jangan di-freezing, di-peti eskan untuk kita.
03:56Ini bukan main-main.
03:58Apalagi Presiden Prabowo dan Mas Gibran ini, bagaimana korupsi ini diberantah sampai ke akar-akarnya.
04:06Ini harus poin-poin yang harus kita perhatikan untuk itu.
04:14Cara baru, nonton di Smart TV.
04:17Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
04:23Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
04:27Cari Kompas TV melalui pencarian.
04:30Pilih aplikasi, lalu install.
04:32Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
04:38Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga.
04:41Terima kasih.
04:43Terima kasih.