Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti mengatakan bahwa pembuktian ijazah Wapres Gibran Rakabuming jadi momen Presiden ke-7 RI, Jokowi untuk pulihkan nama baik.

Hal ini disampaikan Ray beserta Aliansi Kolektif Sipil melakukan audiensi dengan Fraksi Golkar DPR di Kompleks Senayan pada Senin (12/10/2026).

Ray Rangkuti mengatakan bahwa hak angket jadi kepentingan pihak Gibran untuk membuktikan ijazah. Ray meminta Golkar yang disebut memiliki kedekatan khusus dengan keluarga Presiden Joko Widodo terkait ini.

"Karena Golkar punya kedekatan khusus dengan pihak keluarga ini, kan mungkin bisa dirayu oleh Golkar menyampaikan kepada keluarga Pak Jokowi, justru ini kesempatan kepada Pak Jokowi untuk memulihkan nama baik bila betul ijazah itu ada," ujar Ray Rangkuti.

Produser: Theo Reza

#dpr #hakangket #ijazahgibran

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/695594/ray-rangkuti-dorong-hak-angket-ijazah-gibran-di-dpr-kesempatan-pak-jokowi-pulihkan-nama-baik
Transkrip
00:00Nah, oleh karena itulah kita disini menyatakan, oke, kalau pihak Gipran menyatakan masih ada ijasa,
00:07porum mana yang layak untuk membuktikan bahwa ijasa itu ada?
00:11Kan gak mungkin kita seleseikan di porum warung kopi, kan?
00:16Ijasa wakil presiden ada gak ada kok diselesaikan di warung kopi, kan gak mungkin gitu.
00:21Nah, oleh karena itulah kita mengusulkan porum angket.
00:24Saya gak mengerti kenapa ketika disebut pihak angket, sana juga ngenolak, loh kebingung kita.
00:33Termasuk, peraksi-peraksi gak dia berani ambil.
00:36Padahal ini penting bukan untuk keperluan, jangan bayangin HMP dulu deh.
00:42Bari betul gak ada yang namanya ijasa itu?
00:45Di porum mana kita didiskusikan? Di porum angket.
00:48Nanti angketlah yang akan memberi kesempatan kepada keluarga Pak Jokowi, khususnya Gipran, tuh buktikan ada ijasaannya.
00:56Kalau ada, selesai.
00:58Dan yang bersangkutan masih bisa mencolongkan diri pada tahun 2029.
01:04Positif.
01:06Maka sebetulnya Pak Doli menerima kita hari ini, sudah tepat.
01:11Makanya Pak Doli memang ambil alih inisiasi.
01:14Ini bukan sebetulnya kepentingan HMP, kepentingan bagi pihak Gipran untuk membuktikan bahwa mereka itu punya ijasa.
01:23Ini kepentingan, ini pintunya bagi mereka.
01:26Saya malah bingung mereka seorang alergi.
01:30Loh ngaku ada ijasa, minta dibuktikan,
01:35Sudah dikasih sebelumnya, tapi takut sendiri.
01:38Di mana lagi?
01:40Nah, karena Golkar punya kedekatan khusus dengan pihak keluarga ini,
01:46Ya kan?
01:49Mungkin bisa dirayu oleh Golkar
01:52Menyampaikan kepada keluarga Pak Jokowi,
01:56Justru ini kesempatan kepada Pak Jokowi untuk memulihkan nama baik.
02:02Bila betul ijasa itu ada.
02:04Positif?
02:09Jika tidak ada, kita serahkan lanjutannya kepada Bundoli.
02:13Tapi saya masih punya kayak,
02:15Ya saya positif, ini kan ada positif sekarang.
02:19Mereka dimana-mana sekarang dengan menyebut,
02:22Ada kok.
02:23Bakal ada wamen sesnek ya?
02:27Ya, tidak sesnek.
02:29Tidak sesnek, tidak sesnek.
02:30Belum ditemukan.
02:32Alias, itu belum ditemukan.
02:34Lagi nyari-nyari di mana.
02:35Mungkin ada di mana, kan?
02:38Lagi nyari-nyari.
02:40Nah, jadi yang perlu dia,
02:43Tentu bagi bangsa ini penting,
02:45Supaya kita selesaikan.
02:46Kita sudah punya persoalan ijasa 2 tahun,
02:49Yang sampai urusannya ke polisi.
02:53Jangan sampai ijasa ingin juga urusannya ke polisi.
02:56Gitu loh, kira-kira itu.
02:58Nah, kita selesaikan.
02:59Oleh karena itulah, melalui forum ini,
03:01Kita juga sampaikan kepada keluarga Pak Jokowi,
03:04Ayo Pak Jokowi,
03:05Kami masyarakat sipil,
03:07Menginginkan kita kelirkan ini,
03:09Supaya tidak berlarut-larut,
03:11Diselesaikan dengan segera,
03:13Kita dorong forumnya bersama-sama,
03:15Yaitu forum yang mungkin,
03:17Tidak ada yang lain.
03:19Tidak ada lagi forumnya,
03:20Kecuali hak angket.
03:22Mana ada forumnya Pak Jokowi?
03:24Di DPR forum apalagi,
03:26Kalau bukan angket.
03:27Itu satu.
03:29Nah, yang kedua,
03:30Angket ini juga penting,
03:31Untuk memastikan sistem pemilu kita.
03:34Karena yang dibijik lantikan,
03:35Dignas up.
03:38Susah, susah.
03:39Ini singkatan-singkatan ini banyak banget.
03:43Dignastement ya.
03:45Dignastement ya.
03:46Kenapa?
03:47Karena ada pertanyaan yang sangat prinsipil,
03:50Disitu menurut saya,
03:51Pak Doli ya.
03:53Apa yang membuat seseorang bisa,
03:55Mendapatkan suket,
03:58Dalam satu hari?
04:01Kan harus kita koreksi dong ya.
04:03Yang kedua,
04:04Apa yang membuat seseorang,
04:06Dapat mengurus suket,
04:08Dengan perseratan yang tidak sepenuhnya cukup.
04:14Disini ada unsur,
04:16Yang boleh kita sebut,
04:18Tidak adil.
04:19Sebagian besar,
04:21Warga negara kita yang sekolah di luar negeri,
04:23Datang ke Indonesia untuk,
04:26Penyetaraan,
04:27Bahkan bisa berminggu-minggu,
04:29Dan bahkan bulan,
04:30Untuk menempatkan,
04:31Apa yang disebut dengan,
04:33Entah itu surat keputusan,
04:34Entah itu nama surat keterana.
04:37Dengan administrasi yang menjelimet,
04:40Udah bawa ini,
04:42Kurang itu,
04:43Bawa nanti besok ini,
04:44Ada lagi yang kurangnya,
04:45Sebagiannya.
04:46Pertanyaannya,
04:47Kok bisa,
04:48Dikdasmen itu,
04:49Mengeluarkan suket,
04:51Belum satu hari,
04:52Satu hari 24 jam,
04:54Dan juga,
04:55Dengan perseratan yang,
04:56Tidak mengadai.
04:59Itu pertanyaannya,
05:00Itu yang harus dikoreksi.
05:01Oleh DPR,
05:03Salah satunya.
05:05Oleh forum mengkoreksi itu,
05:07Yang angkat.
05:08Termasuk di dalamnya,
05:11Meminta keterangan kembali,
05:12Kepada KPU,
05:14Mengapa bisa keluar,
05:16Pasal yang,
05:17Kita istilahkan itu,
05:19Seludupan,
05:19Yang sekarang setelah selesai,
05:21Tidak,
05:22Mereka bantah lagi,
05:23Itu bukan seludupan,
05:25Mereka bantah bahwa,
05:26Itu sudah dibicarakan,
05:28Di forum DPR.
05:31Jadi,
05:32Kawan-kawan,
05:33Dari pihak sana ini,
05:35Dibuka forumnya,
05:36Mereka tidak optimalkan,
05:38Setelah dibuat keputusan,
05:40Ngomel-ngomel di luar,
05:41Sekarang kita tangkan lagi,
05:43Untuk buka forum,
05:44Mereka juga nolak.
05:47KPU,
05:48Menyebut,
05:49Oh ada kok,
05:51Pernah kita bahas.
05:53Oke,
05:54Kalau pernah kita bahas,
05:55Kita buka di angket,
05:57Supaya kita lihat rekaman,
05:58Dimana itu.
06:00Pembahasan khusus pasal itu,
06:02Itu sudah kira-kira.
06:03Nah ini,
06:05Menurut kita bahwa,
06:06Angket itu,
06:06Tidak hanya kesedar soal,
06:08Ujungnya HMP,
06:09Tapi juga dalam koreksi,
06:11Ke sistem pemilu kita,
06:12Koreksi kepada penyelenggara pemilu,
06:14Tapi lebih dari itu adalah,
06:16Memberukan ruang,
06:17Seluas-luasnya,
06:18Kepada pihak,
06:19Keluarga Pak Jokowi,
06:20Dalam lain-lain,
06:22Untuk memulihkan,
06:24Nama baik mereka,
06:26Tidak ada gunanya,
06:27Mereka membawa,
06:28Bazar sebanyak-banyaknya,
06:31Ya kan,
06:32Untuk mematahkan,
06:33Argumen orang,
06:34Karena,
06:49Tidak bisa mereka,
06:50Selanjutnya,
06:51Secara permil,
06:51Nanti akan saya minta,
06:52Tiga kawan,
06:53Untuk membacakan surat pernyataan,
06:55Dan setelah itu,
06:55Pernyataannya akan kami sampaikan,
06:57Kepada Pak Doli,
06:58Dan silahkan Pak Doli,
07:00Untuk tanggapi,
07:00Dan setelah itu,
07:01Mungkin kita bisa tutup,
07:03Saya persilahkan,
07:03Pertama kali,
07:04Kepada kawan,

Dianjurkan