00:00Nah, oleh karena itulah kita disini menyatakan, oke, kalau pihak Gipran menyatakan masih ada ijasa,
00:07porum mana yang layak untuk membuktikan bahwa ijasa itu ada?
00:11Kan gak mungkin kita seleseikan di porum warung kopi, kan?
00:16Ijasa wakil presiden ada gak ada kok diselesaikan di warung kopi, kan gak mungkin gitu.
00:21Nah, oleh karena itulah kita mengusulkan porum angket.
00:24Saya gak mengerti kenapa ketika disebut pihak angket, sana juga ngenolak, loh kebingung kita.
00:33Termasuk, peraksi-peraksi gak dia berani ambil.
00:36Padahal ini penting bukan untuk keperluan, jangan bayangin HMP dulu deh.
00:42Bari betul gak ada yang namanya ijasa itu?
00:45Di porum mana kita didiskusikan? Di porum angket.
00:48Nanti angketlah yang akan memberi kesempatan kepada keluarga Pak Jokowi, khususnya Gipran, tuh buktikan ada ijasaannya.
00:56Kalau ada, selesai.
00:58Dan yang bersangkutan masih bisa mencolongkan diri pada tahun 2029.
01:04Positif.
01:06Maka sebetulnya Pak Doli menerima kita hari ini, sudah tepat.
01:11Makanya Pak Doli memang ambil alih inisiasi.
01:14Ini bukan sebetulnya kepentingan HMP, kepentingan bagi pihak Gipran untuk membuktikan bahwa mereka itu punya ijasa.
01:23Ini kepentingan, ini pintunya bagi mereka.
01:26Saya malah bingung mereka seorang alergi.
01:30Loh ngaku ada ijasa, minta dibuktikan,
01:35Sudah dikasih sebelumnya, tapi takut sendiri.
01:38Di mana lagi?
01:40Nah, karena Golkar punya kedekatan khusus dengan pihak keluarga ini,
01:46Ya kan?
01:49Mungkin bisa dirayu oleh Golkar
01:52Menyampaikan kepada keluarga Pak Jokowi,
01:56Justru ini kesempatan kepada Pak Jokowi untuk memulihkan nama baik.
02:02Bila betul ijasa itu ada.
02:04Positif?
02:09Jika tidak ada, kita serahkan lanjutannya kepada Bundoli.
02:13Tapi saya masih punya kayak,
02:15Ya saya positif, ini kan ada positif sekarang.
02:19Mereka dimana-mana sekarang dengan menyebut,
02:22Ada kok.
02:23Bakal ada wamen sesnek ya?
02:27Ya, tidak sesnek.
02:29Tidak sesnek, tidak sesnek.
02:30Belum ditemukan.
02:32Alias, itu belum ditemukan.
02:34Lagi nyari-nyari di mana.
02:35Mungkin ada di mana, kan?
02:38Lagi nyari-nyari.
02:40Nah, jadi yang perlu dia,
02:43Tentu bagi bangsa ini penting,
02:45Supaya kita selesaikan.
02:46Kita sudah punya persoalan ijasa 2 tahun,
02:49Yang sampai urusannya ke polisi.
02:53Jangan sampai ijasa ingin juga urusannya ke polisi.
02:56Gitu loh, kira-kira itu.
02:58Nah, kita selesaikan.
02:59Oleh karena itulah, melalui forum ini,
03:01Kita juga sampaikan kepada keluarga Pak Jokowi,
03:04Ayo Pak Jokowi,
03:05Kami masyarakat sipil,
03:07Menginginkan kita kelirkan ini,
03:09Supaya tidak berlarut-larut,
03:11Diselesaikan dengan segera,
03:13Kita dorong forumnya bersama-sama,
03:15Yaitu forum yang mungkin,
03:17Tidak ada yang lain.
03:19Tidak ada lagi forumnya,
03:20Kecuali hak angket.
03:22Mana ada forumnya Pak Jokowi?
03:24Di DPR forum apalagi,
03:26Kalau bukan angket.
03:27Itu satu.
03:29Nah, yang kedua,
03:30Angket ini juga penting,
03:31Untuk memastikan sistem pemilu kita.
03:34Karena yang dibijik lantikan,
03:35Dignas up.
03:38Susah, susah.
03:39Ini singkatan-singkatan ini banyak banget.
03:43Dignastement ya.
03:45Dignastement ya.
03:46Kenapa?
03:47Karena ada pertanyaan yang sangat prinsipil,
03:50Disitu menurut saya,
03:51Pak Doli ya.
03:53Apa yang membuat seseorang bisa,
03:55Mendapatkan suket,
03:58Dalam satu hari?
04:01Kan harus kita koreksi dong ya.
04:03Yang kedua,
04:04Apa yang membuat seseorang,
04:06Dapat mengurus suket,
04:08Dengan perseratan yang tidak sepenuhnya cukup.
04:14Disini ada unsur,
04:16Yang boleh kita sebut,
04:18Tidak adil.
04:19Sebagian besar,
04:21Warga negara kita yang sekolah di luar negeri,
04:23Datang ke Indonesia untuk,
04:26Penyetaraan,
04:27Bahkan bisa berminggu-minggu,
04:29Dan bahkan bulan,
04:30Untuk menempatkan,
04:31Apa yang disebut dengan,
04:33Entah itu surat keputusan,
04:34Entah itu nama surat keterana.
04:37Dengan administrasi yang menjelimet,
04:40Udah bawa ini,
04:42Kurang itu,
04:43Bawa nanti besok ini,
04:44Ada lagi yang kurangnya,
04:45Sebagiannya.
04:46Pertanyaannya,
04:47Kok bisa,
04:48Dikdasmen itu,
04:49Mengeluarkan suket,
04:51Belum satu hari,
04:52Satu hari 24 jam,
04:54Dan juga,
04:55Dengan perseratan yang,
04:56Tidak mengadai.
04:59Itu pertanyaannya,
05:00Itu yang harus dikoreksi.
05:01Oleh DPR,
05:03Salah satunya.
05:05Oleh forum mengkoreksi itu,
05:07Yang angkat.
05:08Termasuk di dalamnya,
05:11Meminta keterangan kembali,
05:12Kepada KPU,
05:14Mengapa bisa keluar,
05:16Pasal yang,
05:17Kita istilahkan itu,
05:19Seludupan,
05:19Yang sekarang setelah selesai,
05:21Tidak,
05:22Mereka bantah lagi,
05:23Itu bukan seludupan,
05:25Mereka bantah bahwa,
05:26Itu sudah dibicarakan,
05:28Di forum DPR.
05:31Jadi,
05:32Kawan-kawan,
05:33Dari pihak sana ini,
05:35Dibuka forumnya,
05:36Mereka tidak optimalkan,
05:38Setelah dibuat keputusan,
05:40Ngomel-ngomel di luar,
05:41Sekarang kita tangkan lagi,
05:43Untuk buka forum,
05:44Mereka juga nolak.
05:47KPU,
05:48Menyebut,
05:49Oh ada kok,
05:51Pernah kita bahas.
05:53Oke,
05:54Kalau pernah kita bahas,
05:55Kita buka di angket,
05:57Supaya kita lihat rekaman,
05:58Dimana itu.
06:00Pembahasan khusus pasal itu,
06:02Itu sudah kira-kira.
06:03Nah ini,
06:05Menurut kita bahwa,
06:06Angket itu,
06:06Tidak hanya kesedar soal,
06:08Ujungnya HMP,
06:09Tapi juga dalam koreksi,
06:11Ke sistem pemilu kita,
06:12Koreksi kepada penyelenggara pemilu,
06:14Tapi lebih dari itu adalah,
06:16Memberukan ruang,
06:17Seluas-luasnya,
06:18Kepada pihak,
06:19Keluarga Pak Jokowi,
06:20Dalam lain-lain,
06:22Untuk memulihkan,
06:24Nama baik mereka,
06:26Tidak ada gunanya,
06:27Mereka membawa,
06:28Bazar sebanyak-banyaknya,
06:31Ya kan,
06:32Untuk mematahkan,
06:33Argumen orang,
06:34Karena,
06:49Tidak bisa mereka,
06:50Selanjutnya,
06:51Secara permil,
06:51Nanti akan saya minta,
06:52Tiga kawan,
06:53Untuk membacakan surat pernyataan,
06:55Dan setelah itu,
06:55Pernyataannya akan kami sampaikan,
06:57Kepada Pak Doli,
06:58Dan silahkan Pak Doli,
07:00Untuk tanggapi,
07:00Dan setelah itu,
07:01Mungkin kita bisa tutup,
07:03Saya persilahkan,
07:03Pertama kali,
07:04Kepada kawan,