JAKARTA, KOMPAS.TV - Juru Bicara PSI Dedek Prayudi menegaskan, tidak ada istilah "orang Jokowi" di dalam kabinet pemerintahan Prabowo.
Menurut Dedek, ketika seseorang sudah menjadi bagian dari kabinet, loyalitas tertingginya berada kepada Presiden Prabowo.
Dedek mengatakan, termasuk kader PSI yang masih memiliki kartu tanda anggota partai, ketika sudah berada di dalam kabinet, loyalitas utamanya tetap kepada Presiden.
Ia juga menilai penyebutan mantan menteri di era Jokowi sebagai "orang Jokowi" menjadi rancu, mengingat pemerintahan Prabowo membawa tema keberlanjutan.
Dedek bahkan mencontohkan Prabowo yang pernah menjadi menteri di era pemerintahan Jokowi.
Maka, Dedek menegaskan seluruh menteri dan pejabat setingkat menteri dalam kabinet saat ini telah menjadi bagian dari pemerintahan Prabowo.
Namun, pandangan berbeda disampaikan Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari.
Feri menilai reshuffle ketujuh menunjukkan adanya upaya untuk menyingkirkan orang-orang yang sebelumnya memiliki posisi penting pada era Presiden Jokowi.
Feri menyoroti posisi Pratikno yang sebelumnya menjadi Menteri Sekretaris Negara di era Jokowi dan kini masuk ke ruang transisi yang disebut Wantimpres.
Feri juga mempertanyakan keberadaan dan fungsi Wantimpres yang menurutnya memiliki jumlah anggota cukup besar.
"Wantimpres itu bukan Dewan Pertimbangan Presiden, tapi kawan-kawan intim Presiden," katanya.
Ia mempertanyakan fungsi lembaga tersebut sekaligus kemungkinan perannya dalam konfigurasi kekuasaan pemerintahan Prabowo.
Baca Juga Kabinet Prabowo 7 Kali Reshuffle, Feri Amsari: Presiden Tidak Percaya Diri | SATU MEJA di https://www.kompas.tv/talkshow/694752/kabinet-prabowo-7-kali-reshuffle-feri-amsari-presiden-tidak-percaya-diri-satu-meja
Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/w5M7NGjM6t4
#prabowo #gibran #jokowi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/694753/psi-bantah-ada-orang-jokowi-di-kabinet-prabowo-feri-singgung-wantimpres-satu-meja
Menurut Dedek, ketika seseorang sudah menjadi bagian dari kabinet, loyalitas tertingginya berada kepada Presiden Prabowo.
Dedek mengatakan, termasuk kader PSI yang masih memiliki kartu tanda anggota partai, ketika sudah berada di dalam kabinet, loyalitas utamanya tetap kepada Presiden.
Ia juga menilai penyebutan mantan menteri di era Jokowi sebagai "orang Jokowi" menjadi rancu, mengingat pemerintahan Prabowo membawa tema keberlanjutan.
Dedek bahkan mencontohkan Prabowo yang pernah menjadi menteri di era pemerintahan Jokowi.
Maka, Dedek menegaskan seluruh menteri dan pejabat setingkat menteri dalam kabinet saat ini telah menjadi bagian dari pemerintahan Prabowo.
Namun, pandangan berbeda disampaikan Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari.
Feri menilai reshuffle ketujuh menunjukkan adanya upaya untuk menyingkirkan orang-orang yang sebelumnya memiliki posisi penting pada era Presiden Jokowi.
Feri menyoroti posisi Pratikno yang sebelumnya menjadi Menteri Sekretaris Negara di era Jokowi dan kini masuk ke ruang transisi yang disebut Wantimpres.
Feri juga mempertanyakan keberadaan dan fungsi Wantimpres yang menurutnya memiliki jumlah anggota cukup besar.
"Wantimpres itu bukan Dewan Pertimbangan Presiden, tapi kawan-kawan intim Presiden," katanya.
Ia mempertanyakan fungsi lembaga tersebut sekaligus kemungkinan perannya dalam konfigurasi kekuasaan pemerintahan Prabowo.
Baca Juga Kabinet Prabowo 7 Kali Reshuffle, Feri Amsari: Presiden Tidak Percaya Diri | SATU MEJA di https://www.kompas.tv/talkshow/694752/kabinet-prabowo-7-kali-reshuffle-feri-amsari-presiden-tidak-percaya-diri-satu-meja
Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/w5M7NGjM6t4
#prabowo #gibran #jokowi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/694753/psi-bantah-ada-orang-jokowi-di-kabinet-prabowo-feri-singgung-wantimpres-satu-meja
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Khususnya saya dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus merangkap jadi Menteri ESDM.
00:13Saya tahu ini adalah amanah, tanggung jawab negara yang saya harus emban dan saya akan melaksanakan tugas dengan baik,
00:22baik sebagai Menteri ESDM maupun Menko Hilirisasi dan Transisi Energi.
00:28Kita tahu bahwa Presiden mempunyai program yang salah satu diantaranya adalah Menteri Cita adalah tentang Hilirisasi dan Transisi Energi
00:39dan ini harus mampu kita konsularisikan lewat Kemenko untuk bagaimana bisa melakukan percepatan eksekusi ke depan.
00:46Nanti kantornya akan ditetap di Kementerian ESDM sambil kita melihat tahap perkembangan.
00:57Karena saya melihat bahwa fokus kita kan Hilirisasi dari total investasi 100 persen, 90 persennya itu ada di sektor ESDM.
01:05Apakah Presiden membuat Menko baru ini dan sebenarnya nanti tugasnya akan seperti apa?
01:09Bedanya dengan Menteri Hilirisasi seperti apa?
01:30Menarik menyimak pernyataan dari Menko Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlila Adalia tadi.
01:36Kita akan diskusikan itu tapi saya menyambung dulu pertanyaan yang tadi sempat terpotong ke Punggu Ki.
01:41PSI adalah Jokowi itu yang tagline PSI saat ini.
01:44Nah tapi di satu sisi ada analis politik juga yang mengatakan bahwa saat ini reshuffle terakhir yang dilakukan Pak Prabowo
01:51ketujuh kalinya
01:52itu menyingkirkan orang-orang pentingnya Pak Jokowi.
01:56Masih ada, bukan disingkirkan masih ada tapi tidak memiliki peran yang strategis dibandingkan sebelumnya.
02:02Anda punya jawaban soal ini?
02:03Ya, sah-sah saja ya kalau misalnya ada pengamat yang melabeli sebagian anggota kabinet sebagai orangnya Jokowi.
02:11Tapi kami dapat pastikan begini, di dalam kabinet itu enggak ada orangnya Jokowi.
02:16Ketika mereka sudah masuk ke dalam kabinet, maka yang menjadi katakanlah dalam tanda kutip bosnya mereka itu adalah Presidennya.
02:25Makanya tadi sejak awal saya bilang starting point kami, bahkan kader PSI pun yang masih memiliki KTA,
02:31ketika mereka sudah sampai ke dalam kabinet, maka loyalitas tertingginya itu ada pada Presiden.
02:37Dan begitu juga dengan yang disebut orangnya Pak Jokowi tapi tidak ada di PSI.
02:42Dan inilah yang mau saya bukan gugat tapi luruskan gitu.
02:46Kalau misalnya yang dimaksud orang Pak Jokowi itu adalah mantan-mantan menteri di eranya Pak Jokowi,
02:53ini rame sekali.
02:55Kan kabinet bukan kabinet, pemerintahan sekarang ini mengusung tema keberlanjutan.
02:59Tentu saja ramai ya, ex-menteri era Pak Jokowi yang sekarang berada di kabinetnya Bapak Prabowo.
03:06Tapi yang jelas ketika dia sudah menjadi bagian dari kabinet Pak Prabowo, mereka sudah bukan lagi orangnya Jokowi.
03:14Mereka sudah menjadi orangnya Prabowo.
03:18Dan saya bisa katakan kayak gini kenapa?
03:21Karena ini definisi ex-menteri Jokowi ke Prabowo menjadi orang Jokowi,
03:24ini definisi yang agak rancu.
03:26Bahkan Pak Prabowo pun pernah menjadi menterinya Pak Jokowi.
03:30Yang dimana sekarang mereka itu besti, mereka itu setara dalam artian Presiden ke-7 dan Presiden ke-8.
03:37Sehingga definisi orang Jokowi based on pernah menjadi menteri di era Pak Jokowi ini bisa menjadi rancu sekali.
03:45Tapi sekali lagi kalau misalnya analis-analis, pengamat-pengamat ingin mengelompokkannya demikian dengan definisi yang agak rancu ya silahkan-silahkan
03:53saja.
03:53Tapi dapat saya pastikan bahwa setiap menteri atau setara menteri yang berada di kabinet itu sudah menjadi orangnya Pak Prabowo.
04:01Oke, sudah menjadi satu kesatuan katanya Bum Ferry, tapi ya sepertinya publik juga seperti secara samar masih bisa menangkap ada
04:12percikan-percikan antara keduanya Pak Jokowi dengan Pak Prabowo ya.
04:16Nah kalau melihat ada orang-orang penting seperti Pak Listio yang sebelumnya Kapolri saat ini dibindahkan, lalu Pak Pratikno dan
04:26lain-lain.
04:27Dan Anda sepakat dengan apa yang dikatakan analis tadi bahwa ini sengaja disembunyikan dan ada rekonfigurasi politik di tubuh kabinetnya
04:36Pak Prabowo?
04:37Sebelum menjawab poin itu, saya ingin merespon Udah Uki ya.
04:40Wah siap Udah Udah Beri.
04:42Yang menyatakan bahwa kader terbaik yang ada di kabinet adalah orang-orang terbaik PSI, kader-kader terbaik PSI.
04:50Selama ini saya merasa PSI itu selalu ngomong Pak Jokowi dan Pak Kaisang kader terbaiknya.
04:56Rupanya yang di menteri, bukan Pak Jokowi yang terbaik rupanya.
05:02Yang kedua, untuk mengatakan bahwa ini keberlanjutan itu terminologi politik yang sangat konyol.
05:10Karena bagi saya yang diberlanjutkan itu program, bukan orangnya.
05:14Ini bukan menteri-menterinya yang dilanjutkan gitu ya, tapi program-programnya.
05:20Menggambarkan bahwa ini keberlanjutan sudah tidak mungkin lagi.
05:24Toh banyak program Pak Jokowi yang tidak dilanjutkan Pak Prabowo, bahkan diabaikan misalnya IKN.
05:31Dan bagi saya, apa yang dilakukan kemarin semua terang-benerang bahwa ada upaya
05:37menyingkirkan orang-orang Presiden Jokowi di masa Pak Presiden Prabowo dua tahun ini.
05:45Pak Pratik, the man behind the gun seluruh program Pak Jokowi,
05:50disingkirkan masuk ke ruang transisi namanya Watim Pres itu.
05:56Bercandaan teman-teman dosen hukum tata negara di departemen saya di kampus,
06:01One Team Pres itu bukan Dewan Pertimbangan Presiden, tapi kawan-kawan intim Presiden.
06:06Yang kerjanya juga tidak jelas, jumlahnya luar biasa banyak.
06:10Banyak, 26 sebelumnya 9, sekarang 26.
06:12Sekarang pertanyaannya adalah pertimbangan yang seperti apa?
06:16Apa bedanya dengan penasehat Presiden?
06:21Apakah menimbang-nimbang saja atau memberikan hal yang lain?
06:25Jadi ini sebenarnya kamar lain untuk menyingkirkan orang sebenarnya
06:31agar tidak punya kekuasaan dan kewenangan, tapi diberikan istilah One Team Pres itu.
06:36Jadi wajar saja kalau di era ini ada keinginan Pak Prabowo lepas dari Presiden Jokowi Dodo
06:43karena Presiden adalah dia dan dengan konsep multipartai kita memang tidak lazim
06:49kalau bicara keberlanjutan, orang partainya beda.
06:52Setelah berhenti dari PDIP pun Pak Presiden Jokowi bentuk partai baru namanya PSI.
07:00Jadi menurut saya tidak cocok kalau dijelaskan baik dari aspek ketatanegaraan
07:07maupun aspek politik sekalipun.
07:10Nah oleh karena itu bagusnya kita berjujur-jujur saja dalam ruang politik
07:14agar sandiwara seperti ini tidak membuat kebijakan ketatanegaraan limbu atau meragukan orang.
07:23Harusnya Pak Prabowo percaya diri sudah mulai hari ini tidak ada mengakumulasi isi kabinet
07:31dari keinginan-keinginan orang.
07:33Semuanya harus orang saya.
07:35Ini kesempatan menyederhanakan kabinet.
07:37Jangan menumpuk seolah-olah ini diperbarui tapi jumlah kabinet bertambah.
07:44Jumlah lembaga baru ada lagi.
07:48Bayangkan wakil menteri koordinator jabatan yang tidak ada di konstitusi.
07:53Bahkan menteri koordinator itu tidak ada di konstitusi.
07:57Ditambah wakilnya.
07:58Untuk apa?
07:59Apa gunanya?
08:00Menghambat gerak cepat pembangunan, menghambat gerak cepat kabinet dan itu sia-sia.
08:07Makanya saya bilang Pak Presiden Prabowo ini presiden yang peragu.
08:12Presiden yang ragu dia akan gagal meyakinkan orang banyak.
08:15Oke.
08:16Di other side, ngomongin soal jabatan-jabatan yang menurut Anda tadi tidak penting tapi ada eksis saat ini.
08:22Dulu orang-orang yang dianggap kritis dengan Jokowi.
08:26Ada Bung Roki Gerung, lalu ada Pak Syahgan dan Enggolan.
08:30Sekarang justru ada di dalam pemerintahan.
08:32Apa makna yang bisa Anda siratkan dengan masuknya orang-orang yang dulu mengkritik Pak Jokowi
08:38justru sekarang bekerja untuk Pak Prabowo di era Presiden Prabowo ini?
08:41Bagi saja tawaran jabatan ini mempertegas warna saja.
08:46Bahwa ini orang-orang saya dan mereka akan bekerja demi kepentingan Pak Prabowo.
08:52Dan yang selama ini itu adalah wajah yang disembunyikan saja.
08:56Dan perlu diingat bahwa menurut pendapat saya
08:59ada gerakan membangun negara menjadi negara fasis.
09:03Dan orang-orang ini dibutuhkan untuk menyuarakan sebaliknya.
09:07Atau memberikan topeng dari militaristik yang terbangun di dalam pemerintahan ini.
09:12Nah itu khasnya gaya-gaya negara fasisme ya.
09:17Jurubicara-jurubicara yang membangun kedok-kedok
09:20untuk menutupi langkah-langkah yang salah.
09:23Dan bagi saya itu tidak bisa ditutupi.
09:26Mau Roki Gerung kah? Mau saya Gandana Golan?
09:29Semuanya hanya akan mempertegas langkah-langkah fasisme yang terjadi.
09:34Baik.
09:34Jika Pak Presiden ingin memperbaiki,
09:36sederhanakan dulu.
09:37Orang-orang jauh dari pemerintahnya singkirkan,
09:41sederhanakan.
09:42Militer tempatkan sesuai mandat konstitusi.
09:45Polisi juga begitu.
09:46Jadi berjalannya negara berdasarkan konstitusi,
09:51bukan berdasarkan wangsit yang didapat oleh seorang presiden.
09:55Kalau saya bicara Pak Presiden Prabowo dan Partai Gerindra
09:59yang juga ikut menyuarakan soal Zaken Kabinet.
10:03Dulu saya ingat sekali pada saat Pak Prabowo masih awal menjabat.
10:07Kabinet yang akan kami jalankan adalah Zaken Kabinet.
10:09Tapi belakangan justru makin kesini makin gemuk,
10:13begitu ya makin banyak seperti yang Mung Ferry singgung juga tadi.
10:16Pejabatan Womenko itu bahkan tidak ada di konstitusi gitu ya Mung Ferry ya.
10:20Nah kira-kira apa yang bisa Anda terangkan
10:24terkait Zaken Kabinet yang sekarang seolah sudah memudar
10:26di era Pak Prabowo dan sudah ketujuh kalinya melakukan reshuffle kabinet.
10:32Sebetulnya terkait soal komposisi ya,
10:36Kementerian Lembaga, kami ingin menegaskan bahwa
10:41tentu kalau kita lihat posturnya bukan soal banyak atau sedikitnya.
10:47Kita tahu sendiri bahwa negara kita adalah negara yang begitu besar,
10:52jumlah penduduknya yang kurang lebih hampir 300 juta,
10:55dibandingkan misalnya Bang Ferry dengan negara-negara Eropa yang
10:59mungkin kita punya satu provinsi di Eropa mungkin ada dua negara.
11:03Jadi yang paling penting bagi Pak Prabowo dan Gerindra,
11:05bagaimana membangun bangsa ini dengan kebersamaan, kegotong royongan,
11:10dengan luas administrasi yang begitu besar,
11:13tentu dibutuhkan banyak pihak.
11:16Pak Prabowo seling menyampaikan bahwa bangsa ini tidak mungkin dibangun oleh Gerindra sendirian
11:20atau tidak mungkin dibangun antara hanya Gerindra dan PSI barangkali
11:23atau dengan beberapa teman-teman koalisi.
11:25Tetapi kita ingin melakukan percepatan,
11:27maka dari itu dibutuhkan kegotong royongan,
11:30keterlibatan semua anak bangsa yang tentu punya potensi
11:33yang kita tahu bahwa hari ini yang masuk kabinet semua punya latar belakang yang
11:37apa namanya berbeda-beda dengan pengalaman yang panjang,
11:41itu semua dibutuhkan untuk berkontribusi.
11:42Apakah itu setiap cara pikiran,
11:45begitu pun secara tenaga untuk membangun bangsa ini ke arah yang lebih maju tentunya
11:49sebagaimana apa yang menjadi harapan kita bersama
11:52dan itu juga yang menjadi harapan Presiden Prabowo
11:54agar terjadi percepatan.
11:55Jadi kalau kita berbicara soal postur,
11:58bukan soal kecil atau banyaknya,
12:00tetapi kemanfaatannya percepatan terhadap pembangunan bangsa ini
12:05bisa lebih, istilahnya lebih cepat kita capainya atau tidak.
12:09Nah maka dari itu kita semua harus bersatu padu,
12:13membutuhkan banyak pihak, bergotong royong,
12:15karena kalau kita lihat memang fondasi bangsa kita ini kan dibangun
12:18dari para funding father kita itu mengedepankan soal kegotong royongan.
12:22Karena mereka sudah tahu sejak awal bahwa kita kan berbeda-beda suku,
12:26berbeda-beda bahasa, jumlah pulau kita ada kurang lebih 17 ribu pulau
12:31yang begitu luas, begitu banyak, tentu dibutuhkan kebersamaan.
12:35Saya bisa respon ini ya.
12:37Silahkan.
12:38Karena ini kan komentar Pak Prabowo juga,
12:40Timur Leste katanya 28 padahal jumlah penduduknya sekitar berapa jutaan,
12:45jauh sekali dari Indonesia.
12:47Itu pendekatan dan kesalahan ilmu peketahuan yang dijelaskan beliau
12:52dan oleh Bang Banong.
12:54Pendekatannya sangat parlementer, sangat hibrid,
12:58tidak cocok dengan pendekatan sistem presidensial yang menyederhanakan kabinet.
13:03Dan jumlah mereka tidak banyak itu,
13:05dengan jumlah penduduk yang juga kecil,
13:08bukan berarti Indonesia boleh banyak karena jumlah penduduknya banyak.
13:11Karena kementerian itu dibentuk berdasarkan fungsinya.
13:16Misalnya, mau dia jumlah penduduknya besar, sedikit, kecil, menengah,
13:21Menteri Kesehatan ya harus ada karena layanan kesehatan.
13:24Jadi ini soal fungsi, bukan soal jumlah orang.
13:26Apa yang terjadi dengan Pak Prabowo jelas-jelas bagi-bagi kekuasaan.
13:31Saya mau jelaskan Bang,
13:33di Amerika jumlah penduduknya besar.
13:36Oke.
13:36Dah ratanya luas.
13:37Rata-rata menterinya 15 hingga 21.
13:41Jangankan ngurus negara sendiri,
13:43mereka juga ngurus negara orang lain.
13:45Kita harusnya buat kabinet berdasarkan fungsinya.
13:50Perlu dilihat background kata kabinet Bang.
13:52Kabinet itu maknanya ruang kecil.
13:55Kok ruang kecil diisi oleh banyak-banyak orang.
13:58Harusnya fungsinya Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan,
14:01yang bisa digabungkan.
14:03Kenapa enggak digabungkan?
14:04Satu menteri saja Pak Bahlil itu.
14:06Kenapa dia kemudian akan dapat kemudian pengelolaan dua kementerian
14:10yang bisa mengendalikan kementerian yang lain.
14:13Padahal itu tidak sinkron.
14:14Satu memperhatikan, memperbaiki lingkungan.
14:17Satu merusak lingkungan.
14:19Jadi tabrakan begini tidak boleh terjadi.
14:22Karena itu akan menjelaskan tabrakan cara berpikir.
14:26Tapi ada satu kata yang tadi jelasan.
14:28Apa namanya, kita boleh berbeda pandangan ya.
14:31Tapi yang paling penting bagi kita adalah
14:32bahwa kita ada, Bang Ferry, kita pengen agar ada percepatan pembangunan.
14:38Bukan soal hanya pertumbuhan ekonomi kita.
14:40Emang jumlah menteri sedikit tidak cepat pembangunan, Bang?
14:44Ya itu tadi sampaikan Bang Ferry, bahwa bangsa kita kan bangsa besar.
14:47Tentu tidak mungkin dikelola hanya segelintir orang, segelintir kelompok.
14:50Mesti kita libatkan sama.
14:51Oke, perdebatannya dilanjutkan.
14:53Ada sejen, ada sejen.
14:54Lagi pula, saya sedikit nambah.
14:57Perdebatannya panas, sebentar.
14:58Saya pikir kalau dengan Amerika Serikat ini enggak apple to apple.
15:02Terima kasih.