Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
PEMALANG, KOMPAS.TV - Kepala Sekolah Dasar Negeri 1 Kebondalem, Pemalang, Jawa Tengah dinonaktifkan dari jabatannya buntut kasus meninggalnya seorang siswa, diduga korban perundungan.

Pemkab Pemalang bilang, kepala sekolah dinonaktifkan untuk mendukung penyidikan polisi, sekaligus bentuk tanggung jawab atas kekerasan di lingkungan sekolah.

Pemkab Pemalang menyerahkan seluruh proses hukum kepada polisi dan akan mengevaluasi untuk mencegah kasus serupa.

Untuk membahasnya, kita bahas bersama Sekda Pemalang Bagus Sutopo dan Plt. Bupati Pemalang, Nurkholes.

Baca Juga Naik Penyidikan! Kasus Dugaan Perundungan Berujung Kematian Siswa SD di Pemalang| SAPA SIANG di https://www.kompas.tv/regional/694691/naik-penyidikan-kasus-dugaan-perundungan-berujung-kematian-siswa-sd-di-pemalang-sapa-siang

#perundungan #siswadibully #bullying #pemalang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/694763/full-kepsek-dicopot-buntut-siswa-meninggal-diduga-akibat-dirundung-kakak-kelas-di-pemalang
Transkrip
00:00hanya buntut kasus meninggalnya seorang siswa, diduga korban perundungan.
00:06MK Pemalang bilang kepala sekolah didonaktifkan untuk mendukung penyidikan polisi
00:09sekaligus bentuk tanggung jawab atas kekerasan di lingkungan sekolah.
00:13MK Pemalang menyerahkan seluruh proses hukum pada polisi
00:16dan akan mengevaluasi untuk mencegah kasus serupa.
00:27Untuk saat sekarang ini, karena prosesnya sedang dilakukan oleh APH
00:32untuk memudahkan informasi dan juga komunikasi,
00:37saat ini kepala sekolah kita berhentikan sementara
00:41untuk tidak menjadi kepala sekolah dan nanti akan ada penggantinya.
00:44Dan prosesnya nanti secara aturan kepegawian ya nanti akan dilihat
00:50apakah potensinya kena hukuman disiplin atau tidak.
00:57Kasus kematian siswa kelas 2 sekolah dasar di Pemalang, Jawa Tengah
01:01mulai naik ke pendidikan.
01:03Polisi mengungkap korban diduga mengalami perundungan dari 2 kakak kelasnya.
01:08Hal itu terungkap setelah polisi melakukan pemeriksaan terhadap 8 saksi
01:13termasuk 4 saksi anak.
01:15Penganiayaan terjadi 12 September lalu yang berawal dari perselisihan.
01:21Dalam penanganan, pihak Satu Reskrim, Polis Pemalang,
01:27setelah melakukan penyelidikan,
01:30melakukan 2 perkara dan meningkatkan penanganannya pada taruh penyelidikan.
01:37Seluruh saksi, seluruh pihak dan tiba-tiba sudah dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan oleh Satu Reskrim
01:46tentunya dengan mengegembangkan dan menikmati ketentuan yang diatur di Udang-Udang
01:51nomor 11 tahun 2012 ya,
01:54tentang mudah-mudahan perlindungan sistem peradilan bidana terhadap anak dan mudah-mudahan perlindungan.
02:02Karena diduga melibatkan anak di bawah umur,
02:06penyelidikan akan dilakukan sesuai peradilan anak.
02:09Penyelidik Polres Pemalang melibatkan Balai Pemasyarakatan,
02:13Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan Anak,
02:15dan Dinas Sosial Kabupaten Pemalang.
02:18Penanganan disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2012
02:22tentang sistem peradilan pidana anak.
02:42Dugaan perundungan mencuat,
02:43usai korban mengeluh sakit pada bagian perut.
02:46Korban awalnya tak mau cerita,
02:48namun kemudian ia mengaku sempat dipukuli kakak kelasnya di sekolah.
02:52Korban kemudian dirawat selama 9 hari di rumah sakit,
02:56hingga akhirnya meninggal dunia.
02:58Ari Himawan, Kompas TV, Pemalang Jawa Tengah.
03:04Rasa siswa meninggal diduga dirundung kakak kelas di Pemalang Jawa Tengah
03:07naik ke tahap penyidikan,
03:09sementara kepala sekolah dinonaktifkan.
03:11Untuk membahasnya, kami sudah bersama dengan PLT Bupati Pemalang, Nur Holis,
03:15yang juga sudah ditemani oleh Pak Sekda, Pak Bagusutopo.
03:19Selamat malam, Bapak-Bapak.
03:21Selamat malam, selamat malam.
03:23Baik.
03:23Pak Bupati, sejauh ini fakta atau temuan apa saja yang sudah didapatkan oleh PMK Pemalang, Pak?
03:29Ya.
03:31Ini sudah tahap gelar berkara di Polisiat, Polres,
03:37dan disampaikan beberapa hal terkait dengan perundungan ini
03:43dan sudah dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan
03:46dari kepala sekolah dan pihak berkait lainnya.
03:50Pak Bupati, kepala sekolah dicopot, dinonaktifkan,
03:55apakah memang ada indikasi kelalaian di sana
03:57atau seperti apa temuan awalnya, Pak?
04:00Ya, ini bentuk kami tidak mentolerir terhadap bullying.
04:04Jadi, seluruh apapun jenis bullying tidak kita tolerir,
04:11dan ini sebagai pembelajaran kita bersama,
04:13dan ini sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah,
04:15dan kami memang menghentikan pemberhentian terhadap kepala sekolah ini, Pak.
04:21Ini sempat disenggung juga oleh keluarga
04:23yang mempertanyakan CCTV di lokasi, Pak, di sekolah.
04:27Apakah juga dari pemerintah mendengar keresahan keluarga korban ini, Pak, soal itu?
04:33Ya, betul sekali.
04:35Sudah kita lihat, memang CCTV ada,
04:38tetapi pada waktu perundungan ini tidak terpantau oleh CCTV.
04:42Memang ini nanti yang akan kita lakukan pembenahan-pembenahan di berikutnya,
04:48bahwa penempatan CCTV ini harus ada di lorong-lorong gelap
04:51yang tidak terpantau oleh kepala sekolah maupun pihak-pihak guru.
04:55Dan ini memang sebagai evaluasi kita bersama, Pak.
05:00Tapi bagaimana pendeteksian di sekolah, Pak Bupati,
05:04informasinya apakah kejadian perundungan itu baru pertama terjadi,
05:09atau sebelumnya juga sempat pernah menimpa korban?
05:14Berdasarkan informasi yang kita dapat,
05:18ini memang perundungan ini sudah terinformasi,
05:22sudah dilakukan upaya-upaya mediasi
05:27di antara kedua orang tua.
05:31Dan pada saat itu memang tidak terinformasi
05:35sakit yang deritanya seperti apa, Pak.
05:37Oke, baik.
05:39Kebetulan ada Pak Sekda juga,
05:41kemarin kami lihat dari DPR ya,
05:43sempat datang ke Pemalang, Pak Doli.
05:46Seperti apa atensi, monitoring dari DPR?
05:49Bisa Pak Bupati atau Pak Sekda yang menjawab, silakan.
05:53Mohon izin, Bapak, dari kemarin Pak Doli datang ke Pemalang,
05:58itu bersama dengan tim, termasuk juga advokat,
06:03dan juga kebetulan pada saat hari itu,
06:05juga tim dari kementerian terkait juga datang, Pak.
06:09Kita siang hari itu melakukan FGD,
06:12dari Kementik Dasmen,
06:14dari beberapa direktorat,
06:16dan juga inspektor jenderal,
06:19termasuk juga dari KPAI.
06:21melakukan pendalaman-pendalaman terhadap proses ini.
06:24Sehingga proses ini menjadi atensi
06:27dari kementerian terkait,
06:29dan juga dari anggota DPR RI.
06:32Baik, sudah ada atensi langsung dari DPR, Pak Bupati.
06:36Jadi sebetulnya yang ingin dikawal oleh pemerintah ini seperti apa?
06:40Bagaimana proses hukumnya juga?
06:42Karena ini kan pelaku,
06:44masih anak-anak juga, Pak, terduga pelaku ini, Pak.
06:48Ya, kita meminta bahwa ini harus secara tuntas.
06:54Hukum ini harus dijalankan secara tuntas,
06:57dan kita nanti akan membentuk Satgar,
07:00dan lalu memungkinkan kita akan bentuk tim independen,
07:04yang nanti bisa menginvestigasi sistem pelaksanaan sekolah lama-anak ini,
07:11seperti apa yang sudah berjalan,
07:12dan nanti akan kita evaluasi,
07:13dan kita akan berlakukan untuk dikemudian dari DPR.
07:16Untuk memperbaiki sistem setelah lama-anak,
07:18yang biar tidak terjadi bullying lagi.
07:21Dan ini kita harapkan bullying yang terakhir,
07:23yang ada di Kabupaten Pembala.
07:25Sehingga nanti kita akan berbagi semua sistem.
07:27Oke.
07:28Untuk saat ini, Pak,
07:29bagaimana pendampingan terhadap keluarga korban,
07:33pengawalan proses hukum dari pemerintah, Pak?
07:38Terima kasih.
07:39Saat ini pendampingan dari berbagai pihak,
07:41memberikan penawaran kepada pihak korban dan keluarga korban,
07:46tentu ini menjadi ranah di proses hukum.
07:50Tetapi kami, pemerintah daerah,
07:53men-support bahwa pihak korban maupun keluarga korban ini,
07:57kita berikan pemahaman bahwa proses ini akan berjalan secara transparan.
08:02Begitu.
08:03Oke.
08:03Secara transparan.
08:05Pak Bupati atau Pak Syekda,
08:07jadi sebetulnya ini celah terjadinya perundungan itu,
08:10apa, Pak?
08:11Apa yang lemah di pengawasan?
08:13Pengawasan sebelah mana yang lemahnya ini?
08:17Ya, Pak Bapak.
08:18Jadi,
08:20kita akui bersama bahwa di sekolah sendiri ini,
08:25saat kas belum berjalan optimal.
08:27Sehingga cerita-cerita anak kepada guru pun ini masih agak tertutup.
08:32Nah, inilah yang menjadi sedikit ada kelalaian bagaimana sekolah itu
08:40untuk mendapatkan informasi siapa yang telah diundung, Pak Bapak.
08:44Oke.
08:45Akan diperkuat lagi soal konseling di sekolah, Pak?
08:48Betul.
08:49Kami akan perkuat lagi konseling di sekolah-sekolah.
08:52Akan kita hidupkan lagi bahwa untuk anak berani melaporkan, Pak Bapak.
08:56Jadi, ini yang terjadi.
08:59Kami akan buka hotline untuk pengaduan masyarakat maupun nanti di sekolah-sekolah yang ada.
09:06Jadi, nanti biasa kita laksanakan setiap minggu,
09:10kita harus open kepada siswa.
09:14Baik.
09:15Ini proses hukum kan tengah bergulir penyidikan, sudah naik ke tahap penyidikan.
09:21Apakah ada juga, Pak, temuan atau dugaan?
09:24Ini kepala sekolah melindungi pelaku,
09:26karena tadi sempat disinggung soal CCTV yang tidak diberikan kepada keluarga korban.
09:32Tidak ada sesuatu yang dilindungi, Pak.
09:35Ini semuanya transparan, terbuka,
09:37dan semua informasi sudah didapat pada waktu pemeriksaan.
09:41Dipastikan, anak-anak atau orang tua, para pelaku juga akan dimintai keterangan, Pak, dari proses hukumnya, Pak.
09:49Atau seperti apa?
09:51Ya, betul.
09:53Jadi, beberapa keterangan yang sudah dihimpun oleh pihak kepolisian,
09:59dan ini ada yang simpannya terbuka, Pak.
10:02Jadi, semuanya bisa melaporkan.
10:04Pada saat sekarang, kita buka aduan masyarakat terkait dengan bullying,
10:08baik yang sebelumnya terjadi sekalipun.
10:10Oke, baik.
10:11Ini semoga bisa diusutuntas dan menjadi yang terakhir,
10:16tidak terulang kembali.
10:17Terima kasih untuk waktunya PLT Bupati Pemalang, Pak Nurholis,
10:20dan juga Pak Sekda Bagusutopo.
10:22Terima kasih untuk program Kepas Malam hari ini.

Dianjurkan