00:02Tiga bulan sudah berlalu kebakaran hutan dan lahan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah masih terjadi.
00:08Asap pekat Imbaskar Hutlah semakin mengancam kesehatan warga.
00:13Dari pantauan udara yang dilakukan pada Arabusore, kota Palangkaraya diselimuti kabut asap.
00:18Lenmark kota sangat tersamarkan oleh asap pekat berwarna kuning.
00:22Warga yang terpaksa harus beraktivitas di luar ruangan berjibaku dengan pekatnya asap.
00:28Jarak pandang juga terbatas sehingga mengancam keselamatan saat berkendara.
00:37Kabut asap dampak karhutlah juga mengganggu jauh penerbangan di Bandara Cilikriwud, Palangkaraya.
00:43Asap pekat membuat jarak pandang pendek hanya mencapai 200 meter.
00:47Demi keselamatan penerbangan, tiga keberangkatan terpaksa dibatalkan.
00:56Kondisi penerbangan di Bandara Cilikriwud bahwasannya memang pada hari ini
01:01jarak pandang itu hanya berkisar di bawah 300, di antara 200 sampai 300.
01:08Akibat jarak pandang yang minimal ini, memang ada tiga penerbangan yang harusnya sesuai jadwal,
01:14yaitu ada Lion Air yang dari Surabaya, kemudian ada Batik Air dari Jakarta,
01:21kemudian ada Garuda dari Jakarta juga, itu memang tiga-tiganya dinyatakan sampai sore ini cancel.
01:29Kabut asap dampak karhutlah masih menyelimuti Palangkaraya bahkan mengganggu jalur penerbangan.
01:34Kita tanyakan bagaimana kondisinya pada Jurnalis Kompas TV,
01:38Kurnia Tarigan dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
01:41Selamat malam, Kurnia. Jadi seperti apa? Semanjang hari Rabu ini bagaimana kondisi Palangkaraya?
01:46Apakah penerbangan sudah dibuka kembali?
01:49Ya, selamat malam Ibrahim dan Saudara.
01:52Dapat kami informasikan langsung dari Palangkaraya,
01:55bahwasannya kejadian kebakaran hutan hingga kini masih terus terjadi di Palangkaraya.
02:00Bahkan tercatat melalui data dari BPPD Kota Palangkaraya,
02:04ada 1.400 hektare luas lahan yang sudah terbakar dengan 817 kali kejadian.
02:12Kabut asap hingga malam ini masih terus bisa dirasakan.
02:17Menurut data dari BMKG Kota Palangkaraya,
02:22hingga kini hingga malam hari ini,
02:25kualitas udara di Kota Palangkaraya masih menunjukkan pada level berbahaya,
02:28yaitu mencapai 605 mikrogram per meter kubik.
02:33Menyebabkan semua aspek kehidupan menjadi sangat terganggu.
02:38Banyak aktivitas warga yang juga terganggu,
02:41bahkan lebih dari satu bulan sudah,
02:44siswa harus menjalani proses pembelajaran jauh dari rumah melalui daring.
02:51Selain itu, pabut asap juga sangat mengganggu bagi jalur penerbangan.
02:57Sore tadi kami berada di Bandara Cilikriwut, Palangkaraya.
03:01Kami mencatat dan mengkontimasi bahwasannya pada hari ini,
03:06ada tiga maskapai penerbangan yang terpaksa dibatalkan keberangkatannya.
03:12Art tersebut dikarenakan jarak pandang di landasan pacu Bandara Cilikriwut
03:16sangat terbatas, tidak lebih daripada 300 meter.
03:21Demi alasan keselamatan penerbangan,
03:24ketiga maskapai penerbangan tersebut dibatalkan keberangkatannya
03:29menuju ke tempat masing-masing.
03:32Tentu saja hal ini membuat banyak penumpang yang merasa kecewa
03:38dengan pembatalan yang telah dilakukan dari ketiga maskapai tersebut.
03:43Karena banyak penumpang yang harus mereschedule kembali,
03:47menjadwalkan ulang kembali, penerbangan, dan tidak sedikit juga
03:51penumpang yang harus membatalkan keberangkatannya
03:54dan berpindah ke Bandara Samsudir Nur di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
04:01Bahkan dalam beberapa pekan yang lalu,
04:03kami sempat bertemu dengan salah satu calon penumpang
04:07yang mengaku sudah sempat menginap di Bandara selama sembilan hari.
04:12Hal tersebut dikarenakan banyaknya jadwal penerbangan yang tertunda
04:17dan bahkan dibatalkan.
04:18Begitu juga dengan taksi Bandara.
04:21Kami sudah sempat berbincang tadi,
04:24supir taksi Bandara.
04:25Bahwasannya kabut asap ini juga berpengaruh terhadap penghasilan
04:30supir taksi Bandara.
04:32Dimana dalam satu hari biasanya supir taksi Bandara
04:36bisa mengantar dan menjumput lima kali penumpang
04:39ke Bandara dan ke tempat tujuan.
04:41Namun kondisi kabut asap hanya sekali dalam tiga hari.
04:45Ibrahim.
04:46Baik. Terima kasih.
04:48Untuk laporannya Kurnia Tarigan langsung dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah.