Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Perombakan kabinet kembali dilakukan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada awal Oktober 2026.

Reshuffle kali ini menjadi perombakan kabinet yang ketujuh sejak Prabowo menjabat sebagai Presiden.

Pakar Hukum Tata Negara, Feri Amsari, menilai secara konstitusional reshuffle merupakan hak Presiden.

Namun, Feri menyoroti frekuensi reshuffle yang dinilainya terlalu sering.

Jika dirata-ratakan, kata Feri, perombakan kabinet terjadi hampir setiap tiga setengah bulan.

Ia mempertanyakan apakah seluruh reshuffle tersebut benar-benar dibutuhkan untuk penyelenggaraan negara.

Feri juga menilai belum terlihat kebijakan atau tindakan yang berarti dari menteri-menteri yang menggantikan posisi sebelumnya.

Menurut Feri, reshuffle memang dapat dilakukan ketika Presiden melakukan evaluasi dan membutuhkan perbaikan dalam pemerintahan.

Namun, ia mempertanyakan alasan di balik perombakan kabinet yang dilakukan berulang kali.

Sementara itu, Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong menegaskan reshuffle merupakan hak Presiden.

Bahtra menyebut Presiden memiliki keleluasaan untuk melakukan pergantian, pengangkatan, maupun pemberhentian menteri sesuai kebutuhan pemerintahan.

Menurut Bahtra, keputusan reshuffle sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo.

Bahtra menegaskan tujuan utama reshuffle adalah memastikan program pemerintah berjalan lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat.



Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/w5M7NGjM6t4



#prabowo #gibran #jokowi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/694752/kabinet-prabowo-7-kali-reshuffle-feri-amsari-presiden-tidak-percaya-diri-satu-meja
Transkrip
00:02Selamat malam, Presiden Prabowo Subianto kembali merombak kejajaran kabinetnya.
00:08Belum genap 2 tahun usia pemerintahan, setidaknya sudah 7 kali kabinet mengalami bongkar pasang.
00:16Kali ini ada beberapa nama pejabat yang dianggap dekat dengan Jokowi lalu diganti.
00:21Meski demikian, mereka masih tetap dipertahankan di dalam pemerintahan.
00:26Tak hanya itu, Prabowo juga melantik 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden atau One Team Press.
00:34Sejumlah nama masuk istana termasuk orang-orang yang selama ini dikenal keras mengkritisi Jokowi.
00:41Apa sebenarnya pesan yang ingin disampaikan Prabowo dengan reshuffle ini?
00:46Apa benar ini bentuk evaluasi atau merupakan politik akombodasi guna mengamankan koalisi?
00:53Reshuffle lagi, evaluasi atau amankan koalisi?
00:58Inilah satu meja The Forum malam ini bersama saya, Radisa Putro.
01:04Dan untuk membahas topik kali ini sudah hadir di studio Satu Kompas TV.
01:09Menara Kompas Kompas TV ada Bung Bahtra Banong, jurubicara Partai Gerimda.
01:13Selamat malam, Bung Bahtra.
01:15Terima kasih telah hadir.
01:16Dan ada juga jurubicara Partai Solidaritas Indonesia, Bung Dede Prayudi.
01:21Saya biasanya manggilnya Bung Kik.
01:23Siap.
01:24Dan satu lagi jagoan kita malam hari ini ada Ferry Amsari, pakar hukum Tata Negara.
01:29Yang belakangan disebut-sebut Mensesneknya Kabinet Bayangan.
01:34Selamat malam, Bung Dede Ferry.
01:35Selamat malam, abang-abang semua.
01:37Baik, saya langsung ke Bung Ferry saja dulu.
01:39Pertama, ini awal Oktober kita dikejutkan dengan reshuffle kabinet lagi.
01:45Sudah tujuh kali.
01:46Tujuh kali itu bukan apa, bukan kali yang sebentar gitu.
01:50Ini cukup beberapa kali mengambil posisi yang cukup sering untuk mengambil reshuffle.
01:55Bahkan gak cuma sekali.
01:57Di Kamis dan Jumat dalam medio satu pekan ini ada dua kali reshuffle gitu.
02:02Ada perombakan kabinet.
02:04Anda surprise dengan hal ini atau menganggap, wah ini biasa saja sebenarnya.
02:07Ya tidak terlalu surprise ya.
02:10Karena melihat enam kali sebelumnya sudah dilakukan reshuffle.
02:16Oke.
02:17Di titik tertentu secara konstitusional tentu itu haknya pak Presiden Prabowo ya.
02:25Berdasarkan pasal 17 Undang-Undang Dasar dan Undang-Undang Kementerian Negara.
02:29Presiden memiliki tanggung jawab dan Menteri-Menteri bertanggung jawab kepada beliau.
02:35Bisa diberhentikan kapanpun.
02:39Secara prinsip konstitusi mungkin oke.
02:42Tetapi secara pendekatan politik.
02:45Bagaimanapun konstitusi dan Undang-Undang Kementerian Negara
02:48serta sistem ketatanegaraan adalah produk politik.
02:52Kalau kita baca dari politik ketatanegaraan, kita bisa melihat bahwa Presiden kita tidak terlalu percaya diri.
02:59Itu sebabnya di dalam dua tahun, menjelang dua tahun, 20 Oktober dua tahunnya,
03:07terjadi tujuh kali reshuffle kabinet, kocok ulang kabinet.
03:11Yang kalau kita rata-rata itu hampir tiga setengah bulan sekali.
03:16Kalau pakai rata-rata ya, dilakukan kocok ulang kabinet.
03:19Dalam terminologi pendekatan ilmu politik, ini menunjukkan Presiden yang tidak percaya diri.
03:25Sangat-sangat tidak percaya diri.
03:28Kalau bangunan kabinet itu berisi orang-orang yang dia yakini adalah orang-orang Presiden Prabowo sendiri,
03:36bukan campur tangan yang lain, maka tentu ini akan langgeng.
03:42Apakah kebutuhan reshuffle diperlukan dalam penyelenggaraan negara?
03:46Tentu, kalau dalam kondisi-kondisi tertentu, hasil evaluasi Presiden dibutuhkan perbaikan-perbaikan.
03:54Dari enam kali sebelum yang ketujuh ini, kita tidak melihat makna dari reshuffle itu dalam penyelenggaraan negara.
04:05Tidak ada kebijakan dan tindakan yang berarti dari menteri-menteri yang menggantikan posisi itu.
04:13Tadi memang timbul tanda tanya, Pak Presiden kita dipaksa dengan undang-undang yang dibuat di era Pak Presiden Jokowi,
04:23karena melebarnya di sana, dari dibatasi 34 menjadi tidak terbatas, termasuk juga one team press.
04:33Atau memang ini sebuah reshuffle yang diperlukan untuk penyelenggaraan negara?
04:38Bacaan saya tidak ada gambaran yang memperlihatkan ini sebagai sebuah kebutuhan.
04:44Tidak percaya diri, itu yang saya garis bahwa saya ke bahas Mas Bung Bahtra.
04:48Tidak percaya diri karena ada sesuatu yang harus juga diperbaiki di dalam internal kabinet.
04:53Setidak percaya dirikah Pak Prabowo sampai harus tujuh kali melakukan reshuffle kabinetnya?
04:58Ya kami tentu ingin menegaskan ya, bahwa berkenaan dengan reshuffle itu adalah hak progatif Presiden,
05:07karena memang Bang Ferry tadi sudah menyingkung ya, dalam amanat undang-undang kita diberi keleluasaan,
05:13kelonggaran dan setiap saat kapanpun Presiden boleh melakukan pergantian, pengangkatan, pemberhantian,
05:21tentu dengan berdasarkan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan beliau,
05:25karena kan usernya adalah Presiden, jadi berkenaan dengan itu tentu kita serahkan sepenuhnya kepada Pak Presiden.
05:32Dan tujuannya pasti adalah dalam rangka untuk kebaikan bangsa dan negara,
05:37upaya untuk kemudian bagaimana program-program pemerintah yang sudah dirancang,
05:42sudah berjalan begitu baik ini bisa lebih tepat sasaran lagi, tepat guna lagi,
05:47agar kemanfaatan dari program yang sudah dirancang itu bisa terlaksana lebih baik,
05:51dan kemanfaatannya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat.
05:56Nah saya pikir dalam rangka itulah Pak Presiden, kemudian dalam setiap saat, setiap momentum,
06:02terus kemudian tentu juga melakukan evaluasi-evaluasi terhadap semua ya,
06:07istilahnya itu tim kerja beliau yang beliau pimpin sebagai Presiden,
06:11dan dengan kebutuhan-kebutuhan itu juga,
06:14dan tentu juga melalui pertimbangan-pertimbangan yang matang,
06:18dengan sudah memprofiling semua siapa saja yang sudah diberi mandat kemarin,
06:23baik itu yang diangkat sebagai anggota kabinet,
06:26begitu pun yang masuk dalam One Team Press,
06:29dan kalau kita lihat Mas, semua yang diangkat kemarin itu,
06:33orang-orannya punya pengalaman panjang,
06:36dan multi, apa namanya, multi, apa istilahnya itu multi disiplin yang berbeda-beda,
06:42dan kami sangat yakin dari Partai Gerindra bahwa dengan perombakan kemarin itu,
06:48bisa terjadi percepatan program Presiden Prabowo,
06:51dan yang paling penting adalah bagaimana program itu bisa tepat sasaran,
06:56agar kemaslahatannya bisa dirasakan oleh seluruh rakyat kita.
07:00Oke, Bung Guki, kalau di reshuffle telah terakhir,
07:05saya melihatnya PSI masih aman lah ya,
07:08masih aman, jadi wamen-wamennya masih ada,
07:11menteri-menterinya juga masih ada,
07:13termasuk salah satu menteri yang belakangan juga dari PSI yang sering dibicarakan,
07:18wah ini akan kena reshuffle nih,
07:21Bung Raja Juli Antoni,
07:23ini kan sering banget ya dari kemarin diomongin bahwa ini akan kena reshuffle,
07:26tapi buktinya tetap bertahan hingga saat ini,
07:29nah kira-kira apa catatan Anda tentang reshuffle yang terakhir kali dilakukan
07:33dengan mempertimbangkan bahwa kader-kader partai Anda masih tetap ada di kabinet?
07:38Ya, yang pertama-tama PSI itu ketika kader-kadernya duduk di pemerintahan,
07:45loyalitas tertinggi itu kepada Presiden,
07:48ya artinya kalau dikatakan bahwa kemudian PSI menaruh orang-orangnya,
07:54atau kader-kader PSI kemudian masih berlabel perwakilan PSI,
08:01saya pikir itu starting point yang geliru.
08:04Jadi ketika seseorang dari PSI terutama ya,
08:08sudah bekerja di dalam pemerintahan,
08:12maka kami sudah mewakafkan kader kami ke pemerintahan.
08:17Dan ketika kemudian misalnya ya sudah selesai masa tugasnya di pemerintahan,
08:24maka ya kembali kepada kami.
08:26Jadi ini bukan kader PSI yang sedang dititipkan,
08:30atau sejenisnya kurang lebih seperti itu.
08:31Nah menanggapi reshuffle kemarin yang disebutkan,
08:35tidak ada kader PSI yang di reshuffle ya,
08:40tidak ada kader PSI yang di reshuffle.
08:41Jadi starting pointnya adalah walaupun mereka adalah kader PSI,
08:45tapi kami menyerahkan sepenuhnya kepada Pak Prabowo.
08:48Dan tentu saja ya kader yang berada di pemerintahan Bapak Presiden kali ini,
08:55itu adalah kader-kader terbaik kami.
08:57Di situ ada Pak Raja Juliantoni sebagai menhut,
09:01yang berhasil menghadapi tekanan sehingga karhutlah itu titiknya sekarang,
09:06sudah terus menurun ya.
09:08Kemudian ada Ibu Isyana Bagus Oka,
09:11beliau itu adalah wamen kependudukan dan pembangunan keluarga,
09:15lalu juga ada Mas Giringganesya, wamen kebudayaan dan lain sebagainya.
09:19Nah kami percaya bahwa Presiden Prabowo tidak mereshuffle kader-kader kami
09:27yang tadi saya sebutkan itu,
09:29itu dikarenakan memang ada pertimbangan-pertimbangan yang sifatnya teknokratis,
09:33ada pertimbangan-pertimbangan yang sifatnya itu kecocokan
09:36antara memang performanya dengan kebutuhannya.
09:40Jadi kami tidak merasa,
09:44katakanlah,
09:45oh eforia berlebihan kah?
09:48Atau mungkin,
09:49oh kok kemarin saya juga ditanya,
09:51PSI nggak nambah lagi nih,
09:52terus abis itu jadi bete kah?
09:54Kayak gitu, nggak ada kayak begitu.
09:55Itu semuanya sepenuhnya adalah prerogatif Presiden
09:58dan ketika sudah di sana,
10:00kami menginginkan mereka untuk sepenuhnya bekerja untuk Presiden
10:04dan kalaupun ditanya apa tanggapannya,
10:09kalau nggak di reshuffle ya artinya ya sudah bekerja sesuai ekspektasi Presiden.
10:13Tapi begini, ada yang menarik juga,
10:15tadi di berita pengantar sebelum kita memulai diskusi kita malam hari ini,
10:19ada analis politik yang mengatakan bahwa sebenarnya reshuffle kali ini itu
10:25dalam tanda kutip menyingkirkan orang-orangnya Pak Jokowi katanya begitu.
10:30Tetap ada orang-orangnya tapi hanya menjadi etalase tanpa memiliki fungsi yang strategis.
10:35Ada yang mengatakan seperti itu.
10:37Nah kira-kira perspektif PSI sebagai yang dikatakan punya jargon PSI adalah Jokowi,
10:45bagaimana menangkapi hal itu?
10:46Tapi jangan dijawab dulu.
10:49Terima kasih.

Dianjurkan