00:02Selamat malam, Presiden Prabowo Subianto kembali merombak kejajaran kabinetnya.
00:08Belum genap 2 tahun usia pemerintahan, setidaknya sudah 7 kali kabinet mengalami bongkar pasang.
00:16Kali ini ada beberapa nama pejabat yang dianggap dekat dengan Jokowi lalu diganti.
00:21Meski demikian, mereka masih tetap dipertahankan di dalam pemerintahan.
00:26Tak hanya itu, Prabowo juga melantik 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden atau One Team Press.
00:34Sejumlah nama masuk istana termasuk orang-orang yang selama ini dikenal keras mengkritisi Jokowi.
00:41Apa sebenarnya pesan yang ingin disampaikan Prabowo dengan reshuffle ini?
00:46Apa benar ini bentuk evaluasi atau merupakan politik akombodasi guna mengamankan koalisi?
00:53Reshuffle lagi, evaluasi atau amankan koalisi?
00:58Inilah satu meja The Forum malam ini bersama saya, Radisa Putro.
01:04Dan untuk membahas topik kali ini sudah hadir di studio Satu Kompas TV.
01:09Menara Kompas Kompas TV ada Bung Bahtra Banong, jurubicara Partai Gerimda.
01:13Selamat malam, Bung Bahtra.
01:15Terima kasih telah hadir.
01:16Dan ada juga jurubicara Partai Solidaritas Indonesia, Bung Dede Prayudi.
01:21Saya biasanya manggilnya Bung Kik.
01:23Siap.
01:24Dan satu lagi jagoan kita malam hari ini ada Ferry Amsari, pakar hukum Tata Negara.
01:29Yang belakangan disebut-sebut Mensesneknya Kabinet Bayangan.
01:34Selamat malam, Bung Dede Ferry.
01:35Selamat malam, abang-abang semua.
01:37Baik, saya langsung ke Bung Ferry saja dulu.
01:39Pertama, ini awal Oktober kita dikejutkan dengan reshuffle kabinet lagi.
01:45Sudah tujuh kali.
01:46Tujuh kali itu bukan apa, bukan kali yang sebentar gitu.
01:50Ini cukup beberapa kali mengambil posisi yang cukup sering untuk mengambil reshuffle.
01:55Bahkan gak cuma sekali.
01:57Di Kamis dan Jumat dalam medio satu pekan ini ada dua kali reshuffle gitu.
02:02Ada perombakan kabinet.
02:04Anda surprise dengan hal ini atau menganggap, wah ini biasa saja sebenarnya.
02:07Ya tidak terlalu surprise ya.
02:10Karena melihat enam kali sebelumnya sudah dilakukan reshuffle.
02:16Oke.
02:17Di titik tertentu secara konstitusional tentu itu haknya pak Presiden Prabowo ya.
02:25Berdasarkan pasal 17 Undang-Undang Dasar dan Undang-Undang Kementerian Negara.
02:29Presiden memiliki tanggung jawab dan Menteri-Menteri bertanggung jawab kepada beliau.
02:35Bisa diberhentikan kapanpun.
02:39Secara prinsip konstitusi mungkin oke.
02:42Tetapi secara pendekatan politik.
02:45Bagaimanapun konstitusi dan Undang-Undang Kementerian Negara
02:48serta sistem ketatanegaraan adalah produk politik.
02:52Kalau kita baca dari politik ketatanegaraan, kita bisa melihat bahwa Presiden kita tidak terlalu percaya diri.
02:59Itu sebabnya di dalam dua tahun, menjelang dua tahun, 20 Oktober dua tahunnya,
03:07terjadi tujuh kali reshuffle kabinet, kocok ulang kabinet.
03:11Yang kalau kita rata-rata itu hampir tiga setengah bulan sekali.
03:16Kalau pakai rata-rata ya, dilakukan kocok ulang kabinet.
03:19Dalam terminologi pendekatan ilmu politik, ini menunjukkan Presiden yang tidak percaya diri.
03:25Sangat-sangat tidak percaya diri.
03:28Kalau bangunan kabinet itu berisi orang-orang yang dia yakini adalah orang-orang Presiden Prabowo sendiri,
03:36bukan campur tangan yang lain, maka tentu ini akan langgeng.
03:42Apakah kebutuhan reshuffle diperlukan dalam penyelenggaraan negara?
03:46Tentu, kalau dalam kondisi-kondisi tertentu, hasil evaluasi Presiden dibutuhkan perbaikan-perbaikan.
03:54Dari enam kali sebelum yang ketujuh ini, kita tidak melihat makna dari reshuffle itu dalam penyelenggaraan negara.
04:05Tidak ada kebijakan dan tindakan yang berarti dari menteri-menteri yang menggantikan posisi itu.
04:13Tadi memang timbul tanda tanya, Pak Presiden kita dipaksa dengan undang-undang yang dibuat di era Pak Presiden Jokowi,
04:23karena melebarnya di sana, dari dibatasi 34 menjadi tidak terbatas, termasuk juga one team press.
04:33Atau memang ini sebuah reshuffle yang diperlukan untuk penyelenggaraan negara?
04:38Bacaan saya tidak ada gambaran yang memperlihatkan ini sebagai sebuah kebutuhan.
04:44Tidak percaya diri, itu yang saya garis bahwa saya ke bahas Mas Bung Bahtra.
04:48Tidak percaya diri karena ada sesuatu yang harus juga diperbaiki di dalam internal kabinet.
04:53Setidak percaya dirikah Pak Prabowo sampai harus tujuh kali melakukan reshuffle kabinetnya?
04:58Ya kami tentu ingin menegaskan ya, bahwa berkenaan dengan reshuffle itu adalah hak progatif Presiden,
05:07karena memang Bang Ferry tadi sudah menyingkung ya, dalam amanat undang-undang kita diberi keleluasaan,
05:13kelonggaran dan setiap saat kapanpun Presiden boleh melakukan pergantian, pengangkatan, pemberhantian,
05:21tentu dengan berdasarkan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan beliau,
05:25karena kan usernya adalah Presiden, jadi berkenaan dengan itu tentu kita serahkan sepenuhnya kepada Pak Presiden.
05:32Dan tujuannya pasti adalah dalam rangka untuk kebaikan bangsa dan negara,
05:37upaya untuk kemudian bagaimana program-program pemerintah yang sudah dirancang,
05:42sudah berjalan begitu baik ini bisa lebih tepat sasaran lagi, tepat guna lagi,
05:47agar kemanfaatan dari program yang sudah dirancang itu bisa terlaksana lebih baik,
05:51dan kemanfaatannya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat.
05:56Nah saya pikir dalam rangka itulah Pak Presiden, kemudian dalam setiap saat, setiap momentum,
06:02terus kemudian tentu juga melakukan evaluasi-evaluasi terhadap semua ya,
06:07istilahnya itu tim kerja beliau yang beliau pimpin sebagai Presiden,
06:11dan dengan kebutuhan-kebutuhan itu juga,
06:14dan tentu juga melalui pertimbangan-pertimbangan yang matang,
06:18dengan sudah memprofiling semua siapa saja yang sudah diberi mandat kemarin,
06:23baik itu yang diangkat sebagai anggota kabinet,
06:26begitu pun yang masuk dalam One Team Press,
06:29dan kalau kita lihat Mas, semua yang diangkat kemarin itu,
06:33orang-orannya punya pengalaman panjang,
06:36dan multi, apa namanya, multi, apa istilahnya itu multi disiplin yang berbeda-beda,
06:42dan kami sangat yakin dari Partai Gerindra bahwa dengan perombakan kemarin itu,
06:48bisa terjadi percepatan program Presiden Prabowo,
06:51dan yang paling penting adalah bagaimana program itu bisa tepat sasaran,
06:56agar kemaslahatannya bisa dirasakan oleh seluruh rakyat kita.
07:00Oke, Bung Guki, kalau di reshuffle telah terakhir,
07:05saya melihatnya PSI masih aman lah ya,
07:08masih aman, jadi wamen-wamennya masih ada,
07:11menteri-menterinya juga masih ada,
07:13termasuk salah satu menteri yang belakangan juga dari PSI yang sering dibicarakan,
07:18wah ini akan kena reshuffle nih,
07:21Bung Raja Juli Antoni,
07:23ini kan sering banget ya dari kemarin diomongin bahwa ini akan kena reshuffle,
07:26tapi buktinya tetap bertahan hingga saat ini,
07:29nah kira-kira apa catatan Anda tentang reshuffle yang terakhir kali dilakukan
07:33dengan mempertimbangkan bahwa kader-kader partai Anda masih tetap ada di kabinet?
07:38Ya, yang pertama-tama PSI itu ketika kader-kadernya duduk di pemerintahan,
07:45loyalitas tertinggi itu kepada Presiden,
07:48ya artinya kalau dikatakan bahwa kemudian PSI menaruh orang-orangnya,
07:54atau kader-kader PSI kemudian masih berlabel perwakilan PSI,
08:01saya pikir itu starting point yang geliru.
08:04Jadi ketika seseorang dari PSI terutama ya,
08:08sudah bekerja di dalam pemerintahan,
08:12maka kami sudah mewakafkan kader kami ke pemerintahan.
08:17Dan ketika kemudian misalnya ya sudah selesai masa tugasnya di pemerintahan,
08:24maka ya kembali kepada kami.
08:26Jadi ini bukan kader PSI yang sedang dititipkan,
08:30atau sejenisnya kurang lebih seperti itu.
08:31Nah menanggapi reshuffle kemarin yang disebutkan,
08:35tidak ada kader PSI yang di reshuffle ya,
08:40tidak ada kader PSI yang di reshuffle.
08:41Jadi starting pointnya adalah walaupun mereka adalah kader PSI,
08:45tapi kami menyerahkan sepenuhnya kepada Pak Prabowo.
08:48Dan tentu saja ya kader yang berada di pemerintahan Bapak Presiden kali ini,
08:55itu adalah kader-kader terbaik kami.
08:57Di situ ada Pak Raja Juliantoni sebagai menhut,
09:01yang berhasil menghadapi tekanan sehingga karhutlah itu titiknya sekarang,
09:06sudah terus menurun ya.
09:08Kemudian ada Ibu Isyana Bagus Oka,
09:11beliau itu adalah wamen kependudukan dan pembangunan keluarga,
09:15lalu juga ada Mas Giringganesya, wamen kebudayaan dan lain sebagainya.
09:19Nah kami percaya bahwa Presiden Prabowo tidak mereshuffle kader-kader kami
09:27yang tadi saya sebutkan itu,
09:29itu dikarenakan memang ada pertimbangan-pertimbangan yang sifatnya teknokratis,
09:33ada pertimbangan-pertimbangan yang sifatnya itu kecocokan
09:36antara memang performanya dengan kebutuhannya.
09:40Jadi kami tidak merasa,
09:44katakanlah,
09:45oh eforia berlebihan kah?
09:48Atau mungkin,
09:49oh kok kemarin saya juga ditanya,
09:51PSI nggak nambah lagi nih,
09:52terus abis itu jadi bete kah?
09:54Kayak gitu, nggak ada kayak begitu.
09:55Itu semuanya sepenuhnya adalah prerogatif Presiden
09:58dan ketika sudah di sana,
10:00kami menginginkan mereka untuk sepenuhnya bekerja untuk Presiden
10:04dan kalaupun ditanya apa tanggapannya,
10:09kalau nggak di reshuffle ya artinya ya sudah bekerja sesuai ekspektasi Presiden.
10:13Tapi begini, ada yang menarik juga,
10:15tadi di berita pengantar sebelum kita memulai diskusi kita malam hari ini,
10:19ada analis politik yang mengatakan bahwa sebenarnya reshuffle kali ini itu
10:25dalam tanda kutip menyingkirkan orang-orangnya Pak Jokowi katanya begitu.
10:30Tetap ada orang-orangnya tapi hanya menjadi etalase tanpa memiliki fungsi yang strategis.
10:35Ada yang mengatakan seperti itu.
10:37Nah kira-kira perspektif PSI sebagai yang dikatakan punya jargon PSI adalah Jokowi,
10:45bagaimana menangkapi hal itu?
10:46Tapi jangan dijawab dulu.
10:49Terima kasih.