Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KENDARI, KOMPAS.TV - Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah SPBU di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Satuan Polisi Pamong Praja memantau proses pengisian bahan bakar minyak sekaligus memeriksa kecocokan barcode pada setiap kendaraan.

Satpol PP melakukan pemantauan di SPBU Martandu, Kota Kendari. Pemantauan dilakukan menyusul kembali terjadinya antrean panjang kendaraan yang hendak mengisi bahan bakar minyak.

Petugas memeriksa satu per satu kendaraan yang masuk ke SPBU, termasuk memastikan kendaraan memiliki barcode yang sesuai untuk pembelian BBM bersubsidi.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah adanya penyalahgunaan atau permainan dalam penyaluran BBM yang dapat memicu antrean panjang.

#antrespbu #spbu #satpolpp

Baca Juga Viral! Kendaraan Mogok Usai Isi BBM, SPBU di Bengkulu Diperiksa | SAPA SIANG di https://www.kompas.tv/regional/694459/viral-kendaraan-mogok-usai-isi-bbm-spbu-di-bengkulu-diperiksa-sapa-siang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/694668/cegah-penyalahgunaan-bbm-subsidi-satpol-pp-pantau-spbu-kendari-kompas-siang
Transkrip
00:00Saudara, antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah SPBU di Kota Kendari.
00:07Satuan Polisi Pamung Praja memantau proses pengisian bahan bakar minyak
00:11sekaligus memeriksa kecocokan barcode pada setiap kendaraan.
00:20Satuan Polisi Pamung Praja melakukan pemantauan di SPBU Martandu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
00:28Pemantauan dilakukan menyusul kembali terjadinya antrean panjang kendaraan yang hendak mengisi bahan bakar minyak.
00:34Petugas memeriksa satu persatu kendaraan yang masuk ke SPBU, termasuk memastikan kendaraan memiliki barcode yang sesuai untuk pembelian BBM bersubsidi.
00:44Langkah ini dilakukan untuk mencegah adanya penyalahgunaan atau permainan dalam penyaluran BBM yang dapat memicu antrean panjang.
00:54Saya hanya mengingatkan supaya di SPBU ini secara internal diingatkan lagi kembali operator,
01:00di mana jangan coba-coba lagi mobil mengisi beda barcode-nya.
01:05Maka dari itu poinnya di situ, jadi intinya jangan coba-coba mengisi barcode-nya orang lain.
01:10Memang rata-rata sudah sesuai dengan barcode, walaupun ada yang terlewat mungkin itu permainan juga.
01:18Sekarang ini Pak, karena yang pengguna Pertamax dulu itu lari ke Pertalaik,
01:23jadi begitu terlalu panjang nyantriannya Pak, karena pengguna Pertamax lari ke Pertalaik.
01:30Terlalu jauh sedisinya itu Pertalaik dengan Pertamax.
01:34Kita sampaikan kita punya operator, jangan diisi kalau tidak sesuai dengan barcode-nya.

Dianjurkan