Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
IRAN, KOMPAS.TV - Iran meresmikan pangkalan pelatihan militer darurat kedua di Ibu Kota Teheran sebagai bentuk perlawanan di tengah ancaman Amerika Serikat untuk menghancurkan dan memusnahkan Iran.

Pangkalan ini akan digunakan oleh Angkatan Darat reguler Iran untuk melatih warga sipil dalam kampanye yang disebut Relawan Pengorbanan.

Pihak berwenang menyatakan lebih dari 500 ribu sukarelawan, termasuk warga asing, telah mendaftar untuk mengikuti pelatihan militer dan siap bertempur melawan pasukan Amerika Serikat jika terjadi invasi darat.

Tak hanya laki-laki, di sebuah kamp pelatihan militer lain di Teheran Timur, para sukarelawan perempuan juga ikut belajar menggunakan senapan dan berlatih militer.

Menurut relawan, pelatihan ini sebagai bentuk sikap perlawanan setelah adanya ancaman dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memusnahkan Iran.

#wanitairan #militer #iran #donaldtrump

Baca Juga AS Tambah 9.000 Pasukan Timur Tengah, Trump AS: Perang AS-Iran Berakhir Usai Pemilu Sela | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/internasional/694098/as-tambah-9-000-pasukan-timur-tengah-trump-as-perang-as-iran-berakhir-usai-pemilu-sela-sapa-pagi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/694660/perempuan-iran-mulai-latihan-militer-bersiap-hadapi-ancaman-amerika-serikat-kompas-siang
Transkrip
00:00Iran meresmikan Pangkalan Pelatihan Militer Darurat Kedua di Ibu Kota Teheran
00:05sebagai bentuk perlawanan di tengah ancaman AS untuk menghancurkan dan memusnahkan Iran.
00:12Pangkalan ini akan digunakan oleh Angkatan Darat Reguler Iran
00:16untuk melatih warga sipil dalam kampanye yang disebut Relawan Pengorbanan.
00:21Pihak berwenang menyatakan bahwa lebih dari 500 ribu sukarelawan,
00:25termasuk warga asing telah terdaftar, telah mendaftar untuk mengikuti pelatihan militer
00:30dan siap bertempur melawan pasukan AS jika terjadi infansi darat.
00:55Hari ini adalah kesebar yang lagi terjadi dari sangta utbah kelihatan yang di luar biasa,
01:02yang dikonsum melawan nosing ini yang terjadi di Indonesia.
01:03Yang dipercaya kita, kami masih menggantikan diri,
01:06menceritakan diri, menangis dan keadaan meng Moi dan mereka keadaan yang melawan.
01:16Di Teheran Timur, para sukarelawan perempuan juga ikut belajar menggunakan senapan dan berlatih militer.
01:23Menurut relawan, pelatihan ini sebagai bentuk sikap perlawanan setelah adanya ancaman dari Presiden AS Donald Trump untuk memusnahkan Iran.
01:46Terima kasih telah menonton!

Dianjurkan