Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 12 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Rocky Gerung mengkritik posisi dan gaya komunikasi Qodari dalam pemerintahan. Rocky menilai Qodari memiliki keahlian untuk menyerang kemungkinan (attacking the possibility), bukan menyerang sesuatu yang menurutnya mustahil (attacking the impossible).

Rocky kemudian menyebut Qodari lebih cocok mengatur strategi komunikasi dari belakang layar ketimbang menjadi komunikator yang tampil di depan publik.

Dalam pernyataannya, Rocky juga menyinggung perbedaan pandangannya dengan Qodari yang menurutnya hanya sebatas perdebatan dan cekcok di depan televisi.

Ia kemudian menyebut penempatan Qodari di Wantimpres sebagai posisi yang tepat untuk mengatur strategi komunikasi tanpa harus selalu tampil di depan kamera. Bahkan, Rocky melontarkan pernyataan bahwa Qodari lebih pantas menjadi "komandan Brimob".

Produser: Prayogi Haro

Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/694635/rocky-kritik-kinerja-qodari-di-bakom-lebih-cocok-jadi-pengatur-strategi-daripada-komunikator
Transkrip
00:00Saya berteman baik dengan Pak Kodari, teman fikir jika masih aktivis, lalu jadi teman berkelahi ketika dia ada di kekuasaan.
00:12Tapi itu yang kemudian diingat orang. Padahal perbedaan saya dengan Kodari hanya sebatas 30 menit cek-cok di depan TV.
00:23Hanya itu aja.
00:24Ya, demikian juga pengkondisian lain di Republik ini.
00:33Marah ke semua arah-artinya marah tanpa arah.
00:39Kita coba bayangkan, jaganda masuk di ruang, di tempat seluruh kehidupan publiknya akan dikuliti.
00:54Ganda pernah ini, ganda pernah itu. Kemarin dia bahkan jadi menteri, baru diangkat, dia udah ngoceh tentang Gibran.
01:03Padahal itu...
01:09Esok.
01:10Padahal itu sebelum.
01:13Walaupun substansinya nggak siap protes.
01:18Tapi kan itu kejujuran tuh.
01:21Hari-hari ini, orang nunggu apa keputusan Mahkamah Konstitusi tuh.
01:26Nggak bisa kita sembunyikan.
01:29Tidak mungkin seluruh kalimat kita, kita edit untuk melayani kedunguan.
01:33Kedunguan para...
01:39Sebut aja.
01:41Kedunguan mereka yang tidak mampu untuk mencernah isi komunikasi.
01:45Dan kedunguan itu yang sekarang dioperasikan melalui sistem.
01:53Ada berapa banyak kooperasi yang salah tempat?
01:58Biasa di pinggir desa, tidak ada, kita cari di hutan.
02:02Di hutan nggak ada, kita cari di kuburan.
02:04Di kuburan nggak ada, kita cari di tengah laut tuh.
02:07Promosikan bahwa memang ada kantor kooperasi, bukan kooperasi, bangunan kooperasi di tengah hutan.
02:18Bangunan kooperasi di tengah kuburan, bangunan kooperasi di tengah laut.
02:23Ada berbanyak.
02:25Ada 8.733.000 sampai hari ini.
02:32Gimana?
02:34Mengatasi, pindahin aja kan?
02:36Gampang, memindahkan 8.373.000 kooperasi yang salah tempat, gampang dipindahinnya.
02:40Pake apa? AI.
02:42Pindahin aja, klik.
02:45Kan itu fakta yang dibuat oleh AI.
02:47Yang kemudian dikutip 8.300.000 kali, lalu orang anggap ada 8.375.000 kali.
02:56Kooperasi di situ.
02:58Persep sudah terbentuk.
03:00Bahwa kooperasi itu salah tempat.
03:03Padahal cuma 7 yang salah tempat.
03:06Nah, bagian ini gak mungkin kita bantai dengan data.
03:09Cuma 7, tidak.
03:10Sudah terbentuk persepsi di situ.
03:14Taking the impossible.
03:16Counter logics.
03:19Hanya itu yang bisa dilakukan kan?
03:22Apalagi netizen ini.
03:23Begitu ditunjukkan logika lu itu.
03:27Penuh dengan falasi situ.
03:29Terangin.
03:29Bagaimana mungkin ada 8 juta?
03:32Padahal proyeknya cuma 20 ribu.
03:34Oh, begitu ya, Pak.
03:36Ada yang ngerti?
03:38Jadi, kita ingin ada satu komunikasi yang betul-betul attacking the data by putting logics first.
03:48Ini buat netizen yang terdidik.
03:53Tapi bagaimana dengan mereka yang memang gak mungkin dibenahi logikanya?
03:59Eh, bilangin aja oke.
04:01Itu buat kalian.
04:03Apalagi kalau kita nge-nge-nge sedikit.
04:05Ya, yang 8 juta yang ada di kuburan, yang ada di laut, yang ada di hutan.
04:11Itu sebetulnya kooperasi bayangan.
04:14Dibuat oleh kabinet bayangan.
04:16Kooperasi bayang-bayang.
04:18Kan enak bercandanya begitu kan?
04:21Jadi, sekali lagi.
04:23Ada keahlian khusus memang untuk nge-yell.
04:26Tetapi, dengan prinsip bahwa
04:28apapun yang diucapkan oleh seorang pejabat komunikator,
04:33dia mesti jadi impact terhadap perubahan cara berpikir, perubahan sikap.
04:41Dan itu yang namanya penampilan awal.
04:47Pak Kodari memang gak cocok di situ dalam evaluasi saya.
04:53Nah, ini saya mau terangin.
04:55Sebagai persahabatan.
04:58Karena Pak Kodari
05:00dilatih untuk attacking.
05:03Bukan untuk attacking the impossible,
05:05tapi attacking the possibility itu.
05:08Pak Kodari sebenarnya lebih pantas jadi
05:11kemudian berimob.
05:15Karena itu,
05:16kalau beliau dipindahkan ke wan tim bersama,
05:18itu yang paling tepat.
05:20Karena dia akan mengatur strategi komunikasi
05:23tanpa terlihat wajah gantengnya itu.
05:30Ya, kalau gak di-sort kamera, ganteng.
05:32Terima kasih.
05:33Terima kasih.

Dianjurkan