00:00Karena bagaimanapun tidak elok lah bahwa udah jam 1 malam masih menyembunyikan petasan dan sebagainya.
00:21Kebetulan saya mengikuti begitu peristiwa terjadi, masyarakat keluarga ibu itu juga.
00:28Kebetulan saya lagi, itu kan hampir jam setengah 1 malam.
00:32Kurang lebih jam 2 saya membaca itu, kemudian saya meminta kepada jajaran pemerintah DKI Jakarta untuk berperang.
00:41Karena bagaimanapun tidak elok lah bahwa udah jam 1 malam masih menyembunyikan petasan dan sebagainya.
00:48Kebetulan anaknya ibu tadi kan memang sensitif berhadap petasan dan sebagainya.
00:56Dan saya minta ini benar-benar tidak terlalu kembali, kemudian hadir dalam kesempatan ini ada wali kota Jakarta Timur dan
01:02wali kota Jakarta Selatan.
01:03Hal yang berkaitan dengan itu kita batasi.
01:06Kalau memang jam masih jam sore monggo aja, tapi jangan kemudian mengganggu ketertiban masyarakat.
01:24Tidur, jadi yang pegang izinnya di sini siapa?
01:26Kalau udah di sini, nanti saja sama mbak kesana aja, please kesana aja.
01:30Kenapa?
01:30Beres-beres.
01:32Silahkan, silahkan beres-beres.
01:34Saya cuma pengen tahu pak izinnya di siapa.
01:36Tapi soalnya bapak yang itu.
01:37Mbak, saya mau tanya, mbak ini siapa?
01:49Dentumannya keras banget.
01:52Dan bukan seperti kembang api biasa.
01:56Ini bukan kembang api yang kita beli stick gitu.
01:59Terus ini enggak, ini benar-benar dentuman dum-dum-dum seperti suara bom gitu.
02:06Dan jujur, ini enggak selesai-selesai.
02:10Dimulai di satu menit pertama, dua menit pertama, dentuman itu membuat anak saya yang kebetulan, dia kebutuhan khusus, dia serebral
02:20palsi sehingga sensitif dengan suara, sensitif dengan dentuman.
02:26Dia sampai kaget dan kejang gitu.
02:30Tapi yaudah, saya masih toleransi lah.
02:34Tapi ini enggak selesai-selesai di menit kelima.
02:37Masih dua, dua, dua, dua, dua.
02:39Saya punya ibu, usia 76 tahun.
02:43Kondisinya sudah, ya sudah ini ya, udah tua gitu loh.
02:50Sampai di menit kelima belas, belum juga berhenti.
02:55Jadi akhirnya saya langsung keluar tuh.
02:58Saya langsung keluar, saya enggak peduli ini mau gimana-pengimana, tapi ini enggak benar.
03:03Akhirnya, malah lari menuju saya dan menyerang saya.
03:08Enggak cuma satu orang.
03:11Banyak.
03:12Itu saya sampai jatuh ke got.
03:16Gotnya untungnya kering dan ada beberapa tumpukan-tumpukan semen atau batu gitu.
03:21Sehingga saya enggak benar-benar terjerembab.
03:24Saya ini lagi, saya ditarik, saya didorong dan ditarik.
03:29Dan saya ingat banget itu saya ditarik kayak mau ditampar atau digampar.
03:33Tapi ditahan sama anak saya.
03:35Anak saya sampai karena dia nahan, dia sampai kena cakaran tangannya, ada bekasnya.
03:40Di jam setengah satu, itu saya kesel lagi jujur.
03:45Karena ada suara kembang api, petasan yang dar-dar-dar kayak gitu.
03:51Saya kaget banget.
03:53Itu saya kesel dan saya mau nyamperin sebetulnya.
03:58Cuma ditahan sama teman saya.
03:59Karena teman saya tahu saya lagi emosi banget nih, belum reda gitu.
04:03Katanya, udah kamu di dalam aja dulu.
04:06Nanti takutnya kamu keluar di apa-apain lagi sama mereka gitu.
04:13Cara baru nonton di Smart TV.
04:16Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
04:22Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
04:26Cari Kompas TV melalui pencarian.
04:29Pilih aplikasi, lalu install.
04:32Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
04:37Download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga.
04:41Reca chat.
04:42Economi.
04:42Salt.
04:42Lalu install.
04:43Zeman.
04:43Persuong bisa Tax.